#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas.
06.08.25 (SA) #0 CEMAS Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja. Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas. 06.08.25 (SA)
#0
CEMAS
Tanah air akhir-akhir ini sungguh berbeda. Tanah yang menjadi tumpuan, tempat bernaung, mengungkapkan rasa suka, duka dan cinta. Aku tidak tau seberapa presentasenya, namun dibanding kabar gembira yang terdengar, cerita sedih lebih sering beredar. Ramai perkara politik, yang digaungkan bahwa pemerintah terlalu sering tutup mata dan telinga. Benar. Kebijakan-kebijakan yang muncul terakhir kali membuat rakyat tercekat. Masalah kemiskinan, kerusakan alam, bahkan korupsi belum teratasi. Sedikit banyak tikus-tikus negara tertangkap ada secercah harapan mungkin, tetapi lagi-lagi harapan terpatahkan. Hukuman telah dijatuhkan, herannya tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Berkacamata pada kasus korupsi di luar negeri, para tersangka ada yang dijatuhi hukuman mati. Sedangkan di negara yang katanya berprinsip pada ‘keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’ para tersangka yang telah merampas hak rakyat hanya dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun saja.
Jika ditilik secara menyeluruh, negara yang dalam lagunya dikatakan sebagai tanah surga pada kenyataannya tak lagi seperti itu. Saat ini tanah air benar-benar tidak sedang dalam keadaan baik. Para pemimpin besar hingga masyarakat kecil sungguh memiliki aspek yang penting untuk memajukan bangsa. Teknologi yang semakin berkembang, media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, menjadikan tanah ini mudah panas. Keserakahan dan ketamakan yang menyelimuti diri perlahan menutup kewarasan. Hingga karakter dan jati diri baik menguap meninggalkan sisa-sisa ucap. Benarkah Indonesia akan Emas atau malah menjadi negara yang Tak Berbekas?.
06.08.25 (SA)












