"Kalo waktu bisa diputer lagi
atau mungkin kita bakal di-reinkarnasi
atau ya manatau di kehidupan lain,
terus kita ketemu lagi,
kamu apa iya masih bakal pilih aku?"
- tanyaku ke suami
Acquired Stardust
Claire Keane
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

tannertan36
hello vonnie

No title available

JVL
dirt enthusiast
Game of Thrones Daily

★
No title available
$LAYYYTER
Stranger Things
will byers stan first human second
noise dept.
Monterey Bay Aquarium
Misplaced Lens Cap

@theartofmadeline
Xuebing Du

if i look back, i am lost
seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from China

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from T1
seen from Japan
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from Indonesia

seen from Malaysia
seen from Romania
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@maytrihandayani
"Kalo waktu bisa diputer lagi
atau mungkin kita bakal di-reinkarnasi
atau ya manatau di kehidupan lain,
terus kita ketemu lagi,
kamu apa iya masih bakal pilih aku?"
- tanyaku ke suami
Cities, like hopes, are made of desires and fears, loves and hates, even if the thread of their discourse is a secret, their rules are absurd, their perspectives are deceitful, and everything conceals something else. To hear never-heard invitations and sounds To see never-seen colors and shapes To be a smile on our face To try to understand imperceptible Ego pervading the world. Wrong and you can't face it. Right but nobody else want to support it. #acceptance #without #assumption #stvckinjkt (at Citywalk Sudirman Jakarta) https://www.instagram.com/p/CaHM-GSpnG8GzD-HJMpCLSYpmv33d5WzAB-7Qk0/?utm_medium=tumblr
Because now feeling you, feeling like:
put all my cards out on the table
have no secret
and don't need to prove anything
aku yang ngajarin kamu merangkai mimpi yang hebat
kamu yang bimbing aku memilih keputusan yang tepat
terimakasih sudah saling menerima, seutuhnya ❤️🧡💛💚💙💜💖
iuiu mood :')
To be not-so-mature and fell in love to Jakarta City 🏙 Regardless of everything (any moments any details), please do know that you're gonna be okay. Trust your process, believe your journey, and try hard to do it in one day at a time because we all knew life is a long marathon... there will be ups and downs and often the "down" seems endless - but it's not. It will end and you will find your silver lining. #wyd #longtimenoposting #stvckinjkt (at Astha District 8 SCBD) https://www.instagram.com/p/CUO3lAeJ6krC008OSWsTkslQe-l5L-BUlyqPSU0/?utm_medium=tumblr
MERENCANAKAN CHILDFREE (?) 😱
"Heleh! Nikah aja belom, May... "
Justru karena belom menikah, aku belajar kalo hal-hal overthinking sereceh tentang apa-apa aja yang bikin mumet di kepala kita terkait opsi-opsi masa depan itu penting banget diobrolin sama calon pasangan hidup bahkan kalo opsinya nyeleneh dan ngawur... ya gapapa ceritain aja obrolin aja... kan dari situ kita bisa makin tau ini orang pemikirannya kekgimana... masi tolerable nggak nih pemikiran dia yang kekgitu padahal diri kita yang kekgini... itu semua diungkapin.
We'll see ya kedepannya bagaimana... karena Aku belum menikah (dan pernah batal akan menikah juga 2x hahaha) jadi sebetulnya nggak bisa men-judge atau sedemikian denial terhadap apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi iya sih memang betul bahwa pilihan-pilihan itu ada di tangan kita dan sangat amat akan lebih bijaksana kalo kita bertanggungjawab terhadap pilihan tersebut (bahkan lebih baik sebelum hal itu kejadian).
Karena harapannya ya cuma biar pas kalo udah kejadian kita gak kaget atau kecewa atau denial itu tadi. Jadi tanggungjawabnya nggak cuma karena pasrah tapi karena emang sebelumnya udah tau resikonya.
Makanya aku yang skrg tuh pelan2 juga sering ngajakin (deep talking deep discussion lebih tepatnya sama) abang pasangan... planning masa depan bareng sedini mungkin kalo emang dia serius.
