Ungkapan hati seorang sahabat
PENERBANGAN DARI MEDAN KE BANDUNG Dan Tidak Ada Suatu Makhlukpun Yang Tersembunyi Di Hadapan-NYA, Sebab Segala Sesuatu Telanjang Dan Terbuka Di Depan Mata DIA, Yang Kepada-NYA Kita Harus Memberikan Pertanggungan Jawab. Jumat Pagi Jam Sembilan Saya Sudah Diantarkan Oleh Sahabatku Dengan Mobilnya, Setiba Di Bandara Kuala Namu, Barang Bawaanku Beratnya Lebih Dari Ketetapan Pihak Maskapai Penerbangan Yang Aku GunakanYaitu Seberat Lima Belas Kilogram, Sementara Travel Bag Ku Beratnya Seberat Tiga Puluh Delapan Kilogram, Over Weight Yang Sangat Banyak. Jika Membayar Harus Dikalikan Empat Puluh Tiga Ribu Per Kilogramnya. Sahabatku Meminta Aku Keluar Dulu Dari Antrean, Kami Berbincang. Keputusannya Tas Diambil Satu Lagi Dari Rumahku, Barang Di Travel Bag Di Bagi Dua Ke Tas Hand Carry Yang Sudah Dijemput Dari Rumahku Oleh Pegawai Sahabatku Itu. Lalu Kami Bagi Dualah Barang, Kami Timbang, Travel Bag Beratnya Menjadi Dua Puluh Empat Kilogram Dan Tas Hand Carry Milikku Seberat Enam Belas Kilogram. Hand Carry Naik Ke Kabin Berat Maksimum Lima Belas Kilogram, Lebih Satu Kilo Hand Carryku, Dijinjing Saja Pak Kata Petugas Agar Tidak Ketahuan Masuk Ke Kabin. Sementara Travel Bag Masuk Ke Bagasi Dengan Over Weight Sembilan Kilogram Dan Saya Harus Membayar Over Weight Senilai Tiga Ratus Delapan Puluh Tujuh Ribu Rupiah Diluar Airpottex. Saya Sudah Berusaha Mengurangi Berat Beban Bawaan Dengan Membagi Dua Barang Di Dua Tas. Itupun Saya Merasa Keberatan Beban Pembayaran, Dalam Hatiku Kok Mahal Yah?!. Penumpang Di Dalam Pesawat Sudah Pada Duduk, Dan Saya Di Bangku Tujuh Belas D, Dari Bangku Satu A B C D Sampai Ke Bangku Ku Bahkan Sampai Ke Belakang Sangat Banyak Orang Asing Alias Bule. Di Samping Kiri Ku Ada Seorang Bule, Dia Berasal Dari Perancis Bersama Lima Teman Wanitanya, Hanya Dia Sendiri Laki-Laki Yang Menjadi Pemimpin Rombongan Mereka. Kami Terlibat Pembicaraan Yang Enak Selama Dua Jam Setengah Penerbangan Dari Bandara Internasional Kuala Namu Medan Menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung. Salah Satu Pembicaraan Kami Yang Menarik Adalah Overweight Barang Bagasi Bawaan Mereka Juga Aku. Mereka Masing-Masing Membawa Ransel Tas Gunung Yang Beratnya Sekitar Dua Puluh Tujuh Kilogram, Dan Masing-Masing Membawa Papan Selancar Yang Beratnya Juga Melebihi Kapasitas Bawaan Bagasi Di Pesawat, Dengan Santainya Si Bule Prancis Ini Berkata, Bahwa Kelebihan Beban Berat Bawaannya Adalah Tanggung Jawab Dia Untuk Membayar Ke Maskapai Penerbangan. Saya Merasa Ditegur Oleh Si Bule Kenalan Ku Ini. Sudah Membagi Dua Beban Berat Barang Bawaanku, Dan Tetap Harus Membagi Dua Tas, Masih Saja Saya Merasa Terbebani Dengan Membayar Sejumlah Rupiah. Sementara Si Bule Prancis Mengajarkan Aku Bahwa Yang Menjadi Hak Kita Harus Kita Lakukan Serta Yang Menjadi Tanggung Jawab Kita Juga Harus Kita Tanggung. Setiba Di Bandara Husein Sastranegara Kami Masih Ngobrol, Mereka Ingin Petunjuk Dimana Hotel Yang Murah Dan Meminta Bantuanku Untuk Reservasi Pemesanan Tiket Pesawat Dari Bandung Ke Bali Du Hari Ke Depan, Kami Pun Selesai Membeli Tiket Untuk Dua Hari Ke Depan, Makan Dan Minum Di Ruang Tunggu, Karena Aku Menunggu Dijemput Saudaraku, Dan Mereka Menunggu Jemputan Dari Pihak Hotel. Banyak Hal Yang Saya Ceritakan Kepada Mereka, Terlebih Memperkenalkan Sumatera Utara Dengan Objek Wisatanya, Dan Tahun Depan Mereka Akan Datang Lagi Ke Sumatera Utara. Kami Pun Berpisah Karena Bus Hotel Yang Menjemput Mereka Sudah Menjemput, Aku Sempatkan Mengajak Sahabatku Si Bule Prancis Untuk Berfoto. Aku Menyadari Pola Pikir Dan Prinsip Sahabatku Si Bule Prancis Perlu Ditiru Oleh Ku. Selamat Pagi Sahabatku.
















