cherry valley forever

Love Begins

titsay

祝日 / Permanent Vacation
Not today Justin
art blog(derogatory)
trying on a metaphor
One Nice Bug Per Day

No title available
h
Sweet Seals For You, Always
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

JVL
No title available
Misplaced Lens Cap

★
will byers stan first human second
hello vonnie

ellievsbear
🪼
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Costa Rica
seen from United States

seen from Italy

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Netherlands
seen from Ukraine
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
@khasmah
Senin
Malam ini aku pergi ke sebuah Puisi bersama Sabtu dan Minggu. Kami bertiga berjalan beriringan sembari menyanyi berdendang. Sesampainya di persimpangan jalan, kami tersesat. Sabtu telah menghilang dan Minggu lebur dalam kabut. Astaga, Senin menanti di depan mata !
Bosan
Aku menulis karena bosan.
Bingung mau melakukan apa ditengah malam.
Yasudah aku pun menulis.
Atau lagi aku susah tidur.
Layar laptop atau smartphone akan jadi teman.
Jemari mengetik pelan kata-kata yang terlintas.
Tulisan ku tak semua soal aku.
Tak semua juga tentang dia.
Karena di kepala ku ada banyak cerita.
Dan banyak keresahan.
Jadi jika tulisanku acak.
Terkadang soal ini, besoknya soal itu.
Maafkan.
Dan jika terasa hambar.
Maafkan juga.
Sebab tulisan itu berasal dari penulis amatiran seperti aku
Rindu
Rindu kadang menyerupai penculik yang menyekapku di ruang sempit dan pengap. Memaksaku memeriksa handphone setiap detiknya untuk memastikan ada yang mau menyelamatkanku atau membiarkanku terbunuh.
Di ruang sempit dan pengap.
Pengap sekali.
Luka
Tentang luka yang tak bisa aku jumpai lagi.
untuk sebagian orang menghindari luka.
Namun aku sekarang lagi ingin menyapa luka.
Kenapa?.
Karena aku rindu menuliskan sajak-sajak tentang luka.
Jadi
Bisahakan kau setidaknya malam ini mematahkan hati ini?.
Atau aku langsung meminta Tuhan saja mematahkannya??.
Sebab patah hati, bukan hanya soal luka.
Tapi soal sajak.
Dan juga tentang cara lebih dekat dengan Tuhan.
Serpihan
"hey kau sdng apa?"tanyaku
"Sedang mengutip serpihan kertas"jawabnya.
"Utk apa?"tanyaku lagi
"Utk ku susun lgi, biar ak bisa sedikit mengenang ingatan tentang nya yang sudah memudar"jelasnya.
"Kau ingin terjebak lagi?"tanyaku lagi.
"Tidak"jawabnya singkat.
"Ingat, masa lalu tak bisa diulang dan masa depan tak bisa dipastikan"cetusku
"Ya karena masa depan itu tidak pasti, yasudah bisa saja seseorang yang kita anggap masa lalu itu, bisa jadi hadir lagi dimasa depan"jelasnya tersenyum.
"Terserah kau saja, tapi jika kau butuh seseorang utk menyadarkan kau kembali, panggil aku, siap meninju atau menamparmu, agar sadar dari mabuk dan pulang ke rumah"cetusku
Media Sosial
Semenjak kehadiran media sosial, terlebih semenjak fitur story dimunculkan, hidup kita menjadi semacam ajang pelaporan. Segala hal yang sedang kita lakukan, kita makan, kita masak, kita pikirkan, kita rapatkan, hingga hal-hal yang sedang kita risaukan, semuanya kita laporkan. Bahkan tak jarang pula kita menggunakan fitur live untuk melaporkan setiap kegiatan yang kita lalui. Seolah hal ini merupakan suatu kewajiban yang harus kita tunaikan. Seolah orang-orang di luar sana juga memiliki keharusan untuk mengetahui setiap kegiatan yang sedang kita jalani. Sebuah kegiatan yang mungkin menurut kita adalah sesuatu yang penting untuk orang-orang ketahui, padahal belum tentu menurut orang lain.
