KIROKAZE
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost
ojovivo
AnasAbdin

Andulka

tannertan36
No title available
One Nice Bug Per Day
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)

Janaina Medeiros
Sweet Seals For You, Always
trying on a metaphor

shark vs the universe
No title available

祝日 / Permanent Vacation
todays bird
almost home
occasionally subtle
seen from United Kingdom

seen from South Korea

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from T1
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from United States

seen from Brazil

seen from T1

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@kaumensblog
pehh uqasha payung kaw² punya
uqasha sikit lagi belanja panties
qismoy
Taktahan tengok miss tonggek tonggek macam ni, rasa nak benam muka celah jubo miss
Missrose
Missrose
Missrose
Berzina dengan Ayah kandung
Aryanti adalah namaku. Aku berasal dari Johor, seorang anak tunggal yang tinggal bersama ibu saudaraku. Ibuku telah lama meninggal dunia sejak umurku tiga tahun. Ayahku berasal dari Singapura, bekerja sebagai buruh kasar. Aku dijaga oleh ibu saudaraku yang tinggal di Johor sejak kecil hingga umurku cecah 12 tahun. Karena keadaan sangat tidak menginzinkan, aku tinggal bersama ayahku di Singapura agar lebih senang untuk ke sekolah.Kami tinggal di rumah sewa 1 kamar Dari kecil aku memang selalu mendahagakan kasih sayang dari seorang ibu dan bapak. Sejak tinggal bersama bapak, akulah yang selalu memperbarui dan membersihkan rumah setelah pulang dari sekolah. Aku sudah mulai bersekolah di sekolah menengah setempat. Bapak selalu tidak ada di rumah karena bekerja keras. Walaupun dia sibuk bekerja keras, dia pastikan ada uang belanja untukku dan berikan uang belanja dapur yang patut. Ayah selalu pulang lewat hingga 2pagi dan karena ini aku sering sendirian di siang hari di rumah. Aku sering melihat wajah arwah Ibuku dan Bapak dalam gambar sewaktu mereka baru saja berumahtangga. Kulit ibu bersih, putih melepak .. memiliki ukuran yang sangat cantik .. seakan aktor veteran Latifah Omar dan juga berbentuk badan yang mulus. Bapaku pula berbadan sasa, sama seperti sekarang, berambut ikal dan mempunyai rupa akan Jamal Abdillah. Kulitnya pula sawo matang. Pasangan yang sangat ideal. Terakhir usiaku sudah cecah 15tahun, aku mulai menjadi remaja nakal. Pulang sekolah saja aku dan berjumpa dengan teman pria di taman yang sunyi untuk bercumbu. Jika tidak, aku akan mengajak teman teman sekolah yang lain ke rumahku, kadang kadang membiarkan mereka yang berpasangan bersetubuh di bilikku. Aku tidak tahu mengapa aku bersikap demikian.Barangkali sebab tidak ada orang yang dapat menegur perbuatan ku. Walaupun aku bersikap liar, aku masih belum bertemu seorang pria yang layak menewaskan daraku. Aku pernah menghisap batang konek teman2 lelakiku yang lain tapi aku rasa seperti aku belum temui seorang teman pria yang mempunyai konek yang aku idamkan untuk aku rasai pertama kali. Pada satu hari, satu kejadian terjadi yang merubah segalanya. Di saat itu aku sedang baru mulai cuti sekolah dan seperti biasa teman temanku datang untuk chatting untuk melihat vcd lucah sementara 3 pasangan sedang hebat melakukan maksiat di bilikku. Aku memang selalu suka melihat teman2 bersenggama. Dalam pada masa itu aku akan belajar teknik mereka jadi bila tiba masa nanti aku akan sendiri mencubanya.Aku memakai baju terus jarang pada masa itu tanpa berpakai coli dan celana dalam sebab cuaca panas siang. Tiba-tiba Bapak pulang mengetuk pintu. Aku terperanjat dan terus membuka pintu. Bapak mulai meluru masuk ke rumah lalu ke kamar. Di saat itu 3 pasangan temanku sedang masih di dalam lembah zina yang teramat masih sibuk melampiaskan cinta dan nafsu yang bergelora lalu tidak sadar yang Bapaku sudah di muka pintu kamar. “Hoi!” jerit Bapak. Berambus korang dari rumah aku! . Dengan kilat teman2 aku semua melarikan diri, ada yang masih separuh bogel meluru keluar pintu rumahku. Aku terduduk ketepi pintu kamar dalam ketakutan. Bapak membeliakkan matanya sambil mulai menutup jendela dan pintu rumah. VCD lucah itu masih tersiar terpampang di kaca TV. Bapak mulai mengherdikku ‘Bapak kirim kau ke sekolah kat sini untuk apa hah !!!??, pekiknya .. ‘Dah jadi perempuan apa kamu nie hah!! Tak tau terima syukur aku kutip kau balik! Badan kau tu masih suci atau tidak!! - Jerit Bapak lagi .. ‘Masih pak … ‘Jawabku perlahan dengan perasaan serba salah. “Berani kau menjawab aku eh!” Bapak terus menarik badanku lalu menolakku ke kamar. Di saat itu aku terhidu bau arak. “Maaf pak, Yanti bukan menjawab ..” kataku padanya lagi. Tanpa berkata apa-apa, bapak mulai membuka tali pinggang besinya lalu memmukulku beulang ulang. “Ampun pak!” Yanti tak buat lagi! “Kataku sambil menahan kesakitan.” Ampun?!! Aku tak percaya kau tu masih dara!! “Sudah berapa pria jamah badan kau hah !!!?!!!” - Tengking Bapak lagi “Yanti tak kasi pada siapa, Pak !!!!” rayuku lagi “Aku tak percaya!” katanya. Dalam pada itu Bapak merobek baju jarangku. Di saat itu Bapak melihat tubuhku yang telanjang. Sambil menangis aku memeluk lututku karena malu dan masih dalam kesakitan dipukul bertubi2. “Biar aku periksa!! Aku tak percaya kau masih perawan!” Kata Bapak lalu menolak badanku dengan kasar agar aku terlentang. “Jangan Pak .. Yanti malu …” rayuku lagi sambil nangis terisak-isak “Malu ??!!! Dengan kawan kawan memantat depan mata kau tak tahu malu!” herdiknya lagi. Kakiku dibuka terkangkang … Entah mengapa sambil itu Bapak mulai menbuka pakaiannya. “Jangan Pak ….” aku merayu padanya. “Kau diam!” - Pekiknya lagi. Aku terlihat Bapak sudah telanjang dihadapanku. Aku mulai rasa semakin takut dengan apa kemungkinan Bapak akan lakukan pada diriku. Batang koneknya sangat besar dan panjang seperti aku inginkan sama seperti konek orang negro. Aku mulai rasa tegang dan takut. Aku dapat rasakan dalam benakku Bapak akan menewaskan daraku. Bapak mulai memeriksa lubang pukiku .. Matanya tak lepas melihat tubuhku dengan rakus .. “Jangan Pak … Yanti anak Bapak …” Diam!! “Katanya lalu Bapak mulai mengeluarkan lidahnya sambil menjilat jilat lubang pukiku …” Oughhhhhh. Pak … Jangan … “Bapak mulai menjilat lubang pukiku dengan liar dan rakus ..” Sebelum kau kasi lubang puki kau pada betina tepi jalan, lebih baik kau kasi pada bapak sendiri! “Bentaknya lagi” UghOhh Bapak …. Ermmmm …… Nggghhh … “Bapak mulai menggomoli badanku dengan lidahnya .. Terasa geli, sakit dan sedap bercampur aduk .. Tangan bapak meraba seluruh pelosok badanku.” Arrgghhh …. Bapakkkk .. Jangan !!!….. aku merayu dengan nada berserah. Akhirnya lidah Bapak bertemu lidahku .. Bapak mulai menghisap bibirku dengan kasar. Bau arak jelas dirasa di bibirku. “Arghhhh … emmmmh .. Pak …. jan … gan …..” Lidahnya mulai melumati leherku yang paling sensitif .. Aku sudah tidak mampu untuk melawan nafsu shahwat bapak. Di saat dia melumati leherku, tangannya memeluk tubuhku dengan erat sementara sebelah tangannya menggetel biji kelentitku. Dia mulai meremas kedua putingku dengan kasar sambil menjilatku di leher lagi … “Pakkk ….” desahku ..“. Arghhh …. sedapnya pak … ” “Sedap eh .. nak tambah sedap lagi tak … jawabnya sambil meremas puting tetekku …” Ohhhhhh … pakk ….“ desahku Bapak mulai mencium mulutku lalu melumati bibirku … Tubuhnya basah dengan peluh itu menimpa tubuhku dan tangannya tidak pernah berhenti meraba tubuhku .. Di saat kesedapan disentuhi oleh bapakku sendiri, dia mulai menjilati leher ku lagi, kali ini dengan kasar …. “Ouuhhhhh ….. Bapak … Sedapnya …….” desahku lagi Karena terasa diangkut dengan gelombang nafsu Bapak kandungku sendiri yang berusaha sungguh untuk menjamah tubuhku .. aku berubah kali ini bereaksi mencium mulutnya yang berbau arak bertubi tubi … Aku seperti hilang akal akibat dirundung shahwat yang tidak bisa terbendung itu .. Di saat itu aku rasa aku terlalu terhutang budi dengan Bapak .. Aku mulai melawan ciumannya lalu merubah posisi. Kali ini aku yang membalas untuk mencium tubuhnya yang sasa itu bertubi-tubi … “Arrrghhhh …. Yanti …….” teriak Bapak” Ya .. pak … “jawapku sambil menjilat putingnya. “Isap konek Bapak nak …” rayunya Tanpa berpikir aku terus memegang batang koneknya yang mulai mencuat … Aku mulai menjilat dan menghisapnya dengan rakus … Wajah Bapak jelas terpancar rasa kesedapan akibat kelakuanku … Aku semakin merasa geram lalu mengisap dengan kasar batang koneknya karena ukurannya makin membesar sepanjang 15inci dan lebarnya sebesar bambu yang besar … aku sudah tidak sabar … Dengan tiba2 Bapak berdengus lalu membalikkan badanku … Batang koneknya yang besar itu digesel2 di pintu lubang pukiku … Gara2 perbuatan itu, air pelumas pukiku mulai mengalir … dan pukiku mulai rasa gatal minta ditujah dengan batang konek … “Pakk …. Yanti rasa gatal pak …..” rayuku menahan perasaan Bapak mulai terasa marah …. “Kau dah rasa gatal eh perempuan sundal, Kau dah giankan rasa konek eh … itu sebab biar aku yang rasa dulu … baru temu buku dengan ruas …. Perempuan sial … Memang perempuan umur kau gini memang nak kena kasi konek tiap hari … Kau ni macam arwah ibu kau, selalu mintak bersenggama .. Itu sebab kau tu bernafsu kuat! Puki gatal miang “kata Bapak sambil masih menggeselkan koneknya dengan kasar di pintu lubang pukiku … “Pak … jangan siksa Yanti macam gini …” “Argghh …. ermm …. Yanti tak tahan …..” rayuku lagi. Bapak mulai mengesek masuk batang koneknya yang terhunus besar perlahan lahan ke dalam puki … Aku rasa gian dan ingin merasakan batang konek ke dasar pukiku .. Tapi Bapak seolah olah cuma mau masuk sedikit demi dikit semata2 untuk menyiksa perasaanku …. Bapak menjilat leher ku lagi .. seperti sudah tahu itu tempat pusat kelemahkanku .. “Ohhh …. Bapak ….. Jan … gan siksa .. Yanti camni …. Argghh ….” desahku lemah” Habis kau nak bapak buat apa ???!!… “ katanya sambil melumati putingku. “Pak …. Yanti tak tahan ……” jawapku keresahan. “Tak tahan nak Bapak buat apa?” Sambil menujah koneknya perlahan ke dalam pukiku. “Masukkan …. pak ….” kataku semakin berani. “Masukkan apa ??!!!” herdiknya lagi “Masukkan batang konek bapak DALAM PUKI Yanti! Yanti DAH TAHAN NIE !!!!!! - herdikku Kali ini tanpa menunggu Bapak menujah lalu menerobos batang koneknya yang gagah itu ke dasar pukiku … “ARRRGHHH !!!!!! SAKIT!! PAKKKK !!!!!” jeritku … darah mulai mengalir dari pukiku tanpa dipedulikan Bapak “Rasakan perempuan sial !!!… nak rasa batang konek jantan sangat kan .. Ambik kau! “Jawab Bapak sambil mulai memompa pukiku dengan kasar .. Sedapnya rasa pukiku ditujah dengan batang konek bapak … Akibat ukurannya yang besar, semua G Spot yang aku ada semuanya terasa megakibatkan aku terair lagi .. Nafsuku dan Bapak sudah tak terbendung lagi .. Aku tidak sangka perzinaan anak dan bapak kandung begitu hebat … Hubungan sedarah sangat menghairrahkan pada waktu itu. Benda benda yang terlarang biasanya bila dicoba akan rasa sedap. Ayah menpunyai tenaga yang luarbiasa dan dia tidak berhenti sekejap pun untuk terus nafasnya .. Barangkali sebab kerjanya kerja kasar. Batang koneknya yang hebat itu tertanam ke dasar pukiku dan setiap kali Bapak memompa ke dasar, terasa senak perutku dibuatnya .. "Padan muka kau dara kau Bapak ambik … asyik tengok gambar orang memantat aje kan?! Mulai hari ini kau harus nak layan Bapak kat ruangan paham!!” Ujarnya lagi Kali ini rambut dijambak dan Bapak mulai merubah posisi di belakangku lalu mulai dengan posisi doggy … “Sedap tak perempuan sial? … Sedap tak konek bapak kau sendiri?” tanya Bapaku sambil membisik di telingaku sambil memompa .. Sedap pak … Argh … Nnghh …. sszz.sss sedap ….’ desahku lagi … “Mulai sekarang nak main batang orang lain tak? Tanyanya lagi samibil memompa ke dalam pukiku lau biarkan ke dasar” Tttak … Pakk ….“ jawapku kesakitan karena rasa senak .. "Habis konek sapa kau nak, betina jalang? "kata Bapak, kali ini menjilat leherku.” Arrrrgghh …… nak .. konek … Bapak .. sorang … ermm ….. nghsh .. “jawabku yang sudah hampir tak bermaya … . Ayah mulai membalikan tubuhku terlentang laku memasukkan batangnya yang sedap itu ke dasar pukiku lagi … Kali ini dia memeluk tubuhku dengan erat. Sambil memompa dengan kasar, dia memelukku dan mencium bibirku bertubi tubi … "Bapak sayangkan kau .. bapak cintakan kau …” “Yanti jangan takut .. ayah akan jaga Yanti dengan baik” “Yanti jangan munafik dengan Bapak lagi” bisiknya ke telingaku .. “Yanti pun sayangkan Bapak … Yanti rindukan Bapak …” “Yanti tak mau tinggalkan Bapak ….” “Ohhh …. Yanti!!” teriaknya sambil masih memompaku mendalam dengan kasar … Aku sudah tidak tertahan akibat perasaanku yang terlalu lama tersimpang … Aku mulai melihat wajah Bapak dengan penuh kasih sayang .. “Bapak .. ambillah tubuh Yanti .. Yanti rela dikerjakan Bapak tiap hari sampai bila bila .. Yanti rela tubuh Yanti dijamah setiap waktu dan tiap hari … Yanti akan jadi hamba seks Bapak .. Orang lain tak perlu tahu .. Saudara kita pun tak ambil kisah tentang kita. Yang penting Bapak sayang Yanti .. "Buat pertama kalinya Bapak tersenyum dan ternyata dia terlihat sangat tampan dan macho.” Oh Yanti Sayangku ….“ desah Bapak sambil memeluk san menciumiku bertubi2 lagi Dalam saat ini konek Bapak masih tertanam dalam kebijakan pukiku … Kami saling berpelukkan dan berciuman dengan kasarnya. Kami melampiaskan nafsu kami sepanjang tengah hari itu hingga waktu malam .. Aku sangat tertegun dengan kehebatan nafsu Bapak sebab setelah 8 jam kami bersetubuh, dia masih mampu bertahan. Batang koneknya kini sudah jadi milikku .. masih keras di dalamku .. Kali ini aku pula memainkan perananku .. Tiap kali Bapak memompa koneknya ke dalam kebijakan pukiku, aku mulai bertarung balik. Perbuatan ini membuatnya rasa geram denganku .. "Ahh … Yanti … Bapak … nak lepaskan … Bapak tak tahan lagi … kata Bapak sambil menahan. Baiklah Pak …. arrhhmmm … ermm … Yanti dah tak tahan …..” desahku “Arrrghhnnn Bapak yang lalu dalam!” Teriaknya … Aku rasa cairan panas mengisi ruang lubang pukiku … Sangat sedap rasanya “Pak ?….” tanyaku manja sambil menghadap wajah Bapak yang mengadapku. “Ya Yanti … "Yanti makan obat perancang tau …” kataku selamba “Ye ke … Jadi? tanya Bapak” Yanti nak memantat lagi ?…. Boleh ?…. “Tanyaku lagi … seperti menggoda …” Haha … sini kau … “jerit Bapak kecil lalu merangkulku lalu menindih tubuhku … Ayah mulai menjilat leherku untuk membangkitkan syahwatku …. kami bersetubuhi berulang ulang kali pada malam itu seperti pengantin baru. Rupanya aku baru dapat tahu bahwa Bapak diberhentikan kerja karena perusahaannya tutup .. Dia diberi uang kompensasi sebesar $ 60 ribu Akibat khawatir dia tidak mampu membayai uang sekolah aku dia pergi minum degan teman2 senasib. Sepanjang libur sekolah itu kami tidak kemana- mana … Hanya pergi ke toko untuk membeli barang dapur dan pil perancang. Kami bersetubuh sepanjang hari dan tiap2 hari dan berhenti untuk makan atau ke toilet. Di rumah kami tidak berpakaian .. Bapak lebih suka aku telanjang agar senang untuk kami bersetubuh ketika nafsu mendatang. Tingkap dapur dan kamar dan pintu selalu tertutup agar tetangga tidak mengambil tahu. Bapak memiliki nafsu seks yang buas. Tiap pagi kami bangun tidur selalu mulai dengan memantat .. waktu aku masak sarapan Bapak akan menjilat leherku sengaja membangkitkan nafsuku. Setelah makan waktu mandi bersama, dia akan menjamah tubuhku di kamar mandi. Apabila masak waktu tengah hari, dia akan masukkan batang koneknya yang idaman aku itu, digesel gesel di bontotku saat aku memotong bawang. Biasanya perbuatan itu akhir dengan persetubuhan dan Bapak akan lepaskan air maninya ke dalam rahimku. Pada waktu malam saat menonton TV aku akan menhisap batang koneknya hingga keras lalu dipancutkan ke mukaku. Aku tidak pernah jemu disetubuhi bapakku sendiri karena batang konek Bapak memang sudah jadi idamanku. Bapak pula pernah mengatakan bahwa perempuan muda remaja seperti aku perlu sering disetubuhi karena perempuan muda lebih cepat resah kalau tidak dapat dipuaskan nafsunya. Bapak pula tidak pernah mencari perempuan lain setelah ibuku meninggal dunia. Kekosongnya dan nafsunya tersimpan hingga dia menyetubuhiku. Aku sadar perbuatan kami memang terkutuk namun kami merasa bahagia bersama. Aku sudah mengambil keputusan untuk berhenti sekolah jadi aku bisa luangkan waktu bersama Bapak. Bapa pula akhirnya mendapatkan kerja malam agar dapat luangkan waktu siang hari bersamaku. Hidup kami berlanjut hingga kini
Seks..
