sendiri
sampai saat ini, rasaya kehidupanku hanya berputar dalam depresi yang hanya aku tahu. sampai saat ini, teman sejatiku yang mendengar semua pertanyaan penuh beban sebelum tidur, hanya bantal dan telingaku saja. mata ini sudah kering dan rasanya lelah untuk mengeluarkan tetessan-tetesan baru yang hanya menjadi kerak pada pipiku saat bangn tidur, menemani liur yang mebuat coraknya sendiri ketika mimpi sedang berjalan. baru-baru ini kusadari, semua pencapaiannku dimulai dengan alasan yang sangat reeh, perempuan. hampir semua pencapaianku yang memiliki signifansi dalam hidupku hanya untuk mebuat perempuan yang aku suka untuk sedikit melihatku, melirik pun aku sudah bahagia. alas semua usahaku tak berbuah ketika melihat alaasn awalku, walaupun memang yang aku usahakan berhasil. akan tetapi, itu semua hanyalah facade belaka.
aku setuju dengan semua ahli yang mengatakan generasiku sebagian besar adalah generasi yang dipenuhi dengan orang-orang yang bodoh, gagal, dibayar murah, dan penuh dengan masalah mental. mulai yang dianggap sebagai hal yang lumrah dewasa ini, sampai hal-hal yang makin membingungkan generasi yang lebih tua, bahkan dalam beberapa kesempatan, generasi yang lebih muda. karena aku, sedikit banyak merasakan hal yang sama. ini uakn efek looking-glass, tapi memang itu yang aku rasakan saat ini.
dalam keseharianku, orang akan lebih banyak menyaksikan diriku yang memakai topeng penuh dengan tawa dan perwakan yang cceria setiap saat. orang yang dapat menjadi teman bagi semua orang. namun, mereka tidak tahu. itu semua hanya usahaku untuk tidak lagi merasakan hal pahit yang aku alami dulu kala. usahaku unutk tidak mengalami kesendirian yang pahit. walaupun, sejatinya aku kini sudah berteman dengan kesendirianku. sudah berteman dengan kegelapan yang dulu menyulubungikua dan memisahkan emosiku dengan raga yang kini menjadi tubuhku unutk melewati hari-hari yang penuh dengan topeng. aku tidak mengatakna topengku sebuah kebohongan, aku mengatakan bahwa topengku adalah bentuk pertahanan diiku terhadap kesendirian yang kadang gemar merayap dari tempat yang sudah kusiapkan di lubuk hatiku terdalam. bahkan sudah kuberikan emosiku yang tersembunyi untuk menemaninya agar ia betah di sana dan tidak menyeruak ke luar mengunjungiku di alam nyata, di alam sadarku.
luapan ini bukanlah usaha perwujudan eksistensi diriku kepada penghuni dunia maya yang sekan-akan sudah menjadi nyata bagi sebagian orang. dan jangan pernah kau yang membaca tulisan ini untuk mengasihaniku, atau bahkan berempati dan berusaha memberikan sebagian rasamu padaku. jangan. pernah. lakukan. itu. kepadaku. ini hanya sebatas luapan kepada diriku. selagi emnghabiskan waktuku yang kini sudah kusia-siakan. selamat tinggal. selamat jalan







