It's my 13 year anniversary on Tumblr 🥳
Stranger Things
todays bird
One Nice Bug Per Day

祝日 / Permanent Vacation
dirt enthusiast
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

Andulka
Cosimo Galluzzi
Alisa U Zemlji Chuda

roma★

tannertan36
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS

Origami Around

izzy's playlists!

★
NASA
YOU ARE THE REASON
seen from T1

seen from Norway
seen from South Korea
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from South Africa
seen from United States
seen from Germany
seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States

seen from Norway
seen from Belarus
seen from United States

seen from United States

seen from Uruguay
@layuu
It's my 13 year anniversary on Tumblr 🥳
Perkenankan aku dengan berbagai cara memahami cara kerja dunia
Yang membangunkan
Yang menjatuhkan
Yang menenangkan
Yang menghanyutkan
Di suatu hari saat kau tak benar-benar sadar,
Ada setidaknya jam-jam yang kau tahu,
Ini adalah kesunyian
Ini adalah kesepian
Tapi indah saja
Yang penuh kekosongan itu kau persenjatai dengan luka
Yang penuh kehampaan itu kau jadikan pelengkap bagi duka yang lainnya
Jika kau bahagia, pasti di jam-jam lainnya kau merasa kau tak benar-benar merasakannya
Dalam hal lain,
Semakin menjadi
tak ada bus kota atau transportasi umum lainnya
hanya aku jalan panjang kosong
dan lampu jalan sesekali berkedip
tak sepenuhnya mengerti tentang waktu
dan gagu bila keyakinan dipertanyakan
kemarin, hari ini entah sampai kapan
sampaikan kepada sabana bahwa tengah malam disini dan disana hampir sama
hanya beda terpa angin saja
sekalian balita yang gusar di tidur siang bolong
mengigau bisa juga tertawa
emosi yang terombang-ambing
sekali lagi kita termangu
waktu tak mengubah kita, cuma,
keadaan saja
berpuluh tahun sebelum hari ini hidup ayah dan ibu yang memperbincangkan nama
menyematkan doa
dan memuja Tuhannya
apa kau sudah cukup menitihkan air mata?
jangan diam
teruslah gusar
dan bergerak
Kau tanyakan aku mengapa, dan jawaban ku akan di awali oleh kata karena. Namun ketika pertanyaan itu bagaimana, kita harus duduk berjam-jam meminum teh, karena jawabannya akan memakan waktu. Bagaimana adalah tentang bagaimana. Dan kau lupa menanyakannya akhiran ini.
-L
Cerita Rasa
Tidak bisa menjelaskannya lebih panjang. Mungkin karena memang tak perlu terlalu panjang. Sebuah cerita memiliki intro dan outro, memiliki plot, ada reff mungkin sedikit chorus, hampir sama ketika kau menulis sebuah lagu.
Cerita yang selalu aku tunjukkan hanya mengenai keresahan, kemarahan, kesedihan, kesenangan (kadang) terselip diantaranya. Kau tahu mengapa? Karena bercerita lebih menantang ketika kau berada di bawah tekanan rasa yang sedang tinggi atau membakar habis seluruh organ tubuhmu sampai kau merasa, ah sudah tulis saja. Atau ceritakan saja, tumpahkan saja.
Aku pikir ada jutaan cara dan jalur manusia menginterpretasikan rasa. Beberapa sedih dan tak mengeluarkan air mata, sedih dan bisu terbata, sedih dan memilih untuk menertawakannya, sedih dan mengabaikannya. Beberapa senang hingga menitihkan air mata, senang dan melompat-lompat, senang dan terbata-bata, senang dan menutup rapat kesenangannya. Beberapa juga marah dan mengumpat, marah dan merutuk, marah dan meledak, lalu marah dalam diam.
Aku memilih untuk bercerita tentang sedih dan mengabaikannya juga marah dalam diam. Keduanya adalah maut. Yang berkesimpulan bahwa semua ini berarti tak ada cerita.
Tak ada yang perlu kau ketahui; Intro-outro, chorus/reff, plotnya, alasannya, apapun itu. Tak ada yang perlu diceritakan. Tak ada yang perlu kau cemaskan. Kau hanya perlu membacanya. Karena saat cerita ini bermula, mungkin rasa itu baru saja mulai atau malah sudah berakhir.
Tamat
Bila kau merasa tulangmu terpisah dari tubuhmu
Copot begitu saja
Tandanya kau diperingati untuk rehat
Merawat diri biar kau tahu mesin pun punya letih
Mana pula kau yang cuma manusia
Sekedar mengingatkan
Esok lebih melelahkan
100 hari esok lagi lebih menjemukan
Ambilah waktu, ambilah keputusan
Kau tahu,
Duduk-duduk menunggu petang menjelang
Bukan sesuatu yang membosankan
Teh buatan rumah yang tak kau temui di tempat lain
Dan beberapa toples makanan ringan
Hari selalu bercerita tentang pendewasaan, bukan?
Ya, dia memang selalu mencekam
Setiap kali aku menulis tentangnya
Aku sendiri resah melukiskannya di kepala
Apapun yang terbesit olehku tentangnya,
Hanyalah membayangkan
Menjadi orang dewasa terdengar menyenangkan
Tapi rasanya,
Kau harus sampai kesana duluan
Untuk tahu bagaimana mengungkapkan
Maaf bila ini klise,
Pendewasaan kadang sekejam itu
Memagari keliaran imajinasi
Satu dari beribu misi yang gagal hari itu, satu, yang kuharap sembuh dari sakit, membaik dari buruk, meningkat dari turun, kau masih satu itu