Saturday, October 29, 2011
Puan Wahidah (Lecturer ku)
Setelah keputusan SPM diumumkan, aku bersyukur kerana lulus dengan agak cemerlang juga. Aku meneruskan pengajian ku di IPTA Shah Alam kerana institusi pengajian tersebut yang paling murah dan termampu oleh ku. Sebelum mendaftar sebagai pelajar di shah alam, aku menemui abang yahya dan keluarga nya untuk meluahkan rasa terima kasih ku di atas segala pertolongan yang dihulurkan, terutama nya kak ani yang tak pernah berkira dengan aku, walaupun aku pernah mengambil kesempatan terhadap diri nya dengan menyetubuhi nya hingga menyebabkan dirinya mengandung. Tahun pertama pengajian aku dalam bidang kejuruteraan adalah sama seperti pelajar lain, kesibukan dengan pelajaran dan ko kurikulum menyebabkan aku melupakan sekejap aktiviti seks dan perempuan. Bukan nya ku tak tergoda dengan dengan kecantikan awek dan pensyarah itm tu, tetapipelajaran yang menjadi keutamaan ku ketika itu. Tahun kedua pengajian, keadaan lebih mencabar dengan subjek yang susah-susah belaka. Tambahan lagi aku aktif bersukan dan merupakan salah seorang pemain bola sepak untuk pasukan itm ketika itu. Subjek yang paling susah aku rasakan ketika itu ialah subjek micro processor yang di ajar oleh Pn wahidah. Aku bukan nya tidak boleh menerima apa yang diajar oleh nya, tetapi tumpuan aku terjejas ketika pn wahidah memberi syarahan. Pn wahidah merupakan pensyaraj kajian kejuruteraan yang paling menawan dengan potongan badan yang menjadi idaman setiap pelajar lelaki dalam kelas nya, agak nya lah, termasuk lah aku. Beliau seorang yang murah dengan senyuman, apatah lagi dua lesung pipit yang menawan yang memang menjejaskan tumpuan aku ketika di dalam kelas. Batang zakar kau sentiasa keras menegang ketika mengikuti kuliah pn wahidah. Namun begitu beliau telah pun berumah tangga tetapi masih belum dikurniakan cahaya mata. Pn wahidah mengenali aku mungkin kerana telah beberapa kali aku menolong nya disaat beliau kesusahan. Seingat aku yang pertama nya ketika aku menolong nya melakukan jump start kereta nya yang kerosakan bateri. Kali kedua aku menolong nya ketika beliau terperangkap dalam lif bangunan kejuruteraan selepas waktu pejabat dan yang ketiga ketika beliau terlanggar motosikal budak india dekat bandar kelang. Yang kebetulan melalui kawasan itu setelah tamat perlawanan bolasepak berjaya melindungi pn wahidah dan mententeram kan budak india tersebut. Kes tersebut dapat diselesaikan disitu sahaja tanpa melaporkan kepada pihak polis. Namun begitu pencapaian aku yang merosot dalam subjek micro-p mendapat perhatian pn wahidah. Pernah dalam satu ujian bulanan aku seorang sahaja yang gagal dalam subjek tersebut disaat pelajar lain mencatat keputusan yang cemerlang. Malu bukan kepalang tapi nak buat macam mana aku hilang tumpuan ketika dalam kelas. Kedaaan tersebut menyebabkan pn wahidah memanggil aku ke bilik nya selepas waktu kelas untuk berbincang masalah yang aku hadapi. Dia meminta aku berterus terang dengan nya mengenai masalah yang aku hadapi hingga menyebabkan aku hilang tumpuan ketika dalam kuliah nya. Manakan tahu beliau dapat membantu, terang pn wahidah di saat aku tunduk membisu mendengar ceramah nya. Adakah awak tidak meminati subjek yang menjadi teras dalam pengajian kejuruteraan elektrik atau awak tidak suka cara pengajaran saya, Pn wahidah meneruskan leteran nya terhadap aku yang masih tunduk membisu. Dalam hatiku berkata, patutkan aku berterus terang atau mencari helah lain untuk melepaskan diri ku. Memandangkan hanya aku dengan Pn wahidah sahaja dalam bilik tersebut, akhir aku berterus terang dengan nya. Pn saya minta maaf, bukan nya saya tidak boleh menerima apa yang puan ajar, fikiran saya ke lain bila merenung wajah puan, terang aku sambil tunduk. Apa yang berada dalam fikiran kamu, tanya pn wahidah tenang. Entah lah puan saya nak cakap pun malu, mungkin ini disebabkan kelemahan diri saya sebagai seorang lelaki, jawab ku berlapik yang sebenar nya aku malu menceritakan perkara sebenar. Saya rasa pelajar lelaki lain pun berfikiran macam awak juga, tetapi mereka boleh menerima subjek yang saya ajar, sambung pn wahidah lagi. Sekarang berterus terang dengan saya apa yang awak fikirkan sehingga tumpuan awak terganggu, desak pn wahidah lagi. Sebenar nya puan, saya tidak boleh memandang wajah puan lama-lama, nanti nafsu saya terangsang, jawab ku menceritakan masalah sebenar nya. Tersandar pn wahidah mendengar pengakuan ku. Jadi awak berkhayal lah ye semasa kuliah saya dan berkeinginan untuk melakukan hubungan seks dengan saya ye, tak begitu, pn wahidah menginginkan kepastian dari ku. Tak lah sampai tahap itu puan, jawab ku yang mula panas punggung ingin beredar. Maaf puan, saya bersalah dalam hal ini, saya berjanji akan mengubah sikap saya dan memberi perhatian dalam kelas puan, saya minta diri dululah, sambung ku yang mula mengangkat punggung untuk beredar. aku lihat pn wahidah masih tersandar di kerusi nya dengan wajah serius seolah-olah memikirkan sesuatu. Belum pun sempat aku melangkah keluar, pn wahidah memanggil aku kembali, awak bermasalah dalam hal ini, awak kena lulus subjek ni, nanti saya fikirkan macam mana nak membantu, saya memang mengambil berat tentang diri awak, terang pn wahidah yang mula tersenyum. Berdebar dan kelu juga diri ku mendengar jawapan pn wahidah tersebut, terima kasih atas sikap perihatin puan tu, jawab ku lalu menghilangkan diri. Malam itu aku tak dapat melelapkan mata memikirkan apa motif sebenar pn wahidah disebalik kata-kata nya itu. Kenangan bersama makcik ku dan kak ani bermain-main dalam kepala ku, menyebabkan batang zakar ku mengeras mengenagkan peristiwa yang lalu. Apalah diriku ini, baru nak jadi baik ke situ pulak fikir nya kutuk diri ku sendiri. Aku bertekad dalam apa jua keadaan pelajaran mesti diutamakan , aku mesti berusaha untuk lulus subjek micro-p tersebut. Kerap juga pn wahidah menjeling kearah ku ketika mengikuti kuliah nya. Aku pura-pura tekun mendengar syarahan nya. Kali ini aku bernasib baik kerana dalam ujian bulanan seterus nya aku lulus jugak subjek tersebut walupun tidak cemerlang. Aku lega kerana tidak lagi disenarai sebagai pelajar yang di bawah pemerhatian. Selepas mengumumkan keputusan ujian tersebut dan setelah tamat kuliah nya, pn wahidah meminta aku menemui nya selepas waktu kelas. Berdebar-debar juga aku, apa lagi ceramah yang aku kena dengar daripada pn wahidah, fikir ku. Petang itu, selapas waktu kelas, aku menemui pn wahidah di bilik nya. Bilik tersebut yang dikongsi dengan seoarang pensayarah permpuan yang lain dan dilengkapi dengan sofa. Aku memberi salam dan duduk di depan nya. Pn wahidah menjawab salam dan mengucap tahniah di aras kemajuan yang aku capai dalam subjek nya. Dengan wajah tersenyum beliau menyryuh aku menutup pintu bilik, private discussion, kata nya. Senyuman nya tersebut menyebabkan batang zakar ku mula berdenyut dan menegang. Aku mengambil buku nota untuk melindungi nya daripada terlihat oleh pn wahidah. Saya dah fikirkan nya dan bersedia membantu awak setakat termampu, tetapi awak mesti berjanji akan terus cemerlang dalam subjek ini, terang pn wahidah memulakan bicara. Aku mengangguk sambil mendengar dengan teliti apa yang akan dikatakan oleh pn wahidah nanti. Perjanjian ni antara kita berdua sahaja, jangan dihebahkan kepada sesiapa pun dan ianya menjadi rahsia kita berdua, sambung pn wahidah lagi. Tanpa berfikir panjang aku hanya bersetuju dan berjanji merahsia rancangan yang akan dikemukakan oleh pn wahidah nanti. Aku kembali meletak buku nota di atas meja kerana tidak selesa dan membiarkan batang zakar ku menegang bebas, lantak lah biar pn wahidah tahu aku memang terangsang bila melihat wajah dia. Setelah difikirkan sedalam-dalam nya, baik lah saya sedia berkorban untuk awak untuk merealisasikan impian dan khayalan awak tu, tapi dengan syarat awak mesti skor A+ dalam subjek saya, selepas itu baru lah saya bersedia untuk melakukan hubungan seks dengan awak, terang pn wahidah tersenyum. Berpinar mataku mendengar tawaran pn wahidah tersebut, terasa air mazi ku mula membasahi kepala zakar ku, terkedu diam seribu bahasa diriku. Tapi dalam ujian yang lepas awak cuma dapat B, so tak boleh lah saya nak bagi semua nya pada awak hari ni, sanbung pn wahidah lagi sambil tergelak kecil. Aku yang masih terkejut hanya mampu tersenyum dan mendengar sahaja apa yang diperkatakan oleh pn wahidah. Walau bagaimana pun saya tetap memberi peluang kat awak, kata pn wahidah lagi sambil bangun dari kerusi nya lalu mengunci pintu bilik lantas duduk disofa yang tersedia di tengah bilik tersebut. Pn wahidah membuka tudung kepala nya, mendedahkan wajah nya yang sebenar, memang ayu dan jelita wajah pn wahidah dengan rambut yang ikal mengurai ala-ala julia robert. Dia tersenyum memandang aku yang masih terpaku memandang wajah nya. Saya nak balik 15 minit lagi, tapi sebelum tu saya bagi peluang kat awak untuk sentuh dan pegang mana-mana bahagian tubuh saya yang awak suka, tapi secara luaran sahaja tau, bahagian dalam tidak dibenarkan sehingga awak berjaya skor A+, kata pn wahidah dalam senyuman yang menggoda. Apa tunggu lagi, mari lah sini, sambung nya lagi. Dada ku berombak kencang menahan gelora nafsu, zakar ku keras menegang sehingga jelas tertonjol kedepan disebalik seluar ku. Tanpa bertangguh aku memeluk dan mencium pipi pn wahidah, bahagian pertama yang aku sentuh dan pegang serta meramas ialah buah dada nya yang montok, gebu dan menggunung tinggi itu. Pn wahidah hanya memejam mata dan membiar apa saja aku meramas-ramas buah dada nya yang masih berbalut dengan baju dan coli nya itu. sambil meramas buah dada nya mencium pipi dan leher nya, pn wahidah mendongak kan kepala untuk memberi ruang kepada ku, namun begitu beliau mengingatkan aku supaya tidak menggigit leher nya kerana ditakuti berbekas. Zakar menegang ketahap maksimum ketika itu dan air mazi mula keluar. kalau di ikutkan nafsu ingin sahaja aku merogol pn wahida ketika itu, tapi pertimbangan akal ku masih waras, oleh itu peluang yang diberikan oleh pn wahidah aku guna sepenuh nya untuk menikmati kehangatan tubuh nya itu. Ketika aku hanyut menikmati kehangatan dan kelembutan tubuh pn wahidah, tiba-tiba beliau mencelah, Opsss ok time out, enjoy time finished, kata nya sambil menghela panjang nafas nya, mengkin beliau juga terangsang agak nya. Baiklah sekarang awak dah dapat dan rasa apa yang awak inginkan, dalam kelas nanti jangan fikir yang bukan-bukan lagi tau, pesan pn wahidah kepada diri ku yang cuba menenangkan diri ku daripada gelora nafsu yang melanda. Selepas mengenakan tudung kepala nya kembali dan membaiki make up nya pn wahidah menyuruh aku keluar dulu. Sebelum itu sempat lagi aku mengambil kesempatan untuk mencium pipi nya dan meramas tetek nya sebelum aku keluar meninggalkan bilik tersebut. Ingat dan janji tau, awak mesti skor A+, awak akan dapat rasa semua nanti, pesan pn wahidah sambil mengenyit mata nya. Aku berjanji dan tersenyum pada nya. Dalam perjalanan ke tempat letak motosikal , aku terpaksa cover zakar ku yang masih menegang dengan buku nota untuk melindungi daripada di ketahui oleh orang lain. Malam itu sekali lagi aku tidak dapat melelapkan mata ku, kerana membayangkan kenikmatan lubang burit pn wahidah yang tersedia untuk aku nikmati seandai nya aku berjaya skor A+ dalam subjek nya. Malam itu aku pulun studi micro-p sampai pagi. Selepas kejadian tersebut aku lebih berani dan mesra denagn pn wahidah. Malah aku aktif mengambil bahagian ketika kuliah nya. Pn wahidah lega melihat perubahan diri ku. Disebalik matlamat pelajaran aku juga meletak matlamat untuk menikmati tubuh pn wahidah yang sangat aku idam-idamkan itu sebagai objektif utama atas usaha aku tersebut. Suatu petang selepas waktu kelas aku ke lab. komputer untuk menyiapkan assignment yang diberi oleh pensyarah. Aku memilih waktu waktu petang kerana di waktu begini kebiasaan nya tidak ramai pelajar yang menggunakan lab. tersebut. Sedang aku tekun menyiapkan kerja yang diberi, pn wahidah datang menyapa ku dari belakang. Oops puan, tak balik lagi ke, tanya ku dalam nada terkejut. Tak lagi, ada banyak kerja nak kena siap ni, dah la tu nak kena submit besok pulak tu, jawab nya menyeluruh. Banyak ke assignment, tanya pn wahidah lagi. Ada la sikit tapi lambat lagi nak kena submit, jawab ku. Kenapa puan, ada apa-apa yang boleh saya tolong ke, tanya ku menawar kan diri. Kalau awak tak berkeberatan memang saya nak minta tolong ni, jawab pn wahidah berterus terang. Baik lah puan pasala saya tak kisah, kerja sambung ekor beruang pun saya sanggup, jawab ku dalam nada bergurau. Kalau begitu jom lah ikut saya, pinta puan wahidah tersenyum girang. Aku mengekori nya ke bilik printing, dimana aku diterang