Kadang ada pohon yang berbuah lebat, akarnya kuat, dan daunnya rimbun rapat, serta batangnya menjulang berkilat karena disiram air matanya sendiri.
YOU ARE THE REASON

No title available

Product Placement
art blog(derogatory)
Cosmic Funnies

titsay

Kaledo Art
we're not kids anymore.

shark vs the universe
TVSTRANGERTHINGS
I'd rather be in outer space đ¸

Andulka
RMH
No title available

JVL
he wasn't even looking at me and he found me
wallacepolsom

â
Keni

blake kathryn
seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia

seen from France
seen from Slovakia
seen from Brazil
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from Thailand

seen from Argentina
seen from United States

seen from United States
@lisyah-na
Kadang ada pohon yang berbuah lebat, akarnya kuat, dan daunnya rimbun rapat, serta batangnya menjulang berkilat karena disiram air matanya sendiri.
Senang melihatmu jauh baik-baik saja dan meraih segala yang dulu kamu impikan satu per satu.
Namun, anehnya, aku juga bersedih.
Ternyata, aku memang tidak baik bagimu.
Ternyata, jika denganku, kau tidak bisa meraih segala itu.
Kita memandang seseorang sebagai pendendam ketika kita melakukan kesalahan padanya dan tidak lagi memberikan respons yang sama baiknya dengan dulu.
Padahal, seseorang itu sebenarnya sedang menyusun mekanisme pertahanan dirinya. Agar tidak kecewa lagi, kesekian kalinya.
Agar sakit yang sempat membuatnya lebam, tidak menhujam lagi di tempat yang sama berkali-kaliâdari orang yang (mungkin) sama.
Kita mulai dari awal lagi yaa, diri.
Pelan-pelan.
Sewajarnya.
Secukupnya.
Sebisanya.
Sekiranya.
Mari pelan-pelan mulai lebih memikirkan perasaan sendiri juga dan mengganti banyak waktu berharga yang sempat dikorbankan.
Ada masa ketika rasanya ingin menangis saja karena merindukan dan sesak karena dicintai lalu pergi begitu saja. Namun, di sisi lain, enggan jika ia harus melalui berbagai hal sulit karena air mataku mengutuknya.
Lihatlah, betapa bahkan air mataku menjagamu sebegitunya.
Kalau ditanya apa yang bikin aku sesulit itu dengan ketiadaannya adalahâada waktu-waktu ketika aku punya sesak yang harus kuceritakan dan ia adalah satu-satunya manusia paling peka yang akan menggadaikan waktu tidurnya dengan jaminan telinganya. Juga sepasang mata yang ia gadaikan dengan lingkaran hitam karena akan terjaga membaca semua pesan keluhku. Atau telinganya ia gadai dengan seutas pengorek telinga hingga telinganya penuh kebisingan tangisku.
Ia, mendengarku. Bahkan ketika kukatakan aku akan terjaga hingga pagi malam ini.
Pagi sampai malam independent woman.
Tengah malam paling kenceng teriak Yaa Allah Yaa Allah dalam hati :))
Bagaimana bila ternyata perginya bukan karena dia tidak lagi mencintaimu? Melainkan karena dia begitu mencintaimu hingga begitu ingin menjagamu dari kebelummampuannya menjaga diri.
Mengapa Aku Harus Membenci Diriku Sendiri?
Jadi, sekarang, bagaimana rasanya telah bebas merdeka dari keberadaanku? Senangkah menemukan bagian yang tidak padaku pada diri orang lain? Bagaimana rasanya menemukan orang lain sebelum aku berhasil menemukan kepinganku yang hilang sebab ketergesaanmu pergi? Senangkah telah sembuh dari kebosanan atasku?
Aku sedang tidak menyindirmu. Juga bahkan membencimu. Hanya saja, aku begitu benci diriku yang air matanya sempat terkuras. Aku benci diriku yang berkali-kali memberi kesempatan untuk kejujuranmuâyang sebenarnya sudah aku ketahui, tetapi ingin kamu saja yang mengatakan langsung. Aku benci betapa dulu aku percaya bahwa setiap kata yang kamu sampaikan adalah kenyataan, padahal hanya sebuah penenangâsaat kamu sedang diam-diam bersiap untuk memerdekakan diri. Juga, bersiap-siap merdeka dengan orang baru.
