Nyatanya, kamu yang kuperjuangan memang seharusnya kutinggalkan.
I'd rather be in outer space đ¸

#extradirty
$LAYYYTER
EXPECTATIONS

PR's Tumblrdome
Sade Olutola

No title available

ellievsbear
No title available
Interview Vampire Daily
â

oozey mess
tumblr dot com

Game Changer & Make Some Noise

Love Begins

Product Placement

titsay
The Bowery Presents
No title available
Noah Kahan
seen from Austria

seen from Canada

seen from Israel
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Palestinian Territories
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
@lollymuffin
Nyatanya, kamu yang kuperjuangan memang seharusnya kutinggalkan.
2.45 am
and i thought its the truth that every woman in the world are pretty, especially the one that you love the most. then they tell you that you just look pretty when you put some makeup on your face. she know she aint pretty like the other woman, she tried her best to make her confident up, because she know she had flaws, while you -the one who she loved the most- break everything that she build for so long.
even you said you didnt mean it.
Kebiasaan
Saat kita terbiasa oleh suatu keadaan, tentu saja kita akan berangsur nyaman. Hal-hal sederhana, canda tawa, rutinitas bersama. Semua itu menjadi hal yang disyukuri dari hari-hari yang melelahkan. Namun, tidak selamanya hidup akan terasa enak melulu. Nothing last forever. Akan ada kebiasaan baru yang menyesuaikan kehidupan yang sedang kita raih. Ya, penyesuaian. Mulai dari awal lagi. Tapi, tentu kita akan terbiasa lagi kan? Thatâs life.
Jangan meminta orang lain untuk bertanggung jawab atas sakit hatimu, sekalipun mereka alasannya.
(mdwiangg)
Tidak ada posisi yang nyaman untuk menahan rasa sakit.
â...and iâm stronger that i could ever be...â
Menjadi sebuah dunia itu tidak pernah mudah, ya?
jujur
mengapa jujur itu terasa sulit?
padahal dengan jujur, kita bisa saling mengerti
padahal dengan jujur, kita bisa mengetahui isi hati
padahal dengan berkata jujur, mereka tau apa maumu
mengapa jujur itu sulit?
karena tidak semuanya dapat mengerti
karena tidak semuanya dapat menerima
dan karena kamu terlalu takut untuk berkata jujur
tapi,
coba.
hujan, bunga dan matahari
aku bunga, yang mencintai sang mentari. bunga yang sempat sekarat karena pernah mencintai sang hujan. aku pernah percaya dia akan menjadi matahariku. namun yang ia kirimi hanyalah badai.
berusaha bangkit pada derasnya badai, aku pun berdiri dengan usaha seadanya. berdiri sendiri, di tengah badai, hingga akhirnya aku menemukannya. muncul menerangi duniaku yang kelabu. hangat rasanya. bunga yang sekarat kini tumbuh dan merekah.
1:22
Menatap langit kamar,
sambil fokus mendengarkanÂ
kesunyian dengannya diujung telfon.
Menunggunya terlelap tidur,
agar kali ini bukan aku yang tertidur.
 Dia baik, sungguh baik.
Aku tak mengerti mengapa bisa.
Aku takut terlena, tapi
menikmatinya tanpa disadari.
Membingungkan, tapi
menyenangkan.
 Aku telah jatuh padanya.
"best part by Daniel Caesarâ cover
I think, the best part when I sing a song is when I feel the same way about the song. Get it? No? Okay.
And I always feel anxious about my high pitch? I donât know, sometimes I think my voice are annoying for some people, and I donât know that my voice are good enough to be heard on social media, but here I am.
Why I Quit Pramborsâ Morning Show
Disclaimer: Ga ada maksud apa-apa dibalik cerita gue ini, I just feel I owe it to you kawula muda, yang sampe sekarang masih suka bilang kangen dengerin siaran DGITM atau Sunset Trip, atau yang masih nanya kenapa keluar dari Prambors. Supaya kamu tau. This one is for you.
Yang gue inget hari itu adalah malem Minggu, udah sekitar jam 11 malam. Gue baru pulang dari acara wedding, saat itu salah satu partner siaran gue ada yang nge-chat dan cerita kalo HP pasangannya hilang. Sedikit background aja, gue memang pegang 2 HP, yang satu untuk kerjaan, yang satu untuk chat-chat pribadi.Â
