the feeling weird because of something that used to be ick your feeling is not bother you when the same situation happen. hashtag adulting (?)

Product Placement
will byers stan first human second
Cosmic Funnies
dirt enthusiast
Sweet Seals For You, Always
Today's Document
Misplaced Lens Cap
Game of Thrones Daily

Andulka
tumblr dot com
I'd rather be in outer space 🛸
Stranger Things
Not today Justin

Discoholic 🪩

JVL
almost home
noise dept.
KIROKAZE
we're not kids anymore.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany

seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
seen from Honduras

seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Honduras
seen from Netherlands
@legallyexhausting
the feeling weird because of something that used to be ick your feeling is not bother you when the same situation happen. hashtag adulting (?)
Sejak pemilu selesai, life indonesia is so uneasy. Rasanya berat sekali untuk ringan. Berat sekali untuk tidak memunculkan kemungkinan-kemungkinan yang 'andai saja' di kepala. Mau pasrah tapi yang muncul malah amarah. Amarah yang tak tahu harus dilampiaskan ke mana.
Selalu mewanti-wanti dalam hati; apa yang tidak bisa dikontrol sebaiknya jangan merogoti keadaan kita. Fokus terhadap apa yang kita kontrol.
Di luar sana sebenarnya juga sama aja. Bertanya-tanya dunia apa yang sedang jadi tempat hidup saat ini. Sungguh memusingkan dan melelahkan.
funny how gue punya tiket ke jpn tapi tiket balik mudik ke jkt blm ada. Hidup emang ada2 aja...
sesuai username akun ini, benar-benar live up the title. Semenjak pemilu, benar-benar dikelilingi perasaan tidak nyaman hingga akhir-akhir ini.
Mencoba untuk tetap hidup hari demi hari. It's an heartbreak but not in romance way.
Last Shot!
Hai, 2023 udah jalan setengah, biasanya setiap tahun gue selalu menilai apakah tahun tersebut would be my year or not. Gue akan mengulas paruh pertama 2023 ini yang wkdacsdvklsdj hahaha.
Dimulai dengan jobless, depressed mode, ayah sakit, pulang kampung, qadarullah ayah meninggal (Al Fatihah), menjadi pengangguran di rumah sampai saat ini in my nearly 30. Sungguh kehidupan yang penuh komedi.
Jadi ingat kata-kata Maudy Ayunda yang akhirnya gue post di igstory karena lagi angst “its totally okay kalau di usia 30, kita (gue ?) masih wondering.” even mungkin sampe meninggal bisa jadi juga masih wondering. Trus abis ngepost itu gue mikir lagi, kalau sebenarnya gue ngga dalam tahap yang wondering2 banget karena seperti kata temen gue yang psikolog “lo punya clear vision buat ngapain” dan gue tahu itu. Masalah selanjutnya ada di gue yang ngga pernah jalan dengan keyakinan yang teguh. My brain is still working for designing my-current-blurred-future.
Akhirnya di paruh kedua tahun ini gue memutuskan untuk mencukupkan pencarian kerja swasta Selasa lalu, gue interview dengan HR Manager dan i think i did well karena gue bisa articulate apa yang gue inginkan, apa yang gue bisa, dan sebenarnya kawin dengan kebutuhan si employer. Mengenai hasilnya sudah gue pasrahkan dan berdoa kalau takdirnya lolos akan gue jalani dan kalau ngga, gue akan fokus untuk melanjutkan apa yang gue rencanakan sebagai alternatif. Untuk setahun ke depan tinggal rekrutmen BUMN (sedang gue jalani) dan CASN yang akan gue usahakan, karena 2 tempat tersebut yang gue rasa bisa mereset karir gue dari awal lagi.
Sesungguhnya gue ingin sekali liberate dari pekerjaan sebagai rekruter karena it’s just not for me walaupun gue sudah menyaksikan banyak yang sukses dengan menjadi Rekruter. Gue tahu pekerjaan yang sparks joy buat gue tapi belum bisa mencapainya sekarang atau dalam waktu dekat. Persimpangan yang gue hadapi antara balik ke ibukota atau mencoba untuk menggali rezeki di kampung halaman akhirnya gue putuskan. Semua akan tergantung the last shot di atas. Gue sudah mulai berdamai dengan fakta bahwa gue gagal untuk bisa membangun karir gue. Sudah waktunya terus berjalan dengan apa yang ada, dengan apo nan bisa dikakok. at least untuk 1 tahun ke depan.
hidup semakin dipikirin semakin ngga tahu harus gmana jalaninnya.
Halu
Salah satu kekurangan dari diri gue yang bisa dideskripsikan (walaupun ngga jelas-jelas banget, lol) adalah diri ini yang suka halu. Halu dalam artian ketidakmampuan diri ini untuk memprediksi dan mengukur kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi atas tindakan gue.
