"Jika ada kata-kata yang melukai hati, menundukklah dan biarkan ia melewatimu. Jangan dimasukkan dalam hati agar hatimu tidak lelah"
Imam Ali Bin Abu Thalib RA
One Nice Bug Per Day

if i look back, i am lost

PR's Tumblrdome
Mike Driver
Not today Justin
hello vonnie
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
★

#extradirty

blake kathryn
Claire Keane
Cookie Run:Kingdom Official!
art blog(derogatory)
EXPECTATIONS
No title available

Product Placement

Game Changer & Make Some Noise
$LAYYYTER
Cosmic Funnies

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Singapore

seen from Suriname

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from T1
seen from Italy
seen from Malaysia

seen from Mexico
seen from Türkiye

seen from Austria

seen from Malaysia
seen from China
seen from Morocco
seen from United States
@kalasuryaterbit
"Jika ada kata-kata yang melukai hati, menundukklah dan biarkan ia melewatimu. Jangan dimasukkan dalam hati agar hatimu tidak lelah"
Imam Ali Bin Abu Thalib RA
Allahuma inni as-aluka, bihaqqi Muhammad wa ala ali Muhammad
TUHAN MENJAGA SEGALA SESUATU TETAP EKSIS
Semua muslihat ini sangat mengganggu, membuat kita tenggelam di dalam ketidakpastian, bahkan indera pun tidak dipercaya sebagai instrumen dalam membuktikan sesuatu. Satu yang pasti hanya interaksi yang ada di dalam pikiran seperti proses bernalar.
Rasionalisme seperti Rene Descartes memercayakan nalar sebagai sumber pengetahuan. Keraguan terhadap realita membuat manusia berusaha memegang suatu keyakinan. Keyakinan yang lain yaitu Empirisme, memercayakan indera yang mengalami kejadian-kejadian sebagai sumber pengetahuan.
Empirisme, seperti John Locke, berusaha membuktikan eksistensi dari realita itu sendiri dengan menggunakan indera. Namun, sebelumnya Descartes sudah menunjukkan bahwa indera pun tak dapat dipercayakan, dan Locke setuju dengan hal itu. Hanya saja, Locke tidak mau menganggap bahwa indera MUTLAK tidak dapat dipercaya, tetapi Locke mendefinisikan sesuatu agar indera yang digunakan untuk mengetahui realita itu benar-benar akurat. Locke mendefinisikan bagian-bagian dari objek yang dapat diamati semisal berat, rapat massa, panjang, lebar, dan tinggi yang digolongkan menjadi kualitas primer yaitu ciri khas yang berada di dalam objek tersebut, tidak berasal dari dalam pikiran (gerak dari objek juga termasuk).
Dari kualitas primer tersebut, diturunkan menjadi kualitas sekunder yang menurut Locke tidak nyata atau subjektif seperti warna, tekstur, rasa, dan bau dari objek tersebut. Kualitas tersebut menyatakan bahwa benda yang dapat diamati kualitasnya adalah benda-benda yang eksis. Alur berpikirnya dapat berupa: jika benda memiliki kualitas yang dapat diamati -> maka benda eksis. Dunia yang kita amati tentu eksis karena adanya kualitas primer sehingga realita yang diamati bukan persepsi (bagian dari kualitas sekunder) namun nyata dari materi itu sendiri.
Gagasan Locke sangat sederhana dan kuat, sayangnya George Berkeley menantang gagasan tersebut. Berkeley memberitahukan bahwa kualitas primer dan kualitas sekunder tidak memiliki perbedaan. Kualitas primer tidak akan ada apabila kualitas sekunder tidak ada. Bayangkan apel tanpa warna, tekstur, rasa, dan bau (tanpa kualitas sekunder). Apel tersebut tidak mungkin ada apabila kualitas sekunder tidak dipertimbangkan. Bahkan, jika apel tersebut berwarna transparan, warna transparan sudah masuk ke dalam kategori kualitas sekunder. Sehingga kualitas primer juga bukan sesuatu yang berasal dari objek, melainkan pikiran yang membentuk kualitas tersebut, sama seperti kualitas sekunder. Semuanya hanya persepsi, tidak ada hal seperti materi (objek-objek di dunia), malahan yang ada hanyalah persepsi. Perumusannya yaitu "Esse Est Percepi" yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa inggris "to be is to be perceived" yang dalam terjemahan saya yaitu "agar sesuatu ada, maka sesuatu dipersepsikan dahulu". Mirip dengan rumusan Descartes yaitu Cogito Ergo Sum. Konsekuensi dari perumusan Berkeley adalah bila persepsi sudah tidak ada, maka tidak ada yang tersisa atau segalanya tiada. Apabila saya tidak mepersepsikan diri saya, semisal saya sedang tidur, maka saya hilang.
