some things I need to remind myself daily tbh
too real
reminder for us all
occasionally subtle
macklin celebrini has autism
sheepfilms

Product Placement

blake kathryn

Game Changer & Make Some Noise

Discoholic 🪩

Jimmy Eat World
The Bowery Presents

Jar Jar Binks Fan Club

ellievsbear
EXPECTATIONS

@theartofmadeline
Phantogram Three

if i look back, i am lost
Interview Vampire Daily
🪼
untitled
Lint Roller? I Barely Know Her
One Nice Bug Per Day

seen from United States
seen from Canada

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Dominican Republic

seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela

seen from Bangladesh
seen from Brazil
seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from Germany
@kotakceritasofidanni
some things I need to remind myself daily tbh
too real
reminder for us all
Mungkin, jauh dalam hati banyak perempuan. Adalah ia ingin jatuh cinta untuk pertama dan terakhir kalinya. Sekali-kalinya saja. Bertemu dengan orang yang tepat lalu berujung pada orang itu. (@alizetia)
Ibu Profesional
“Sebab nasib peradaban berada di tangan para ibu.” (Superb Mother)
Note ini adalah resume seminar pendidikan anak bersama Ibu Septi Peni Wulandari, founder Institut Ibu Profesional. Seminar ini diselenggarakan oleh Muslimah Center Undip di Masjid Kampus Undip pada hari Sabtu, 11 Januari 2014. Selamat menyimak, semoga bermanfaat ya. :)
Keteladanan berbicara lebih keras daripada sekedar kata-kata. Kalo ga salah sih gitu ya bunyi kutipan dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais. Ternyata, begitulah seharusnya pola pendidikan untuk anak-anak. Mengutamakan gerakan yang benar daripada sekedar kata-kata.
Prolog yang disampaikan Ibu Septi Peni Wulandari dalam seminar parentingnya kali ini menjelaskan bahwa ada tiga poin kunci melejitkan potensi anak. Pertama, berupa gerakan atau praktik nyata, bukan sekedar kata-kata. Sebab anak-anak akan lebih banyak meniru daripada mendengarkan. Kedua, hadapilah anak-anak dengan senyuman dan wajah ceria. Pastikan bahwa seorang ibu harus dalam kondisi good mood saat akan berhadapan langsung dengan anak-anak. Jika mood sedang tidak baik, maka menghindarlah dari anak-anak sementara waktu, kemudian kembalilah kepada mereka dalam kondisi yang sudah kembali ceria. Dan ketiga, menjiwai kejiwaan anak-anak. Sebab anak-anak membutuhkan teman bermain yang membuat mereka merasa nyaman.
Di awal materi, beliau pun sempat bercerita sedikit soal proses pernikahannya. Kala itu, sang suami melamar beliau dengan kata-kata,
“Saya ingin nantinya anak-anak saya dididik oleh ibunya, bukan oleh orang lain, sekalipun itu kakek atau neneknya sendiri.”
Nah, gegara “ditembak” pake kalimat itu, Bu Septi rela ga bekerja, padahal saat itu SK PNS beliau sudah turun. Yap, kita tau sendiri gimana perjuangannya mendapatkan SK PNS. Dan pastilah bukan keputusan yang mudah saat beliau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Tapi tekad beliau terlanjur membaja. Beliau memilih mengabdikan diri menjadi pegawai rumah tangga. Wuwuwu, keren dan so sweet bangetlah. Heuheu.
Dor! Hayo, jangan mupeng! Yang penting, persiapan diri aja dulu. :p
Lanjut ya, Temans. Kalo ngobrolin topik pernikahan, bisa kesasar jauh ini nanti isi artikelnya. :D
Di Indonesia, ternyata ibu rumah tangga masih dianggap sebelah mata. Karena label IRT berarti wanita yang ga punya pekerjaan, alias pengangguran. Oleh sebab itu, “karir” sebagai IRT di Indonesia bukan karir yang prestisius, sehingga masih banyak disepelekan.