oleh pn wahidah kerja-kerja yang patut dilaksanakan. Aku diberi tugas untuk membuat compilation dan binding dokumen penyelidikan pn wahidah yang akan diserahkan kepada ketua dekan keesokkan nya. Manakala pn wahidah pula menyiapkan kertas pembentangan untuk besok dibilik nya. Kerja-kerja tersebut tidak menjadi masalah kepada ku kerana sudah biasa melakukan nya ketika bekerja dengan abang yahya dahulu. Dalam masa 2 jam sahaja aku dapat menyiapkan apa yang dikehendaki oleh pn wahidah. Aku menghantar dokumen penyelidikan tersebut ke bilik pn wahidah. Dalam nada terkejut tapi gembira pn wahidah menegur aku, eh dah siap ke, cepat nya, kata nya. Sudah siap, puan check lah dulu, jawab ku. Pn wahidah memeriksa dokumen yang aku susun dan binding tadi. Ump, good job, bagus, nasib baik lah awak tolong saya, ishh kalau tak, entah apa lah lagi reason yang saya nak bagi kat ketua dekan tu, rungut pn wahidah lagi. Ketika itu jam sudah pun pukul 10.00 malam. Awak dah makam ke, tanya pn wahidah lagi. Belum puan, jawab ku jujur, memang lapar pun ketika itu. Kesian, saya pun belum, awak temankan saya sekejap, sikit lagi nak siap ni, lepas tu kit pergi makan sama-sama, saya belanja sambung pn wahidah. Eh boleh saja, jawab ku ringkas. Pn wahidah meminta aku menutup pintu bilik nya, manakan tahu takut-takut pak guard datang meronda. Pn wahidah membuka tudung kepala nya menyerlahkan keayuan wajah nya. Batang zakar ku yang tadi tenang mula menegang bila melihat keayuan wajah pn wahidah. Suami pn tak marah ke, pulang lewat sebegini, tanya ku sebagai memulakan perbualan. Dia tak ada malam ni, seminggu dah out station kat jepun, kalau tak de urusan lain, lusa dia balik lah, jawab pn wahidah. Perbualan kami banyak tertumpu kepada persoalan semasa, peribadi dan pelajaran sahaja. Dari situ aku dapat mengetahui suami nya bekerja dan menjawat jawatan tinggi dalam kerajaan. Beruntunglah puan, dapat suami yang berpangkat tinggi, puji ku mengakhiri perbualan setelah pn wahidah menyiapkan kerja nya. Kebahagian tu tak semesti nay dilihat daripada harta benda dan pangkat sahaja, jawab nya sambil memakai kembali tudung nya. Baik pulak awak malam ini, saya buka tudung tadi sebenar nya bagi peluang kat awak, manalah tahu kot-kot awak nak cium saya, kata pn wahidah mula mengubah topik. Laa kenapa pn tak offer tadi, jawab ku hampa. Kan saya dah bagi lesen besar kat awak, pandai-pandailah sendiri, jawab pn wahidah dalam nada sinis. Tak apalah awak akan dapat lagi lain kali, jom kita pergi makan dulu, sambung pn wahidah lagi. Awak nak makan apa, tanya pn wahidah lagi. Apa-apa pun boleh lah puan, jawab ku ringkas yang tengah kelaparan itu. Kalau macam tu kita makan kat mc donald je lah, kat seksyen 3, sambung pn wahidah mencadangkan tempat nya. Aku hanya mengangguk setuju, orang nak belanja mana boleh tolak rezeki. Kita jumpa kat sana, sambung nya lagi sambil menghulurkan wang untuk aku memesan makanan terlebih dahulu. Maklumlah aku naik motosikal je, manakala dia pula berkereta. Ketika menjamu selera set burger yang dipesan, pn wahidah telah menceritakan yang dihadapi nya berhubung dengan campur tangan mertua dan ipar duai nya dalam urusan rumah tangga nya. Ibu mertua dan ipar nya sering menyindir nya kerana walaupun lebih setahun beliau mendirikan rumah tangga bersama suami nya tetapi masih belum hamil. Mereka berdua ada membuat pemeriksaan doktor, beliau sihat dan subur cuma suami nya sahaja ada mengidap darah tinggi dan kencing manis peringkat awal. Mungkin kesan daripada ubatan yang diambil oleh menyebabkan zakar suami nya kurang berfungsi bila berhubungan seks dan beliau sering kecewa dengan masalah tersebut. Sebab itu lah pn wahidah menggunakan masalah yang aku hadapi untuk menyelesaikan masalah yang melanda dirinya sekarang. Aku bertanya kenapa beliau memilih diriku. Pn wahidah menjawab itu mungkin secara kebetulan, kerana aku berani berterus-terang dengan nya. Sekali lagi beliau meminta aku merahsiakan perjanjian kami. Sekali lagi aku berikrar untuk menyimpan rahsia tersebut, kerana yang sedap nya aku juga nanti, buaya mana nak menolak bangkai. Sembang punya sembang tak sedar jam sudah 12.30 tengah malam, aku terkejut dan mengelabah kerana pintu masuk utama itm ditutup pada jam 12.00 tengah malam. Mampus aku apalah aku nak kelentong pak guard tu. Pn wahidah menenangkan aku, ala jangan gelabah lah, kalau dah tutup, tidur je rumah saya malam ni, bukan ada sesiapa pun, kata nya. Ada sesuatu yang saya nak bagi kat awak, sambung nya lagi sambil tersenyum. Aku melihat mata pn wahidah semakin kuyu, mengantuk kot, fikir ku. Awak tinggal motosikal awak kat sini, jom naik kereta ikut saya balik, pelawa pn wahidah. Dalam perjalanan tersebut pn wahidah memberitahu ku, entah kenapa malam ini nafsu seks mudah terangsang. Pengakuan nya tersebut menyebabkan batang zakar ku mula mengeras dan aku terpaksa membetulkan parking nya dalam seluar ku. Awak terangsang ke, tanya pn wahidah sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum sambil mendiamkan diri. Entah lah saya pun sama, mungkin saya tengah subur kot, selalu nya ketika itu saya memang mudah terangsang kerana itu saya bersedia menyerahkan tubuh saya untuk awak malam ini, terang pn wahidah tanpa dipinta. Awak pernah buat hubungan seks dengan perempuan tak, tanya pn wahidah lagi. Berderau darah saya mendengar soalan tersebut. Saya manalah ada bini, nak buat benda tu puan, dalam mimpi tu adalah, jawab ku berbohong. Tetapi saya banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan hubungan seks ni, sambung ku lagi. Ooo.. kiranya awak ni berilmu juga lah dalam bab ni ye, pn wahidah mencelah. Sebenarnya saya pun takut juga nak buat benda ini, terasa macam nak menempuh malam pertama pulak , sambung pn wahidah sambil tergelak kecil. Aku diam sahaja. Awaklah orang yang kedua selepas suami saya yang berjaya menyentuh tubuh saya sejauh ini, sambung nya lagi. Sedar tak sedar sudah sampai di rumah pn wahidah. Pn wahidah mempelawa ku masuk dan mengajak aku kebilik nya. Besar juga rumah pn wahidah yang dilengkapi dengan perabot yang mahal-mahal. Pn wahidah menghulur aku tuala dan kain pelikat untuk menyalin baju dan membersihkan diri ku. Selepas itu dia meminta diri untuk mandi. Aku duduk di tepi katil sambil memerhatikan bilik tidur nya, batang zakar ku mencanak keras ketika itu. Nafsu aku cukup terangsang melihat kan pn wahidah yang hanya berkemban dengan tuala mandi tadi. Keayuan wajah nya serta keindahan tubuh nya memang menjadi idaman setiap lelaki. Pergilah bersihkan diri dulu, barulah selesa tidur, tegur pn wahidah yang baru sahaja selesai mandi. Aku bergegas membersihkan diri ku kerana tak sabar nak mengerjakan tubuh pn wahidah. Setelah membersihkan diri, aku melihat pn wahidah berbaring dikatil dengan memakai bau tidur satin yang singkat dan cukup menghairah kan. Dengan hanya memakai tuala ak berbaring disebelah pn wahidah. Beliau memadamkan lampu utama dan memasang lampu tidur yang agak malap. sambil tersenyum beliau memaling kan tubuh nya mengadap ku serta merapatkan tubuh nya dengan tubuh ku. Kami berpelukan dan saling cium mencium satu sama lain. Namun begitu beliau melarang aku melakukan love bite kerana takut berbekas kata nya. Tangan ku aktif meramas buah dada dan mengentel-gentel puting nya yang mula mengeras. Pn wahidah melucutkan tuala yang aku pakai lalu mendedahkan batang zakar ku yang keras menegang dengan kepala yang kembang berkilat. Wow keras nya, naik seram saya dengan saiz zakar awak ni, tegur pn wahidah sambil memegang dan melancap batang zakar ku. Aku menanggalkan baju tidur pn wahidah sambil dibantu oleh nya. Berpinar mata ku menahan nafsu melihatkan keindahan tubuh pn wahidah yang tidak ditutupi dengan seurat benang pun. Tubuhnya yang putih melepak, buah dada nya yang mekar menggunung serta faraj yang bakal aku nikamti malam ini dilitupi bulu-bulu hitam yang nipis terjaga rapi. Pengalaman aku menyetubuhi kak ani dan makcik ku dulu menyebabkan aku tidak tergesa-gesa melaksanakan tugas tersebut. Aku kembali memeluk, mencium dan meramas buah dada pn wahidah yang sudah meyerah dan pasrah dengan sahaja dengan apa yang aku lakukan terhadapp tubuh nya. Perlahan-lahan aku naik ke atas tubuh pn wahidah lalu menindih nya. Aku parking kepala zakar ku betul-betul pada lubang faraj nya yang sudah lembap itu. Terasa hangat dan sensasi kepala zakar ku, walaupun aku hanya mengesel-gesel permukaan faraj nya sahaja. Aku menumpu perhatian untuk menikmati bahagain atas tubuh pn wahidah dahulu sebelum mengerjakan bahagian bawah nya pula. Habis seluruh tubuh pn wahidah aku cium. Setelah puas mengerjakan bahagian atas tubuh pn wahidah, aku meluaskan kangkangan pn wahidah dan mula bercelapak dicelah nya tetapi aku tak berani menjilat faraj pn wahidah. Aku gosok kepala zakar ku pada liang faraj nya dan melaga-laga kepala zakar ku pada kelentik nya sehingga pn wahidah mengerang dan mengeliat penuh nafsu. Aku kembali menindih tubuh nya dan menyua kepala zakar ku yang kembang berkilat itu betul-betul pada muara faraj pn wahidah yang sudah basah itu. Aku mula menekan kepala zakar ku memasuki lubang faraj pn wahidah. Terdongak kepala pn wahidah yang menerima tekanan zakar ku yang cuba memasuki faraj nya. Awak tolong masukan perlahan-lahan ye, inilah pertama kali faraj saya menerima kemasukan zakar yang besar dan panjang, berganda-ganda saiz nay berbanding kepunyaan suami saya, bisik nya kepada aku. Baik puan, balas ku sambil menjilat telinga nya untuk meningkat rangsangan nafsu nya. Perlahan-lahan aku menekan zakar ku yang cuba memasuki lubang faraj pn wahidah yang ku rasakan hangat dan agak ketat itu. Memang sukar juga kepala zakar ku yang kembang itu untuk memasuki lubang faraj nya seolah -olah lubang yang ada tidak dapat menampung saiz batang zakar ku yang agak besar. Aku kembali mengeluar kan batang zakar ku dan dengan berani aku menjilat faraj pn wahidah untuk melicinkan lagi laluan faraj nya. Terangkat punggung pn wahidah menahan asakan lidah ku pada faraj nya, kepala ku dikepit kuat oleh nya, di iringin suara erangan yang kuat pn wahidah memancutkan air mani nya sehinga membasahi muka ku. Sekali lagi aku mengangkangkan kaki pn wahidah dan mengosok-gosok kepala zakar ku pada muara burit pn wahidah yang sudah lencun itu. Perlahan-lahan aku menekan kepala zakar ku kedalam rongga faraj nya, pn wahidah mengerang bila kepala zakar ku mula memasuki rongga faraj nya. Namun begitu hanya suku sahaja batang zakar ku yang berjaya memasuki rongga faraj nya, di tahap itu aku rasakan kepala zakar ku di halang oleh satu selaput, masih dara lagi kah pn wahidah ni, fikir ku. Setiap kali aku menguatkan tekanan kepala zakar ku untuk melepasi selaput tersebut, pn wahidah akan mengerang dan mendesis seolah-seolah kesakitan. Aku mencabut kepala zakar ku dan meenyapu nya dengan air liur untuk melicinkan dan menyenangkan kemasukan zakar ku kedalam lubang burit pn wahidah. Aku kembali menindih pn wahidah dan cuba untuk memasuksn kepala zakar ku ke dalam lubang burit nya sekali lagi. Bila sampai sahaja pada lapisan penghalang tersebut aku menguatkan tekanan zakar pada burit nya, bless kepala zakar ku melepasi selaput tersebut dan perlahan-lahan aku meneruskan kemaraan batang zakar ku sehingga tenggelam ke dasar burit pn wahidah. Arkkkkkkkkk………….. pn wahidah mengerang panjang bila batang zakar ku berjaya memasuki lubang burit nya. Aku melihat berkerut muka pn wahidah dan mengalir air mata nya, aku tidak tahu samada dia menhan kesakitan atau sebalik nya. Tangan nya memeluk kemas tubuh ku sehinggakan aku dapat merasa badan nya yang menggigil-gigil sambil paha nya mengepit kuat pinggang ku. Aku tidak pasti samada pn wahidah menahan kesakitan atau pun kenikmatan, yang penting aku telah berjaya mendapatkan apa yang aku idamkan selama ini. Aku membiarkan batang zakark u yang keras dan tegang itu terendam di dasar burit pn wahidah yang hangat dan masih ketat itu. aku mula merasakan burit pn wahidah mula mengemut dan mencengkam batang aku seolah-olah menghisap keseluruhan batang zakar aku tersebut, cukup geli dan sensasi aku rasakan ketika itu. aku mengayak-ngayak punggung ku supaya pangkal zakar ku bersentuhan dan bergeser dengan kelentik pn wahidah. Setelah mengayak-ngayak punggun gku dua tiga kali , pn wahidah memeluk kemas tubuh ku serta jari jemari mencengkam belakang ku yang terasa kepedihan nya, serentak dengan itu badan pn. wahidah mula mengejang dan dikuti dengan erangan keluhan yang panjang. Cairan hangat aku rasakan menyembur keluar dari dalam rongga burit nya yang masih mencengkam kuat batang zakar ku. Terasa begitu lencun burit pn wahidah ketika itu, selepas itu tubuh nya terkulai lesu. Aku tahu pn wahidah telah pun