Then, what for?
Hal ini justru akan membuat kita terjebak pada standar penilaian menurut orang lain yang tidak akan ada habisnya. Bahkan, tidak akan pernah bisa kita capai. Sebuah standar penilaian semu yang membuat kita sibuk membohongi diri dan menimang-nimang hal menyenangkan apa saja yang ingin kita tampilkan setiap harinya. Sebuah standar penilaian semu yang seringkali membuat kita lupa pada standar penilaian wajib yang seharusnya lebih kita utamakan dari yang lainnya, yaitu standar penilaian menurut-Nya. Menurut Dia, Dzat yang tidak pernah melupakan kita.
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.
(Ali bin Abi Thalib)
Hujan dan Penggemarnya
Dijalanan padat hujan sedang menggelar konsernya
Orang orang sibuk jadi pembenci hujan seketika.
Mereka memaki dan kadang menyumpahi.
Dijalanan lain orang orang tengah riang gembira menyambut hujan.
Mereka bahkan membasahi seluruh tubuhnya dengan tetesan hujan.
Kata mereka. "Tetesan hujan adalah tanda bahwa langit merindukan bumi".
Ditempat lain terduduk seseorang tengah ketakutan menghadapi hujan.
Hujan dengan gemuruh petirnya. Yah sudahlah.
Hujan pun punya penggemarnya masing masing.
Batas
Terlepas dari seberapa dekat kita
Kau pun tau batas tetap ada
Entah kamu yang membuatnya
Atau kita yang ciptakan bersama
Sesungguhnya rahasia tetap rahasia bagiku
bagimu dan bagi kita
Kau jaga perihmu
Ku simpan pedihku
Rahasia tetap diam jadi rahasia
Terlepas dari seberapa dekat kita
Hidup itu perkara di tinggalkan atau meninggalkan. Mana yang akan kau pilih ?? Itu terserah mu.
Tuhan juga menciptakan kita bukan untuk selalu mencari keramaian hingga melupakan rasa nya sepi, namun Tuhan menciptakan keramaian untuk kau belajar banyak dan sebagai bekal nanti ketika kau mesti harus menikmati sepi.
Teruntuk yang tengah patah hati, tak perlu risau. Seseorang pernah berkata pada ku bahwa patah hati itu jalan terbaik menuju Tuhan.
Mencintai adalah untuk mencapai Tuhan. Jika dengan cinta aku tidak menemukan apa-apa, lalu dengan patah hati yang bagaimana lagi Engkau layak aku jumpai?
Doa mogok berkerja
Doa-doa kini mogok bekerja. mereka bosan kepada manusia yang selalu ingat Tuhan kalau kepepet saja.
doa-doa marah kepada manusia. kadang mereka memakluminya, sebab manusia adalah tempatnya lupa dan kesalahan berkumpul bersama.
“Dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan menangkan kami, karena jika Engkau tidak menangkan kami khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu” seorang wanita sedang khusyuk memanjatkan puisi doanya.
“apa? Kau inginkan kemenangan? Boleh saja kau inginkan kemenangan, kemenangan dari apa yang ingin kau raih dengan memaksa Tuhan-mu? lagian Tuhan tak akan rugi bila kau tidak menyembahNya, yang rugi itu kau, kau tidak akan mendapatkan rahmat-Nya nanti .” wanita itu mendengar itu sebagai jawaban, namun suaranya samar-samar.
entah itu suara apa, entah siapa. yang jelas doa-doa yakin tidak menjawab doa pengangguran itu, sebab mereka sedang cuti bekerja.
Puan
Suatu hari, aku melihat puan itu sedang bersama kekasihnya, tertawa berdua, tapi pancaran matanya berbeda, ia tak bahagia, seperti ada kepiluan dalam matanya. Apa kekasihnya itu tak menyadarinya? Bukankah mata tak pernah menyimpan kebohongan?
