P
Cosmic Funnies

Origami Around
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
DEAR READER

Kaledo Art
we're not kids anymore.

No title available

blake kathryn
I'd rather be in outer space 🛸
No title available
One Nice Bug Per Day
No title available
Today's Document

No title available
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
Mike Driver
RMH

Janaina Medeiros

JBB: An Artblog!

seen from Sweden

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from Sweden
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from Brazil

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Switzerland

seen from Ireland
seen from Germany
@melhaizf
P
Sungguh aku masih dalam proses belajar untuk mengerti dan paham bagaimana hubungan ini sebaiknya berjalan.
Seperti kita tahu di awal, hubungan ini tak akan pernah jadi perkara gampang terlebih dengan ragam cobaan yang akan menghampiri kita di depan.
Masih butuh banyak belajar untuk saling paham, memahami bagaimana cara mengondisikan diri ketika satu diantara kita sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Butuh waktu agar pondasi ini dapat berdiri kokoh. Sebab, kita masih terlalu dini untuk merasa puas terhadap apa yang saat ini dipunya.
Aku butuh cukup waktu untuk merenung, tiap kali dihadapkan dalam situasi sulit untuk menghadapi sikap barumu yang akhir-akhir ini sering bermunculan.
Sikap yang kamu tunjukkan entah karena mulai merasa nyaman denganku, atau sebab aku membuatmu harus menjadi orang lain.
Aku mohon rasa sabarmu tuan, sebab akupun masih perlu banyak belajar. Jika ingin kita berjalan jauh ke depan untuk waktu yang tak terhingga nantinya, maka mari bersama kita belajar untuk jadi versi terbaik bagi masing-masing diri.
6/8/22
FRE PENERBITAN UNTUK ANAK TUMBLR!
ini adalah 3 karya anak tumblr yang diterbitkan oleh bukam @bukukampungku, penerbit yang kami kelola.
karena saya yang mengedit buku-buku ini, tentu saja saya telah membaca seluruh isinya. jika ada beberapa buku yang saya kurang tertarik mengeditnya karena isinya kadang-kadang di mata saya tidak menarik(?) berbeda dengan buku-buku ini.
ketiga buku ini isinya lugas, penuh makna dan masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. tak heran jika saya merasa tidak pernah gagal menerbitkan buku-buku anak tumblr.
terima kasih mas arief aka @rubahlicik, mbak shifwah dan ibu dosen rahmi aka @aminocte telah mempercayakan karyanya kepada kami. saya terharu sekaliiii lohhhh😭😭😭😭
soooo, karena alasan inilah, kami ingin menambah koleksi karya anak tumblr untuk diterbitkan di penerbit bukam. buat anak tumblr yang punya naskah nganggur, yuuuk langsung cusss hit me up on DM atau lgsg hubungi Teh Euis (admin bukam), yaaa.
selanjutnyaa bakalan dijelaskan apa sana yang perlu disiapkan.
boleh bgttt reblogg atau share yaaa. thx uuuuu🥰🥳✨✨✨
it is hard to explain without sounding vain or stupid - but the more attractive others find you, the more you're allowed to do. the easier your life is.
i have been on both sides of this. i am queer and cuban. i grew up poor. for a long time i didn't know "how" to dress - and i still don't. i make my sister pick out any important outfits. i have adhd in spades: i was never "cool and quiet", i was the weird kid who didn't understand how "normal" people behave. i was bullied so hard that the "social outcasts" wouldn't even talk to me.
i got my teeth straightened. i cut my hair and learned how to style it. i got into makeup. it didn't matter, at first, if i actually liked what i was doing - it mattered how people responded to it. like a magic trick; the right dress and winged eyeliner and suddenly i was no longer too weird for all of it. i could wear the ugly pokemon shirt and it was just "ironic" or a "cute interest."