Nah, ada tips nih dari Bu Septi. Beliau menyampaikan bahwa menjadi IRT bukanlah pekerjaan mudah, meskipun orang-orang masih memandangnya sebelah mata. Bisa dibilang, IRT adalah sebuah profesi yang membutuhkan profesionalitas seorang perempuan dalam mengabdikan dirinya bagi keluarga. Seorang wanita yang memutuskan menjadi IRT harus ada rasa bangga dulu dengan profesinya, sebab hal itulah yang nanti akan membantunya “berkarir” dengan lebih enjoy, tanpa merasa tertekan.
Seven to Seven (7 to 7), Apa Artinya?
Tips dari Bu Septi biar IRT menghargai karirnya sebagai IRT adalah 7 to 7. Maksudnya, menanggalkan baju daster dari jam tujuh pagi sampai jam tujuh malam. Masih belum ngeh ya? Hihi. Jadi gini, Dear. Seorang IRT seharusnya memposisikan dirinya selayaknya wanita karir yang bekerja di kantor. Bedanya, kantor ibu rumah tangga adalah di dalam rumahnya sendiri. Jadi, selayaknya bekerja di kantor, tetaplah berpakaian rapi dan menarik meskipun di dalam rumah sendiri, karena rumah adalah kantor kita nantinya. Kemudian, mungkin perlu juga nih seorang IRT punya kartu nama dengan mencantumkan posisi pekerjaannya sebagai Manajer. Yap, manajer rumah tangga, alias ibu rumah tangga. Tujuannya, biar mindset kita terbiasa bahwa menjadi IRT adalah karir yang prestisius. :)
Membangun Komitmen: Belajar Seumur Hidup
Sebuah keluarga yang masing-masing anggota keluarga memiliki latar belakang pendidikan tinggi seharusnya membangun komitmen di awal perjalanan rumah tangganya. Komitmen itu adalah dengan menanggalkan titel pendidikan anggota keluarga. Bangunlah kesadaran antar anggota keluarga bahwa titel suami/istri/anak yang sesungguhnya adalah almarhum/almarhumah. Jadi, bersiaplah belajar di universitas kehidupan, sebab sekolah formal pun bagian dari siklus kehidupan. Komitmen seperti ini akan membantu anggota keluarga untuk membangun kesadaran bahwa belajar adalah aktivitas seumur hidup, bukan semata-mata lulus, wisuda, mendapat gelar kesarjanaan, kemudian merasa selesailah kewajiban belajar mereka.
Empat Tahapan Menjadi Ibu Profesional
Institut Ibu Profesional yang diprakarsai oleh Ibu Septi Peni Wulandari ini meringkaskan sedikitnya empat kurikulum utama untuk menjadi seorang Ibu Profesional, yaitu:
1. Bunda Sayang
Kompetensi keahlian pada poin ini adalah:
Komunikasi jernih
Anak mandiri
Anak berprestasi
Anak pembelajar
2. Bunda Cekatan
Kompetensi keahlian pada poin ini adalah:
Manajemen waktu
Finansial keluarga
Rumah elok
Safety riding/driving
Home team
Dapur ceria
Dokumentasi digital
English community
3. Bunda Shalihah
Kompetensi keahlian pada poin ini adalah:
Leadership for mommies
Train the trainers
Public speaking
Professional grooming
Sharing community
4. Bunda Produktif
Kompetensi keahlian pada poin ini adalah:
Master mind
Rumah produktif
Jejaring usaha
Bunda pialang
“Sebenarnya bukan orang tua yang mendidik anak, tetapi anaklah yang secara tidak langsung mendidik orang tuanya.”
Beliau sempat mengurai sedikit pengalamannya saat menemukan bakat dan minat anak-anaknya. Setiap anak memiliki bakat, hobi, dan kesukaan masing-masing. Tugas orang tua adalah mengoptimalkan potensi itu agar mereka menjadi ahli di bidang yang mereka gemari. Beliau juga menceritakan kisah anak sulungnya yang berhasil melanjutkan studi di luar negeri (Singapura) pada usia 15 tahun tanpa ijazah pendidikan di Indonesia. Dan putrinya tersebut juga berhasil membiayai sendiri kebutuhan hidupnya selama tinggal di negeri orang. Semua itu berbekal ilmu kemandirian yang diajarkan sang bunda.
“Merangsang anak untuk dapat hidup mandiri di usia 16 tahun adalah dengan ‘mendoktrin’ mereka sejak usia 0 – 12 tahun dengan kisah-kisah para sahabat Nabi yang berhasil berkarya di usia muda.”
Anak Belajar Apa?
