[Allah Maha Baik] Mei lalu, aku seringkali menghabiskan waktu disini, merancang angan-angan hingga seringkali sujud bersimpuh menangis sedih ketika aku harus dihadapkan kenyataan pahit, berkali-kali aku harus bangun dan bangit, berkali-kali aku harus tertampar kenyataan pahit. Karpet ini menjadi saksi bisu perjuanganku ditengah perjalanan meniti impian. Karpet ini pula yang setia menjadi sarana tempatku bersandar kepada Sang Ilahi. Tapi lagi-lagi aku harus bersyukur, Allah teramat baik bagiku, sekalipun aku kembali ketempat ini tak berdiri sebagaimana yang aku impikan dulu, tak mengenakan jas kebesaran yang pernah aku pinta disetiap sujud malam, nyatanya Allaah masih berbaik hati, memberikan tempat terbaik, lingkungan terbaik, ya, lingkungan penghafal Quran, aku yang sejati dirundung cemas saat keluar dari pondok, nyatanya Allaah berikan tempat terbaik, teman-teman terbaik, yang jujur sangat aku butuhkan saat aku kehilangan mereka yang mulai sibuk dengan dunia mereka, aku temukan kembali pengingat terbaik, kata-kata terbaik "Gimana kabar hafalannya?" "Kapan mau diMutqinkan?" Setidaknya aku harus bersyukur mendapatkan kenikmatan tersebut. Allah izinkan aku kembali bersimpuh ditempat ini, dengan mereka-meraka yang kecintaan terhadap Al Qur'an tak perlu diragukan lagi. Sungguh Allaah Maha Baik dengan segala kejutan-Nya. (Soon asap in My blog , still in the draft "It's chosen by Allah" and "Dream in Deresan") (at Masjid Nurul Ashri - Deresan 2)