Dan mesti, yang ruwet2 di kepala kami tuangin dalam bentuk list-list kondisional di excel... di-breakdown satu persatu pros-nya apa aja dan cons-nya jugak apa aja.
Nah dari situ kita tau bahwa, ini nih ternyata kalo ntar kejadian jeder begini atau begono.
Ada aja kan pasti yang tanya
"Kalo udah di-breakdown kaya gini tapi tiba2 nanti dikasih anak terus gimana?"
It's okay too, karena at least aku dan calon pasangan hidup sudah punya bayangan (setidaknya step awal) perlu melakukan apa.
No, ini bukan berarti menjadikan kita sok mendahului takdir, tapi bersiaga (well-prepared) dan tetap bertawakal kepada Allah terhadap kemungkinan yang akan terjadi.
Makanya prinsip yang betul itu kayaknya bukan men-statement "Childfree" tapi "Ter-planning".
Gak ada yang salah bahkan dengan keputusan menunda mempunyai anak, karena cuma diri kita yang tau kapan sih kita SIAP mentally, physically, bahkan financially... biar punya anak nggak cuma sekedar nafsu dan egoisme orangtua semata.
Realizing that my children didn't choose to be born, but I chose to have a children... They owe me nothing, I owe them everything.
Sama-sama belajar ya :)
Jakarta Selatan, Agustus 2021.
Akad dan pertimbangannya
Bukan, ya... ini bukan sebuah pengumuman bahwa seorang Maytri sudah menikah siri. Na’udzubillah, semoga nggak kejadian ya... ehe karena selain sah secara agama, hayati merasa puenting banget bagi seorang wanita untuk dinikahkan dan sah secara hukum... bahkan diriku sendiri punya ultimatum untuk pasanganku nanti membuat pre-nup / perjanjian sebelum pernikahan (whaaatt? whyyy?) ya karena aku tau aku orangnya gegabah... dan dengan banyaknya keputusan kelam masa lalu, aku merasa aku perlu merundingkan dan memutuskan sesuatu ketika tenang sebagai bentuk komitmen dan bantalan pre-kebijaksanaan di awal... biar nggak memutuskan sesuatu yang buruk berdasarkan emosi di masa depan. (Jadi ini memang bahas tentang Akad Pernikahan ya, May?)
Eheu bukan... kan udah bilang tadi di awal.
(Terus ngapain nulis/cerita begituan drtd di awal?)
Ho ya, oke jadi judul itu bukan tentang akad pernikahan, tapi akad keinginan ambisi dan obsesi seorang Maytri hmmm
Sebenarnya sudah semenjak 2 tahun terakhir, aku mulai mencari-cari info harga tanah dan rumah di super pinggiran Jakarta, tepatnya semenjak 2019. Dari situ baru tau bahwa bahkan super pinggirannya (Jakarta) aja juauuuhh dari jangkauan aku haha monanges ndak sih. Akhirnya aku fokus ke investasi lain kan dan bener-bener mulai melek finansial.
Bermula dari akhir 2020 aku memberanikan diri untuk melihat salah satu properti apartemen, karena kepikiran aja setiap kali transfer/bayar uang kos bulanan ke ibu kost. Bawaan-nya kayak, “hmmm aku tiap bulan mbayar ke ibu kost sekian tapi ruangan yang aku pake ini cuma sementara milik aku alias sewa doang padahal mungkin… mungkin dengan membayar value yang sama setiap bulannya manatau aku bisa ‘memiliki’ yang ndak cuma sementara”. Haha tapi pemikiran itu kemudian aku tracking dengan list pengeluaran bulanan kalo memang harus mengambil cicilan properti, karena ternyata harga kosan-ku hanya cukup atau equal dengan properti super pinggiran-nya Jakarta (nb: yang super pinggirannya ya, bukan propertinya haha) dan itu berarti akan ada tambahan uang transportasi yang tidak sedikit juga komitmen untuk bangun lebih pagi ke kantor karena jarak tempuh yang semakin jauh.