Intinya dia mendesak, karena si pasangannya ini butuh untuk posting foto endorse-an yang udah harus tayang besok paginya. Yaudah, tanpa mikir panjang, gue kirimin salah satu HP gue pake GoSend dengan maksud nolongin teman siaran.
Sampailah di hari Senin. Kalo lo pendengar siaran pagi, udah ga asing memang kalo gue di ceng-cengin pas siaran. Tapi hari itu beda. Ceng-cengan ini berdasarkan hal-hal yang gak ada orang yang tau, kecuali gue dan beberapa orang terdekat aja.Â
Baru sadar ternyata âbahan cenganâ ini diperoleh dari chat pribadi gue di DM instagram, yang diambil dari HP yang gue pinjemin. Gue ga masalah kalo bahan cengannya soal mantan gue (yang udah jadi bahan cengan hari-hari di DGITM), dan memang udah jadi rahasia umum. Tapi tentu gue masalah kalo bahan cengan ini sesuatu yang personal, dimana gue memilih untuk ga share sama orang lain, bahkan sesuatu yang menyangkut masalah keluarga gue.Â
Gue tanya apa bener dia baca chat gue, dia pun ngaku. Satu hal kalo dia cuma baca chat gue; tapi ini lebih dari itu, karena dia baca chat gue tanpa seijin gue dan jadiin bahan siaran, plus disebarin ke anak-anak kantor Prambors.Â
Gue marah banget. Ga inget kapan terakhir gue semarah itu, sampe gue ngeluarin kata-kata, âAnj*ng lo ya.â Gue ngerti dia senior gue, tapi gue cuma ngerasa itu udah ga wajar, and I had to stand up for myself. Saat gue tanya kenapa dia lancang kayak gitu, jawabannya, âYa lo juga bisa dikenal sama orang-orang karena gue cengin.â Wow. Tuhan anda tuh bisa ngatur jalur karir saya?
Gue ga cuma marah, di balik itu gue kecewa karena niat gue hanya nolongin partner siaran gue. Gue mencoba tetap profesional. Hari berikutnya gue tetep siaran biasa, tapi suasana siaran berubah drastis. Setiap gue melontarkan pertanyaan on air, dia ga merespon. Terus-terusan kayak gitu. Gue mikir, âYang salah siapa ya disini?â
Akhirnya kita diajak meeting sebagai tim siaran pagi untuk ngomongin. Dia tentu ga dateng. Setelah gue cerita ke PD gue (atasan yang bertanggung jawab sama para penyiar), seseorang mengeluarkan kata-kata ini:
âLah. Lagian lo udah tau dia ember, masih aja lo pinjemin HP lo.â
Deg.
Rasanya kena musibah, tapi malah disalahin, âYa siapa suruh lo punya HP, kan jadi dijambret.â
Lalu lanjutlah temen siaran gue satu lagi nyeletuk, âYa kalo gue jadi elo, gue sih seneng ada bahan baru untuk dicengin, lagian bahas mantan lo udah mulai basi. Emang lo mau dijual apa lagi sih, pinter juga engga, cantik juga biasa aja.â
Hehe. Walaupun kejadiannya udah hampir dua tahun lalu, tapi ngetik kata-kata ini masih sakit banget rasanya.Â
Akhirnya gue bilang sama PD gue, kalo gue butuh break sejenak. Tentu gue bisa liat kalo partner siaran gue juga masih belum mau siaran sama gue. Gue ngalah, gue aja yang rehat dan mundur dulu. Gue juga sadar, siapalah gue dibandingin para artis-artis ini. Gue akhirnya minta tolong digantiin sementara di DGITM. PD gue pun approve. Masuklah Kenny. Gue akhirnya siaran di jam siang.Â
Beberapa hari kemudian, gue dikeluarin dari grup WhatsApp DGITM. Tanpa sepatah katapun. PD gue juga tidak memberikan penjelasan apa-apa. Dikeluarin aja gitu, kayak dua tahun siaran di DGITM gak ada artinya. Ya, tapi gue ngerti. Mungkin dia memang aset berharga dibandingin gue, cuma Nadya The Highlites.Â
Jadi kalo lo tanya, âKenapa kak ga siaran lagi di DGITM?â
Gue juga gak tau. Gue bener-bener gak tau kenapa.
âKenapa ga langsung keluar dari Prambors?â Tentu itu terlintas di benak gue. Sesuatu yang gue renungin tiap hari. Tapi pacar gue saat itu (yang sekarang udah jadi suami) bilang kalo gue harus buktiin kalo gue tetep bisa jadi penyiar yang baik, tanpa harus siaran di DGITM. Yaudah, gue pertahankan dengan siaran di jam siang.