Bagaimana rasanya menyaksikan betapa bodoh aku yang memercayai ketulusan yang hipokrit itu? Mengingatnya, lagi-lagi, aku benci diriku sendiri yang berkali-kali menunggumu sekali saja memulai kejujuran itu. Aku sungguh tidak membencimu. Aku hanya benci bagaimana aku begitu mudah percaya bahwa kamu bukan seorang pengecut yang berani mengakui segalanya selagi diberi kesempatanâselagi aku masih melontarkan tanya.
Aku tentu membenci diriku dengan seluruh kebodohan-kebodohan itu. Namun, selama ini, doaku tak luput dari:
âAllahku, lindungi aku agar dikelilingi orang-orang yang baik untukku.â
Lantas mengapa aku harus membenci diriku sendiri, saat Allah saja menjagaku sebaik itu?
Matanya begadangan, tetapi begadang dikit kenangan auto terputar di kepala.
Bagian paling baik dari percakapan mendalam adalah kamu bisa sampai menangis, menceritakan segala hal menyedihkan yang selama ini memenuhi rongga dada.
Atau mendengar seseorang menceritakannya. Menjadi pendengar yang bahkan turut menjatuhkan air mata. Bahwa seseorang yang awalnya terlihat selalu bahagia, ternyata punya banyak kesah.
Dan kita tidak perlu menjadi seseorang luar biasa untuk menjadi pendengar.
Sebab ternyata, dua telinga yang berfungsi dengan baik dan hati yang tulus mendengarkan juga sudah segala yang kita miliki untuk itu.
Terima kasih @teriyakiryder37 dan semua orang yang memberikan saya 1000 reblog!
Bagian paling baik dari percakapan mendalam adalah kamu bisa sampai menangis, menceritakan segala hal menyedihkan yang selama ini memenuhi rongga dada.
Atau mendengar seseorang menceritakannya. Menjadi pendengar yang bahkan turut menjatuhkan air mata. Bahwa seseorang yang awalnya terlihat selalu bahagia, ternyata punya banyak kesah.
Dan kita tidak perlu menjadi seseorang luar biasa untuk menjadi pendengar.
Sebab ternyata, dua telinga yang berfungsi dengan baik dan hati yang tulus mendengarkan juga sudah segala yang kita miliki untuk itu.
Kalau ditanya, kamu masih bisa jatuh cinta lagi?
Jawabannya adalah entah. Soalnya ini move on-nya ngos-ngosan jalur kerja keras ditambah jalur langit. Tahu kan, gimana jam tidurnya? Terlebih mata panda dan tebal kantong matanya. Kerja keras sampai malam dan bangun sepertiga malam meminta dilapangkan hatinya. Meski pun kerja kerasnya belum bikin kaya-kaya, siiih.
Sungguh, saya ingin ia senang
Namun, jangan sampai saya hilang dari hatinya. Saya mau ia tetap menyimpan saya pada satu sudut kecil di hatinya. Bahkan meski ada penghuni baru, saya tidak ingin ia membiarkan diri saya hilang. Bahwa di hatinya, saya ingin selamanya menjadi pemenang.
Sungguh, saya ingin ia selalu bersuka cita.
Namun, jangan sampai segala harap yang sempat kami semogakan lantas hilang berganti duka cita.
Sungguh, saya ingin ia banyak tertawa.
Namun, di hatinya nama saya harus tetap tertawan.
TUTUP BUKU
Ada sepasang manusia yang berakhir. Mereka saling memperlihatkan keadaannya yang baik-baik saja. Namun, itu bukan tentang:
Lihatlah, aku kini menjadi semakin baik tanpamu.
Melainkan tentang:
Terbanglah setinggi mungkin tanpa harus menunduk lagi. Hentikanlah rasa bersalahmu. Berbahagialah dengan kebahagiaan yang bahkan lebih besar dari ini.
Dulu, kabar:
âAku sudah sampai rumah, yaaâ
Akan selalu ditunggu. Membacanya adalah kelegaan bahwa ia pulang dengan selamat lagi, kemarin, hari ini, esok, dan seterusnya.
Kini, kabar itu tidak dapat kubaca lagi. Maka dengan keteguhan dan keyakinan pada Yang Maha Menjaga, kurapalkan doa setiap hari:
âAllahku, jaga ia baik-baik. Apa pun yang sedang ia usahakan, mohon dimudahkan. Ke mana pun ia pergi, mohon diselamatkan. Bagaimanapun sibuknya ia, mohon disehatkan. Allahku, bahkan jika ternyata memang akhirnya ia bukan takdirku, mohon tetaplah membawa ia dalam penjagaan-Mu. Bahkan meski doaku sudah mulai luput untuknya.â