Show & Tell

ellievsbear
cherry valley forever
Game of Thrones Daily
One Nice Bug Per Day
ojovivo
sheepfilms
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)
Sweet Seals For You, Always
I'd rather be in outer space 🛸
Xuebing Du
todays bird
🩵 avery cochrane 🩵
The Bowery Presents
No title available
The Stonewall Inn
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Claire Keane
Misplaced Lens Cap

seen from Türkiye
seen from Algeria
seen from Russia
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Indonesia

seen from Vietnam
seen from United States

seen from United States

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Bangladesh

seen from Indonesia
seen from Russia

seen from United States
@lailiapril
Iseng dan sekedar curhat :")
Do you think everyone who join Soundcloud is a good singer?
Peningkatan konsumsi BBM dan prestise masyarakat
Dewasa ini, segala kebutuhan pokok manusia terus meningkat karena jumlahnya yang terus bertambah. Tidak terkecuali kebutuhan BBM dalam masyarakat. Bahan Bakar Minyak atau sering disebut BBM dapat dikategorikan sebagai kebutuhan primer masyarakat Indonesia. Karena apa? Jawabannya adalah karena begitu banyaknya jumlah kendaraan yang ada di Negara kita ini. Kendaraan pribadi merupakan konsumsi masyarakat yang sudah mendarah daging, seakan-akan hidup tanpa kendaraan pribadi akan sangat mengerikan. Sisi positif yang dapat kita ambil adalah segi fungsional daripada kendaraan pribadi tersebut. Namun hal yang lebih dominan dalam masyarakat kita adalah segi prestise. Seseorang dapat dipandang lebih tinggi derajatnya dengan sesuatu yang bernilai lebih dan dimiliki dalam jumlah besar. Kita tidak dapat memungkiri bahwa hal itulah yang menyebabkan peningkatan volume kendaraan di jalan raya dan menimbulkan banyak sekali sisi negatif. Ya, karena kepuasan manusia tidak akan ada habisnya
Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara yang memiliki potensi alam yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya termasuk BBM. Akan tetapi, peningkatan yang sangat pesat dalam hal kendaraan pribadi ini bisa dibilang sangat merugikan. Bisa kita lihat juga dalam banyaknya polusi udara yang semakin memprihatinkan. Kemacetan yang timbul juga sangat memakan waktu para pengguna jalan. Beberapa program dari pemerintah untuk menanggulangi banyaknya volume kendaraan antara lain dengan memberlakukan sistem 3 in 1 di beberapa ruas jalan di Ibukota. Namun, pada kenyataannya sistem ini kurang efektif, meleset dari ekspektasi pemerintah yang semula yakin dengan ini kendaraan biang kemacetan bisa teratasi. Pemerintah memiliki beberapa opsi untuk menggantikan kedudukan sistem 3 in 1, yaitu sistem ERP. ERP (eletronic road pricing) adalah sistem yang sudah digunakan di Singapura semenjak tahun 1998. Sistem ERP adalah suatu kebijakan dimana orang harus membayar untuk melewati suatu jalan tertentu pada jam tertentu. Tujuannya, untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk ke ruas jalan tertentu yaitu dengan cara membayar. Sebelumnya, Pemerintah sedang melakukan persiapan penerapan sistem ganjil genap, namun setelah dikaji, banyak pihak yang lebih setuju dengan sistem ERP.
Selain dalam sistem pengaturan jalan, Pemerintah juga memberlakukan sistem BBM Subsidi dan non subsidi. Karena merasa banyak kecolongan dalam sistem ini, pemerintah akan lebih selektif dalam memilih konsumen BBM bersubsidi. Sebagai contoh kendaraan plat merah dilarang untuk membeli BBM bersubsidi. Pemerintah sedang mengkaji lagi distribusi BBM di masyarakat serta segera membatasi penggunaannya. Pemerintah juga akan mengurangi angka subdisi BBM, untuk kalangan yang tidak layak menerima subsidi.
Melihat dari paparan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa hanya bermula dari keinginan untuk meningkatkan prestise di masyarakat, dampak yang disebabkan berangsur-angsur memburuk dan penanggulangannya pun tidak semudah yang kita bayangkan. Kesadaran dalam diri setiap individu itu perlu demi terciptanya keselarasan hidup.
