ingin menjauh dari mereka, menghilang dari pandangan mereka, mungkin akan membuat aku lebih bisa menghirup napas lega?

Discoholic 🪩
hello vonnie

★
The Bowery Presents

oozey mess
taylor price
No title available

roma★
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
official daine visual archive
No title available

Jar Jar Binks Fan Club

Andulka

blake kathryn
icyghini twinkie
Xuebing Du
ojovivo
𓃗

@theartofmadeline
seen from China
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from France
seen from Jamaica

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from Nepal
seen from Uzbekistan
seen from Argentina
seen from Kazakhstan

seen from Philippines
seen from Türkiye
seen from Bangladesh

seen from Brazil
seen from Guadeloupe
@malambaraka
ingin menjauh dari mereka, menghilang dari pandangan mereka, mungkin akan membuat aku lebih bisa menghirup napas lega?
pa, perjalanan ini sungguh berat. punya rumah tapi seperti bukan rumah. aku harus apa, bagaimana. sesak. i just wanna breath.
hanya pada-Mu aku berpasrah
kapan rasa resah dan khawatir ini akan hilang?
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA)
"aku sering termangu dan ragu"
"Rasanya sudah punah saja. Tidak disebut punahpun, aku ini langka, karena di dunia, aku hanya aku. Perjalanan hidupku serasa berhenti, karena diri bingung sendiri harus apa dan mulai darimana. Ingin cepat-cepat, tapi tentu hasil yang hebat tak akan diperoleh tanpa usaha yang kuat. Merasa langka, tapi belum kutemukan apa yang membuat aku langka."
"ingin lari sejauh mungkin, pergi ke padang savana. menghirup udara segar, berteriak sepuasnya, dan berbaring di atas rerumputan hijau yang lembut. bisakah?"
"i want to fly"
"Ingin memperoleh hak, tapi tidak melaksanakan kewajiban, apakah masih pantas untuk memperoleh hak nya?"
Tetangga
Sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia tentang hubungan sosial antar individu atau kehidupan bertetangga yang dekat dan hangat. Saling peduli, saling membantu, bahkan saling mencaci dan mencibir di belakang, itu adalah hal biasa. Bukan apa-apa karena aku pun pernah merasakan itu semua.
Ibu jarang bercerita, namun selepas sholat dzuhur, beliau tiba-tiba berkata kurang lebih seperti ini "tetangga kita yang di ********* bertanya-tanya, anak mama sudah pada mau nikah belum, sudah dapat kerja belum padahal sudah dewasa.. dsb" Perasaan campur aduk meliputiku. Pemikiran-pemikiran sempit terkait masa depan dan kehidupan pribadi seseorang bukankah bisa mengakibatkan trauma. Menjadi tetangga yang baik itu seperti apa? Tentunya yang tidak perlu ikut campur terhadap kehidupan pribadi tetangganya sendiri. Selagi bukan hal negatif, apa salahnya mendukung hal-hal yang sedang dijalankan. Bukan malah membandingkan pencapaian dengan orang lain. Seperti perbandingan "si itu udah kerja kok kamu masih nganggur? si itu udah nikah kok kamu belum? si itu udah punya anak kok kamu belum? dan seribu pertanyaan yang jika diladeni tidak akan ada habisnya"
Pencapaian dan tingkat kesuksesan seseorang bisa saja diukur dari 'bekerja/ menikah/ punya anak/ atau hal lain'. Individu dengan individu lain punya perasaannya sendiri, punya tingkat kebahagiaannya sendiri. Bisa jadi seseorang akan bahagia ketika memiliki tetangga pengertian yang bisa memahami dan tidak suka menjudge akan rencana dan masa depan orang lain.
"Jadilah tetangga baik, jangan membandingkan, jangan mencemooh. Jika kamu melakukan itu, bukankah kamu bahkan lebih rendah, lebih buruk dari orang yang kamu bicarakan? Dan bisa jadi orang yang kamu bicarakan kedepannya akan lebih baik darimu!"
Akhir-akhir ini aku gemar menangis bersama malam. Bukan karena hobi tapi karena kelelahan yang tak bertepi. Otakku mendidih, hatiku seringkali bertemu dengan buih. Aku ingin segera pergi dari sini, bisakah kamu datang menghampiri?
Barang sejenak, bawalah aku menuju dunia fantasi. Yang ada hanya aku dan kamu.
Segala proses yang ada di dalam perjalanan hidup seseorang tidak ada yang mudah. Sering kali jatuh, terluka bahkan lumpuh. Aku lelah dan ingin menyerah. Bukan dengan perjalanan hidupku, namun dengan udara engap yang bertahun-tahun aku hirup. Aku ingin pergi dan lari menuju pelukan hangat. Aku ingin bernapas lega. Aku ingin terbang bebas. Aku ingin membuka lembaran kehidupanku yang baru. Akankah Tuhanku merestui itu?
"ingin pergi, ragu, mungkin tempatku bukan di sini?"
Dear Me
Bangun tidur dengan gelisah dan ingin kabur secepatnya…pernahkah kamu mengalaminya?
Terus termangu atas kejadian yang lalu bukanlah hal baik. Namun momen-momen kecil hingga momen besar itu telah menjajah pikiran dan hatiku. Hati kecilku selalu menyuruh pergi, tak bisa. Dan aku benci. Aku muak. Walau rutinitas ini akan aku rindukan, namun aku butuh ruang.
Selalu dituntut, selalu dipaksa ikut, dan selalu membuat takut.
09.06.24
"Aku bahkan tidak memahami makna sayang sesungguhnya. Bukan karena aku tidak mendapatkannya, namun terlalu banyak hal yang menekan dengan kedok 'sayang'. Muak dan tak tertahankan. Rasa tulus itu belum aku temukan. Yang ada hanya tuntutan dan tuntutan."
Rumah
Capek banget di dunia dengan lingkungan seperti ini. Berkali-kali berkeinginan untuk lari dan pergi untuk menjaga kewarasan diri. Namun tubuh ini selalu saja belum mampu membawa kaki untuk tidak berdiri di sini. Aku bukan bermaksud membantah dan mengeluh, aku hanya ingin pergi dan menemukan tempat kembali yang menenangkan bukan tempat kembali yang menegangkan.