Location: Kelok 44, Danau Maninjau, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Sumatera Barat. Dahulunya merupakan sebuah gunung yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di kaki gunung disebuah perkampungan hiduplah sepuluh orang bersaudara yg terdiri dari sembilan lelaki dan seorang perempuan. Masyarakat memanggilnya Bujang Sembilan (Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, Kaciak) dan si bungsu Sani. Suatu hari Sani dan pujaan hatinya, Giran, difitnah melakukan perbuatan melanggar adat oleh Kukuban (kakak sulung Sani) yang sebenarnya dendam karena tak terima kekalahan dalam gelanggang perhelatan yang diadakan dikampungnya. Alhasil, Sani dan Giran dibawa ke bibir kawah Gunung Tinjau untuk dibuang ke kawah sebagai hukuman agar kampung terhindar dari malapetaka. Namun, Giran dan Sani yakin bahwa mereka tidak melakukan perbuatan tercela. Sebelum akhirnya Giran dan Sani lompat ke dalam kawah Gunung Tijau, Giran berdoa agar Tuhan YME menunjukkan bahwa mereka tidak bersalah. Seketika, gempa dahsyat mengguncang perkampungan sekitar gunung dan akhirnya meletuslah Gunung Tijau. Bujang Sembilan menjelma menjadi ikan dan namanya diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau yaitu Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Kaciak, Koto Malintang, Sigalapuang, Balok, Kukuban dan Sungai Batang. Letusan Gunung Tijau itulah yang kini menjadi Danau Maninjau yang merupakan danau terluas kedua di Sumatera Barat dan danau terluas ke-11 di Indonesia. #WonderfulIndonesia #Maninjau #Lake #folklore #kisahnyata #WestSumatera #exploresumbar #exploreIndonesia #indonesiajuara #PlazaIndonesia #PI_naturelandscape #IndonesiaThroughMyEyes #naturenesia #naturelovers #pejalancantik #traveler #adventureindonesia #flirtingwithnature #bluesky #ricepaddies #kamerahpgw (at ambil pesan moralnya)