https://instagram.com/sacree_frangine?igshid=1hft12ww7xcee
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Today's Document
sheepfilms
Not today Justin
KIROKAZE
EXPECTATIONS
RMH

PR's Tumblrdome
NASA

Kiana Khansmith

titsay

Jar Jar Binks Fan Club
The Stonewall Inn
Noah Kahan

izzy's playlists!
No title available

Andulka
Xuebing Du

oozey mess

Love Begins

seen from Brazil
seen from India
seen from Saudi Arabia
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Bulgaria

seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from Italy
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Canada
seen from Finland
@marsazhr
https://instagram.com/sacree_frangine?igshid=1hft12ww7xcee
son of alderaan / master of the knights of ren / supreme leader of the first order / the last skywalker
Dog Costume For Cats
I have been gone for a good minute when it comes to cc and I thought I would come back with a cute little costume for cats! A cat wearing a dog!
Cats & Dogs needed
Cats only
Custom thumbnail for each gender
One swatch just for recoloring purposes, so go wild!
Do not re-upload this mesh as your own or include the mesh, please
Tag me if you recolor this!
Credit goes to EA/Maxis
Download (SFS, No Ad.fly)
(If you have any problems with this mesh, please contact me.)
Star Headpiece
Inspired on the headpiece Lana Del Rey used on the 2018 grammys.
3 swatches
Custom thumbnail
DOWNLOAD (SIMSDOM)
““Mengapa kamu masih sendiri? Tidak adakah laki-laki yang mampu menarik hatimu?” “Ada sih..” “Apa kamu takut sama komitmen? Itukah alasannya?” Aku menarik napas sambil mengeratkan peganganku di cangkir kopiku. “Iya dan tidak. Aku tidak takut dengan komitmen karena aku tahu bahwa komitmen sesungguhnya seperti cinta sejati, memang benar ada. Aku tahu karena orang-orang di sekitarku beruntung sudah menemukan cinta sejati mereka.” “Lalu? Kalau begitu apa yang membuatmu tidak mau menemukan cinta sejatimu?” “Yang aku takuti adalah membuat komitmen yang salah. Aku merasa lebih baik aku sendiri daripada nanti menyesal telah membuat komitmen dengan orang yang ternyata salah.””
— A. W. (via surat-pendek)
Menjaganya
Bagaimana cara menjaga seseorang yang akan menjadi pasangan kita nanti? Sedangkan kita tidak tahu siapa dia, yang mungkin entah berantah belum kenal sama sekali orangnya, atau juga mungkin ternyata orang itu ada disekitar kita — orang yang telah lama mengenal kita. Jangan-jangan, orang yang akan kita cintai nanti bukan orang yang baik, yang tidak bisa menjaga ucapannya, yang senang berkhianat, yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa menjaga pasangannya? Sedangkan diri sendiri saja tidak ia jaga.
Bagaimana cara menjaga seseorang yang akan menjadi pasangan kita nanti? Disuatu sisi kita berusaha mati-matian untuk menjaga diri dan hati, menjaga pergaulan dengan lawan jenis, menjaga pemahaman baik yang kita pegang teguh, juga menjaga amalan-amalan rutin yang Nabi Muhammad ajarkan. Jangan-jangan, seseorang yang akan menjadi pasangan kita nanti malah asyik main perempuan, yang asyik berjudi, yang enggan shalat, yang tidak mengaji, yang tidak patuh pada orang tuanya. Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa menjaga kita? Sedangkan, ketaatan pada agamanya tidak Ia jaga. Bagaimana mungkin bisa bersamanya ke surga, sedangkan amalannya malah lebih dekat ke neraka.