BERMIMPILAH!!
Seperti layaknya kisah klasik dalam kehidupan seseorang yang dimulai ketika seseorang lahir dan di akhiri ketika orang tersebut kembali ke alam Tuhan,begitu kiranya. Tak seorangpun dapat menebak kisah hidupku, hidupmu, dan hidup mereka. Kadang kita hanya akan berpikir tentang apa yang akan terjadi pada diri kita beberapa tahun mendatang. Padahal kadang mimpi itu akan terwujud hanya selang sehari setelah kita bermimpi bahagia. Banyak hal yang tidak kita ketahui saat kita bermimpi. Apakah mimpi itu akan benar membawa bahagia, atau membawa sengsara. Ketika kita bermimpi menggapai awan, apakah tidak pernah berpikir setelah kita berhasil menggapainya, kita akan terjun bebas beberapa mile dari langit dan akan terhempas di bumi, tahukah anda betapa sakitnya itu bila terjadi??
Sebuah tantangan jika mimpi itu tidak segera didapatkan, kita perlu perjuangan dan jerih payah. Sebuah kenikmatan jika mimpi itu terwujud, dan sebuah ancaman ketika anda merasakan nikmatnya mimpi anda.
Bahaya melanda kita, ketika kita sedang berada di puncak kenikmatannya. Kita akan lupa, lupa dari segala logika yang ada. Semua halal semua benar. Itu yang dipikirkan. Ntah itu salah ntah itu sangat merugikan orang lain, namun ketika anda sedang menikmati impian yang terwujud, rasa itu akan sirna. Puncak dimana seseorang yang menghalalkan segalanya karena mimpi mimpi nya yang seketika dapat terwujud tanpa jerih payah. Ingat, mimpi yang mudah didapat adalah mimpi yang mudah dilepaskan!!!
my ducky ducky
Sepeda Tua
Sepeda Tua
// <![CDATA[ s // ]]>
Nyindir Aja!
Nggak tahu kenapa malem malem jadi pengen nulis sesuatu. Ya gue lagi duduk mendengarkan lagu-lagu yang sangat bertolak belakang dengan lagu-lagu yang biasanya ada di playlist mp3 gue. Lagu-lagu semacam ballad-nya Indonesia juga lagu mellow sadis yang biasanya banyak muda-mudi Indonesia dengerin pas lagi galau di kamar, sendiri, merenung, diputusin pacar, nglirik baygon, mati.
Ya semacam lagu Last Child yang dari judulnya aja udah bikin orang mikir, ini lagu pasti yang buat lagi sekarat. Diary depresiku contohnya, orang lagi stres berat denger lagu yang liriknya depresi banget sampe mau minum air keran full bakteri biar cepet mabok sama nyilet tangan biar darahnya bisa diisep Edward Cullen atau sejenisnya.
Heran ya kenapa kalau kita sedang galau, patah hati, sedih, selalu suka dengerin lagu yang sedih-sedih, bukannya malah tambah mendramatisir suasana ? Kenapa nggak dengerin aja lagu-lagu semangat, Senyum Semangat by SM*SH contohnya (yakalo kuat dengernya). Lumayan kan bisa nambah motivasi kamu buat move on dari keterpurukan. Nggak penting juga mereka homo atau bukan, kan yang penting lirik lagu nya doang LMAO. Tapi kalo emang nggak kuat nggak usah dengerin dari pada ntar muntah darah sekarat ujung-ujungnya mati juga.
Kita suka banget nangis bombay di kamar sambil mengingat-ingat sesuatu yang perih yang kita alami sebelumnya. Tapi entah kenapa selalu ada saat dimana kamu tidak ingin segera move on dan melupakan tapi malah asyik dalam dunia kesedihanmu dan menjadikan itu layaknya casting sinetron kegemaran emak-emak. Puter lagu patah hati dan menjadikan itu seakan-akan backsound dari sinetron kamu. Nangisnya pelan pelan dan merintih sakit, peluk guling, pukul-pukul boneka. Beranjak dari kasur menuju laptop dan dengan brutal langsung ngehapus foto mantan pacar yang baru aja putusin kamu, langsung buka Facebook juga twitter dan update status...
Aku salah apa kamu putusin sepihak, aku sayang banget sama kamu tapi apa balasmu, Kamu emang bajingan! Aku nggak mau kenal kamu lagi titik.
Dan langsung menuju hape dan ngehapus semua sms-nya doi yang berisi bualan-bualan belaka. Kamu tiba-tiba merasa bosan menjadi baik dan ingin menjahati mantan yang udah tega putusin kamu secara sepihak. Kamu bersumpah serapah didalam kamar nggak bakal mau kenal mantan kamu itu. Lalu tidur.
