Best Mexican breakfast in town
Rancheros. Corn tortillas and eggs topped with green chilies
MartAnnes - Flagstaff, AZ
untitled
Xuebing Du
Noah Kahan
Misplaced Lens Cap

oozey mess
cherry valley forever
★

No title available
No title available
Mike Driver

Love Begins

blake kathryn
Game of Thrones Daily
🩵 avery cochrane 🩵

No title available
NASA

tannertan36
No title available
taylor price
Interview Vampire Daily
seen from United States
seen from Thailand

seen from Philippines
seen from China

seen from Bangladesh

seen from Argentina
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from Côte d’Ivoire
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Colombia

seen from Tunisia
seen from Ecuador
@lely-puspita
Best Mexican breakfast in town
Rancheros. Corn tortillas and eggs topped with green chilies
MartAnnes - Flagstaff, AZ
Bellemont, AZ
Driving along the historical Route 66.
Supermoon hunting - Feb 19, 2019
I’m just too lazy to open my tumblr and upload tonnes of picture from late 2013 to this date. Just back from a hiking to Mount Batur for the 2nd time then suddenly realize I have another place that I came back there twice. It’s Sempu island, located in Malang, east Java. Just small island next to Sendang Biru beach and only took 5-10 minutes to get there by boat from Sendang Biru.
I have a reason to not upload the pictures we got from Sempu (pembenaran dari sebuah kemalasan). This area is a nature reserve or Cagar Alam that shall not be used for tourism purposes. As a forester (with a conservationist freak attitude :p), I know it very well that I have break the rules, consciously, two times! shame on me. I know.
1st time trekking to Sempu on November 2013 with Indra, Intan and Gilang, right before my workshop in Surabaya. only took 1-2 hours trekking from the place our boat dropped us. No hilly trail, just flat trail but super muddy during rainy season. I was amazed by the green or blue lagoon of Segara Anakan, pretty place to built our camp and spend the night drawing imaginary shape in my head with the sky full of stars.
However, when you arrived on the camping ground, you will see tonnes of plastics and garbage along the lagoon sides. lots of people going there for camping or just for one day trip. Left their trash, and no one seems feel guilty. ooh, human! On our way back to Sendang Biru, Intan brought 1 big trash bag full of plastic and some people be like “wth you’re doing, just leave it there”.
2nd time trekking there was on a Christmas eve 2013 with Adnin, Irwan, Indra, and his colleagues (Febri and the saurus aka Haqi). Got new friends again, yey! This time, I fulfilled my promise to bring Adnin, my best friend to Sempu. More crowd, still full of garbage.
I share my pictures not to invite people to come there, I ask you to be a responsible tourist, backpacker, trekker or whatever. Bring your trash out, human!
It's the Hainan Chicken I found on my random stop in small Bingke restaurant in Renon, Bali. It’s smell, it’s taste, bring me back to the promise I made, that I'm going to see you, Alishan. It's been five year or more, and I made no progress.
Pesta Kesenian Bali
I supposed to post some pictures of Bali Art Festival, but turned out became Bali food festival because I was too lazy to go to the crowd to watch the show.
On this night market you can find lots of snacks, food and clothes with cheap price. I always love the snacks, molen (with a very small banana inside it) and fried Jack fruit - I love them most. Also I found Serombotan, a typical food from Klungkung (a region in Bali), a mix of vegetables with beans and peanut sauce (well, in home town its called pecel, except its bean).
And the icon of night market, as always, is the colored boats with its unique sound.
Pasar Windu & Pura Mangkunegaran
Keraton Solo
A Walk to Solo
A very late post (November 2013) with Adnin & Indra the explorer.
Sengaja banget diniatin bangun pagi dan beneran kepagian sampe di Stasiun Tugu Jogja. Diantar oleh kereta Prambanan Ekspres alias Prameks menuju kota Solo dan kami berhasil dengan nyasar mengunjungi Pura Mangkunegaran dimana mas Paundra Karna berasal, Pasar Windu yang antik dan Keraton Solo yang bersejarah.
Next post for more pictures!
Watching sunset sitting on the Kayak at Pandawa beach, Uluwatu, Bali.
Just like the smell of cigarettes, the smell of the wind when the sun goes down, I love them most!