mencapai klimaks nya yang pertama. Aku membiarkan batang terendam sehinggalah tenaga pn wahidah kembali pulih. Ketika itu aku meneruskan aksi meramas dan menghisap puting tetek nya yang gebu itu. Dengan wajah kuyu pn wahidah tersenyum memandang wajah ku, ketika itu aku memulakan aksi sorong tarik batang zakar ku kedalam lubang burit nya. Air mani pn wahidah yang telah banyak keluar tadi memudahkan serta melicinkan aksi tersebut. Sasaran aku kali ini adalah batu merinyam nya, sambil melakukan aksi keluar masuk tersebut aku mencari-cari kedudukan batu merinyam nya. Setelah memastikan kedudukan batu merinyam tersebut aku menyerang dengan tusukan yang dalam sehingga kepala zakar ku bergeseran dengan batu tersebut. Setelah beberapa tusukan pada tempat tersebut, sekali lagi pn wahidah mengerang dan mengejangkan tubuh nya, sekali lagi aku rasakan cairan hangat memenuhi rongga burit nya yang memang sudah lencun itu untuk klimaks nya yang ke dua. Belum pun sempai 15 minit aku mengerjakan burit pn wahidah, beliau telah pun klimaks dua kali dimana kali ini beliau betul betul tidak bermaya di mana mata nya terpejam kuyu dan tubuh nya terkangkang seolah-olah tidur lena. Aku membalikkan tubh pn wahidah dan meletak bantal pada ari ari nya untuk meninggikan bahagian punggung nya. Beliau yang telah keletihan hanya mengikut sahaja kemahuan ku tanpa membantah. Aku memeluk tubuh nya dari belakang serta meramas-ramas tetek nya yang masih tegang, lalu memmasukkan batang zakar ku kedalam rongga burit nya yang sedia menanti. Pn wahidah kembali mengerang bila menekan batang zakar ku santak hingga keseluruhan 7 inci batang zakar tenggelam dalam lubang burit nya hingga kedasar nya dimana kepala zakar ku bersentuhan dengan pintu rahim nya. Setelah beberapa ketika aku menghayun batang ku keluar masuk dari lubang buritnya sehingga menghasilkan bunyi plup-plap-plup-plap dimana batang ku berlaga dengan belahan punggungnya. Terhenjut-henjut pn wahidah menahan asakan batang ku pada burit nya. Lebih kurang 20 minit aku mengerjakan lubang burit nya, batang zakar ku mula terasa kegelian dan bersedia untuk memancutkan air mani ku. Aku menekan sedalam dalam nya kedalam burit pn wahidah sehingga kepala zakar ku rapat pada pintu rahim nya. Terdongak kepala pn wahidah menahan kesenakan dalam nikmat sambil mengerang panjang dan mengemut batang aku ketika dia menerima berdas-das pancutan air mani ku yang memenuhi rahim dan rongga burit nya. Bagaikan telaga yang dipenuhi air aku rasakan rongga burit pn wahidah ketika itu kerana campuran air mani kami berdua. Aku masih lagi air mani aku sehingga ke titisan yang terakhir untuk dilepaskan dalam rongga burit pn wahidah. Disebabkan kedudukan punggung nya yang lebih tinggi kerana di lampik dengan bantal hanya sedikit sahaja air mani yang meleleh keluar dari lubang nya, selebih nya bertakung dalam rongga burit dan rahim nya. Pn wahidah terdampar kelesuan, manakala ku pula masih lagi menindih tubuh nya dalam keadaan batang zakar masih terndam didalam rongga burit nya. Bila batang aku dah mengendur aku mencabutnya dari dalam rongga burit pn wahidah dan menelentangkan tubuh nya yang masih berbogel. Aku mengambil tuala lembut dan membersihkan burit nya dari sisa air mani yang masih mengalir keluar. aku menyelimutkan tubuh nya dan kami pun tertidur keletihan. Aku cukup puas malam ini kerana dapat menikmati tubuh yang ku idam dan khayalkan selama ini. Ketika itu aku melihat jam sudah pun 2 pagi, hampir 1 jam lebih juga aku mengerjakan burit pn wahidah. Bila aku terjaga keesokan nya hari sudah pun siang, jam menunjukkan hampir 8 pagi, aku bingkas bangun terus mencuci muka ku, tak sempat nak mandi wajib kerana kelas ku hari itu bermula jam 8 pagi. Aku mengejutkan pn wahidah untuk mengucapkan selamat jalan, sempat juga aku mencium mulut nya dan meramas tetek nya ketika itu. Aku naik teksi ke mac donald untuk mengambil motosikal yang aku tinggalkan semalam. Ramai kawan-kawan aku menegur diriku yang kelihatan tak bermaya pagi itu, aku menerangkan kepada mereka yang aku membuat kerja part time malam tadi. Selepas kelas habis jam 10 pagi aku bergegas pulang ke kolej untuk mandi wajib. Aku tersenyum kepuasan bila mengingatkan kembali kejadian semalam, silap-silap boleh termengandung pn wahidah akibat perbuatan aku malam tadi. Ketika kuliah pn wahidah dia asyik menjeling dan menguji diriku sahaja, mungkin untuk memastikan aku tidak berkhayal agak nya. Beliau juga mengingatkan kelas nya, ujian akhir akan diadakan pada akhir bulan tersebut. Aku memang sudah bersedia menghadapi ujian tersebut sebab aku tahu apa ganjaran yang aku dapat sekira nya dapat score A dalam ujian tersebut. Sebagaimana yang dijangkakan soalan ujian subjek mikro-p hari itu tidak lah susah sangat, mungkin disebabkan aku sudah bersedia agak nya. Aku yakin dapat score A untuk ujian tersebut. Pn wahidah ada bertanya kepada aku samada aku boleh menjawab nya atau tidak, aku hanya mengangguk kepala. Ketika keputusan ujian diumumkan , sememangnya aku berjaya mendapat A dalam ujian tersebut. Aku mendapat message daripada pn wahidah supaya menemui nya selepas waktu kelas di bilik beliau. Petang tersebut aku menemui pn wahidah di bilik nya. Dia kelihatan sugul dan bersedih. Melihat keadaan tersebut, batang aku yang tadi mengeras perlahan-lahan mengendur kerana simpati. Kenapa puan ada masalah ke, ada apa-apa yang boleh saya bantu, tanya ku menawarkan bantuan. Saya minta maaf kerana tidak dapat menunaikan janji saya pada awak tempoh hari dan saya rasa kita patut memutuskan perhubungan kita setakat ini sahaja. Suami saya dapat mengesan perhubungan kita, jelas pn wahidah. Ooo .. macam tu, aku mengangguk. Macam mana dia boleh tahu, tanya ku ingin kan kepastian. Selepas kita melakukan hubungan seks malam tu, keesok kan nya suami saya pulang dari out station tanpa diduga, sampai je dirumah dia terus meminta untuk menyetubuhi saya. Sebagai isteri sememang nya saya mesti melayan kemahuan nya. setelah selesai menyetubuhi saya, dia dapati kelainan pada lubang faraj saya yang menyebabkan dia meragui kesetiaan saya terhadap nya. Dia dapati lubang faraj saya dah longgar dan mudah ditembusi oleh zakar nya. Keadaan tersebut menyebabkan dia menaruh syak wasangka yang saya telah curang dengan nya dan bersedia memaafkan sekiranya saya membuat pengakuan secara jujur. Saya mengaku telah curang demi untuk menyelamat rumah tangga saya.Dia juga ingin tahu dengan siapa saya telah curang, saya terpaksa menyebut nama awak dan demi keselamat diri awak kita hentikan hubungan kita setakat ini, terang pn wahidah lagi. Atas kekurangan diri dia, dia bersedia memaafkan saya tapi jangan mengulangi nya lagi, sambung pn wahidah lagi. Macam mana suami pun boleh tahu ye, setahu saya bila dah kahwin faraj perempuan sama je, dah tak dara lagi, tanya ku kemusykilan. Pn wahidah tersenyum, memang la, tapi awak merupakan orang ke 2 selepas suami saya yang berjaya menyetubuhi diri saya, tapi saiz zakar suami saya tidak lah sebesar dan sepanjang zakar awak. Itulah pertama kali faraj saya menerima kemasukan batang zakar yang besar dan panjang menyebabkan rongga faraj saya menjadi besar, sebab itulah bila suami saya rasakan perubahan pada faraj saya yang menjadi longgar, terang pn wahidah. Kenapa pn tak kemut kuat-kuat bagi dia rasa ketat sikit , ujar ku dalam nada bergurau. Pn wahidah tersenyum mendengar usikan aku itu. Entahlah bila dah merasa batang zakar awak, zakar suami saya macam tiada rasa lagi, sambung pn wahidah. Ketika itu batang zakar aku kembali mengeras. Tak apalah puan, yang penting rumah tangga puan, janji puan tu tak penting sangat, lagi pun puan dah bagi apa yang sepatut nya, ujar ku bila melihat jam yang hampir maghrib. Kamu tak marah kat saya ke, tanya pn wahidah. Saya harap semoga pn kekal berbahagia dengan suami puan, sambung ku lalu meminta diri untuk beredar. Ketika aku hendak melangkah keluar, pn wahidah memanggil aku kembali, awak terlupa sesuatu ujar pn wahidah sambil menunjuk pipi nya. Aku tersenyum dan faham pn wahidah mahukan aku mencium pipi nya, peluang jangan dilepaskan aku kembali menutup pintu dan mengunci pintu bilik nya. Pn wahidah menanggalkan tudung nya, keayuan wajah nya menyebabkan batang zakar ku kembali menegang keras. Menggigil tubuh ku menahan nafsu ketika mencium pipi pn wahidah, kalau dikutkan nafsu ku ingin saja aku merogol nya katika itu, tapi kematangan akal masih berfungsi dimana respect ku terhadap nya sebagai pensyarah ku masih ada, biar dia yang menyerah bukan aku yang meminta. Ketika aku mencium pipi nya pn wahidah berbisik sesuatu kepada ku. Sebenar nya saya tak sampai hati hendak membiarkan awak dalam keadaan terangsang begini, bisik nya. tak apa lah saya bagi masa kat awak setengah jam kalau awak nak lepas nafsu awak dengan saya, sambung pn wahidah lagi. Apalagi setelah mendapat lampu hijau daripada pn wahidah aku terus meromeng tubuh nya dengan rakus , bibir nya aku lumat buah dada nya aku ramas dan burit nya aku gosok sehingga lah pn wahidah benar-benar terangsang. Aku membaringkan pn wahidah di atas mejanya dengan kaki nya terjuntai kebawah. Aku menyelak kain baju kurung sehingga menampakkan burit nya yang masih ditutupi oleh seluar dalam berwarna pink. Aku cuba melucutkan seluar dalam tersebut, bagaikan faham pn wahidah mengangkat punggung nya. Aku memang tak tahan melihat burit pn wahidah yang temban dan bebulu nipis serta telah basah dengan air burit nya, dengan segera aku mengeluarkan batang zakar yang mengeras tegang serta kepala yang berkilat . Aku menggosok-gosok kepala zakar ku pada permukaan faraj pn wahidah yang mengelinjang kegelian. Perlahan-lahan aku menekan kepala zakar ku kedalam rongga faraj pn wahidah sehinggalah kesemua 7 inci batang zakar tenggelam dalam faraj pn wahidah. Pn wahidah mendesis dan mengerang, aku tak pasti samada itu erangan nikmat ataupun sakit. Seperti biasa aku akan merendam seketika batang zakar ku di dasar burit nya sambil menggesel-gesel kepala zakar ku pada batu merinyam nya. Akhir pn wahidah tak dapat bertahan dan mengerang panjang serta mengejang tubuh nya….oooooohhhh nikmat nya , erang pn wahidah aku tahu dia dah klimaks. Setelah dia pulih dari klimaks nya aku memulakan henjutan keluar masuk batang zakar ku ke dalam rongga burit nya dengan rentak pelahan tapi tusukan dalam. Lebih kurang 20 minit juga aku menghenjut burit nya sebelum aku memancutkan air mani ku yang aku peram selama 3 bulan kedalam rongga burit nya. Setelah habis titisan terakhir air mani aku dilepaskan dalam burit pn wahidah, aku terdampar kepenatan di atas tubuh pn wahidah yang mengosok -gosok belakang ku dan mencium pipi ku. Dah lega dah, tanya nya tersenyum. Aku membalas senyuman dan mencabut batang zakar ku dari lubang burit nya dan mengambil tisu lalu membersih zakar ku dan burit pn wahidah dari sisa-sisa air mani yang masih mengalir keluar. Setelah memakai kembali seluar dalam nya dan merapikan kembali pakaian nya pn wahidah duduk sebentar untuk menghilangkan penat melayan kemahuan seks ku tadi. Saya harap ni lah yang terakhir pertemuan kita, selepas ini kalau awak ada masalah kita jumpa kat kelas sahaja, saya juga minta maaf kerana mengheret awak sekali dalam masalah saya ini, keluh pn wahidah. Sepatut nya saya yang berterima kasih pada pn kerana menyedarkan saya dan memberi peluang kepada saya untuk memenuhi impian saya, saya juga minta maaf dan bertanggung jawab sekira saya adalah punca perselisihan keluarga puan, ujar ku secara jujur dan matang. Pn wahidah tersenyum, mungkin suami saya ingin berjumpa dengan awak dan ingin mengenali diri awak, kata nya sinis. Kenapa puan adakah dia ingin memukul saya, tanya ku lagi. Saya harap tidaklah, sebab awak dah menghamilkan isteri nya, untuk pengetahuan awak suami saya tak mampu untuk menghamil diri saya kerana benih nya tak subur, tapi disebabkan ketelanjuran kita dahulu saya kini saya telah hamil dengan benih yang awak tanam dalam rahim saya, mungkin sebab itu dia ingin mengenali awak sekira berlaku komplikasi terhadap anak bakal lahir nanti, ujar pn wahidah nanti. Bagaimana penerimaan dia terhadap kandungan puan ni, tanya aku lagi inginkan kepastian. Yang lepas tu lepas lah dia dah maafkan saya dan menganggap kandungan ini adalah anak nya juga demi kebahgiaan kami sekeluarga, ujar nya lagi. Kalau macam tu lega lah saya jawab ku. Pn wahidah tergelak, nanti lepas belajar ni kahwin cepat-cepat, jangan bazirkan air mani tu, dah rasa nikmat nya bersetubuh kan, ujar nya lagi. Aku turut sama tergelak dan meminta diri untuk keluar, memandangkan hari dah hampir maghrib, balik kolej kena mandi wajib lagi… -End-
Ermmm
KOLEKSI CERITA PANAS
Friday, September 25, 2009
KISAH 1
Jiranku Kekasihku ohh Zila….