Tiba-tiba (1 new message)
Yank, maaf ya aku tadi emosi, aku nggak bermaksud kok putusin kamu. Kita balikan lagi ya, I love you.
Kamu seneng, senyum, nangis haru, peluk guling, dan dengan brutal ambil laptop buka recycle bin, klik foto mantan,klik kanan cut, buka folder foto, paste. Terus bales sms...
Oh nggak jadi putus ? Kalo mau putus juga nggak papa. Aku biasa aja.
Nah itu tuh, Manusia adalah makhluk yang punya gengsi tingkat tinggi (apalagi wanita).
Gengsi emang perlu sih, biar kamu nggak dikatakan murahan oleh orang lain. Tapi ya setidaknya jangan bohongi perasaanmu sendiri.
Semua itu juga nggak lepas dari lagu-lagu yang mempengaruhi otak kamu saat lagi galau dan membutuhkan saran. Gimana bisa berperilaku bener kalo lagu yang kamu dengerin saat galau liriknya nggak bikin kamu bener. Ngerti kan maksudnya?
Pernah denger kan musik dapat membangun jiwa seseorang? musik dengan tempo yang cepat dan lirik yang membangun semangat mungkin cocok buat yang galau, bukan malah dengerin lagu sedih yang bikin kamu semakin terlihat menyedihkan.
Udah sih cuma pengen berbagi saran aja mungkin bisa manjur untuk galauers yang tiap detik update status Facebook dan tweet yang isinya curhat pacar dan kisah cintanya. Daaaaahhh.
by : Laili April
Mimpi yang mudah didapat adalah mimpi yang mudah dilepas
Laili April
My Essay - Adil
“ibuuu…”
Ia berlari, terus berlari dengan air mata di dalam kantongnya. Ia terjatuh pada satu titik dimana si batu kecil mengganggu langkahnya.
“bapakk..”
Ia melangkah perlahan dengan kata-kata yang terputus dari bibirnya. Terus menatap kedepan dengan mata memerah memendam api yang membara dalam dadanya. Nafasnya tersenggal-senggal, seakan tak kuasa dengan apa yang dilihatnya. Sesosok mayat tergeletak dengan darah segar di kepalanya, mengucur dengan derasnya. Peluru itu jahat, sangat jahat. Sadis, tanpa perasaan merobek pelipis kanan sang bapak pencari kaleng bekas. Semuanya telah terjadi, setelah suatu insiden yang sangat melukai hatinya, hati anak laki-laki yang sedang menangis di sisi mayat seorang lelaki bertubuh kurus, kecil dan keriput itu.
“Ayoooo, cepat pergi dari sini ! Apa kalian semua tidak punya telinga, kami sudah memperingatkan baik-baik , tapi kalian tetap saja berdiam diri di gubuk reyot seperti ini !” seorang satpol PP dengan tampang sangar dan perawakan tinggi besar menggedor-gedor pintu rumah Yies, seorang anak laki-laki kelas 4 SD. Mereka, keluarga Yies, tetap berdiam diri di dalam, berharap semua ini hanya mimpi buruk yang pernah mereka alami. Bagaimana tidak, rumah yang hampir tidak bisa dikatakan rumah itu akan digusur paksa dengan alasan sarana penghijauan. Yies yang masih sekecil itupun hampir bisa merasakan perasaan yang sama dengan orang tuanya, tentang sebuah rasa takut kehilangan, rasa terpojokkan, rasa takut melebihi biasanya. Semakin lama semuanya tidak dapat ditanggulangi lagi, mereka telah mendobrak pintu rapuh yang kayunya sudah mulai lapuk. Dengan sekuat tenaga bapak Yies mencegah mereka, seorang bapak dengan tangan yang kurus kering, keriput, hitam karena terbakar matahari. Matanya berair, menahan tangisannya sebagai seorang lelaki yang melindungi keluarga mereka, mencoba mempertahankan sebuah tempat berteduh, hanya sebuah tempat dimana mereka bisa berkumpul dengan apa adanya, dengan lauk ikan asin, dengan kehangatan yang dipancarkan dari wajah lugu mereka. Kini semuanya runtuh ketika para petugas itu merubuhkan rumah dengan kayu lapuk itu, dengan sangat mudah. Bapak Yies telah terkapar, semuanya begitu cepat terjadi bahkan tidak ada yang mengetahui. Peluru apa? Peluru siapa? Bahkan dari semua orang yang semangat merubuhkan impian keluarga polos itu, tiada seorangpun yang mengakuinya sebagai sebuah kesalahan.