Bagaimana cara menjaga seseorang yang akan menjadi pasangan kita nanti? Saat ini kita selalu berusaha untuk menghindari dari hubungan-hubungan yang tidak baik. Menjaga pandangan dan perkataan, menjaga aurat dan perasaan. Jangan-jangan yang menjadi jodoh kita malah menjalin hubungan yang tidak semestinya, yang pacaran, yang senang berzina, yang mengobral kata-kata cinta kepada sesorang yang bukan siapa-siapanya, yang senang jalan-jalan berduaan tanpa ada malunya, yang telponan dan chat yang tiada hentinya. Bagaimana mana mungkin orang seperti itu bisa menjaga hati kita? Sedangkan, sebelum halal saja sudah berani macam-macam. Walaupun sudah menikah nanti, sangat potensial untuk mengulangi hal yang sama dengan orang lain tanpa sepengetahuan kita.
Dunia selalu memberikan gambaran yang berbeda dari anganku, dari harapanku, dari agama yang diyakiniku. Aku takut dengan semuanya. Takut akan pengkhianatan, takut tidak bertanggung jawab, dan takut akan orang-orang yang tidak berlaku baik dalam hidupku nantinya.
Bagaimana cara menjaga seseorang yang akan menjadi pasangan kita nanti? Dan kini, aku lebih memilih dengan cara mendoakannya, tidak lelah dan tiada henti menjaga diri dan hati. Sebab Allah-lah yang berjanji.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). (QS. An-Nur :26)
Dengan ayat ini, semoga kekhawatiranku mereda. Aamiin.
El Isbat
Ajarkan aku jatuh cinta dengan biasa, agar kelak aku tidak hancur dengan luar biasa.
—wordhunter #wordhunterpost
Kita bertemu untuk sebuah alasan dan bersama untuk suatu cerita. Baik atau buruk alasan kita bertemu, sedih atau bahagia akhir cerita, terima kasih sudah ada.
—wordhunter #wordhunterpost #TodayMeWithYou
Suatu hari nanti yang bukan hari ini, semoga aku sudah mampu melepaskanmu dengan tabah dan ikhlas sepenuh jiwa. Mengantarkanmu pada bahagia yang seutuhnya.
—wordhunter #wordhunterpost
Harry Potter moodboard: Lily Evans
“Surely I am a better mistress to serve?”
“You are more beautiful, Your Majesty.” The queen smiled again before I finished. “But she is more kind.”
So much for discretion. The smile disappeared. You could have heard a pin drop onto the stone floor as her alabaster cheeks flushed red. No one could ever accuse the queen of Attolia of being kind.
― (Megan Whalen Turner, The Thief)
The trick is to find that one person who can give it back as good as they can take it.
“Menurutmu, kapan aku bisa melihatmu tanpa perasaan-perasaan itu kembali lagi?”
—
Mungkin setelah kamu bisa merelakanku, kita bisa bertemu tanpa masa lalu kita menghantui dirimu.
// A.W.
(via surat-pendek)
Kita tidak akan bertemu lagi.
Entahlah,
tapi aku merasa
bahwa takdir memang telah
memisahkan kita.
Takdir memang benar-benar
membuat jalan dan tujuan kita
menjadi berbeda.
Seperti takkan ada lagi
kebetulan yang terjadi untuk kita.
Bahkan,
untuk membayangkanmu
ada di tempat yang sama denganku saja
rasanya tak mungkin.
Takdir benar-benar memisahkan kita.
Memisahkan kita yang tadinya sejalan,
memisahkan kita yang ternyata
berakhir
menjadi suatu pelajaran.
–G.N
Sedih rasanya mengingat
bahwa terkadang
aku sudah melupakanmu.
Rasanya kisah kita
terlalu menyenangkan
dan tak pantas untuk
dilupakan.
Tapi aku sadar bahwa
kamu sudah berjalan
begitu jauh.
Jangankan kembali,
menengok pada kita
yang dulu saja
sepertinya
kau tak lagi tertarik.
–G.N
Ada sekian banyak kemungkinan
mengapa dia tak membalas pesanmu.
Bisa saja dia sedang sembahyang,
istirahat, atau sekadar
menghabiskan waktu
dengan keluarganya.
Mengapa kamu memilih berpikir
bahwa dia telah mendua?
–G.N