Kisah ini berlaku telah hampir beberapa tahun yang lalu.Tetapi cukup meninggalkan kesan terhadap aku.Aku seorang lelaki yang berusia 33 tahun,dengan ketampanan yang aku miliki,aku dikelilingi ramai perempuan cantik yang sedia memberikan aku untuk menyentuhi tubuh mereka dengan mudah.Mungkin juga permainan sex aku menjadikan mereka puas dan tergila-gilakan aku.Aku nak bercerita tentang kisah jiran sebelah rumah aku semasa aku menetap di Keramat.Nama jiran aku ni Encik Mahmud.Dia seorang ahli perniagaan dan mempunyai seorang isteri yg cantik rupawan bernama Zila ,umurnya mungkin sebaya dengan aku atau lebih.Mereka ada 2 orang anak yang berumur antara 5-3 tahun.Zila ni cantik orangnya.Tubuhnya solid.Senyuman dan keramahannya menjadikan dia disenangi jiran lain.Malangnya suaminya En.mahmud selalu tak ada rumah urusan bisnes dan itu menjadikan isterinya itu sering ditinggal kesepian dengan 2 orang anak mereka.Aku selalu mengendap zila dan suaminya ni.Sebab aku rasa aku dah jatuh cinta dengan dia.Wajah dia yang ayu,membuatkan aku selalu mengangankan kalaulah aku jadi En.Mahmud.Aku memang suka melancap.Melancap bila aku tengah layan Blue film atau aku sedang membayangkan tubuh badan jiran aku yang cantik cun melecun tu.Aku selalu bayangkan bagaimana saiz batang pelir suaminya yang agak berumur itu,adakah dia puas dengan batang pelir suaminya.Aku selalu juga melancap semasa aku mengintai jiranku itu sedang menyidai pakaian dan duduk bersantaibersama suaminya di petang hari.Sesungguhnya aku telah jatuh cinta dengan wanita cantik itu.Cemburu ku makin menjadi bila terlihat dia bermesraan dengan suaminya serta anak-anaknya,dan aku makin camburu bila malam hari aku terdengar bunyi2 rengekan halus bila dia dan suaminya berhubungan badan.Memang aku ada kekasih.Seorang perempuan yang agak cantik juga dan bertugas sebagai seorang jururawat di sebuah pusat kesihatan swasta di ibukota.Dah hampir 2 tahun kami berhubungan dan selama 2 tahun juga lah lubang pantat dia kena main dengan aku.Memang sedap tapi aku tak cintakan perempuan ni sebab apa entahlah aku pun tak tahu,Cuma aku tahu dia banyak tolong aku dari segi kewangan dan bila batang pelir aku perlukan sesuatu untuk memuaskan nafsuku ,lubang pantatnya lah yang akan menjadi teman kesunyianku.Dan kini,semenjak aku jatuh cinta dengan jiranku yang kupanggil “Zila” itu setiap kali aku main pantat awek aku (nama awek aku Sara) aku selalu membayangkan aku sedang mengadakan sex dengan Zila.Terlalu nikmat rasanyakadangkala sampai aku tak perasan aku tersebut nama Zila masa sedang mengenjut pantat Sara.Nasib baiklah Sara tak perasan hasil penangan batang pelir aku yang menyedapkan setiap ruang inci lubangnya,
Nak dijadikan cerita satu hari semasa hujung minggu aku ternampak zila sedang menjemur kain baju,dia memakai baby –T berwarna pink dan memakai seluar baerwarna putih yang sangat jarang sehingga mempelihatkan lekukkan di segitiga nya.Dalam hati aku memang tembamlah pantat zila ni,puas betul lah suami dia main pantat dia hari-hari.Aku mengintai zila menerusi tingkap sebelah betul-betul hadapan tempat dia menyidai pakaian.Aku jelling tengok kereta suami dia tak ada pula.Agaknya suami dia keluar ada urusan.Sambil mengintai zila kepala pelir aku jangan cakaplah,berdenyut-denyut tengok potongan tubuh badan zila yang cantik dan menggiurkan tu.Aku masa tu hanya mengenakan boxer berwarna putih kelabu dan singlet berwarna hitam.Perlahan-lahan aku memberanikan diri keluar untuk menyapanya setelah aku riki2 suami dia tak ada.Inilah peluang aku nak mengorat,fikirku.“Suami keluar ke?” Tanya ku ramah.Zila kelihatan terperanjat bila mendengar aku menyapa,dengan senyumannya dia terus menjawab suaminya keluar outstation selama seminggu atas urusan kerja.Anak-anak mereka pula dihantar ke kampong kerana musim cuti sekolah telah bermula semalam.Aku tersenyum.Masa tu aku tengok zila macam malu-malu je bila nak berbual dengan aku.Terus aku duduk di kerusi sambil memerhatikan dia.Rupanya Zila ni ramah juga.Dia sempat bertanya tentang aku dan pekerjaanku.Agak lama juga kami berbual sampai sempatlah aku meminta no.telefonnya kononnya kalau ada apa-apa hal senang nak bantu,padahal memang aku nak sangat no.telefonnya bolehlah aku ayat perempuan ni,mana tahu dapat rasa mencelupkan batang pelir aku ni dalam lubang pantat dia sekali dua kali jadilah.Aku mula memasang angan-angan jahat,Selepas tu zila terus masuk.Bukan main lengangg lengok dia berjalan sambil mata aku asyik je memerhatikan lekukkan pinggul dia tu.Geram aku,rasa nak aje aku gomol dia dan tarik dia atas katil.Tak tahan lah beb,batang pelir aku dah terasa menyengat-yengat nakkan zila.
So,dipendekkan cerita malam tu aku sms dia…“Hai zila..tengah buat apa tu?Tak takut ke malam-malam ni sorang”Itu sms aku yang pertama.Lama juga aku tunggu dalam setengah jam baru dia balas.“Zila baru lepas mandi ,sorry lambat balas”Dia baru lepas mandi??Aku tengok jam dinding,dah pukul 8.00 malam,dia baru mandi,ishhh aku dah mula jahat bayangkan tubuh dia yang sedang bertelanjang bulat menikmati sirami air pancur dalam bathroom,bayangkan batang tubuh dia yang seksi dan menggiurkan.Membayangkan itu saja dah buat batang aku menegang.Dah mula la tu nak cari lubang.Aku balas lagi…kali ni lebih daring..“Mandi tak ajak pun,dah pakai baju ke belum?” SMS aku makin nakalTak sabar aku tunggu reaksi sms dia.Lama juga aku tunggu,adalah 10 minit dia balas.“Marilah sini kalau nak mandi sama,zila belum pakai baju,ada baring atas katil nak main SMS dengan u”
Aku rasa macam nak pitam baca sms dia.Terus aku sms dia lagi.“Boleh tak kalau i temankan u malam ni,I janji tak buat apa-apa hanya nak temankan u”Aku berdoa agar dia memberikan keizinan aku menemaninya malam ni,kalau tak dapat nak rasa lubang pantat dia pun dapat peluk dan cium2 dia jadilah.Dia membalas ..“Masuk aje ikut pintu belakang,I tak kunci.I tunggu”Seterusnya aku terus mengenakan tshirt dan terus menuju ke hall,aku sempat mengintai samada kereta suaminya ada atau tidak.Mana tau dia nak penaya aku.Langkah seterusnya aku terus ke belakang,aku kunci pintu belakang rumah aku dan menyusup ke tepi rumahnya.Aku check samada pintunya berkunci atau tidak,bila aku pulas ternyata tak kunci.Terus aku masuk.Bila aku masuk aku tengok zila dah ada depan mata aku,dia hanya berkemban.Sambil memandang aku dengan penuh tajam,menggoda.Time tu batang aku dah menegak dah bila tengok dia berkemban dengan towel warna putih,betis dan peha dia putih melepak,geramnya aku,“Takut ke?” Zila bertanya.“Tak takut seram..” Aku membalas.Saat tu aku lihat zila asyik melihatkan benjolan didepan boxer yang aku pakai.Agaknya dia geram juga kat aku.
Perlahan-lahan aku mendekatinya.Sungguh aku katakan,aku macam tak percaya.Kini aku berdua-duaan dengan jiran aku yang aku idamkan selama ini,aku rasa aku betul-betul jatuh cinta.Aku tak mahu gelojoh kerana bagi aku ,aku x nakjadikan dia hanya One night stand…Aku terus memeluk zila.Zila pun memeluk aku dengan erat.Aku mencari bibirnya lalu aku hisap perlahan bibirnya,aku lumatkan bibir aku dalam-dalam dan mencari lidahnya.Kami saling berkuluman lidah dan saling menghisap lidah antara satu sama lain.Aku tahu kami berdua dah teransang.Batang pelir aku melekap di perut zila tatkala aku lepaskan towel yang menutupi tubuh zila.Zila memejamkan matanya ketika aku sedang asyik membelai belahan punggungnya.Lidahnya ku hisap-hisap dan sesekali aku menjilat-jilat putting buah dadanya yang makin menegang akibat teransang.Dia mula mendengus dengus perlahan.Aku jadi tak tahan.Lalu aku terus mengangkat zila menuju ke sofa di ruang tamu rumah.Sambil itu lidahku tidak berhenti2 mengulum lidahnya,berdecit-decit bunyi air liur tatkala kami saling berkuluman.Batang aku makin mengganas nak keluar dari boxer yang aku pakai.Aku meletakkan zila di atas sofa,aku baringkan dia,aku bisikan ke telinga dia bagitau sebenarnya aku sering mengangankan saat seumpama ini terjadi.“Sebenarnya,zila pun dah lama perhatikan u,zila tahu u memang selalu mengintai zila,kan??”
Rupanya zila tahu dan sedar aku sering memerhatikan dia selama ini.Jadi malu aku,Kemudian aku terus menanggalkan boxer dan singlet aku,kelihatanlah batang pelir aku yang boleh tahan besar dan panjangnya mendongak dengan kepalanya berkilat-kilat kerana air mazi aku telah mencurah-curah kerana berahi.Zila kelihatan seperti teruja dengan batang pelir aku.Aku terus melutut dan membukakakan kaki zila,geram aku tengok pantat dia yang dishave bersih.Tembam betul pantat dia.Jelas kelihatan belahan pantat dia yang berwarna kemerahan yang telah lembab dan basah.Kelentit zila juga kelihatan menegang terjojol mungkin kerana dia teransang sangat-sangat.Aku mengerjakan lagi putting buah dada zila,aku hisap,aku jilat aku jilat dada dan ketiak dia,harum sungguh tubuh dia ni.Aku jilat pusat dan perut dia sampai dia mengeliat kegelian,lepas tu bila dah jilat perut aku turunkan jilatanaku ke celah kankangnya.Bau romantis dan harum dari pantatnya membuatkan aku makin jadi tak sabar,baunya yang sungguh unik meransangkan lagi nafsu aku.Perlahan-lahan aku menghisap kelentit zila,dia mendengus kegelian,aku sedut dan mainkan lidah menuruni lurah belahan pantatnya,aku cari lubang pantat dia guna lidah,kat situ dah berlendir basah.Aku jilat segala air-air gatal zila yang keluar,aku sedut pantat dia sampai dia tak tahan.Dia angkat kan punggung dia dan mengangkang dengan lebih luas.Kelentit dia makin terjojol,makin banyak lender atau air gatal zila keluar,aku hisap lagi kelentit dia yang terjojol tu,aku sedut kuat-kuat,dan bila aku cium kelentit dia aku terasa badan dia mengejang dan serentak dengan itu air gatal dia main banyak keluar,zila dah klimaks buat kali pertama.Aku mainkan kepala pelir aku kat kelentit dia,aku basahkan kepala pelir aku .Sedaplah buat macam ni,geli je bila aku punya kepala tersentuh daging yang terjojol ni,rasa macam kena letrik saat kepala aku bergesel dengan kelentit dia.Zila terus rakus,dia memegang batang pelir aku dan main-mainkan kat alur pantat dia,aku tahu dia tengah sedap tu,dia makin berahi.Air gatal dia dah memenuhi tiap rongga pantat dia,lencun beb.Aku ambil towel dia,aku lapkan air gatal dia sebab banyak sangat kang nak main becak sangat pun tak syok.Zila pejamkan mata sambil mulut dia tak henti-henti suruh masukkan batang aku dalam lubang dia sebab dia dah tak tahan.Aku tengok lubang dia terkemut-kemut dah,Aku berlutut kat depan zila,aku tarik kaki zila biarkan dia mengangkang dekat dengan aku,lepas tu aku terus selakkan bibir pantat dia dan selitkan kepala pelir aku kat situ,dia meraung bila sedar kepala aku dah nak masuk dalam lubang dia.Aku terus tekankan kepala pelir aku masuk perlahan-lahan dan akhirnya batang pelir aku menerobos lubang pantat dia.Ya Allah sedapnya zila lubang pantat kau,hangat dan sempit.
Panas suam je air gatal dia yang aku rasa bila batang pelir aku dah kena jepit dengan lubang dia,aku rasa zila kemutkan lubang dia kuat sangat sampai rasa aku nak terpancut,rileks rileks…aku tahankan supaya tak pancut awal.Sedap betul batang aku dalam lubang dia,aku diam biarkan batang aku berendam dalam lubang dia kejap,aku tarik kaki zila naikkan ke atas lengan aku kemudian aku enjut perlahan-lahan.Tarikkan batang akuperlahan dan rodok semula dalam lubang dia laju-laju.Dia dah mendengus dan merintih kenikmatan bila batang pelir aku meluncur masuk dan keluar dengan laju temponya.Nikmatnya memantat.Memantat bersama –sama dengan orang yang kita inginkan,orang yang kita dambakan.Sambil mengenjut zila aku laga-lagakan batang aku kat kelentit dia yang makin menegang tu,geram pulak aku tengok kelentit dia.Lubang zila mengemut kalah anak dara,tiap kali aku rodok dalam tiap kali tu la dia kemut-kemutkan sampai kepala pelir aku rasa nyilu dan geli sangat-sangat.Sedap oii mau hilang mata putih aku.Aku tahankan supaya tak cepat pancut,aku hisap putting buah dada dia,aku jilat jilat leher dan telinga dia sambil batang aku tak stop-stop mengenjut lubang pantat zila.Kami dah saling basah akibat keringat dan air gatal kami dah membasahi kedua paha kami,saat batang pelir berlaga menemui pantat maka air gatal makin banyak dan melimbah.Bunyi berdecit2 bila batang aku menyodok lubang pantat zila,makin tinggi zila mengangkat punggung dia,syok la tu dengan batang aku dan dia tak putus-putus berkata…“Fucked me ,honey…auuhhh fuck me harder..harder…ahhh nikmatnya”Makin dia menjerit makin laju aku henjut dia,aku kenikmatan dan aku lajukan lagi main pantat dia,aku cubit kelentit dia dan sekali lagi badan zila menegang ,dia dah klimaks kali kedua meskipun aku ni masih mampu bertahan supaya air mani aku tak memancut.Aku stop enjut,aku cari lidah dia.