Setidaknya ada empat hal dasar yang dipelajari anak, yaitu:
Intellectual curiousity atau rasa ingin tahu
Creative imagination atau kemampuan berimajinasi yang tinggi
Art of discovery and invention atau kemampuan untuk menemukan dan atau menciptakan sesuatu yang baru
Noble attitudes atau akhlak yang mulia
Bagaimana Anak Belajar?
Bermain
Memaknai aktivitas sehari-hari
Mengerjakan “proyek” tertentu
Nyantrik atau belajar langsung pada orang/ahlinya (dilakukan saat usia anak > 9 tahun)
Tips Mengetahui Potensi Anak
Usia 0 – 8 tahun pola belajar anak adalah bermain (bermain sambil belajar)
Usia 9 – 12 tahun pola belajar anak adalah kegiatan non pelajaran
Usia 12 – 15 tahun mulai memfokuskan belajar pada kegiatan yang ia suka
Pada usia 16 tahun, bantu anak mengembangkan hobi/minat/bakatnya dan rangsang kemandiriannya untuk dapat menghasilkan income dengan hobinya tersebut
Pentingnya Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga
Seorang IRT harus berlatih memanajemen waktu, yaitu dengan membagi waktunya untuk ketiga hal di bawah ini:
Waktu untuk meningkatkan potensi diri
Waktu untuk mengurus keluarga
Waktu untuk diri sendiri (refreshing)
Penutup
Menjadi ibu rumah tangga harus dijalani dengan tulus dan penuh rasa bahagia, tetapi bagaimana dengan wanita yang hidup underpressure, misalnya karena ditelantarkan suaminya?
“Percayalah, bahwa wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik pula. Begitupun sebaliknya. Jadi, jika kita wanita baik-baik, tetapi suami kita ternyata tidak, maka boleh jadi Allah menguji kebaikan kita dengan kesabaran menghadapinya. Kebaikan dari Allah itu bisa berupa anugerah maupun ujian.”
***
Testimoni setelah mengikuti seminar: Wow banget! Saya jadi malu sama diri sendiri. Ngerasa belum apa-apa banget untuk menjadi seorang ibu profesional. Soalnya ternyata menjadi seorang ibu itu ga gampang, apalagi ibu profesional. Suerlah!
Kuncinya tiga: Belajar, belajar, belajar. Semoga nantinya kita dimampukan menjadi ibu profesional ya. Aamiin. Semangat para calon ibu! :)
Simpan dulu~
Hidup ini sangat pendek, maka jangan Anda perpendek dengan banyak bersedih. Mencari teman itu susah, maka jangan membuatnya menyesal dengan menghinanya. Sedangkan musuh itu begitu banyak, maka janganlah menambah jumlah mereka dengan akhlak yang buruk #LaTahzan - Dr. Aidh Al Qorni
Assalamu'alaikum kak. Menurut kakak, wanita seperti apa yg ideal utk dijadikan seorang istri?
Wa’alaykumussalam wr wb,
Kalau kata ustadz Budi Ashari, LC
Lima kritria istri dalam Q.S An Nisa’ : 341. Taat pada Allah2. Taat pada suami3. Ikhlas dalam ketaatannya4. Menjaga dirinya dan cintanya saat suaminya tidak ada5. Menjaga harta suami dengan baik.Semuanya terkemas dalam satu kata : SHALIHAH.
Saya memandang ini parameter sederhana yang wajib dipenuhi. Adapun kriteria rincinya setiap orang tentu beda-beda sesuai tujuan menikahnya masing-masing.
Saya mencoba belajar untuk memahami bahwa sejatinya tidak ada seseorang yang benar-benar ideal, yang bisa memenuhi semua kriteria yang baik-baik dan kita inginkan. Kalaupun ada, jumlahnya pasti sangat langka sekali. Pasangan kita tetap manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Contoh saja beberapa istri Rasulullah صلى الله عليه وسلم, Bunda Zainab binti Jahsy r.a, ummul mukminin, seorang wanita yang banyak beribadah, sukses bersedekah, cantik, tetapi terkadang emosional. Sedangkan Bunda Aisyah r.a, sangat pencemburu tapi memiliki keutamaan dan ilmu.
Itu kenapa pemahaman akan penerimaan dan berusaha untuk selalu belajar menjadi lebih baik sangat diperlukan apalagi saat kita telah menempuh hidup bersama. Namun jangan sampai kekurangan itu membuat kita berlindung di balik alasan,