Keadaan-keadaan impian seperti itu jelas jauh berbeda dari keadaan-ku yang sekarang. Memang kosan yang sekarang ndak dekat-dekat amat dengan kantor, tapi aku suka lokasinya yang strategis… dekat dengan Halte Busway yang rencana terintegrasi dengan Stasiun LRT, cari-cari makan ndak repot, ada pasar pagi-nya, diapit banyak Mall, ada lokasi sekitar yang enak buat jalan-jalan (olahraga tipis-tipis) ditambah penghuni kosannya yang meskipun sebagian besar isinya orang Sumatra/Medan, yae mang kalo ngomong/logat aslinya kasar tapi care-nya pakek banget hmmm terharu. Jadi rutinitas aku ngantor itu pake busway, happy banget karena jadi memaksa diri buat bergerak/jalan kaki dari kosan menuju halte keberangkatan juga dari halte tujuan menuju kantor, gitu juga sebaliknya. Dan fyi, naik busway di Jakarta itu betul-betul nyaman bonusnya murah. Pergi pulang cuma bayar IDR 7000,- aja :) se-senang itu aku naik busway… dapet nyaman-nya, dapet murah-nya, pun dapet sehat-nya.
Nah dengan niat “ndak boleh nih aku gini terus dan harus berani ngambil langkah lanjut, biar se-enggaknya kerja udah 2tahun di Jakarta sambil nyambi-nyambi proyek sampingan ada hasilnya” ya akhirnya akhir 2020 aku memberanikan diri untuk nyoba another level mulai serius nyari properti, menimbang plus minus tanah aja vs apartemen vs rumah tapak. Bikin list daerah yang pinggiran tapi ndak terlalu jauh ke kantor, cari properti di sekitaran area tersebut, hitung kemungkinan cicilannya dengan uang DP yang dipunya, kontak marketingnya, cek langsung lokasi, liat item contohnya, cek reputasi developernya… literally hampir tiap weekend aku kekgini haha… abis pulang ngantor, malemnya (kalo pas lagi nggak nangis-nangisin mantan hmmm kelam) sebelom bobok liat-liat properti terus ditimbang2 apa kurangnya apa lebihnya.
Ada masa dimana aku capek2 sendiri soalnya mesti adaaa aja ngerasa belom cocok/kurang sreg dengan setiap list property-ku, berujung yaudahlah pasrah… mungkin memang belom waktunya. Sampek tiba2 di siang bolong dapet telepon dari Budhe bawa kabar baik ada cluster perumahan baru di pinggiran Jakarta… aku langsung happy walau langsung luemes dengar harganya. GILAK! Batinku. Mau dapet darimana coba duit sebanyak ituuu… ndak ngerti lagi plus ndak masuk diakal rasanya. Cluster yang ditawarkan Budhe ini 2 kali lipat dari harga-harga rumah tapak yang aku incar… aku terang-terangan bilang bahwa aku nggak sanggup bayarnya kalo opsinya item yang itu #momeledakutekhamba.
Lebih Aware
Vaksin Kanker Serviks
Semenjak di-diagnosa punya endometriosis, aku jadi lebih banyak insecure plus parno-parno sendiri sebenarnya. Kuatir bahwa apa yang aku rasa baik/biasa aja, ternyata sebetulnya punya efek yang jelek ke kesehatan diriku sendiri... yang mana suatu saat nanti genetis dalam diriku lah yang bakal nurun ke anak cucuku hiks. Ok, nggak main-main... meskipun bukan anak mesin #apasih hal ini-lah yang bikin aku mantep buat Vaksin Kanker Serviks.
Pastinya keputusan ini udah pake riset-riset selama beberapa bulan, tanya ini itu ke dokter kandungan. Plus, pasrah gaboleh menikah dulu... at least sampai rangkaian vaksin selesai tahap akhir.
Dari sini hayati juga belajar (karena banyak tanya ke dokter), kalo pre-marital medical check up itu penting, pricey dikit nggak apa... karena at least dengan pre-marital medical check up kita sudah deteksi duluan masalahnya dimana dan resikonya apa saja.