Supaya saya tetap ada dari keadaan tak berpersepsi, orang lain harus ada untuk mepersepsikan saya. Namun bila dia sekali mengedipkan mata, maka saya akan menghilang. Dari sini, ditunjukkan sesuatu yang membuat semuanya tetap ada meskipun tidak diperhatikan oleh kita, yaitu Tuhan. Tuhan yang dimaksud Berkeley adalah Tuhan yang dapat selalu mempersepsikan segala hal sehingga semua tidak menghilang bila kita tidak mempersepsikan hal itu. Oleh sebab itu, saya tetap terjaga (ada) karena ada Tuhan yang mempersepsikan saya.
Lari-lari kecil
Bismillah..
Kenapa sebelum mengawali kerja kita baiknya melandasinya dengan bismillah?, atau dengan nama Allah?, atau bekerja bersama Allah?, atau bekerja bareng Allah?.
Sangat banyak sebabnya, beberapa dasar nilai atau pola berfikir, misalnya karena Allah sendiri adalah Maha Bekerja (Al Faat). Beliau menyebut konteks bekerja Beliau dengan kalimat "Fa'alu lima Yurid" yg artinya adalah Maha Bekerja apa yang Beliau maui.
Tentu saja untuk mencoba membayangkan atau meraba-raba "bagaimana Allah kok kerja?". Harus membebaskan pikiran kita dari segala materialitas dan materialisme. Kita mesti nanya-nanya tentang tujuh langit dan sembilan dimensi. Kita mesti nguping-nguping update tentang fisika mutakhir dan metafisika yg tidak terjangkau batasnya. Sebab pengerjaan seluruh kedahsyatan jagat raya atau seluruh keruwetan pekerjaan peradaban-peradaban para makhluk, bagi Allah semua itu hanyalah "Qalam qin bil bashor", hanya sekejapan mata.
Jadi kita tidak perlu usil, terlalu masuk-masuk wilayah sana. Tetapi yang asyik dalam hal ini adalah, bahwa kita dan Allah sama-sama bekerja. Hanya saja kita pekerja dengan 'p' kecil, sedangkan Allah pekerja dengan 'P' besar plus 'Maha'. Siapakah diantara kita yg pernah mengalami ada yg lebih nikmat dan mengasyikkan dibanding kenikmatan bekerja bersama Allah. Bahkan kehendak dan tujuannya pun sama diantara kita dengan Allah.
Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahirabbil Alamin
10 kali lebih khatam, hehehe
Novel Favorit, pra dan pasca kuliah. Meskipun sengaja kuliah tak kuselesaikan. Karena membaca buku ini aku tak perlu merasa harus kuliah.
Real
Satu istilah yang kusukai dalam matematika, komplemen ia dapat berarti di luar suatu himpunan tetapi tidak lantas menjadi lawan atau kebalikkan dari sesuatu, justru dapat juga ia berarti pelengkap akan sesuatu. Hanya saja, ia berasal dari luar alih-alih dalam.
Komplemen dari real dikenal dengan nama imajiner. Real di luar imajiner dan Imajiner di luar real, Real bukan Imajiner dan Imajiner bukan pula Real. Tetapi ada satu hal yang sekaligus Real dan Imajiner, namanya tak lain dan tak bukan yaitu, Cinta.
Disebut Real, karena memang ada dan terasa. Disebut pula imajiner, karena tidak terlihat oleh mata. Keduanya ada dan tidak bertentangan satu sama yang lain. Cinta membuat Real dan Imajiner menjadi satu komplemen, bukan negasi. Mungkin karena inilah Cinta tak pernah tak kompleks.
Kuharap, kaulah yang menjadi komplemen hidupku. Memberi aku warna baru yang tak ada dalam diriku sendiri. Sebaliknya, aku pun rindu jadi komplemenmu. Karena bersamamulah aku dapat memberikan segalanya dan tak perlu takut merasa kehilangan atau kekurangan.
Akan ku tunggu kau utuh tanpaku, seperti utuhku tanpamu. Kelak ketika kita sama-sama utuh, itulah waktunya kau melengkapiku dan aku melengkapimu. Melangkah satu-satu, sampai mimpi-mimpi imajiner kita tergenapi dan Real di akhir kisah yang kita lukiskan.
Serupa tapi tak sama...