“Inilah diriku, apa adanya, diterima atau tidak diterima ya silakan saja…”
Bagaimana jika kita ubah dengan,
“Dear, maafkan aku jika mungkin kamu dapati bahwa diriku punya banyak kekurangan. Tapi aku akan berusaha untuk selalu belajar jadi lebih baik untukmu karenaNya. Maka ingatkan aku dengan nasihat lembutmu, dengan ayat Tuhanmu, dengan perkataan Nabimu, dengan tutur cinta dan sayangmu saat aku lalai dari tanggung jawabku dalam menjadi sebaik-baik teman menyurgamu.”
-Quraners
NB : Bagaimana jika saya tanya, laki-laki seperti apa yang ideal untuk dijadikan suami? Buat bahan evaluasi dan belajaran.Barangkali ada dari teman-teman yang bersedia berbagi sudut pandang, saya ucapkan terimakasih untuk kesediaannya berbagi. :)
Suami idaman: Shalih dan cakep agamanya (kalo ditambah cakep muka + cakep pinternya + cakep finansial itu bonus!). Apalagi dalam membimbing istri juga keluarganya terus bersama-sama sampe ke akhirat. Wow. Lets be better to be an ideal type of each other. Yak, be sholeh & sholehah! *deep smile*
Bagaimana tidak rindu pada Nya ?
Bagaimana tidak bersyukur menjadi hamba Nya ?
Allaahu kariim.
Allaah tahu buruknya kita seperti apa, tapi Allaah masih mengijinkan kita merasakan bagaimana menenangkannya memohon ampun dan menyesali semua dosa. Bahkan, Allaah menjaga kita dengan sebaik-baiknya penjagaan hingga mungkin yang terlihat dari diri kita hanya kebaikan kebaikan.
Kita yang berulang kali berjanji, semoga tahu diri dan sungguh sungguh kembali.
#mayaselfreminder
Selamat bulan pernikahan kita yang ke 4 lebih 4 hari, Danni Julian kuuu. Love love love!
jangan jangan hidup gelisah karena sholat belum bener.. jangan jangan rizki tertunda karena masih nunda nunda sholat… jangan jangan sholat masih dinomer sekian kan…
jangan jangan 😖😞
Sudah sering kukatakan, Tuan, bila kau ingin tahu apa itu cinta, tanyakan pada ibumu. Jangan tanya padaku. Karena sebesar apapun cintaku padamu, itu belum bisa disandingkan dengannya. Lalu ingatlah, sebesar itulah istrimu kelak akan mencintai anak-anakmu. Jangan lukai dia.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
👨👀👂
(via bersamadenganmu)
BAHAGIA SEKALI PAKE BANGET!!!
Bismillah, Alhamdulillah ya Allah..
Assalamu'alaikum calon anak Ayah Ibuuu...
Yang sehat yah sayangkuuu!!!! ❤❤❤❤❤❤❤❤
Siang2 iseng2 tespack. Karna udah 5 hari telat. Kemaren2 waktu telat 1 hari tespack tespackan tapi hasilnya garis satu. Sekarang alhamdulillah dikasih jawaban.
Ya Allah, makasih yaaaa.... Bahagia banget. 💖💖💖💖💖
Pengen nangisssss......... Pengen cepet ketemu suamiiiiii, Pengen peluk cium Ayahnyaaaa..................... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Pernikahan adalah komitmen bersama untuk mencintai; tanpa kondisi atau tanggal kadaluwarsa. Selamat 2 bulan pernikahan kita #dannikuuu. I love you, always!
“Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim”, Artinya “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.” Zikir dengan menggunakan lafal “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan salah satu kalimat yang banyak dianjurkan di dalam hadits-hadits Nabi saw, antara lain sebagai berikut: 1) Rasulullah Saw bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072); 2) Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi.” (HR Muslim dan Tirmidzi). 3) Diriwayatkan dari Abi Dzar. Rasulullah pernah ditanya, “Perkataan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang dipilih oleh Allah bagi para malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu subhanallah wabihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).” (HR Muslim). 4) Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallah wabihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi) 5) Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada para sahabatnya, “Ucapkanlah subhanallah wa bihamdihi sebanyak seratus kali. Barangsiapa mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan, barangsiapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus kebaikan, barangsiapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya seribu kebaikan, barangsiapa menambahnya maka Allah pun akan menambahnya, dan barangsiapa memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya.” 6) Dalam kitab “Syarhul Washiyah” diterangkan sebuah hadits mengenai keutamaan dzikir subhanallah wa bihamdihi. Dikatakan bahwa kalimat subhanallah wa bihamdihi adalah kalimat yang sangat dicintai Allah swt dan merupakan kalimat yang paling utama dari kalimat-kalimat lainnya. Barangsiapa mengucapkannya maka akan tertulis baginya kebaikan yang banyak dan Allah akan menghapus dosa orang yang mengucapkannya walau dosa orang tersebut lebih banyak daripada buih yang ada di lautan. 7) Dalam musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah saw, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan subhanallah wa bihamdihi, karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.” 8) Abu Dzar berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw amal apakah yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab, ‘Yang telah dipilih Allah untuk para Malaikat-Nya, yaitu subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim.” 9) Diriwayatkan dalam “Shahih Bukhari” bahwa suatu ketika datang seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.” 10) Dalam hadit riwayat Imam Muslim, zikir dengan ucapan lafal “ Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi,wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya, dan sebesar ridha diriNya, dan seberat ‘Arasy-Nya,dan sebanyak hitungan kalimatNya).’ (Hadis riwayat Muslim) Sahabatku... Hadits-hadits di atas sudah cukup menunjukkan bobot yang dimiliki dalam kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” . Sebuah kalimat yang mudah untuk diucapkan maupun dihafal. Bahkan, bagi seorang muslim yang buta huruf juga sangat mudah untuk dipelajari. Tidak menutup kemungkinan bahwa Allah ingin mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas beribadah kepada-Nya untuk dapat melakukan ibadah walaupun dengan kalimat yang ringan dan mudah untuk diucapkan. Kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan kalimat yang penuh manfaat. Kandungan hikmah yang terdapat dalam lafal tersebut jika dibandingkan dengan apa pun tidak akan dapat tertandingi.
Menikah itu agar kita bisa berpikir bersama, bukan agar bisa berpikir sama.
إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ
Kucing ini tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadits ini shohih).
Semua yang membuat kita kecewa, tak berada dalam kendali kita berdua. Maka, kita hanya bisa menerimanya dengan perasaan janggal yang mengganjal. Golongan darahku A. Aku selalu berusaha menguapkan rasa kesal dan amarah didalam tubuhku sendiri. Menjadi nyeri lambung yang mengirimkan pening di kepalaku. Ketika sendirian, aku terus memikirkan semuanya dengan dahi berkerut. Aku menekuri kenaifanku sendiri. "Tidak apa-apa", kataku kepadamu. "Tenang saja," lanjutku. "Semua akan baik-baik saja." Tetapi, sebenarnya, didalam, aku jauh lebih khawatir, dan jauh lebih cengeng. Aku tahu kita tak bisa menghitung segalanya, tetapi aku selalu berusaha memperhitungkan segalanya. Dan, pikiran-pikiran buruk selalu menguasai imajinasiku.