Aku hisap lidah dia dan zila meramas-ramas punggung aku,dia hisap juga puting aku dan hisap leher aku dan buat bite,pantat zila kuat mengemut batang aku lepas dia klimaks,sampai aku tak tahan,Aku bisikan kat dia…“sayang nak pancut dalam??”Dia menggangguk,lepas tu aku terus angkat kaki zila dan aku henjut laju-laju sebab aku nak pancutkan airman aku dalam lubang pantat dia,masa tu dah tak terfikir takut dia pregnant ke apa ke,yg penting aku tengah sedap memantat ni,Aku lajukan henjut dia sampai buah pelir aku berayun-rayun pukul belakang alur buntut zila,sedap kan kena hayun???Aku makin geram tengok buah dada zila berayun-ayun kena enjut dan aku hisap dua-dua belah putting dia,..saat aku tekankan batang pelir aku tepat kat g-spot dia,zila meraung dan menyepit batang aku dengan kuat dan akhirnya aku memuntahkan airman yang banyak berdas-das dalam lubang panantnya yang sedap tu,“arghhhhhhhhhhhhhhhhh…..nikmatnya,sayangg” Aku terus memeluk zila dan kami saling berkuluman lidah menghilangkan geli di alat kelamin kami yang saling melekap dan melekat…basah lubang pantat zila dengan air gatal dan air mani aku.Bila aku nak tarik batang aku keluar,zila menarik badan aku dan memegang punggung aku tanda dia tidak mahu aku terus keluarkan batang aku,Kami kemudian terlena dalam pelukan masing-masing atas sofa tu,basah tubuh kami dengan keringat.Tapi aku puas sebab zila klimaks sampai 3 kali dalam satu pusingan memantat dengan aku.Kira power jugalah batang pelir aku kali ni.Bila menjelang subuh,aku minta izin balik.Tapi sebelum tu kami sempat lagi memantat sampai sakit-sakit pinggang aku.Hubungan kami terus berlanjutan walaupun semasa ada suaminya.Kdgkala aku sempat melepaskan nafsu aku dengan zila dalam kereta sewaktu suaminya tidur.
Hubungan kami berterusan sampai 5 tahun,dalam masa 5 tahun 2 kali zila dah buncit mengandungkan anak aku.Tapi aku suruh dia gugurkan.Selama 5 tahunlah aku kerjakan pantat zila dan aku langsung tak terfikir nak kawin sebab aku begitu mencintai zila.Kali terakhir aku jumpa zila masa dia dan suami dia nak bermastautin ke USA sebab suami dia dapat offer kerja dan buka bisnes di sana.Sejak itu kami terputus hubungan dan aku mendirikan rumahtangga dengan Sara.Begitulah serba sedikit pengalaman aku dengan jiranku Zila,wanita pertama yang aku cintai.
sumbangan DeWaCipap ke :[email protected]/
Cipaphunter at 11:25 PM
Janda Gatal Bertudung Tetek Besar
Nama saya Herji. Tinggi 175 cm dan berat badan saya lebih kurang 69 kg. Kulit saya gelap sikit, ala ala mamak sikit. Batang pelir saya bolehh tahan jugak saiznya, panjangnya ada la hampir hampir 7 inci dan ukurlilitnya ada la lebih kurang 3 inci.
Untukk orang Asia, saya punya saiz tue kira canggih la jugak kan. saya nii ada satu minat yg lain sikit dari lelaki lelaki lain yg sebaya saya. saya minat sangat sangat kat perempuan perempuan yg berusia dlamm lingkungan 30 an dan awal 40 an, lebih lebih lagii golongan golongan janda yg fizikalnya masih mantap lagi.
Contoh kategori perempuan yg menjadi minat saya nii ialah salah seorang aktress Malaysia iaitu Rosnah Johari. Selama ini saya memangg selalu sangat saya melancap smbil merenung gambar gambar Rosnah Johari dan berangankan adegan adegan seks saya dgn diorang.
Ok la, saya mahu menceritakan pengalaman saya lebih kurang 6 tahun yg lepas bersama dgn seorang janda cantik yg beranak dua dan berumur lebih kurang 35 tahun pada waktu itu.
Saya panggilnya dgn nama Kak Lessa saja. Kak Lessa nii nampak bersopan bila keluar dari rumah dan tdk nampak langsung ciri ciri seorang yg gatal atau miang walaupun dia dahh lama menjanda.
Kak Lessa selalunya berbaju kurung dan bertudung bila keluar bekerja dan masih tetap bertudung pada waktu waktu biasa. Orangnya kurus dan tinggi, sama separas telinga saya. Kulitnya putih, halus dan gebu sekali.
Tetek nya sederhana besar tettapi sentiasa kelihatan menonjol krn cara jalan Kak Lessa yg sedikit mendada. Pinggang janda gatal nii ramping dan jubur nya bulat montok dan sedikit tonggek.
Wajahnya cantik tanpa ada sebintik jerawat pun, ada mirip mirip aktress idaman saya iaitu Rosnah Johari, itu yg buat saya syok sangat dapat berkenalan dgn Kak Lessa ni. Kalau sesiapa yg tdk mengenali Kak Lessa pasti akan mengatakan yg Kak Lessa nii berusia dlamm lingkungan 20 an.
Pandai sungguh Kak Lessa nii menjaga kecantikan tubuh badannya dan itulah yg buat saya cukup cukup stim setiap kali berjumpa dgn Kak Lessa. Kak Lessa sudaah bercerai lebih kurang 2 tahun sewaktu saya baru mula mengenalinya.
Kedua dua anaknya tinggal di kampung, dijaga oleh kedua orang tua Kak Lessa. Kak Lessa bekerja di sebuah bank di kawasan Subang Jaya. dia tinggal pun di sebuah apartment yg dimilikinya sendiri di kawasan yg sama.
Kebetulan pula saya jugak tinggal menyewa sebuah bilik utama di sebuah rumah teres di kawasan Subang Jaya. Jadi, senang la saya bertemu dgn Kak Lessa selalu. Selama perkenalan kami berdua, Kak Lessa cukup sporting dan mesra dgn saya.
Pergaulan kami berdua kadangkala saya rasakan bagai sepasang kekasih, cume kami tdk pernah mengucapkan kata kata cinta saja. Usik mengusik, cubit mencubit sudaah jadi perkara biasa bagi kami berdua, cume usikan usikan dan perbualan kami masih tetap terbatas lagii waktu itu.
Saya pun sebenarnya takut takut jugak mahu bergurau lebih lebih, takut apa yg saya idam dan hajatkan daripada Kak Lessa nanti tdk kesampaian. Kalau kami berdua menaiki motosikal saya, Kak Lessa pastinya akan memeluk saya ketika membonceng.
Itulah yg buat saya seronok sangat bila dapat memboncengkan Kak Lessa di atas motosikal saya. Apatah lagii dgn keadaan yg seperti itu pastinya tetek kak Lessa yg selama itu menjadi kegeraman saya pasti akan melekap kuat dan mesra di belakang badan saya.
Itu yg buat ‘batang pelir ‘ saya sentiasa menegang keras dan terseksa hebat di dlamm seluar saya. Kadangkala tue rasanya macam tdk mahu turun dari motor je. Kak Lessa seperti tdk kisah langsung dgn perbuatannya dan itu yg buat saya bertambah seronok dgn Kak Lessa.
Samada Kak Lessa jenis yg memangg tdk rasa apa apabila berkeadaan seperti itu dgn seorang yg berpangkat adik kepadanya ataupun sememangnya dia sendiri menikmati keadaan yg seperti itu, saya sendiri tdk berapa pasti.
Yangg saya pasti memangg saya cukup suka dgn keadaan itu. Selepas lebih kurang dua bulan hubungan kami terjalin, maka terjadilah satu peristiwa yg selama ini amat amat saya hajatkan daripada Kak Lessa.
Pada suatu pagi hari Sabtu iaitu hari cuti saya, lebih kurang pada pukul 7 pagi, saya mendapat panggilan telefon dari Kak Lessa. Oleh krn pada telefon bimbit saya terpapar nama Kak Lessa, maka saya dgn senang hati menjawab panggilan tersebut walaupun sebenarnya saya masih lagii sedap diselimuti mimpi.
Kalau orang lain yg telefon saya, jgn harap la saya akan menjawabnya. Melalui telefon, Kak Lessa memohon maaf krn mengganggu saya pagi pagi hari. dia katakan kepada saya yg dia tengah bosan dan nak mengajak saya keluar bersarapan pagi serta meminta saya mengambilnya dgn motosikal saya.
Saya pun bersetuju dan meminta masa sedikit utk mandi terlebih dahulu. Siap mandi, saya terus keluar menuju ke apartment Kak Lessa utk mengambilnya. Seperti biasa, Kak Lessa sudaah sedia menunggu saya di luar pagar kawasan apartmentnya.
Pagi itu Kak Lessa bertudung putih, memakai kemeja putih dan seluar yg berkain lembut. dgn wangian yg menaikkan nafsu syahwat saya, Kak Lessa begituu mempesonakan saya. Tanpa banyaak bicara, Kak Lessa terus membonceng motosikal saya dan kami terus ke sebuah gerai mamak utk menikmati sarapan pagi.
Selesai sarapan Kak Lessa bertanya kepada saya, “Hari nii Herji ada planning mahu keluar kemana mana ke? ” “tidak ada, rasa rasanya mahu lepak kat bilik je, Kak Lessa ada mahu ke mana mana ke? ” Soal saya semula kepada Kak Lessa.
“tidak ada juga, tdk taulah apa yg Kak Lessa mahu buat hari ni. ” Kak Lessa seolah merungut. “Kalau macam tu, lepak kat bilik sewa Herji sahaja la. ” saya beranikan diri mempelawa Kak Lessa.
“Kalau tdk jadi masaalah pada Herji, bolehh jugak rasanya. Balik rumah Kak Lessa pun tdk ada apa yg mahu dibuat. ” Walaupun sedikit terperanjat dgn ajak ajak ayam saya, tettapi jawapan Kak Lessa bnr benar menggembirakan saya zahir dan batin.
Selesai membayar harga sarapan, kami pun terus menuju ke bilik sewa saya. Waktu ketika itu lebih kurang pukul 10 pagi dan cuaca masih lagii sejuk sebab malam tadi hujan sangat lebat.
Sampai ke rumah, saya terus mengajak Kak Lessa ke bilik sewa saya krn sememangnya ruang tamu rumah tersebut kosong dan tiada tempat utk tetamu duduk duduk. Ketika itu penghuni bilik bilik lain masih lagii tidur.
Kak Lessa seperti biasa je saya lihat, tdk ada rasa takut utk mengikut seorang lelaki hingga ke bilik sewanya. saya pulak dari tadi tdk senang duduk rasanya sebab batang pelir saya menanduk nanduk keras ke arah seluar saya menandakan bahawa dia tengah terdesak utk mencari sarungnya.
“Pandai Herji kemas bilik, macam bilik orang kahwin. ” Komen janda gatal nii sesudah melihat bilik tidur saya tersusun kemas dgn set bilik tidur murah yg saya beli setahun yg lepas.
Segala peralatan audio, tv dan peti ais saya letakkan dlamm bilik sebab bilik sewa saya besar dan selesa. Disebabkan bilik saya adalah bilik tidur utama, maka bilik air jugak ada terdapat di dlamm bilik saya.
Kak Lessa duduk di tepi katil saya dan saya terus memasang siaran tv. saya memohon kepada Kak Lessa utk ke tandas sebentar bagi melepaskan hajat saya. Kak Lessa cume tersenyum seraya mengangguk.
Saya tanggalkan seluar saya dan mengenakan tuala mandi ke badan saya. Semasa itu saya merasakan Kak Lessa ada menjeling jeling ke arah saya semasa saya menanggalkan seluar. dalam bilik air, saya duduk di atas mangkuk jamban dlamm keadaan berbogel.
Saya bnr benar tdk tahan dgn gelora nafsu saya terhadap Kak Lessa. Masih lagii terasa rasa akan tetek kak Lessa yg melekap mesra di bahagian belakang badan saya dan jugak bau aroma yg harum semerbak yg dipakai oleh Kak Lessa pagi ini.
Ditambah pula kehadiran Kak Lessa ke dlamm bilik sewa saya, menambahkan lagii nafsu syahwat dan fikiran fikiran jahat saya terhadap Kak Lessa. Perlahan lahan tangan kiri saya menggoncangkan ‘batang pelir ‘ saya sementara tangan kanan saya memegang sebatang rokok yg telah saya nyalakan tadi.
Sambil memejamkan mata, saya berangan angan mengadakan hubungan seks dgn Kak Lessa di dlamm bilik tidur saya ini. Tangan kiri saya masih lagii menggenggam smbil menghayun perlahan lahan dgn irama yg sama kepada batang pelir saya.
Beberapa minit kemudian batang pelir saya memuntahkan air nikmatnya. saya puas, berehat seketika dan terus membasuh batang pelir saya. Oleh krn saya merasakan bahawa peluang utk saya menikmati tubuh Kak Lessa yg menjadi idaman saya selama ini adalah 75 peratus, maka saya menggosok gigi terlebih dahulu sebab tdk nak mulut saya berbau busuk akibat merokok ketika melakukan ciuman mulut dan usapan usapan lidah dgn Kak Lessa nanti.
Keluar dari bilik air, saya lihat Kak Lessa sdang duduk bersimpuh di atas katil saya smbil membaca surat khabar yg saya beli tadi dgn kini kain tudungnya telah dibuka.
Saya terpesona dgn kejelitaan janda gatal bertudung itu di depan mata saya. Inilah pertama kali saya lihat Kak Lessa tanpa tudungnya dan saya lihat Kak Lessa mempunyai rambut yg sangat cantik, lebat, hitam dan lurus serta panjangnya cume separas bahu saja.
Dgn keadaan sdang bersimpuh itu, saya melihat sebuah pemandangan indah daripada kecantikan dan keghairahan rupa tubuh badan yg dipamerkan oleh Kak Lessa. Indah. memangg indah, Kak Lessa memangg indah pada pagi itu.
Saya terpaku seketika menatapi keindahan tersebut, Kak Lessa terlalu mempersonakan mata saya. “Kenapa Herji pandang Kak Lessa macam tu, ada apa yg tdk kena ke? ” Soal Kak Lessa tersenyum smbil menyelak sedikit rambutnya.
Saya merasakan bahawa Kak Lessa seperti cuba menggoda saya, mungkin. “tidak ada apa yg tdk kena. cume Kak Lessa nampak mengancam dan menggoda sangat pagi ni. ” Kak Lessa tertawa kecil mendengarkan jawapan saya.
Saya mengambil seluar pendek saya yg tergantung di dinding pintu. saya menyarungkan seluar pendek je krn saya rasa Kak Lessa seperti nak berada lama di dlamm bilik sewa saya ini.
Kak Lessa tersenyum kepada saya. Manis sungguh senyuman Kak Lessa saya rasakan. Senyuman yg saya bayangkan seolah olah mengharapkan sesuatu daripada saya. Kemudian, saya memberanikan diri utk duduk bersebelahan Kak Lessa di atas katil.
Di atas katil, saya bersila smbil dgn agak sengaja saya menggeselkan peha saya sedikit ke tepi pehanya. Kak Lessa cume menjeling tersenyum kepada saya dan tiada sebarang bantahan daripada Kak Lessa atas perbuatan saya itu.
Kini dgn kedudukan saya yg btl betul rapat dgn Kak Lessa membolehkan saya mencium bau aroma tubuh badannya yg begituu harum dan bnr benar menggoda nafsu jantan saya. Rasa rasanya seperti nak je saya menerkam dan menggomol tubuh Kak Lessa ketika itu juga.
Tetapi saya nii bukan jenis lelaki gopoh dan gelojoh. saya lebih suka menikmati seks secara perlahan lahan sebab saya nak pasangan saya turut sama menikmati permainan seks kita, tettapi teknik dan gaya saya suka yg berbagai bagai.
Saya tdk suka yg ganas ganas sangat sebab saya rasa tdk puas seperti itu dan lagipun kalau saya buat cara itu, cepat sangat air nikmat saya terpancut. Jadi, biar lambat asal nikmat.
