Keni
$LAYYYTER
One Nice Bug Per Day
Cosimo Galluzzi
I'd rather be in outer space 🛸

No title available
will byers stan first human second
dirt enthusiast

@theartofmadeline

Love Begins
tumblr dot com
YOU ARE THE REASON
we're not kids anymore.
Show & Tell

Discoholic 🪩
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin
No title available
🪼
Mike Driver

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from T1
seen from Egypt
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Canada
seen from Germany
seen from United States

seen from Egypt

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Italy

seen from United States
@kosatkeset
Jika ada sesuatu hal, cobalah ukur kadar pentingnya. Jika tidak penting, maka tinggalkanlah.
M. Quraish Shihab (via kuntawiaji)
#Tertohok masih banyak peer. 🙂
KITA SAMA-SAMA BELAJAR
Aku dan kamu duduk berdua di sebuah mesjid, dihalangi oleh sebuah penghalang, tidak menghalangi suaramu untuk kudengar, hanya menghalangi wajahku untuk kau pandang. Aku ditemani oleh kakakku , dan kau ditemani oleh guru mengajimu. Aku tahu kita berbicara berempat, namun ini adalah tentang aku dan kamu, mereka hanya mengantar kita, kepada apa yang orang-orang biasa bilang taaruf.
Jawabanmu selalu tak berubah ketika aku menyatakan tentang hal-hal yang tak aku bisa.
“Apakah kau mau, bersama aku yang tak bisa memasak?”
Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”
“Apakah kau mau, bersama aku yang tak paham bagaimana cara mengurus anak?”
Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”
“Apakah kau mau, bersama aku yang tidak mau bersih-bersih?”
Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”
“Apakah kau mau, bersama aku yang tak paham bagaimana cara menjadi istri yang baik.”
Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”
Aku heran, semua kekuranganku, seolah bukan masalah bagimu, seolah semua bisa dipelajari. Apakah kamu benar-benar ingin menjadi suami yang tidak menuntut apapun dari seseorang yang akan jadi istrimu kelak?
Lantas kini bergantian, giliran mu untuk bertanya padaku. Aku sudah menyiapkan diri, bersiap atas jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilemparkan pada cerita taaruf yang kawanku telah lewati.
“fyuuh” Suara hela nafas terdengar dari balik hijab ini.
“Dik, apakah kamu mau, setelah menjadi istriku nanti, kita mendalami agama, dan benar-benar menjalaninya dengan baik? Apakah kamu mau, nanti kau menggunakan kerudung yang panjang dan sangat lebar, menutup auratmu secara sempurna? Apakah kamu mau, nanti kau menjaga setiap perkataanmu dari mengomentari segala hal bahkan yang menjengkelkan sekalipun? Apakah kamu mau, menjaga amarahmu dan bersabar setiap ada masalah apapun bahkan itu berat sekalipun? Apakah kamu mau, tidak hidup bermewah-mewahan karena hata kita banyak disedekahkan? Apakah kamu mau, menjalankan ibadah shalat bahkan tanpa meninggalkan Sunnahnya sekalipun? Apakah kamu mau, selalu membasahi bibir kita dengan membaca ayat-ayat Allah dan juga dzikir kepadanya? Apakah kamu mau, bangun di sisa sepertiga malam untuk meminta ampunan kepada Allah SWT? Apakah kamu mau dik?”
Aku terdiam, aku bingung, entah harus menjawab apa. Tidak ada satupun hal yang dia tanyakan, sering aku kerjakan. Aku masih belum menutup aurat dengan sempurna, aku masih sering membicarakan orang, ibadahku masih sering bolong, bersedekah saja aku belum mau besar-besar, bangun subuh saja sering kesiangan. Aku bingung, aku takut mengecewakan dia yang sudah memperjuangkanku. Aku tak pernah memikirkan, tuntutannya begitu berat. Aku tahu orang menikah itu untuk ibadah, tapi aku tak menyangka seberat ini konsekuensinya. Aku takut, aku tak sanggup berubah lebih baik.
Aku masih diam, aku tidak tahu harus berkata apa. Langit masjid sempat hening beberapa saat. Hingga akhirnya kau memecah keheningan ruang masjid itu.
“Dik, tenang saja, aku pun sama, belum bisa melakukan semuanya. Tapi sungguh aku ingin, pernikahan ini membawa kita menjadi lebih baik, mendekatkan kita pada sang pencipta. Aku tak ingin, pernikahan ini hanya bertujuan untuk mempertahankan kebahagiaan dunia.” Ucapmu
“Lalu bagaimana jika sekarang aku memang belum bisa apapun sama sekali?” Aku bertanya
Kau jawab “Tak apa, kita sama-sama belajar”
Aku diam dalam kagum. Mengagumimu yang mau mengajakku belajar, untuk menjadi lebih baik.
KITA SAMA-SAMA BELAJAR Bandung, 22 Januari 2017
Feelsbadman
This dunya is designed to break your heart.
(via the-successor)
Jika mulut kita belum mampu digunakan untuk mendidik, setidaknya jangan kita gunakan untuk menghardik.
(via choqi-isyraqi)
The most attractive qualities in any human being are adab, spiritual sensitivity, and intelligence. Everything else fades away.
(via islamicthinking)
Kadang, ada rasa yang tak bisa begitu saja disuarakan. Ada rindu yang tak boleh diungkapkan. Ada temu yang tak seharusnya ingin dipercepat. Bukan karena apa, tapi memang seharusnya demikian. Setidaknya itu jauh lebih baik.
Hujan Mimpi (via hujanmimpi)
Jangan mematahkan niat baik dengan keraguan. Sudah terlalu banyak kebaikan menguap karena ragu.
Jangan ragu!
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Curcol
Kemarin-kemarin sih udah niat ikhlas dimanapun Terus tiba2 kesel dan gak nerima gitu setelah dapet “bocoran”. Ahhh manusia Ikhlas kalo bagus, gak ikhlas kalo buruk. Padahal yg buruk itu belum tentu gak baik.
Masih gk bisa bayangin kalo udah keluar beneran dalam waktu dekat ini dan harus segera ke sana 🙁😕🙁😕🙁
Ya tuhan, bagaimana jika kelak jodohku tidak lebih baik dariku? | Maka pahala bagimu, untuk mengajarinya agar menjadi lebih baik | Lantas, bagaimana jika kelak jodohku lebih baik dariku? | Maka pahala bagimu, untuk belajar lebih baik dari dirimu sebelumnya.
(via choqi-isyraqi)
How long will I be waiting Until the end of Time I don’t know why I’m still waiting I can’t make you mine
I’m addicted to you.. (via lnfinitelyfucked)
But I want it and I need it I'm addicted to you Now it's over Can't forget what you said And I never wanna do this again Heartbreaker Heartbreaker Heartbreaker
#nyanyi wkwkwkwk
The album that changed my life turned 12 today.
😍😍😍
Officially naik jabatan 🙈🙈🙈
Selanjutnya mengejar cita2 yg lain dan tentu saja cinta #eaaaaaaaaa
Terima kasih akal
Bedakan.. Yang diprioritaskan, Yang diinginkan, Yang didambakan, Yang tak bakal didapatkan Karena sadar, tidak akan mendapatkan semua itu.. Terima kasih akal telah mengingatkan..
Allaah forgives sins no matter how big they are and no matter how many there are.
Shaikh Ibn ‘Uthaimeen, Sifat Salaat-in-Nabee (pp. 49-51)
Terkadang manusia mengenang bukan karena dia rindu, tapi karena tanpa sengaja ada hal yang membuat dia mengingat tanpa aba-aba dahulu
(via gincumerah)