2018
You're waiting for something, and know not the name
It itches behind you but you stay the same
You know that you're empty
But you know you're safe
Tell yourself you'd wait for the one
You never fight! This war can't be won
You're your own worse habit
Your very own stain
- nathan hartono
Aku jauh dari sana
Samar dari pandangan
Jarak yang belum terprediksi alat ukur
Tak terlalu tinggi
Namun cukup jauh
Kau butuh waktu mencapainya
When you get older, you realize you will not have much time to go for a walk, hangout, or just have some fun. You will start to prioritize things because you're always thinking about the future.
Quotes about youth no longer popped into your head and suddenly your life becomes so serious.
Me, twenty something years old. Uhm.
1:/ Aku yang getir dalam penyampaian, sehingga dinding kokoh meruntuh retak jengkal demi jengkal. Berjarak hanya beberapa sentimeter saja. Hingga hari ini aku masih sehat dan baik. Hanya beberapa ruas dinding saja hampir runtuh. Bukan suatu indikasi kehancuran yang berarti.
2:/ Kalau aku mencarimu aku tahu kemana. Namun aku sendiri lelah nyaris gagal mencariku. Kadang muncul lalu enyah. Aku mencekik percaya diriku, membungkamnya, menghabisinya, mengasingkannya ke tempat yang terpencil. Tak dapat kutemu sehari dua hari.
3:/ Suatu ketika aku tanyakan kepada laut lepas, mengapa birunya kelam mencekam. Jawabnya tanyakan ombak yang menghempas jadi putih. Jika kekelaman ini suatu ketika menjadi terang di ujung hari, maka aku akan rakit mesin waktu. Ku loncati waktu langsung ke ujung hari. Tapi tidak, waktu tak pernah semain-main itu.
4:/ Perjalanan berdamai dengan tubuh sendiri begitu panjang. Sedangkan waktu terus berjalan, dan berdamai butuh waktu. Akan ku apakan waktu-waktu itu?
5:/ Aku tidak sedang berlomba dengan siapapun. Aku sedang mengejar ujung hari yang katanya cerah dan sumringah. Tapi tak sampai-sampai, katanya, "hingga kau berdamai dengan raga sendiri". Perdamaian itu, memang omong kosong. Bukankah kita semua memerangi ego sendiri? Kegelisahan, kekhawatiran, kegetiran, keterpasrahan dan semua rasa gamang.
6:/ Sedang tingkat kepercayaan pada raga sendiri pun mengikis. Bagaimana mungkin?
7:/ Di tengah hari pun, aku ingin menghilang. Kadang.
I don't know where you are. Cause its empty, like everywhere and everytime.
Kau dan seluruh api yang menyala itu
Menghanguskan ku sampai habis
Bukankah memang kita tak pernah cukup?
Sekalian dengan gerimis,
Aku titip salam untukku 3tahun yang lalu
Masih merutuki tentang hati
Karena pelik hari ini melulu mengenai ego
Hawa pesimistik menikam
Gemetar kegagalan
Ketakutan yang terselip disetiap celah keputusan
Pendewasaan kian melukai hati
Mengusir imaji jadi realita
Meleburkan obsesi menjadi malu
Tak benar-benar ku pahami
Terkadang kelelahan-kelelahan tak seberapapun terasa diseluruh pembuluh
Ubun-ubun hingga telapak kaki
Bukan keterpaksaan,
Bukannya kita semua pada akhirnya menerima?
Catatan (Entahlah)
Aku menelisik ke dalam tubuh tengah-tengah malam
Apa gairahku sudah mati?
Jika seperti sebelumnya aku melangkah kala aku resah,
Maka ini keresahan-keresahan itu
Aku tak pernah benar-benar tertidur
Kemelut luar biasa melebar menyeruak
Lihat apa yang kau dengar
Dengar apa yang kau lihat
Raba apa yang kau rasa
Suatu ketika semuanya terbalik berpuluh hingga ratus derajat dari sebelumnya
Dan kehampaan
Kau belum benar-benar nyata
Aku bersujud mengemis untuknya tiap malam
Hitam putih yang sebenarnya sedang abu-abu
Tak benar-benar tajam menyala
Aku menyurati tubuhku sendiri
Bangkitlah
Menengadah
Bangkitlah
Basuh tangan dengan air mengalir
mengompres ruam dan memar
Sembuhkan luka
Sembuhkan luka lalu merangkak
Berpegang pada dinding dan berdiri
Berjalan akhirnya berlari
Air mata akan berbalik air telaga
Luka akan dibalut bunga
Duka akan diselimuti senja
Kau akan selamanya bersuka cita
Menangislah
Catatan Dalam Sebuah Pesta
Sekembalinya aku dari pesta yang berlangsung puluhan tahun,
Tubuh telah runtuh penuh sesal
Orang-orang yang menari beringas
Kompetisi birahi dan nafsu yang menjadi-jadi
Lagi-lagi pukul tiga pagi
Dimana belulang menyadari rongga dada ku menyempit
Pakaian ketat ku menghimpit
Darah mengalir tersendat-sendat
Warna suara makin sengau
Apa hidup akan 'segini' saja?
Kalau pesta terus berlangsung,
Aku harus mencuri detik melarikan diri
Malam ini
Secepat kilat sebelum petir menyambar dan ruang-ruang berkaca bergetar
Apa aku mengajakmu pergi?
Ah kau bukan sesuatu untuk ditinggalkan
Kita akan kembali pada rusuk yang sejatinya tersusun rapi
Bertenang bersama
Serumpun dengan damai
Begitupun mereka yang terpukul sadar di ujung hari