Kini, kecantikan, kehalusan dan keghairahan tubuh serta wajah Kak Lessa sudaah btl betul berada dekat di depan mata saya. Secara otomatiknya, batang pelir saya yg baru sebentar tadi menghamburkan air nikmatnya, kini memacak tegak kembali.
Kak Lessa berhenti membaca akhbar dan dilipat serta diletakkan di atas meja kecil yg terletak bersebelahan katil saya. Kak Lessa tetap tersenyum kepada saya seraya bersuara manja, “Kita lepak kat sini lama sikit ye Herji, hilangkan rasa bosan Kak Lessa, borak borak dgn Kak Lessa. ” saya tersenyum menerima ajakan Kak Lessa yg kini semakin menggoda dan sememangnya inilah yg saya hajatkan dari Kak Lessa selama ini.
Kami berbual seketika tentang hal hal lain smbil kini saya dan Kak Lessa saling berhadapan antara satu sama lain. sambil berbual mata saya tdk henti henti menjeling ke bahagian tetek besar nya krn saya lihat butang kemejanya yg di atas terbuka.
Sebahagian dadanya yg terdedah itu mempamerkan kelembutan dan kehalusan kulit Kak Lessa yg bnr benar membuatkan saya resah gelisah menahan gelora nafsu saya. Tambahan pula kemeja putih yg dipakainya agak nipis dan jarang sedikit.
Jadinya, saya dapat melihat akan corak corak bra yg dipakainya di atas kain kemejanya. saya rasa Kak Lessa sedar akan perbuatan saya itu dan saya lihat dia seperti sengaja membiarkan saya terus menikmati keindahan itu.
Beberapa lama kemudian Kak Lessa mengeliatkan sedikit badannya krn mgkin kelenguhan. “Letih la rasanya Herji, lenguh lenguh sahaja rasa badan ni. ” Kak Lessa mengomel sedikit. “Kak Lessa mahu Herji picit badan Kak Lessa ke? blh kurangkan sikit lenguh lenguh tu. ” Tawar saya kepada Kak Lessa yg sedikit berani membuat perancangan.
“Boleh jugak kalau Herji pandai memicit. Tapi hati hati ye, jgn silap picit. ” Kak Lessa menerima tawaran saya smbil jeling menggoda kepada saya. “Ala. kalau silap sikit sikit tue apa salahnya. Bukannya sakit, sedap. ” Sambung saya yg semakin berani menggunakan ayat nakal.
Janda gatal nii tertawa kecil smbil mencubit peha saya. Sedap sungguh cubitan janda gatal nie. saya meminta Kak Lessa supaya memusingkan badannya supaya mudah utk saya memicit badannya. Kak Lessa mengikut arahan saya smbil saya mengangkangkan kaki saya supaya Kak Lessa akan duduk di celah kelengkangan saya.
Kak Lessa seperti faham dgn kedudukan saya lalu dia terus je duduk membelakangi btl betul rapat dgn saya dan kini batang pelir saya yg tdk turun turun dari tadi berada btl betul tepat dgn alur jubur janda gatal bertudung nii dan jugak sudaah mula bersentuhan.
Saya rasakan bahawa Kak Lessa dapat merasakan batang pelir saya sdang btl betul tegang, namun saya lihat Kak Lessa langsung tdk mengelak utk menjauhkan sedikit kedudukannya daripada saya. “Ini sudaah baik. ” Bisik hati kecil saya.
Kemudian saya mula memicit micit lembut bahu Kak Lessa. dalam keadaan yg seperti itu saya dapat melihat dgn jelas akan tengkuk Kak Lessa yg putih bersih dan gebu itu.
Rambutnya yg tersisir rapi dan ditambah pula kewangian semerbak rambut dan tubuhnya bnr benar membuatkan saya khayal. Dari tepi saya lihat Kak Lessa sdang memejamkan matanya krn menikmati akan picitan jari jari kasar saya.
Janda gatal nii bnr benar cantik dlamm keadaan itu. Dari belakang, saya cuba menjengok ke bahagian dadanya dan saya dapat melihat lebih sedikit daripada yg saya lihat sebentar tadi.
Kini, lurah payudara dan sebahagian branya yg berwarna putih itu terlihat dgn jelas oleh saya. saya semakin tdk keruan jadinya. “Aik, tengok apa tu? ” Soal Kak Lessa tersenyum manja yg sedar dgn apa yg saya buat.
Saya terkejut sedikit smbil cume tersenyum saja. tettapi Kak Lessa terus membiarkan je keadaan itu tanpa membetulkan bajunya smbil matanya terus terpejam menikmati picitan picitan saya. Tiada kata kata yg terkeluar dari mulut kami berdua selama saya memicit micit bahu dan perlahan lahan terus ke bahagian pinggangnya, cume kedengaran hembusan hembusan nafas yg seragam dari Kak Lessa.
Beberapa minit kemudian saya berkata kepada Kak Lessa, “ok ke Kak Lessa, dahh cukup ke belum? ” “ok la Herji, sedap jugak picitan Herji ye. Khayal jadinya Kak Lessa. Kak Lessa rasa mahu berehat sekejap macam nii bolehh ke Herji? ” Jawab Kak Lessa smbil terus menyandarkan badannya ke arah saya tanpa menunggu jawapan seterusnya daripada saya.
Saya yg sedikit terperanjat dgn tindakan Kak Lessa tapi sudaah cukup bersedia utk menerima dan mencipta segala kemungkinan, membiarkan je keadaan itu berlaku. Kelembutan dan kegebuan tubuh badan Kak Lessa bnr benar saya nikmati walaupun cume dari luaran saja.
Kini kepala saya sudaah berada btl betul bersebelahan kepalanya. saya gerakkan sedikit kepala saya sehingga pipi kami berdua sudaah sedikit bertemu dan dagu saya sudaah mula mencecah bahunya. Tiada sebarang tindakbalas daripada Kak Lessa yg saya lihat terus memejamkan matanya dan kini saya rasa Kak Lessa jugak sudaah mula menikmati keadaan ini yg mgkin secara sengaja dia jugak mencarinya.
Tetaapi saya tetap bersabar, tdk nak tergopoh gopoh menggunakan peluang yg ada ini. masa masih panjang lagi. saya beranikan diri utk mengelus ngelus kedua dua lengan Kak Lessa yg putih gebu itu dan seterusnya turun hingga ke jari jemarinya.
Saya terus memberanikan diri dgn menggenggam jari jemari Kak Lessa dan tiada sebarang bantahan darinya. saya lepaskan tangan kiri saya dari menggenggam jari jemari Kak Lessa smbil terus memeluk tubuh Kak Lessa mesra.
Kak Lessa tetap membiarkan perlakuan saya berterusan. saya semakin berani dan hati saya menyatakan bahawa kini Kak Lessa sudaah berada di dlamm genggaman saya sepenuhnya. Pelukan dan genggaman saya semakin erat serta kini bibir saya mula memberikan ciuman pertama kepada pipi Kak Lessa yg gebu itu dlamm keadaan Kak Lessa masih lagii membelakangi saya seperti mula tadi.
Saya lihat Kak Lessa tetap terus memejamkan matanya smbil sedikit mendesah kenikmatan dan genggaman tangan saya tadi mula mendapat tindak balas dari Kak Lessa. saya memberikan lagii ciuman kepada pipi Kak Lessa.
Desahan Kak Lessa kuat sedikit daripada tadi smbil diiringi rengekan manjanya. saya rasa Kak Lessa sudaah mula menikmati permainan ini. “Auw. ” Kak Lessa menjerit kecil akibat genggaman geram jari tangan saya yg sedikit kuat menggenggam jari jemari halus dan runcingnya.
” jgn kuat sangat. sakit. Perlahan lahan sikit ye sayang, banyaak lagii masa. ” Kak Lessa merayu dlamm rengekannya yg semakin manja. batang pelir saya sudaah semakin menggila ditambah pula dgn panggilan pertama sayang Kak Lessa kepada saya.
“Maaf Kak Lessa, geram sangat. tdk tahan. ” Jawab saya perlahan smbil disambut dgn senyuman manis Kak Lessa. Dari gaya dan katanya tadi menandakan bahawa Kak Lessa kini sudaah mula memberikan respon di atas perlakuan saya dan saya sudaah mendapat kelulusan daripadanya utk meneruskan adegan adegan yg seterusnya.
Cerita Sex Janda Gatal Bertudung Tetek Besar
Saya mencium lembut tengkuk Kak Lessa smbil melepaskan genggaman jari jemari kami berdua dan seterusnya tangan kanan saya mula mendaki sedikit ke atas. Ciuman ke tengkuk janda gatal bertudung nii saya teruskan perlahan lahan dan sesekali saya selangi dgn jilatan lidah saya.
“Umph. Argh. ” Desahan dan erangan manja Kak Lessa semakin ketara dan turun naik nafasnya sudaah tdk berapa teratur lagi. Tangan kanan saya mula merayap ke bahagian payudara kanan Kak Lessa.
Saya cume mengusap ngusap lembut payudara tersebut dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Beberapa lama usapan itu saya lakukan, saya mula meramas mesra kedua dua payudara dari luar bajunya smbil tangan kiri saya masih lagii merangkul mantap tubuh Kak Lessa.
Tengkuk dan leher di bahagian kanan Kak Lessa sudaah habis dibasahi dgn air liur saya ketika itu. Ternyata tetek kak Lessa yg selama ini amat amat saya idamkan masih tetap segar, tetap mengkal, tetap kenyal seperti mana yg saya bayangkan selama ini.
Tidak keterlaluan saya katakan bahawa kedua dua tetek kak Lessa lebih istimewa daripada yg dimiliki oleh bekas makwe saya sebelum ini. batang pelir saya masih lagii menegang seperti tadi smbil menyucuk nyucuk ke arah alur jubur Kak Lessa.
Tangan kiri saya melepaskan rangkulan saya ke arah tubuh janda gatal bertudung nii smbil mencari cari butang baju Kak Lessa. saya mengalihkan kepala saya ke bahagian kiri kepala Kak Lessa pula utk bermain main di tengkuk dan leher Kak Lessa di bahagian itu pula.
Kak Lessa menyelak rambutnya yg menutupi sebahagian kiri wajahnya dan sekaligus memberi petanda kepada saya bahawa Kak Lessa sudaah merelakan 80 peratus utk tubuhnya saya nikmati. Desahan dan erangan manja Kak Lessa tiada putusnya lagi.
Kak Lessa kini sudaah berada separuh daripada alam kenikmatan seks. sambil menjilat diselangi menciumi leher, tengkuk dan pipinya, tangan kiri saya sudaah aktif membuka satu persatu butang baju Kak Lessa sehingga kini bahagian depan Kak Lessa sudaah habis terdedah.
Hnya yg masih menutup tubuhnya ialah branya yg secara tdk langsung menambahkan lagii keghairahan nafsu syahwatku. Kedua dua tangan saya menyeluk dari bahagian bawah bra Kak Lessa utk saya merasai kehangatan tetek besar nya tanpa sebarang lapisan.
Erangan dan desahan Kak Lessa kini semakin kuat apabila kulit tangan saya sudaah bersentuhan dgn kulit tetek besar janda gatal bertudung nie. Kekenyalan dan kemengkalan tetek besar nya membuatkan saya tdk jemu jemu meramas ramas akannya.
Kedua dua tangan Kak Lessa sudaah mengejang kuat dgn jari jemarinya meramas ramas peha saya. dalam meramas ramas itu saya gunakan mama jari dan jari tengah kedua dua tangan saya utk menggentel gentel kedua dua putting tetek besar nya perlahan lahan.
Sesekali Kak Lessa mengelinjangkan badannya diiringi dgn erangannya yg sedikit kuat. janda gatal bertudung nii menggerakkan sedikit badannya ke hadapan smbil tangannya terus membuka baju kemejanya yg mana butangnya sudaah sedia saya tanggalkan tadi.
Kak Lessa memimpin kedua tanganku ke bahagian belakang badannya dan dituju terus ke kancing branya. Rupa rupanya Kak Lessa nak saya membukakan kancing branya. Erotik sungguh keadaan kami berdua ketika itu.
Saya lurutkan tali bra yg tersangkut di bahunya perlahan lahan dan seterusnya saya tarik terus bra Kak Lessa dari menutupi tetek besar janda gatal bertudung nie. saya campakkan bra dan baju janda gatal bertudung nie ke meja kecil di tepi katil smbil saya sendiri menanggalkan baju saya.
Kini tubuh kami berdua sudaah tdk ditutupi apa apa lagii bermula dari bahagian pinggang ke atas. Tangan saya mengelus perlahan lahan bahagian belakang tubuh Kak Lessa yg putih bersih serta halus kulitnya itu.
Kemudian Kak Lessa menyandarkan kembali tubuhnya ke arah badan saya. Kak Lessa memalingkan sedikit kepalanya kepada saya smbil tersenyum manis. Kak Lessa berbisik kepada saya, “Sayang. dahh lama sangat Lessa idamkan saat saat seperti ini dgn Herji. Teruskan dgn perlahan lahan ye Sayang. Lessa relakan segalanya utk Herji. Sedap sayang. ” Kak Lessa sudaah tdk membahasakan dirinya sebagai Kak Lessa lagii dan mula memanggil saya dgn gelaran sayang pula.
Waduh. nikmatnya suasana ketika itu! Rupa rupanya Kak Lessa sendiri pun mempunyai hajat dan niat yg sama seperti saya selama ini. Bertuah btl saya rasa krn kini saya tahu bahawa saya tdk lagii bertepuk sebelah tangan saja.
“Herji pun macam Lessa juga, dahh lama sangat menunggu peluang semacam nii Lessa, cume takut takut sahaja mahu mintak. ” Bisik balas saya kepada Kak Lessa utk membangkitkan lagii kehangatan suasana.
“Kalau macam itu, sekarang kami berdua dahh dapat satu sama lain, jgn sia siakan peluang yg ada nii sayang. Lessa dahh tdk sabar lagii sayang. ” Balas semula Kak Lessa smbil tangannya mengangkat kedua tanganku dan diletakkan dibahagian tetek besar nya semula.
Kak Lessa nak tetek besar nya diramas ramas oleh saya seperti mana yg saya lakukan tadi. Desahan dan erangan Kak Lessa kembali menguasai gegendang telinga saya kini. saya membetulkan kedudukanku smbil merebahkan baju janda gatal bertudung nie di atas katil.
Saya duduk di sebelah kanan Kak Lessa yg matanya masih terpejam khayal. saya tatap sepuas puasnya tetek kak Lessa yg sederhana besar itu dan yg selama ini terlalu saya idamkan.
Kedua dua tetek kak Lessa masih lagii segar mekar tergantung megah di dadanya. Masih indah seperti anak dara rupanya. sambil itu kedua dua tanganku masih terus merayap dan meramas ramas lembut tetek besar nya.
Sesekali rayapan dan ramasan saya diselangi dgn gentelan ke arah puting tetek besar nya yg merah kehitaman itu. Kak Lessa terus mendesah smbil sesekali melentingkan badannya menahan kenikmatan permainan tangan dan jari saya.
Stlah beberapa minit berkeadaan begituu , tangan kanan saya perlahan lahan turun ke lembah nikmatnya. Tangan kiri saya masih meneruskan aksi aksi di bahagian tetek besar nya sementara tangan sebelah lagii membelai dan menggosok gosok mesra daerah lubang cipap janda gatal bertudung nie.
Kak Lessa masih seperti tadi lagi, terpejam matanya smbil mengerang dan mendesah dgn penuh nikmat. Tiada sebarang halangan utk saya meneruskan aksi aksi yg seterusnya. saya menanggalkan butang dan zip seluar Kak Lessa dan seterusnya menanggalkan terus seluar itu perlahan lahan.