#tobecontinued
Tentang Ciut dan Prioritas
Jakarta Selatan, 01 Februari 2021.
MAYVLOGIARY #3 First trip di Tahun 2021 jatuh kepadaaa jeng-jereng-jeng... KAWAH RATU :) #GunungSalak #1437metersAboveSeaLevel #AnotherBlessingToBeThankfulFor Trekking berkedok trip kali ini cukup menguras energi hehe karena dari start pendakian PP (return) butuh menempuh +/- 12km dengan mostly medan lumpur, menanjak dan padat vegetasi hutan tropis.
Alhamdulillahnya cuaca cerah... leader sama guide lokalnya juga ramah, plus plus dibarengin sama personil-personil open trip yang isinya padahal cuma 4 orang doang (berasa private trip yakan) tapi semuanya hobi becanda sepanjang jalan hehe
Paling unik dari Hutan ini adalah lumut-lumutnya yang nggak cuma ada warna hijau tapi juga warna kuning. Selain itu sudah berapa kali aku amati, semua daun-daun yang berguguran di hutan ini selalu lucu... bagian depannya kuning, tapi bagian belakang daun abu-abu. Literally semua daun seperti itu. Eksotis banget subhanallah.
Destinasi terakhir dari trekking ini adalah mampir Curug Ngumpet... sueger banget bisa melihat air grojokan. Andai nggak rame dan pandemi mah, hmmm nyemplung deh hayati. Gak apa, sebegini aja udah puas kok, alhamdulillah.
Kawah Ratu, 15 Januari 2021.
Sekelebat kamu (sekelebat lagi)
Sekian kali
Proses meyakinkan diri bahwa aku mampu
Tentang tidak semua yang menemani kita disaat susah
akan tegar bertahan hingga akhir
Terkadang, di tengah jalan dia harus pergi
dan kita nggak bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal
Jadi biarkan dia memilih jalannya... biarkan dia terlepas
Jika memang begitu inginnya
#maafkanaku #sungguhmaafkanaku #maafuntuksiapa #maafuntukyangmana #maafkandirimusaja
Endo-maytri-osis >_< Part 2 (Hanya untuk Perempuan 18+)
Endometriosis itu secara teoritis sih katanya penyakit pada sistem reproduksi wanita tentang adanya jaringan dari lapisan dalam dinding rahim (endometrium) yang tumbuh di luar rongga rahim. Saat menstruasi, endometrium yang tumbuh diluar rahim ini juga ikut bereaksi (aktif), makanya sakit yang dirasakan pengidap endometriosis berkali lipat ketimbang sakit menstruasi biasa. Jika seorang wanita mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh, yang sama dengan siklus menstruasi. Namun, darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar, nggak seperti darah peluruhan dinding menstruasi yang dari rongga rahim.
Satu-satunya hal yang aku takutin dari mengidap penyakit ini bukan sakitnya, tapi... aku masih bisa hamil atau nggak... 04 Januari 2021 akhirnya aku memutuskan untuk nyari insight dari dokter lain di Rumah Sakit yang sama, juga mau lihat kondisi rahim aku di saat normal (ketika nggak menstruasi). Blessed banget bisa dapet dokter yang tegas jujur tapi masih bisa ngajak bercanda. Dokter bilang si endometriosis ini nggak bakal pernah bisa hilang kecuali dioperasi. Menjaga pola hidup dan makan sehat itu salah satu upaya endometriosis nggak berkembang dan biar siklus menstruasi aku teratur sehingga sakitnya nggak begitu kebangetan. Disamping itu, dokter juga bilang kalau diperhatikan secara level dan pengalaman kedokterannya, endometriosis-ku ini masih level 2 out of 10... masih ringan, tapi juga nggak boleh disepelekan. Dan yang lebih penting dari itu semua adalah masih sangat besar bagi penderita endometriosis untuk bisa hamil selama endometriosis nggak tumbuh menghalangi sepanjang tempat-tempat produksi sel telur dan pertemuan sel telur dan sperma nantinya.