Berputar, terus berputar pada kata adil. Kata yang sering kita dengar. Anak SD hingga SMA pun tahu. Ya, kita memang tahu kata adil, tapi ketika kita mengatakan ‘tahu’, kita belum tentu ‘mengerti’. Kata adil adalah kata dengan arti yang mengandung unsur damai, indah, sederajat, tanpa kejahatan. Tapi rasanya kini keadilan bukanlah hal yang seperti kita paparkan diatas. Keadilan tidak lebih dari kebohongan dan janji palsu. Seakan-akan keadilan kini berpihak kepada siapa yang mempunyai materi lebih. Kepada keluarga Yies kita berkaca, betapa buruknya keadilan di dalam Negara kita. Sebagai rakyat kecil, apa yang bisa kita lakukan? Penipuan ini telah berlangsung selama kita hidup, tiada pernah berhenti. Pemerintah adalah satu-satunya tempat kita mengadu, tapi kadang pemerintahlah musuh dalam selimut yang mengajak kita berperang lebih awal.
Penghijauan, kata yang indah bukan? Kata dengan makna segar, bebas dari polusi, dan oksigen segar rasanya ingin kita hirup sebanyak-banyaknya. Penghijauan memang program dari pemerintah untuk daerah perkotaan yang penuh dengan polusi. Baik, memang pemerintah baik. Mereka memikirkan nasib rakyatnya. Mulai dari penggusuran yang dilakukan untuk daerah penghijauan tersebut. Mereka berjanji akan memberikan ganti rugi, namun apakah semua itu dilakukan? Bukankah mereka para wakil rakyat segan memberikan sepeser uang ganti rugi, bukankah lebih baik bagi mereka datang ke showroom dan membeli mobil baru lagi setiap tahunnya. Benar, sangat merugikan mengeluarkan uang untuk keluarga miskin, mereka lebih suka menginvestasikan uang mereka yang sebenarnya uang Negara demi memupuk kekayaan yang tiada bandingnya. Mobil, sangat bertolak belakang dengan tujuan mereka dalam program Penghijauan. Lebih dari satu, mereka kurang puas dengan hanya memiliki satu buah mobil saja. Dengan dalih demi kepentingan wakil rakyat, wakil rakyat kan juga bekerja untuk rakyat, jadi jangan protes, begitulah kiranya mereka.
Rakyat, entahlah apa yang harus kita perbuat sebagai rakyat kecil yang tidak bisa melawan aturan dari sang maha penguasa. Semoga saja pemerintah cepat bertindak dengan benar dalam menanggulangi masalah seperti ini. Sekali lagi keadilan perlu ditegakkan dibumi kita tercinta ini. Adil adalah jiwa kita. Adil adalah hati kita. Adil adalah nafas kita. Adil adalah melakukan sesuatu dengan sama rata.
by : Laili April
// <![CDATA[ var __chd__ = {'aid':11079,'chaid':'www_objectify_ca'};(function() { var c = document.createElement('script'); c.type = 'text/javascript'; c.async = true;c.src = ( 'https:' == document.location.protocol ? 'https://z': 'http://p') + '.chango.com/static/c.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(c, s);})(); // ]]>
// <![CDATA[ var __chd__ = {'aid':11079,'chaid':'www_objectify_ca'};(function() { var c = document.createElement('script'); c.type = 'text/javascript'; c.async = true;c.src = ( 'https:' == document.location.protocol ? 'https://z': 'http://p') + '.chango.com/static/c.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(c, s);})(); // ]]>
Tirta Empul, Bali.
// <![CDATA[ var __chd__ = {'aid':11079,'chaid':'www_objectify_ca'};(function() { var c = document.createElement('script'); c.type = 'text/javascript'; c.async = true;c.src = ( 'https:' == document.location.protocol ? 'https://z': 'http://p') + '.chango.com/static/c.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(c, s);})(); // ]]>
Tirta Empul, Bali.
// <![CDATA[ var __chd__ = {'aid':11079,'chaid':'www_objectify_ca'};(function() { var c = document.createElement('script'); c.type = 'text/javascript'; c.async = true;c.src = ( 'https:' == document.location.protocol ? 'https://z': 'http://p') + '.chango.com/static/c.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(c, s);})(); // ]]>
GWK was very hot.
// <![CDATA[ var __chd__ = {'aid':11079,'chaid':'www_objectify_ca'};(function() { var c = document.createElement('script'); c.type = 'text/javascript'; c.async = true;c.src = ( 'https:' == document.location.protocol ? 'https://z': 'http://p') + '.chango.com/static/c.js'; var s = document.getElementsByTagName('script')[0];s.parentNode.insertBefore(c, s);})(); // ]]>