Kini tubuh Kak Lessa cume ditutupi dgn seluar dalamnya yg nipis saja. saya dapati seluar dlamm Kak Lessa kini telah habis basah dgn air mazinya. saya terus mengusap usap dan membelai belai mesra bahagian yg basah itu.
Janda gatal bertudung nii terus mengerang manja dgn tangan kanannya kini sudaah mula merayap rayap di bahagian luar batang pelir saya smbil tangan kirinya meremas remas kain cadar tilam.
Dgn lentingan dan erangan erangan yg bnr benar mengasyikkan saya, baju janda gatal bertudung nie kini berada dlamm keadaan yg amat menggiurkan sekali. Kini saya menanggalkan pula seluar dlamm Kak Lessa. Maka, dgn cahaya kesiangan yg cume dilindungi langsir bilik saya, saya dapat melihat dgn sejelas jelasnya tubuh bogel janda gatal bertudung nie.
Tubuh yg selama ini cume menjadi objek dan bayangan masturbasi saya kini sudaah berada btl betul di hadapan mataku tanpa seurat benang pun dan dgn penuh kerelaannya, sedia utk diterokai dan dijelajahi sebebasnya oleh saya.
Tubuh janda gatal bertudung nii gebu, berkulit putih dan bersih itu membuatkan saya terlalu asyik menatapnya dan merayapkan kedua dua tanganku ke setiap inci tubuhnya itu. Walaupun hakikatnya Kak Lessa adalah seorang janda yg beranak dua, tettapi saya rasakan Kak Lessa bagaikan seorang anak dara yg masih suci tanpa belum pernah disentuhi lagi.
Malah terus terang saya katakan bahawa bekas makwe saya yg lebih muda dari saya dulu pun tdk sehebat Kak Lessa. sambil membelai belai mesra tubuh Kak Lessa, saya masih lagii asyik menatap tubuh bogel yg mempunyai wajah yg cantik, berkulit putih lagii halus, payudara dgn putingnya yg masih lagii segar mekar, peha yg putih melepak serta gebu, perut yg masih belum timbul lagii tanda tanda buncit, pinggangnya yg masih ramping dan lembah nikmatnya yg diselaputi bulu bulu halus yg mana lurah cipap janda gatal bertudung nie masih lagii kemerah merahan.
“Sayang, bukakan la seluar tu. Malu la Lessa, bogel sorang sorang je. Lessa pun mahu tengok dan pegang sayang punya. ” Kak Lessa merengek rengek meminta smbil tersenyum menggoda.
Saya pun dgn tanpa rasa segan silu terus membukakan seluar saya sehingga kini kami berdua sudaah bertelanjang bulat. Tiada seurat benang pun lagii yg membataskan penglihatan dan pergerakan kami berdua.
Saya duduk kembali ke posisi tadi. Kak Lessa tersenyum ke arah saya smbil tangan kanannya terus menyambut smbil terus mengusap usap mesra batang pelir saya yg sedari tadi sudaah terpacak tegak.
Kini batang pelir saya yg sedari tadi kelemasan di dlamm seluar pendek saya sudaah terlepas bebas smbil menanti masa utk menjolok pantat janda gatal bertudung nii sebentar lagi. batang pelir saya bnr benar seronok krn ia kini sdang dibelai dan diusap mesra oleh tangan tangan halus yg selama ini cume menjadi bayangan utk dia memuntahkan air nikmatnya.
“Sayang. dasyatnya sayang punya pedang ni. dah la panjang, besar dan keras pulak tu. ” Bisik Kak Lessa tersenyum bahagia smbil tangannya menggenggam kuat batang pelir saya. saya membalas senyuman Kak Lessa smbil berkata, “Rasa rasanya Lessa bolehh terima ke saiz Herji punya ni. Agak agak macamana? Sedap ke tdk sedap saiz macam ni? ” “Selama nii yg Lessa rasa kecil dari nii pun sedap. Inikan pulak kalau saiz macam sayang punya ni, mesti la lagii sedap kan. Kalau mahu sedap lagii kena buat lama lama ye sayang? ” Kata kata Kak Lessa seolah membandingkan saiz batang pelir saya dgn bekas suaminya dulu.
Kak Lessa kini menaruh harapan yg besar kepada saya dan saya berjanji utk tdk mensia siakan harapan janda gatal bertudung yg tinggi menggunung itu. Perlahan lahan saya menindih tubuh janda gatal bertudung nie.
Tangan kanan saya dan Kak Lessa mula merangkul tengkuk pasangan masing masing. Tangan kiri Kak Lessa pula memeluk pinggang saya. Kini tetek janda gatal bertudung nii melekap mesra di bahagian dada saya pula.
Tetek janda gatal bertudung nie yg berombak kuat itu membuatkan tetek besar nya menolak nolak dada saya. Muka kami saling bertemu kini smbil mata kami merenung lembut antara satu sama lain.
Kak Lessa tersenyum manja. dia menutupkan matanya smbil mulutnya dibiarkan sedikit ternganga. saya merapatkan bibir saya ke bibir Kak Lessa yg masih bergincu merah menggoda. Perlahan lahan saya menghulurkan lidah saya ke dlamm mulut Kak Lessa.
Janda gatal bertudung nie menyambut huluran lidahku dgn penuh rela smbil terus mengulum ngulum lidah saya. Beberapa ketika kemudian mgkin krn keletihan, Kak Lessa berhenti mengulum lidah saya sementara saya belum menarik lagii lidahku keluar dari mulutnya.
Saya terus memainkan lidahku bebas di dlamm mulut janda gatal bertudung nie sehingga dapat saya mencapai lelangitnya. Kak Lessa lemas dlamm kenikmatan smbil tangan kanannya masih kuat merangkul tengkuk saya. Lama kami dlamm keadaan begituu dan sesekali Kak Lessa pula menghulurkan lidahnya ke dlamm mulut saya.
Kemudian saya melepaskan mulut saya dari mulut Kak Lessa. “Ouh. ” Kak Lessa melepaskan keluhan nikmatnya. Kini saya arahkan pula lidah dan mulut saya ke bahagian leher dan telinga Kak Lessa.
Ciuman, jilatan dan hisapan silih berganti saya lakukan di bahagian tersebut dgn penuh romantik. Kak Lessa terus memejamkan matanya smbil tdk putus putus mengerang, merengek dan mendesah penuh ghairah.
Turun naik nafas Kak Lessa kini sudaah tdk teratur lagi. Puas di daerah itu, saya turunkan badan saya perlahan lahan dlamm keadaan mulut saya masih terus melekap kuat ke bahagian bahagian tubuh badan Kak Lessa.
Saya berhenti bila sampai di bahagian tetek besar nya. Perlahan lahan saya meramas ramas kedua dua belah tetek kak Lessa smbil saya merenung wajah Kak Lessa. Kak Lessa cume tersenyum memandang saya smbil memejamkan semula matanya.
Tangan Kak Lessa membelai belai mesra rambut saya. saya mula mencium tetek janda gatal bertudung nii perlahan lahan bermula dari bahagian pangkal hingga ke puncak yg mana terletak sebuah busut kecil yg bakal saya nyonyot dan saya gigit gigit sebentar je lagi.
Ciuman saya teruskan keseluruh bahagian tetek besar nya kiri dan kanan. Selesai mencium saya mula menyedut smbil menggigit gigit perlahan pula kedua dua belah tetek kak Lessa yg bnr benar membahagiakan saya pagi itu.
Cerita lucah Janda Gatal Bertudung Tetek Besar
Kedua dua tangan Kak Lessa meremas kuat kepala dan rambut saya smbil badannya terangkat angkat mengelinjang. “Argh. Umph. Sayang. ” begitu lah bunyi erangan dan rengekan manja Kak Lessa yg tiada berpenghujung.
Sampai je mulutku di puting tetek kak Lessa, saya terus mencium cium, mengulum ngulum, menyedut nyedut dan sesekali menggigit gigit putingnya itu silih berganti, kiri dan kanan. saya lakukan aksi aksi itu di bahagian tetek kak Lessa dlamm jangka masa yg lama sebab dahh terlalu lama saya bnr benar geramkan bahagian itu.
Kak Lessa terus membiarkan perbuatan saya itu krn mgkin dia jugak bnr benar menikmatinya. stlah terlalu lama saya mengerjakan tetek kak Lessa dan sesudah terlalu banyaak bekas bekas gigitan asmara yg saya tinggalkan di situ, lalu saya bangun dan saya titfuck payudara besar nikmat itu, selepas 10 menit lalu saya turunkan lagii badan saya dlamm keadaan merangkak smbil ciuman tetap saya teruskan di bahagian perut, pinggang dan pangkal pehanya.
“Urgh. Argh. Sedap. ” Kak Lessa meneruskan lagii rengekan rengekannya yg bnr benar menggoda diselangi dgn kegelin jgn tubuh badannya. Sampai di bahagian lembah nikmatnya, saya terhenti seketika. saya angkatkan sedikit kedua dua belah peha janda gatal bertudung nie dan kini Kak Lessa sudaah mengangkangi saya.
Saya melihat ke arah wajah Kak Lessa dlamm keadaan saya yg bgitu. tetek kak Lessa yg masih lagii terpacak tegak di dadanya sama seperti tadi, membuat wajah Kak Lessa sedikit terlindung.
Tetaapi saya dapat melihat turun naik dada janda gatal bertudung nii menandakan dia masih lagii khayal di alam kenikmatan smbil matanya masih lagii terpejam. Kak Lessa mengangkangkan kakinya dgn keadaan kedua dua pehanya diangkat sedikit tanda memberikan keizinan kepada saya utk melakukan apa je yg nak saya lakukan.
Perlahan lahan jari jari tangan kiri saya membelai mesra lurah pantat Kak Lessa smbil tangan kananku dirayapkan ke bahagian tetek kak Lessa. Tangan kanan saya meramas ramas payudara dan menggentel gentel puting tetek janda gatal bertudung nii berselang seli.
Saya mencium mesra lurah pantat nya berkali kali. Kemudian saya menjilat pula ke seluruh daerah nikmat tersebut dgn lahap dan saya mula menikmati lelehan air mazi Kak Lessa. Jilatan dan ciuman saya terus bertalu talu saya tujukan ke daerah itu.
“Argh. Urgh. Sayang. ” Erangan Kak Lessa tdk keruan diiringi dgn lentingan lentingan badannya.
Biggest
Bigger
Selepas panggilan telefon Abang Ahmad ditutup, Liza terbaring lemah di katil, badannya masih menggigil sisa orgasme yang kuat. Air mata mengalir perlahan di sudut matanya, tapi nafasnya masih berat dan penuh nafsu. Farajnya berdenyut kuat, cairan pekat masih melekit di paha dalam dan cadar.
Zamri naik perlahan ke atas badan Liza, badannya yang tegap menindih Liza dengan lembut supaya tak menekan perut. Batangnya yang keras dan tebal Di celah di paha Liza, kepala zakarnya sudah basah dengan air mani sendiri.
“Zamri…” bisik Liza dengan suara pecah, campuran bersalah dan keinginan. “Saya rasa sangat jahat… Abang mad telefon risau pasal saya, tapi saya… saya sedang beromen dengan awak.......”
Zamri cium dahi Liza dengan lembut, kemudian turun ke bibirnya. Ciuman mereka dalam dan basah, lidah Zamri yang masih berbau cairan Liza bercampur dengan lidah Liza. Tangan Zamri mengusap sisi tetek Liza yang besar dan jari dia menggentel puting yang masih keras dan sensitif.
“Rasa bersalah tu buat awak lagi basah kan?” bisik Zamri di telinga Liza sambil gigit cuping telinga dengan lembut. “Saya suka awak terangsang masa Abang mad tellefon. Faraj awak mengepit jari saya macam tak nak lepaskan.”
Liza mengeluh panjang, pinggulnya menggeliat perlahan di bawah Zamri. “Ya… saya tak boleh nafikan. Masa Abang mad cakap ‘Sayang, jaga anak kita’, saya sedang… ahh… sedang terpancut kat muka awak. Saya rasa macam perempuan murahan… tapi badan saya tak nak berhenti.”
Zamri tersenyum nakal. Dia angkat pinggul Liza sikit, letak bantal kecil di bawah punggung Liza supaya farajnya terangkat lebih tinggi. Batangnya yang tebal digosok-gosok perlahan di celah faraj Liza yang licin dan panas, kepala zakarnya menekan klitoris yang masih bengkak.
Liza menggigil lagi. “Zamri… masukkan… tapi pelan ya……”
Zamri tekan pinggulnya perlahan. Kepala batangnya yang besar masuk dengan bunyi licin “plop”, meregangkan dinding faraj Liza yang ketat walaupun sudah basah banjir. Liza menggigit bibir kuat, tangannya mencengkam lengan Zamri.
“Uhh… besar… padat sangat…” desah Liza, matanya separuh tertutup.
Zamri masuk perlahan sampai separuh, kemudian berhenti sekejap supaya Liza dapat membiasakan dengan batang yang baru. Dia condong ke depan, hisap puting kiri Liza dengan rakus sambil pinggulnya mula gerak perlahan, keluar masuk dengan irama dalam dan sensual. Setiap kali dia masuk dalam, bunyi basah “plok… plok…” perlahan kedengaran.
Liza memeluk leher Zamri, kakinya melilit pinggang Zamri. “Ahh… Zamri… dalamnya.....… tapi pelan… saya rasa awak tolak jauh sangat…”
Zamri gerakkan pinggulnya dengan lebih mantap, batangnya keluar masuk hampir keseluruhan sekarang. Dia bisik di telinga Liza sambil terus menghentak perlahan tapi kuat:
“Bayangkan kalau Abang Ahmad tahu… isterinya yang cantik dan mengandung ni sedang memantat dengan jiran sebelah rumah setiap malam…”
Liza mengeluh kuat, farajnya mengepit batang Zamri. “Jangan cakap macam tu… ahh… tapi… kenapa buat saya stim lagi…”
Zamri lajukan sedikit iramanya, tangan kirinya mengurut tetek Liza yang bergoyang setiap kali dia hentak. Puting Liza basah dengan air liur Zamri.
Liza mula merengek lebih kuat, “Zamri… saya nak keluar lagi… jangan berhenti… lebih laju sikit… ahh… ya macam tu…”
Zamri tak tahan lama. Dia pegang pinggul Liza kuat, menghentak dengan irama yang lebih dalam dan laju. Bunyi daging berlaga semakin kuat dan basah. Liza menjerit kecil, badannya menggigil hebat kali kedua.
“Zamri… saya keluar… ahhhhh!!”
Faraj Liza mengejang kuat di sekeliling batang Zamri. Cairannya memercik lagi, membasahi batang Zamri dan peha mereka berdua. Zamri tak dapat tahan lagi, dia tolak batangnya sampai ke pangkal dan pancutan panas di dalam faraj Liza, air maninya yang banyak memenuhi pantat Liza dengan denyutan kuat.
Mereka berdua terbaring lemah, badan masih melekat. Batang Zamri masih separuh di dalam lubang pantat Liza, cairan campuran mereka melekit di celah faraj.
Liza usap perutnya sendiri sambil nafas. Air mata masih ada di sudut mata, tapi dia tersenyum kecil dengan wajah puas.
“Zamri… saya tak tahu lagi macam mana nak berhenti dengan awak… tapi setiap kali habis, saya terus nak lagi…”
Zamri cium bibir Liza lembut. “Kita tak perlu berhenti sekarang. Abang Ahmad shift malam… masih banyak masa lagi.”
Liza pandang Zamri dengan mata yang masih berkaca. “Betul… tapi kali ni awak kena peluk saya dulu. Saya rasa bersalah… tapi saya tak nak awak pergi.”
Mereka berpelukan rapat di katil, badan masih panas dan basah peluh, sambil menikmati detik-detik selepas itu.
Qistina Raisah
Sebelum : Ayu Muslimah
Selepas : Sundal Muslimah
Mia Sara Nasuha.