Leganya bukan maiiinn~ ya tapi tetap harus waspada tetap harus jaga pola hidup sama pola makan... ehe semangat! Jakarta Selatan, 04 Januari 2021
Endo-maytri-osis >_< Part 1 (Hanya untuk Perempuan 18+)
Hari apa sih ini? Ditengah heboh ngurusin pelimpahan kerjaan masbos ke aku, ngerekrut dan ngajarin junior engineer baru, sama tutup buku tahunan perusahaan... masih ada aja ternyata hari kayak gini.
Aku kira selama ini sakit menstruasi yang aku rasain itu wajar (apalagi di hari pertama), perih banget sih emang ya tapi aku nganggep itu hal yang biasa dialamin wanita-wanita lain. Sampek akhirnya hari ini aku nggak kuat nahan sakit itu dan berakhir pingsan di kamar mandi kantor berujung bikin heboh se-lantai... duh! malu + malu-maluin! Mana ditemuin pingsan di kamar mandi oleh adik junior asisten pula... harga diri dimana harga diri ehe ehe
Harus aku akuin sih yang kali ini sakitnya lebih kompleks puuunn... habis sadar dari pingsan eh tiba-tiba sebadan langsung kesemutan semua plus langsung menggigil... udah ndak ngerti lagi ini badan kenapaaa~
Akhirnya Ibu HRD berinisiatif bawa aku ke rumah sakit rekanan asuransi perusahaan kami, Rumah Sakit Siloam... dan yang paling dekat yaitu Siloam TB Simatupang. Ibu HRD juga meminta adik junior asisten untuk menemani kami.
Sesampainya di Siloam, alhamdulillah aku udah ndak seberapa menggigil lagi. Ibu HRD memaksa untuk tetap periksa aja ke dokter buat upaya antisipasi manatau ada gejala sakit yang serius. Awalnya aku dibawa ke dokter umum, pas masuk ruangan bu dokter, beliau lebih menyarankan agar aku dibawa ke dokter spesialis obgyn dan ankologi.
Dokter spesialisnya cowok, kesannya semi-semi-praktis featuring idealis sih memang... dateng-tanya keluhan-langsung disuruh usg... hasilnya di-print terus dijelasin bahwa aku mengidap endometriosis ringan karena “terlalu subur” atau kelebihan hormon estrogen dan karena itu aku bener-bener harus menjaga pola hidup dan pola makan sehat.
NO JUNK FOOD, NO GORENG-GORENG, NO MANIS-MANIS selama 3 bulan kedepan dan harus kontrol lagi.
langsung down... #nantiakuceritalagiya #tobecontinued
Jakarta Selatan, 11 Desember 2020
Tentang Pasangan
Akhir Oktober 2020.
Belakangan banyak banget ngeluhnya... mulai dari terima shocking email dari Pak Boss yang di-cc ke Ibu HRD bahwa aku nggak boleh ikut cuti bersama karena lagi ngejar deadline =,=
Email itu bikin beneran auto-ambyar plus auto-refund semua plan vekesyen. KZL sampek nangis. Rabu-nya masih kerja sampek malem banget... udah nggak ngerti lagi kenapa nggak selesai2 dan semakin dikerjain merasa semakin ambyar, astaghfirullah sebegini nggak ikhlas-nya kah aku? akhirnya aku mutusin malem sebelom bobok aku harus bikin to-do-list dan plan yang bener2 terinci apa yang harus aku lakuin besok... biar semua ini lekas kelar... lekas nggak bikin aku ngebatin2 toxic sendiri. Bangun pagi, tiba2 kepikiran Sofri Ayu yang dari lama emang udah curhat ini itu terkait hubungan antara jadi istri-kerja-bumil-dan LDM. Respect dan salut banget dengan keputusan terakhirnya buat resign dari company-nya. Jadi keinget dia pernah bilang akhir oktober mau pindah ke Palembang barengin Aswar, suaminya. Well, keingetan hal ini di pagi hari entah kenapa bikin mood booster aku buat cepet nyelesein deadline dan janji ke diri sendiri kalo deadline udah selesai harus cepet nelpon Ayu. Semudah itu Allah ngasih ide (jalan) biar aku ter-trigger, subhanallah.