Di kemudian hari aku kembali melihat puan lagi. Bersama pria lain, jelas bukan kekasihnya, mereka hanya diam, tak ada yang mengeluarkan patahan kata. Dari jauh aku melihat, sinar mata puan itu, sinar mata bahagia. Mungkin dalam diam, keduanya berbahasa, menyampaikan rasa dengan sedikit asa. Entahlah, mungkin itu cara mereka saling mencinta.
Lantas, aku dalam hati bertanya, siapa yang di cintai itu? Kekasihnya yang tertawa dengannya atau pria itu yang menyimpan kesedihan bersama?
Semoga, puan itu menyadari, bahwa ia sedang menentukan bahagia untuk dua orang yang berbeda.
Senja tak lagi istimewa. Senja, harusnya tempat orang-orang yang terluka bernaung, kini terlalu ramai. Tempat orang-orang yang ingin membuka hatinya, kini terlalu nyaring. Kini orang-orang berbondong-bondong ingin mengambil sepotong untuk pacar. Senja, bersama kopi dan hujan, kini adalah barang dagangan. Sementara aku, dengan liciknya, ingin mengurung senja hanya untuk diriku sendiri.
Lalu
Ini masih tentang perempuan bernama Lalu, yang senang bersembunyi dibalik puisi - puisiku. Sebuah pesan “Hai” mampu membuatku lupa kalau aku sedang berusaha untuk mengabaikannya, bagaimanapun juga aku tidak ingin dicari ketika dia merasa kesepian saja. Tapi sekali lagi, rasanya sulit untuk mendiamkan pesannya. Lucunya, Dia selalu bisa membuatku menunggu, membuat pesan yang kukirimkan padanya seolah belum dibaca, sementara kulihat story-nya seharian penuh dengan keceriaan yang dibuat-buat. Aku ingin tahu, setelah aku pergi akankah dia bisa tersenyum lagi ? aku sedang memikirkan cara untuk pergi tanpa membuatnya terluka, tanpa membuatnya merasa bersalah, tanpa membuatnya repot-repot untuk mencariku lagi.
Seharusnya ...
Seharusnya udara Desember mampu mengubah suasana hati kita jadi lebih hangat. Sehingga siapa saja bisa merasakan nyaman di dekat kita.
Seharusnya ricik air Desember mampu membuat kita melek terjaga, bahwa kita sudah terlalu jauh melangkah sehingga ada yang terinjak dan kita tak menyadarinya.
Seharusnya perjalanan melelahkan Desember membuat kita belajar bukan malah semakin kurang ajar.
Seharusnya…..
Rahasia
Aku takut kegelapan, namun aku lebih takut dalam keramaian.
Aku suka kesunyian, namun aku lebih suka dalam kebahagiaan.
Aku suka warna hitam, namun merah muda lebih mampu menggodaku untuk tertawa.
Aku suka dirimu, namun untuk bersama, kita masih belum bisa.
karena semesta selalu menyimpan
RAHASIA
November, 2016
"Rindu bila kita boleh ketemu?"ujarnya. "Mari sini, aku tunggu tempat biasa ya. kupesankan kopi kesukaanmu"ujarku. "Janji kamu datang ya? Jangan lewat seperti sebelum. Kopinya dua, untukmu juga"ujarnya. "insyaallah, iya aku pesan dua. kamu kopinya pahitkan?"tanyaku. "Pahit tanpa gula. Seperti pahitnya hidupku jika kamu tiada. Tapi sekarang akan hilang pahitnya sampai ketemu nanti"jelasnya. "Tapi buktinya sekarang aku ada, mungkin kalau sudah ketemu kopimu akan terasa lebih manis"jelasku. "Ha, kalau kamu mau tahu, manis ada kamu & manisnya kopi dua perkara beda. Sepertinya aku lebih memilih manis ada kamu dari kopiku"jelasnya lgi. "Haha, terus kamu pilih kopi atau aku?"tanyaku. "Dua dua juga masih istimewa. Mungkin belum bisa buat pilihan tepatttttt"jawabnya. "Oya aku paham, pilihan tepat kamu DIA hahaha"ujarku tertawa. "Aah udah jangan bahas dia, udah dulu, aku mau siap-siap"ujarnya. "Kemana?"tanyaku. "Bongak, ketemu kamu lah"jawabnya kesal. "Oo iya, dandan nya jangan berlebihan ya haha"candaku. "Aman, kamu tau kan aku gimana"ujarnya. "Oke, See you Lu,"ujarku sembari mematikan telpon.