Hallo anakku tersayang. Tak terasa umurmu sudah genap setahun. Selama setahun Athar menemani abi ummi menjadi anak baik. Terimakasih telah hadir dan memikih kami menjadi orang tuamu, Nak. Selamasrtahun juga abi dan ummi belajar jadi orang tuamu. Belajar kesabaran darimu, belajar banyak hal baru darimu. Terimakasih sudha menjadi guru terhebat buat oramg tuamu ini , Nak.
Muhammad Atharrazka Al Jihadi. Nama yang kami beri untukmu memiliki arti agar kelak kau meneladan Nabi Muhammad menjadi lelaki baik yang berjuang untuk mendapatkan rezeki yang baik, yang halal dan berkah utk dirimu dan keluargamu.
Nak. Ummi sayang sekali sama Athar. Ummi rela bertaruh apapun untuk Athar, bahkan bertaruh nyawa sekalipun. Msasihreringat setahun yang lalu Athar di perut ummi.. Tatkala di bulan kelahiranmu ini ummi merasakan ada yang aneh padamu. Tendanganmu dalam oerut ummi hamoir tak terasa seperti biasanya, ummi juga mengeluarkan flek. Hingga akhirnya ummi harus kontrol kembali ke dokter kandungan. Dan dokter menyarankan ummi untuk segera mengeluarkanmu dalam rahim ummi.. Ketuban ummi keruh. Maafkan ummi nak
Malam itu juga ummi harus di rawat d rumah sakit. Abi dan nenek sungguh selalu setia menemani kita , nak. Ummi ingin berjuang melahirkanmu fengan cara normal. Itu pinta ummi nr dokter. Namun, kontrakdi tak juga ummi rasakan senslsmsn. Semalaman juga ummi mendengan detak jantu gmu dari alat yanh ditemoel d tubuh ummi. Abi dannenek, umii tau mereka pasti sangat lelah. Pagipun datang. Atharjuga tidak ada kemajuan utk masuk ke pinggul ummi. Suntikan kedua yang berisi obat kontraksi juga takembuatummi kunjung kontraksi. Hanya bukan satu. Hingga akhirnya malam kedua di rs. Doktermenyatankan harus segera di operasi. Karena detak jantungmu begitu kencang yang terbaca pada alat.
Jam 10 malam ummi sudah berada di meja operasi. Di suntik di bagian pungung utk dibius. Mual muntah hingga sakit kepala ummi rasakan. Menggigil menahan dinginnya tuang operasi tak ummi hiraukan. Saat dokter membelah perut ummi dan mengeluarkan mu. Seketika kau menangis begitu kencangnya. Ummi bahagia nak. Kauterlahir sehat. Kau ditimbang berat dan timggi dan dibersohkan. Begitu bahagia haru ummi, nak.
Jam setengah 12 malam. Jahitan penutup sudah selesai. Ummi dibawa ke ruang recovery pasca operasi. Disana juga dingin, nak. Tapi tak sedingi ruang operasi. Ummi tak sabar ingi mengendongmu nak. Ternyata kau menangis begitu kencang di ruanganmu. Hingga akhirnya ibu bidan mbawamu kepada ummi. Untuk.ummi susui
Kaki ummi begitu mati rasa. Tak bisa digeraakkan. Efek bius masih umi rasakan. Ummi tak bisa maksimal mengendongmu. Hinga akhirnya ditengah malam kau menangis. Dan ibu bidan kembali mengambilmu.
Jam 3 oagi kau kembali menangis begitu kencang. Ummi tkaut nak. Hingaa ummi meminta ibu ibudan utk menyerahkan kau pada ummi. Tapi umi kembali tak bisa menggendongmu karena kaki ummi tak bisa digerakkan. Hingga akhirnya kau tertidur d ruanganmu dan ummi juga tertidur di kasur recovery pasca operasi.
Jam 7 pagi. Kau datang lafi digendong ibu budan. Kauharus segera dimandikan. Dan ummi diberikan sarapan bhbur putih. Setwlahathar mandi. Ummi bisa melihat athar lagi. Lalu kkt bisa dipundahkan diruang rawatan bertemu abi dan nenek.
Jam 9 pagi. Akhirnya kita bisa oindah ke ruang rawatan. Athar bisa bertemu abi dan nenek. Yangsetia menanti semalaman tidak tidur menunggu kabar kita nak. Merekasayabg kita. Ummi masih fengan kyrsi roda dan athar d gendong ibu bidan menuju ruang rawatan d lantai atas. Diikuti abi yng mengangkut banyak bawaan. D ruang rawatan nenek menanti kita nak. Ummitm bahagia