Turns out ternyata kalo serius fokus semua bener2 berjalan lancar banget... kurang bikin kesimpulan doang... leganyaaa~ Sebelum mulai bikin kesimpulan, kok jadi kuatir banget kalo Ayu harus beres2 packing2 sendirian masih dalam kondisi hamil muda pula... okelah aku telpon skrg. Nggak lama, telponku diangkat.
“Aku lagi di puncak Bogor, Mbak May... sama Mas Aswar... iyaaa kami sabtu berangkat Palembang belum packing masih mau jalan2 dulu. He’em besok rencana pagi mau ke Kebun Raya dulu terus balik terus packing.”
Dari telponan itu, kita janjian meet up. Karena aku gamau mereka rempong juga pengenku sekalian bantu packing2, aku ngusulin biar aku aja yang ke kosan Ayu. Eh malemnya tiba2 ada notif “Aswar created group and added you”.
Setelah ngobrolin plan buat meet up, besoknya aku nunggu kabar dari Ayu dan Aswar nyampek di kosan mereka. Daymn jam 1 atau 2 siang baru dikasih kabar ckck hadeuh... sebegini permulaan aja aku udah firasat buruk pasti ribet nih nanti. Aku nyampek Kosan Ayu duluan sekitar jam 3, soalnya Bagus masih di lapangan juga ternyata ngawasin konstruksi. Selama perjalanan ke Kosan Ayu udah berharap aku tinggal packing2 yang kicik2 atau perintilan yang gampang banget aja gitu buat dipacking. Wadidaw pas masuk kamar Ayu, no one kardus dan semua barang2 juga peralatan di kamar Ayu masih di tempatnya masing2... astaghfirullah ku gemaaass. Ku omelin sikit lah anak dua itu, H minus beberapa jam lho dari keberangkatan mereka astajiiim.
Dari situ kemudian perdebatan mereka dimulai. Ngedengerin mereka ribut2 manja, cekcok, jadi wasit, cari win-win solution sampek ngeliat temenku sendiri yang aku tau banget wataknya gimana (a.k.a Aswar) skrg jadi berubah banget.
Ayu : *ngomel-ngomel nggak jelas banget dan panjang* Aswar : *narik napas panjang* “Yaudah yang mana sayaaang hm?” Aku : *ngeliatin ekspresi Aswar terus ketawa sengakak2nya*
Aku tiba2 ketawa sengakak ituuu... se-nggak bisa dikontrol itu... yak ampyun koncoku berubah banget sumpah... aku inget banget ekspresi seorang Aswar yang bakalan balik ngomelin temennya kalo temennya salah pas jaman kuliah tapi skrg bener2 langsung mlempem dong Allahuakbaaarr~
Selama mberesin plus packing sampek menjelang maghrib, anak dua ini selalu nggak pernah bisa ketemu aja gitu pemikirannya nggak ngerti aku kenapa... yang satu selalu nggak mau buang barang2 nggak perlu lah, yang satu gemes sama kelakuan pasangannya dan berujung ngomel2 lah, ya ampun aku sampek berada diantara kudu sabar tapi pengen ketawa terus nyaksiin mereka.
Aku : “Telpon Bagus, War... minta tolong beliin kardus sama selotip lagi... nggak muat ini pasti kardusnya... eh tapi Bagus nyetir ya? hmmm” Aswar : “Muat muat May... itu lho masih ada kardus 2 lagi” Aku : “Telpon aja cari dulu buat jaga2, kalo kelebihan nanti juga gak masalah yang penting sedia dulu” Ayu : “Mas tuh ini apalagi udah sore nanti kalo malem mau cari dimana”
Tut...tut...tut...