Datanglah PD gue menawarkan untuk siaran sama Sunset Trip, Ilham dan Julio. Tadinya gue khawatir kalo ini cuma bakalan ngebuktiin kalo gue emang ga bisa jadi penyiar yang baik. Gak ada apa-apanya tanpa dicengin.
Tapi secara rating, puji Tuhan Sunset Trip naik, dan setelah pembuktian selama setahun, baru deh gue memutuskan untuk cabut dari Prambors.
Jujur, Sunset Trip yang menyelamatkan gue. Terima kasih ya udah mau nampung gue, Ilham dan Julio.Â
Dari semua ini gue belajar kalo ga semua orang emang beneran peduli sama lo, kadang mereka cuma pengen tau aja. Gue udah nahan ini sekian lama, dan jujur ini cukup nyiksa gue, karena gue suka siaran dan gue sadar kok gue bukan penyiar yang âwah,â tapi itu udah menjadi bagian dari gue.
If I get the chance to do it all over, I would still do it again. Gue tidak menyesal ini semua berawal dari niat membantu seseorang, walaupun itu jadi bumerang buat gue sendiri. Gue akan terus ngajarin anak gue untuk berbuat baik, bahkan saat ga dibalas dengan kebaikan juga; bahkan saat kebaikan lo dikhianati. Walopun begitu, gue emang memilih untuk jadi lebih private sekarang; nge-private Instagram, jarang post foto anak. Semua semerta-merta karena gue udah pernah merasakan disalahgunakan apa yang gue share ke orang yang gue percaya.
Dan buat yang baca ini, jangan pernah berhenti juga berbuat baik, dimanapun lo berada, sama siapapun orangnya.
kita emang gaboleh berenti buat jadi orang yang baik. dan paham banget kenapa hal-hal kaya gini gabisa ditahan dan pasti bakal dikeluarin juga. semua hal pasti punya maksud dan tujuannya masing-masing
pernah sedekat nadi,Â
sekarang sejauh matahari.
(Stasiun Jakarta Kota, 3:06 PM)
âpagi buta
terlalu banyak emosi dalam satu waktu. pagi buta memang selalu menjadi bagian dari rangkaian hari yang mempunyai efek aneh. tiduran, setelah aktifitas yang dirasa sudah memuakkan otak, sambil menghadap atap kamar dengan tatapan kosong. segalanya bisa kamu pikirkan diwaktu ini. bahkan sebagian orang lebih suka menangis dijam-jam ini. ntah, mungkin terlelapnya bumi mendamaikan agar tangisnya tak diketahui orang luar. mungkin juga agar setelah lelah meluapkan emosi yang dirasa, tidur adalah pilihan utama agar tubuh dan otak beristirahat dari rasa yang sebelumnya ditahan.
ntah, aku juga tak tahu.
âsabar, dikit lagi sampe.â
dear 2019
terimakasih untuk macam-macam perasaannya yang pada akhirnya membuatku menjadi pribadi yang seperti sekarang ini. terimakasih untuk pelajaran berharganya, tentang bagaimana aku harus belajar untuk tidak bersandar pada orang lain, tentang bagaimana aku harus tau mana yang penting untuk dibicarakan mana yang tidak, tentang bagaimana mencintai diri sendiri dan bangkit dengan kaki sendiri setelah beberapa orang penting dalam hidup pergi dalam waktu yang hampir bersamaan, tentang bagaimana harus âtidak apa-apaâ tiap harinya meskipun nyatanya tidak, tentang bagaimana seharusnya aku tidak melebih-lebihkan apa yang aku lakukan, belajar mengetahui kapasitas diri untuk tidak memaksakan kehendak diri atau orang lain, belajar tentang pentingnya meminta maaf, belajar bagaimana tidak egois dan mulai belajar untuk percaya pada orang lain, belajar bersabar tentang semuanya karena semua hal tidak datang secara instant, belajar untuk selalu kuat dan tidak mudah sakit hati terhadap apapun, belajar untuk jujur tentang perasaan sendiri meskipun terkadang masih berat untuk menyatakannya. dan aku rasa masih banyak lagi. berat rasanya menjadi dewasa. namun banyak yang dipertaruhkan untuk sampai disini. semoga ditahun yang akan datang, aku bisa lebih kuat dari ini. -t
setiap yang pergi, pasti meninggalkan bekas. tak terlihat, tapi terasa
âin frame: Ratna
some memories never leave your bones, like salt in the sea; they become part of you.
- and you carry them
in frame: Nadhira