when i am seen as pretty, people listen. they laugh at my jokes. they allow me to be weird and a little spacey. i can trust that if i need something, people will generally help me. privilege suddenly rushes in: pretty does buy things. pretty people get treated more gently.
i am the same ugly little girl, is the thing. still odd. still not-quite-fitting-in. still scrambling. still angry and afraid and full of bad things. of course it became my obsession. of course i stopped eating. i had seen, in real time, the exact way it could change my life - simply always be perfect, and things can be easy. people will "overlook" all the other things. i used to have panic attacks at the idea others would see me without makeup - what would they think? even for a simple friend hangout, i'd spend a few hours getting ready. after all, it seemed so obvious to me: these people liked me because i was pretty.
i worry about how much i'm being a bad activist: i understand that "pretty" is determined by white, het, cis, able-bodied hegemonies. if i was really an ally, wouldn't i rally against all of this? recently there's been a "clean girl" trend which copies latinx aesthetics: dark slicked-back hair, hoop earrings. i almost never wear my hair like that; i can hear the middle school guidance counsellor advising me that i might fare better if i toned it down on the culture.
the problem is that i can take pretty on and off. that i have seen how different my life is on a day where i try and a day where i don't. i told my therapist i want to believe the difference is confidence, but it's not. and when you have seen it, you can't unsee it. it lives inside your brain. it rots there; taunting. i get rewarded for following the rules. i am punished for breaking them. end of story.
pretty people can get what they want. pretty people can feel confident without others asking where they got their nerve from. pretty people can be weird and different. pretty people get to have emotions; it's different when they get aggressive, it's pretty when they cry with frustration.
of course people care about this. of course it has crawled into you. of course you want to be seen as attractive. it's not vanity: it's self-preservation.
Suatu pagi, aku bangun dengan perasaan yang jengkel. Mulanya kuabaikan saja, kutinggal beraktivitas dan mencoba mengawali hari dengan baik-baik saja.
Namun, ketika akhirnya aku duduk termenung dan tidak melakukan apa-apa, kupandangi layar handphone yang hening tanpa notifikasi apapun pagi itu.
Aku bergumam, "Apa aku kesal hanya karena sepanjang malam pesanku diabaikan, dan dibiarkan menguap bersamaan datangnya embun pagi?"
Payah sekali jika memang demikian adanya. Itu tentu bukan alasan yang cukup keren untuk memulai pagi dengan rasa kesal.
Ku pikir-pikir lagi, apa yang membuatku se-kesal ini, "Apa iya karena kujumpai ia mengabaikan rencana yang dia telah susun matang hanya karena alasan yang menurutku terlalu sepele, hingga dia tak tampak sungguh-sungguh di mataku."
Atau, aku sebenarnya kesal dengan diriku sendiri yang ternyata tanpa sadar mulai menaruh harap pada seseorang, lalu dia berlaku diluar ekspektasiku?
Manusia memang terlalu statis untuk diharapkan kepastiannya. Terlalu banyak hal-hal tiba-tiba yang membuatnya bisa jadi orang yang berbeda hanya selang beberapa waktu saja.
Masih tak ku tahu alasan aku kesal pagi itu, tapi yang dipaham, aku harus mulai kembali memperbaharui isi kepala dan berusaha menjaga kesadaran atas segala sesuatu yang tengah ku lakukan.