Bagus : “Iya War?” Aswar : *minta tolong beliin kardus sama selotip* Aku : *nimpalin* “Gus, cepet dateng guuuss... nggak kuat aku sendirian ngadepin anak dua ini huhu” Ayu : *cekikikan*
Waktu si Bagus sampek Kosan Ayu pun ternyata kehadirannya nggak bikin mereka berhenti atau meminimalisir adu-debat. Ckckck. Yang ada malah makin liar. Selesai sholat sama makan malem sebenarnya Ayu udah nyuruh aku pulang, tapi aku yakin nggak bakal selesai itu event berpacking2 ria-nya kalo nggak lanjut di-bantuin. Alhasil aku juga jadi minta tolong Bagus buat bantu packing (maksudnya biar cepet selesai), walau sebenarnya cukup kasian denger sebelumnya dia cerita baru balik ngawasin konstruksi di lapangan (maaf ya, Gus).
Begitu masuk kamar Kosan Ayu selepas dari area cafe, percekcokan kembali dimulai saudara2. Untung Bagus bawain kardus kosong, ternyata bener nggak cukuuupp barangnya mereka kebanyakan buat di-packing. Belom lagi ribut masalah mana yang mau dibawa masuk bagasi pesawat dan mana yang mau dikargo.
Bagus : “Kasian anaknya ya nanti, May” Aku : “Makanya aku tadi bilang ‘cepet dateng, Gus’... bayangno sakdurunge aku dewean ngadepi ngene-ngene iki.“
Sesuatu banget sih hari ini, hihi. Keseruan packing2 ini berakhir jam 10 malem (lebih cepet dari dugaan aku yang kemungkinan selesai jam 1 pagi) dan aku nggak dibolehin pulang sendiri tanpa dianterin Bagus hadeuh
Begitu masuk mobil buat pulang, kita langsung ketawa aja sampek geleng2 karena saking antara ‘udah nggak ngerti lagi’ tapi ‘salut’ sama percekcokan si Aswar dan Ayu.
Bagus : “Sakjane aku nggak heran sih... semenjak jaman kuliah akhir2 mereka juga udah kayak gitu, May” Aku : “Jujur aku salut sih sebenernya, Gus... seberantem2nya mereka itu bisa keliatan aja gitu lho kalo mereka pasti sama2 no-hurt-feelings, bahkan tadi si Ayu aja bilang kalo mereka itu bukan berantem tapi emang cara komunikasinya mereka aja yang kayak gitu.”
Sepanjang jalan sampek kosan aku, kita jadi ngomongin Aswar sama Ayu karena aku pernah jadi saksi kisah percintaan mereka dari segi Ayu dan si Bagus pernah jadi saksi kisah percintaan mereka dari segi Aswar. Bahkan ketika mereka pernah putus yang serius banget pas Ayu masih kuliah di Taiwan dan kala itu padahal Aswar baru lolos seleksi kerja.
Belum setahun sih memang perjalanan pernikahan mereka, mungkin ini memang waktunya buat mereka belajar beradaptasi sebagai “tim”. Perbedaan pendapat pun pasti terjadi dalam tahap adaptasi ini. Tetap mengusahakan dan memperluas ambang batas toleransi terhadap pasangan kayaknya bener2 menjadi hal yang penting banget ya buat melalui masa-masa kayak gitu.
Potret Aswar dan Ayu kayak jadi another story of kehidupan pernikahan yang layak aku jadiin pelajaran aja jadinya. Karena bahkan ketika mereka cekcok pun sebenernya keliatan kok dari raut mereka pasti kepikirannya sama apa yang nyatuin mereka berdua itu jauuuhh lebih penting dari apa yang bisa misahin mereka, dan cara ngomong mereka (saat cekcok) itu selalu nunjukin arti toleransi ke pasangan. Hm adem ya. Ya gitulah. Gemesh.
Cileungsi, 30 Oktober 2020.
People you think dissappoint you actually dissappoint herself.
And if until now you’ll keep asking the question why I had to leave you,
that’s because I don’t want to change you
so I choose to change myself (and my mind) even if I had been taking the pain indeed.
.
But I need to keep walking because that's also what you do.
Realizing me that I must forgiving all of my mistakes and letting you go as you heal in your path of happiness
so I can reach my own blissfulness wholeheartedly.
.
Bon Voyage, thank you for everything :')