I missed a lot of thing already. and I turned into someone who will walks up and down the stair in the office, with no apparent reason, simply just to find a quite place to walk. and move. Standing on the rooftop waiting for the skies turning into red when the sunset comes. but I never found it, here. well, basically I hate these couple months, the rainy and wet stuff. I once remember I used to use this words, I hate you more than I hate the rain! when I can't express how I hate something.
I'm just bored, mostly.
Parade Octopus #3
"Semarang Terbakar"
Terik matahari Kota Semarang melahirkan produk gagal, foto ini. Yang tidak sempurna itu menarik. Mungkin.
Parade Octopus #2
"Satu Potret Sendangsono"
Judulnya dan artinya sama, cuma ada satu potret Sendangsono, Karena lainnya kebakar. Sekian
Parade Octopus #1
"Sunrise dari Sikunir"
Parade Octopus ini adalah serangkaian penghabisan hasil scan roll film yang belum sempet di upload. Parade ini juga menemani sang empunya kerja rodi demi banyak suap nasi dan dalam rangka menghitung detik-detik kemerdekaan "menuju excel row 968".
I need a space! Just to walk
Setiap orang punya caranya sendiri untuk berfikir. Beberapa orang, perlu duduk diatas kloset kemudian banyak hal terlupakan yang akan muncul diatas kepala. For some people, they need to walk, just to think, just to pull their head together.
I missed my self to walk on the Jakal road side, in the middle of the night. Just walk, with no apparent reason. Kemudian belok ke Indomaret.
Disini, sekedar untuk ke Indomaret yang cuma sejengkal jalan, pun tidak bisa berjalan. Bisa sih, paling pulangnya disrempet mikrolet.
I missed the road side, I missed to walk.
Fatty Crab - The Crab Expert!!
Where to eat in Malaysia? Fatty crab restaurant is the most recommended place to go!
Terletak di daerah Petaling Jaya (Jln SS 24/13, Taman Megah, Petaling Jaya, Kuala Lumpur 44300, Malaysia), jauh dari pusat keramaian dan hanya beberapa blok dari kantor, yang juga tidak ramai. Berjajar-jajar ruko di daerah Taman Megah, hanya satu yang paling mencuri perhatian, bangunannya yang telah tua dan tidak cukup luas untuk sebuah nama restoran terkenal. Restoran Fatty Crab, tertulis jelas dibangunan ruko. Pukul 5 sore kami sengaja "tutup lapak" dari kantor lebih cepat, tidak sabar menunggu meeting berakhir dan bergegas menuju Fatty Crab!
Benar saja, kami beruntung masih bisa memilih meja dengan taplak paling bagus, beberapa menit setelah kami duduk, sudah banyak antrian pengunjung yang rela menunggu untuk mencicipi Fatty crab.
Ini pertama kalinya kami terheran-heran saat memasuki sebuah restoran terkenal, namun tak satupun ada meja dengan taplak yang "cukup bagus". Semua taplak yang berwarna merah marun itu compang camping, sobek disana sini. Belajar dari meja-meja disekitar kami duduk, ternyata pelanggan memang diperbolehkan langsung "menganiaya" kepiting-kepiting olahan itu diatas meja, yang beralaskan taplak merah marun yang juga tak kurang teranianyanya karena tercakar-cakar kepiting dan tertumbuk palu. Setelah selesai santap ceria, pelayan tidak akan mengambil satu-satu piring dan sisa tulang-tulang ayam dan cangkang kepiting, mereka akan langsung membungkus semua isi meja dengan taplak meja dan mengganti taplak meja baru untuk pengunjung selanjutnya. Nice attraction!
Menu pembuka yang kami pesan adalah chicken wing, yang luaaarrr biasa ENAK! setelah menghabiskan satu piring chicken wing sebelum boss datang, akhirnya kami memesan piring-piring selanjutnya berisi chicken wing.
Sekalipun chicken wing di Fatty Crab luar biasa enak, tetap saja kami harus fokus pada menu utama kami, Fatty Crab! dengan saus yang sekali lagi, ENAK!
Selain menu kepiting, Fatty Crab juga menyediakan berbagai macam menu seafood - yang nggak sempet keinget rasanya gara-gara chicken wing dan kepiting yang masih betah menari-nari dilidah.
Worth to try!
*Gambar terakhir bukan dari Fatty crab. Durian cheese cake dari La Manila Cafe di dekat Taman Sea yang sayang kalo nggak di share. HAH! Durian!
Where to eat in Malaysia
Makanan pertama yang wajib dicoba dan paling asli milik Malaysia adalah Nasi Lemak. Tapi lupa nggak difoto soalnya orangnya udah kelaparan.
Second original-nya adalah Laksa dan Kolok Mie. Semacam mie dengan kuah berbumbu dan irisan daging. Laksa lebih mirip mie kuah dengan rasa asam pedas dan berbumbu. Sedangkan Kolok mie semacam mie setengah kering dan berminyak yang nantinya disiram dengan kuah bening. Gue sendiri lebih suka Laksa dengan porsi raksasa dibandingkan Kolok mie. Laksa dan Kolok Mie paling dicari, "katanya" ada di 7th Mile Kitchen di daerah Kelana Jaya dan gue beruntung bisa makan disana (walaupun nyasar). Dimana itu? use google map, don't ask me! Bagi pemakan segala, menu ini wajib dicoba, namun untuk muslim, make sure you don't eat the pork.