16/6/22
Membersamaimu, aku belajar mengikhlaskan yang lalu, dan menerima semua yang akan datang. Meski paham betul tak akan melulu bahagia, namun bersama suka duka, baiknya hatimu kurasa mampu buatku lalui banyak hal.
Jelas masih terlalu dini untuk bercerita banyak hal tentang manusia ini. Masih perlu banyak proses pengenalan dan pemahaman yang diantara aku dan dia perlu saling terus melakukan.
Dia manusia menyenangkan yang datang dengan tanpa membawa banyak harapan, namun menyediakan bentangan rasa bahagia yang amat luas.
Manusia sederhana, yang darinya tercipta banyak cerita yang tak kalah sederhana namun amat mengesankan.
Melatih rasa percaya yang sebelumnya sempat dibuat kecewa berkali-kali. Meyakinkan ragu yang pernah dibuat tumbuh menjulang tak berkesudahan.
Manusia satu ini, gambaran pilihan yang semesta siapkan jauh dari ekspektasi yang aku sendiri harapkan.
Rupawannya tak sangat, namun cukup membuat menawan. Wawasannya tak banyak, namun cukup untuk membuat berdecak. Ia sederhana, dan yang demikian ternyata sempurna.
Manusia jenis ini, semesta kirimkan sebagai wujud dukungan dan harapan yang ternyata aku butuhkan. Meski sesekali mengesalkan, ia tak pernah membuatku merasa tak spesial.
Wujud dukungannya hanya kata-kata sederhana, namun cukup buat sepanjang hariku terus berwarna. Ia sempurna dengan segala apa ada dirinya.
Aku dan dia masih sama-sama belajar, masih sama-sama memantaskan. Meski tak tahu bagaimana akhir yang semesta siapkan, membersamainya tetap berikan banyak pelajaran.
Kalaupun kita tak berakhir jadi kita. Biarlah cerita aku dan dia saat ini, menjadi memori menyenangkan yang tak perlu disesalkan.
27/5/22 23.43
Kamu tidak akan dibuat khawatir oleh orang yang memang sejatinya ingin menjaga dan membersamaimu.
Ketika aku tengah sibuk dan kelelahan sebab hari yang panjang, tentu akan menyenangkan jika ada yang bersedia mendengar cerita dan menampung keluh kesah.
Namun, kesediaan itu harusnya tidak perlu hadir dari sebuah pinta yang payah. Atau aku harus merengek terlebih dahulu agar yang dimaksud bersedia meluangkan waktu. Tak perlu hadir dari upaya yang justru membuatku makin merasa gundah.
Jika bersama orang yang tepat, kau akan menjadi istimewa dengan sendirinya. Tanpa perlu diminta, tanpa perlu banyak bicara.
Ya aku paham betul, lika-liku perjalanan hidup tiap orang tak bisa dibandingkan dengan orang lainnya. Kita masing-masing punya ujian dan jalan terjal yang tak sama.
Tapi yang aku percaya, dia yang berniat membersamai tidak akan membuatku merasa ragu, dihantui rasa takut kehilangan, atau membuatku harus menjadi orang lain.
Jika hingga saat ini belum juga berjumpa, ya bisa jadi memang belum masanya. Tak perlu dipaksa ada, jika yang ada ternyata hanya kita yang mengada-ada.
Sesuatu yang lucu dan menggemaskan kembali terjadi akhir-akhir ini. Hanya bagian kecil dari kehidupanku yang sebenarnya sedang banyak chaos.
Dia hadir dengan label teman yang menyenangkan. Meski dalam banyak kesempatan yang lalu, aku dan dia justru banyak beradu argumen, berdebat perihal sesuatu yang bahkan tak penting sama sekali.
Tapi itulah mulanya, semua jadi menyenangkan akhir-akhir ini. Aku dibuat banyak tertawa, karena perdebatan-perdebatan itu justru jadi menggemaskan.
Aku tidak membicarakan hubungan apa yang ada di antara aku dan dia. Aku hanya senang membicarakan percakapan dan interaksi yang aku dan dia lakukan.
Yang jelas, banyak hal yang baru aku sadari belakangan. Ketidakcocokan, sifat yang bertolak belakang, pemikirannya yang sering membuatku geram. Ternyata sekarang semua itu justru jadi bahan tertawaan.