Hal ini leads akan buruknya gue dalam mengambil keputusan. Some people thought I am a logical person, actually I am but a little bit halu. Saat ini gue dihadapkan lagi dengan situasi yang mirip dengan kejadian-kejadian masa lalu. Walaupun gue sudah bisa memprediksi hal-hal apa yang akan terjadi jika mengambil keputusan yang sama, namun pikiran-pikiran ini suka sekali merayu dengan this time would be different.
Sebenarnya memang bisa, hasilnya akan berbeda asalkan gue bisa melakukan aksi yang berbeda juga setelah keputusan yang sama diambil. Pertanyaan dan PR besarnya adalah gue punya sumber daya ngga untuk bisa action yang berbeda. Ini yang sampai sekarang gue masih ragukan, terlebih lagi gue ngga punya backup. Huhuhu. Pengen sabar tapi emang halu, ingin sesuatu yang berbeda terjadi lebih cepat. gws
Offeringnya belum di tangan tapi udah galau ini pindah ke Bandung atau ngga ya 😅
What happened lately
October 2022
Quick update from me. Bulan September dan Oktober ini, gue melalui banyak hal. Dimulai dengan jobdesc di pekerjaan yang begeser menjadi sesuatu yang bukan minat gue hingga akhirnya minggu ini gue tahu bahwa gue hampir kena layoff.
Di kantor gue memang sedang terjadi layoff, semua department mengurangi jumlah karyawannya. Divisi gue terdiri dari lima orang dan awalnya akan mengurangi dua termasuk gue. Karena satu dan lain hal, bos gue mempertahankan gue. Honestly karena gue sedang lelah, gue merasa kena layoff pun tak apa-apa. Tapi kenyataannya begitu
Dari bulan Juni yang lalu, gue sudah casually looking for a new job. Bukan pekerjaan yang mudah karena gue bukanlah tipe yang gampang keterima kerja, ditambah lagi karena merasa value gue udah lebih dari sebelum-sebelumnya yang akhirnya membuat gue agak sedikit picky mengenai hal tersebut.
Dan tibalah akhirnya jumat kemarin gue mendapatkan offering di tempat lain. Bukan tempat yang gue idam-idamkan. Tapi mengingat gue sudah tidak punya semangat lagi kerja di tempat ini (karena vibenya juga udah suram) dan ngga ada yang menjamin gue akan aman ke depannya membuat keputusan menerima offering adalah keputusan yang masuk akal.
Weekend ini gue lalui dengan pusing karena masuk ke tempat baru tidak pernah jadi bagian yang gampang dari hidup gue. Gue takut sama kedua pilihan tersebut sementara gue merasa harus memilih. Huhuhu...
Memanjatkan doa agar supaya gue bisa memiliki karir yang decent tanpa harus mengorbankan mental dan finansial terlebih dahulu. Sudah lama mengikhlaskan diri bahwa tidak akan bisa mencapai sukses di pengertian orang-orang. Setidaknya izinkan hamba jadi orang waras terus dan dijauhkan dari 'lubang' untuk berbuat zalim.
Malam ini tidak bisa tertidur karena kesal mampus dengan ketidakprofesionalan tempat gue bekerja. Merasa diri ini terlalu berempati tapi orang-orang di luar sana punya self-conscious saja belum tentu. Sering sekali bermimpi bekerja dengan orang-orang yang profesional, struktur organisasi yang jelas, dan juga benefit yang berkelas.
Terkadang masih merasa menjalani kutukan di pekerjaan, bekerja di perusahaan antah berantah. Syukurnya perusahaan ini masih hidup, di tengah badai perlayoffan. Nasib tidak ada yang tahu. Gue yang awalnya punya tujuan dalam bekerja jadi mempertanyakan kehidupan ini. Lagi dan lagi.
Semoga lain kali tulisannya merupakan tulisan yang bahagia.
I want to conquer the world but mostly no energy to that.
Dear future self,
Maafkan diri ini yang ngga bisa berjuang di masa-masa muda. Terutama ketika baru lulus. Selain naif, aku hanya orang yang bodoh dan tidak mengerti bagaimana dunia bekerja, bagaimana orang dewasa ditempa. Setelahnya hari-hari ini selalu diliputi rasa cemas dan self-doubt yang tidak pernah berhenti. Pikiran-pikiran self-destructive selalu melintasi yang membuat mentalku amburadul. Keberhargaan diri pun tak luput untuk terjun bebas. In my late 20ish, aku kehilangan ambisiku untuk hidup, ambisiku untuk sukses seperti teman-teman sepantaranku. Aku hanya ingin tidak cemas akan hidup ini. Aku hanya ingin nyaman dengan diriku sendiri. Aku ingin penuh terhadap hidupku yang tak seberapa ini.
ya Allah tolong, sebulan ini aku insomnia, padahal kerja ini. Huhuhu
Aku ingin hidup dengan baik-baik saja.
berharap banget gue ngga berakhir jadi orang gila...
dari semua emosi yang ada, sedih beneran jadi yang paling utama. Kek tergerus mulu hati gue akhir-akhir ini, dan gue ngga bisa berbuat apa-apa alias mantap.