Hai untuk Kamu di Masa Depan
Hai kamu!
Jangan kaget, ini hanya tulisan yang aku buat saat lagi sayang-sayangnya dan ditinggal kamu ke Semarang.
Kamu tau nggak apa yang aku rasain di setiap hari kamu balik ke Semarang? Sedih.
Perasaan sedih yang selalu sama. Perasaan nggak mau ditinggal dan ‘masih kurang ketemunya’. Membayangkan harus menunggu paling nggak sebulan lagi untuk ketemu dan itupun paling banyak 3 hari. Harus balik ke rutinitas membosankan, harus tahan iri ketika lihat teman-teman sekitarku begitu mudahnya bertemu pasangan mereka.
Mungkin sama kayak perasaanmu ketika kamu harus meninggalkan rumah, meninggalkan keluarga, meninggalkan kota yang kamu cintai.
Kamu tau nggak? Hampir 2 tahun kita LDR. Berarti hampir 2 tahun juga aku merasakan perasaan yang sama, sedih yang sama, rasa kehilangan yang sama, rasa kangen yang lebih dan lebih setiap harinya.
Dan aku selalu berpikir untuk ikut kamu ke Semarang, walaupun ujungnya selalu goyah karena aku nggak mau ninggalin keluarga dan rumahku disini.
Aku masih kangen. Seolah 3 minggu berturut - turut masih belum cukup.
Saat aku kasih lihat kamu tulisan ini, aku berharap hubungan kita menjadi semakin dekat dan semakin baik. Kita menikah. Kita punya keluarga kecil sendiri. Kita tinggal di kota impianmu, Jogja atau Depok.
Aku mau kamu ingat, kita pernah melalui ini, hubungan jarak jauh ini, dan aku harap tulisan ini bisa membuat kita mensyukuri kehidupan kita kelak, dimana kita akhirnya menikah dan bisa bersama-sama terus. Aku juga berharap, seiring berjalannya waktu, kita bisa belajar mengenal diri kita masing-masing, saling memaklumi, saling memiliki, saling menyayangi, saling mengingatkan.
Oh iya satu lagi, sebenarnya aku nggak pernah lupa kapan pertama kali kamu menyatakan perasaanmu, dimana orang-orang sebut sebagai ‘Tanggal Jadian’ atau ‘Hari Jadi’. Hari Sabtu malam menjelang Minggu, kamu habis mengantarku pulang dari Kencan Pertama kita di PIM nonton Premium Rush, dan kamu bilang “gue sayang sama lo, bego”. Tanggal 30 September 2012.
Semoga tulisan ini dapat membuat kita ingat bagaimana kita jatuh cinta pertama kali, bagaimana kita melalui hubungan jarak jauh, bagaimana kita pernah hampir pisah dan ternyata kita merasa hancur tanpa satu sama lain, dan sebagainya.
Semoga, kamu adalah jawaban dari semua doaku tentang mencari kebahagiaan.
Salam,
Syifa Nurina Hanum
10 Januari 2016