Malaysia, disini terdapat tiga kultur utama, yaitu Melayu, India, dan China (kadang banyak timur tengah juga). Pun makanannya nggak jauh-jauh dari tiga budaya ini. Setiap pagi saya akan pergi makan di restoran India yang selalu ramai dikunjungi pelanggan, kebanyakan pegawai kantoran yang ingin sarapan pagi. Kayu Nasi Kandar judul restorannya. Banyak pilihan menu makanan mulai dari makan berat dan berbumbu khas India, hingga light breakfast. Menu setiap pagi yang sering dipilih selalu light breakfast antara Roti Canai dengan saus kacang ENAK, dan roti susu, ada lagi semacam kue berbntuk sulur-sulur benar berwarna putih yang dimakan dengan gula putih dan parutan kelapa (fix lupa namanya) -menurut gue rasanya kaya putu, cuma gula sama kelapanya dipisah. Untuk yang kurang biasa makan makanan India dengan rempah dan bumbu banyak, memang cocok makan roti-rotian dan canai (soalnya kalo pagi makan berbumbu, sampe kantor suka diare - malah curhat).
Devis Corner - masih restoran India dan tentu saja pelayannya juga orang India. Berbeda dengan Kayu Nasi Kandar yang indentik dengan sarapan (mungkin ini gue aja yg identik sarapan disitu), Devis corner lebih cocok untuk makan siang atau makan malam, karena menunya kebanyakan menu berat. Ayam Bakar yang bumbunya merah menyala (kayak pewarna tekstil baju India, tapi mungkin rempahnya memang banyak, ciri khas masakan India) dan sambel ijo (yang kalo di Indonesia pasti gue kira cabe ijo) yang tidak pedas, lebih mirip bumbu yang aneh dilidah gue.
Street Snack and restaurant in Bukit Bintang. Setelah kecewa karena Bukit Bintang tidak seperti yang ada diimajinasi (Bukit dimana bisa melihat bintang, padang rumput hijau dan berbukit, sepi dengan jangkrik) dan ternyata adalah gedung pertokoan mahal dengan brand dan lampu yang menyala seperti berbintang-bintang. Di dekat Bukit Bintang, terdapat sebuah jalan yang akan disulap menjadi restoran dan street snack setiap malamnya. Mulai dari sate seafood dan berbagai makanan ada disini. I like street snack!!!
IKEA foodcourt - Hari minggu adalah hari dimana IKEA yang adalah sebuah tempat belanja home furniture akan berubah menjadi area bermain keluarga dan pacaran. Setelah membeli beberapa meter kain curtain dan jampel oven kemudian gue kelaparan. Simply because gue harus berpikir keras dan mondar mandir nyari jalan keluar dari IKEA. Akhirnya gue sok asik ikut rombongan orang-orang yang ternyata muaranya adalah di foodcourt. Swedish meatball dan chicken wing-nya juwara! tidak untuk brokolinya (ya karena sebagai karnivor, brokolinya menurut gue mentah dan pait). Butuh tiga kali putaran untuk mendapat tempat duduk, karena rame gilaaaa.
Little Taiwan - Ini sebenernya ada dimana-mana sih, cuma karena kangen dengan bau pasar malam Taipei dan bubble tea-nya, gue memutuskan dinner di lantai dua The Curve. Oya, disepanjang The curve, ada banyak tempat makan mulai dari western sampe nasi padang dengan live music ditengah jalan. Btw, semacam bola-bola daging ala Taiwan dan Big bowl Ramen-nya juwara satu, plus penghargaan untuk bubble milk tea-nya yang dibotol segede jamban.
The last and the best!
Hot and Roll. Dengan ini gue menyatakan bahwa dari sekian banyak makanan yang masuk perut gue, Hot and Roll adalah satu-satunya yang gue bungkus tiga sekaligus dan tentunya gue makan sendiri, dipojokan kamar biar gak ada yang minta. Daging dan saus manisnya, uummmmmmmmm (gue bahkan masih inget rasanya sampe sekarang). Hot and roll ini cuma lapak kecil semacam d'cepres dan harganya murah.
Selamat Kelaparan!
Festival Peh-Cun
Teriakan skipper terdengar begitu bersemangat memacu anggota timnya mendayung perahu naga menuju garis finish. Perlombaan perahu naga atau biasa disebut festival Peh Cun oleh kalangan Tionhoa tahun ini kembali diselenggarakan di Jalan Parangtritis kilometer 15, tepatnya di Bendungan Tegal, Bantul, Yogyakarta, Minggu (9/6/2013). Festival Peh-cun ini dipercayai telah ada sejak masa Dinasti Zhou berkuasa 2.300 tahun silam.
Rangkaian perayaan Peh-cun ini terdiri dari lomba perahu naga dan acara doa Peh Cun, atraksi kesenian, pembagian kue cang, serta Festival Barongsai yang akan diadakan pada Rabu (12/6/2013) di Pantai Mancingan Baru, Parangtritis, Bantul.
Festival ini cukup menarik minat wisatawan untuk datang menyaksikan. Namun, gerimis yang mengguyur kawasan Bendung Tegal sedari pagi membuat jalanan menjadi sangat becek dan mengharuskan penonton rela untuk berkotor-kotor ria untuk mendukung tim favoritnya.