Serupa, tetapi tidak sama. Perbedaan keduanya sangat besar dalam berbagai perspektif. Yang satu puncak kelembutan. Yang lain puncak kekerasan. Di antara keduanya, umat manusia mengambil karakteristiknya masing-masing. Setiap karakteristik sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Usia hanyalah angka. Usia tidak pernah benar-benar mencerminkan dirimu. Kau mungkin masih anak-anak di usia enam puluh, atau sudah matang di usia dua puluh.
~ Al Sharawy ~
RAHASIA
Jangan Bocorkan Rahasiamu Kepada Siapapun. Diriwayatkan bahwa Imam Bukhari pernah berlayar berhari-hari di lautan saat pencarian hadis Nabi. Saat itu dia membawa 1000 dinar untuk bekal mengembara dan menuntut ilmu. Seribu dinar adalah jumlah yang sangat besar pada masa itu. Seorang lelaki dari pemilik kapal datang kepadanya dan menunjukkan pelayanan terbaiknya serta kesetiaan pada Imam Bukhori.
Suatu waktu laki-laki itu duduk bersama Imam Bukhori. Ketika Imam Bukhori menyadari cinta, kesetiaan, dan pelayanannya lalu ia memberi tahu pemilik kapal tentang dinar yang dimilikinya. Suatu pagi pemilik kapal itu bangun dari tidurnya. Kemudian menangis histeris dan berteriak. Merobek pakaiannya. Menampar wajah dan kepalanya sendiri. Para penumpang kapal yang melihat keadaannya menjadi heran dan bingung. Lalu bertanya alasannya. Pemilik kapal menjawab: “Aku punya bungkusan berisi 1000 dinar, dan sekarang uang itu hilang!”. Pemilik kapal dan beberapa penumpang menggeledah penumpang kapal satu persatu.
Ketika Imam Bukhari memahami jalan ceritanya, beliau diam-diam mengeluarkan bungkusan dinar tanpa ada yang memperhatikannya. Lalu melemparkannya ke laut. Pada saat penggeledahan sampai di giliran Imam Bukhori, mereka juga menggeledahnya. Hingga semua penumpang kapal habis, mereka tidak juga menemukan apa-apa. Kemudian mereka kembali ke pemilik kapal itu dan menyalahkannya serta memarahinya dengan keras. Saatnya kapal sampai di tujuan. Para penumpang pun turun dari kapal. Pemilik kapal bergegas mendatangi Imam Bukhari dan bertanya: "Apa yang kamu lakukan dengan kantong dinar tadi?" Imam Bukhori: "Aku melemparkannya ke laut!". Pemilik kapal: "Bagaimana bisa engkau menanggung kehilangan uang sebanyak itu?". Imam Bukhori: "Wahai orang bodoh! Tahukah kamu bahwa aku menghabiskan seluruh hidupku mengumpulkan hadits Rasulullah. Dunia mengenalku, dan mereka mempercayaiku. Mereka mempercayaiku terkait semua hadits mulia yang aku riwayatkan. Jadi bagaimana mungkin aku tunduk terhadap tuduhan demi beberapa dirham?" Wallahu a'lam.
Pemutus Overthinking paling ampuh ialah mengimani qada dan qadar Nya dengan utuh. Percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu dan tidaklah Allah menetapkan sesuatu kecuali itu baik.
Setiap kali hidup terasa sulit, bantulah (berdayakan) seseorang yang tidak kamu kenal.
Matang
Ia masuk sebelum matang. Saat matang ia terpenjara. Makin matang makin sesak dan sakit. Mustahil keluar kecuali pudar, mengecil atau terpotong. Berhati-hatilah jangan mudah tergoda menenggelamkan dirimu di sembarang tempat.
#vrijeman
Bersaksi atau mengucapkan?
”Barangsiapa mengucapkan, ”Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya; dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; serta Isa adalah hamba Allah dan anak salah satu hamba-Nya, Kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah; (ia juga bersaksi) bahwa surga adalah benar adanya, dan neraka juga benar adanya; niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki.” (HR. Muslim)
"Seorang baru bisa dikatakan ‘tenggelam dalam air’ ketika air yang menenggelamkannya, bukan ia yang menenggelamkan diri ke dalam air."
Orang yang berenang dan tenggelam sama-sama berada di dalam air, perbedaannya adalah orang yang tenggelam dibawa oleh air, sementara orang yang berenang mengontrol air itu dengan kekuatannya dan bergerak sesuka hatinya. Semua gerakan, perbuatan dan perkataan yang berasal dari orang yang tenggelam sejatinya berasal dari air. Dalam hal ini, ia hanya merupakan alat. Seperti saat kamu mendengar kata-kata dari dinding, kamu pasti tahu bahwa kata-kata itu tidak berasal dari dinding, akan tetapi ada Wujud yang membuat dinding itu berbicara.