Semesta memang lucu mengatur semua rencana.
Biarlah kami yang sama sama punya mimpi panjang berjalan sesuai arah masing-masing dengan hubungan yang begini.
Semesta punya alur cerita yang terkadang tak pernah terbesit di kepala manusia.
14/4/22
Maaf, jika pada akhirnya satu nama yang senantiasa kau sisipkan dalam doa-doamu. Akan kalah dengan namamu yang beribu kali ku serukan dalam sembah yang panjang.
Mari kita lihat harap siapa yang lebih cepat mengudara, lantas melebur menjadi suka untukku atau kamu?
Ternyata aku yang kalah. Semoga bersamanya bahagiamu jadi lebih sempurna.
Biar aku bersama waktu perlahan menyembuhkan diri.
Bagaimana jika orang yang sudah datang, ternyata bukan yang kita tunggu. Dia yang dengan senang hati berbagi cerita, menyediakan ruang untuk berkeluh kesah, berbagi semangat untuk mencapai tujuan, ternyata bukan yang diharapkan.
Apakah jika aku memilih perlahan menjauh dari kehidupannya setelah banyak hal yang kami lalui bersama adalah sebuah keegoisan?
Atas nama menjaga hati masing-masing, aku memilih untuk berhenti membersamainya dalam banyak situasi kedepannya. Untuk mencegah ia berharap terlalu banyak, pula supaya aku tidak terpaksa jatuh karena terlalu lelah bertahan.
Aku takut tak sanggup menahan batas, sebab rasa nyaman dan empati yang tak ada kata cinta dan sayang di dalamnya. Aku takut jika ternyata kebersamaan kami hanyalah pelarian satu sama lain. Dari cara menjalani kehidupan yang amat sangat beda, aku takut terpaksa jatuh kepadanya karena merasa terlalu lelah jika mencari yang lain.
Aku lelah terus membuat dia tampak baik dihadapan teman-temanku. Aku tak bisa menceritakan banyak hal yang kutau tentang dia kepada teman-temanku karena itu kisah pribadinya. Lantas, jika aku terus berusaha agar teman-temanku dapat menerimanya, itu seperti pemaksaan yang sungguh kejam untuk aku, dia dan orang-orang disekeliling kami.
Terlebih fakta bahwa kami memang tidak berjalan kemana-mana, hanya manusia yang saling terlalu asik berbagi cerita. Tidak memikirkan tujuan kedepan, gambaran perjalanan, apalagi status hubungan. Mungkin pada akhirnya kata egois lebih tepat digantikan dengan menyerah.
Karena aku tau, sejak awal memang tak mungkin ada Kami. Maka jika pada akhirnya dia memaksa ada, itu jadi terdengar seperti sebuah lelucon. Dan untuk hidup ditengah keseriusan, dan hal-hal logis lainnya. Maka sudah sepatutnya, lelucon itu dihindari, dihapuskan dan jangan pernah dibiarkan terus ada
8 Oktober 21
Jika cerita-cerita mu adalah bentuk dari sebuah kepercayaan, maka sudahkah kiranya aku pantas untuk bisa kau andalkan?
Banyak hal, masih selalu kupertimbangkan perihal baik dan buruk. Takut jika sekiranya nanti ditengah jalan, kita tiba-tiba merasa ini sebuah kesalahan. Sebab nyatanya, sampai saat ini pun aku selalu tetap hati-hati.
Yang sudah berjalan saat ini, masih selalu dipenuhi kebimbangan. Tak tahu akan kemana akhirnya. Aku masih belum siap untuk percaya diri sepenuhnya. Begitu pula kau, kukira.
Siapakah yang bisa kita tanyakan perihal ini benar atau tidak. Dimana kita bisa menemukan jawaban, apakah rasa ini salah atau memang layak diperjuangkan. Sekiranya jawaban itu datang, mungkin perlu waktu yang tak sedikit. Sebab kita sendiri perlu waktu untuk menyelami hati sendiri.
Tidak terlalu fokus pada satu kemungkinan bisa jadi pilihan terbaik. Bahagia yang kita rasa, jangan sampai membuat lupa, bahwa kecewa dan patah hati bisa siap menerkam kapan saja.
Ada beberapa perkara yang rasanya sudah tak perlu diperdebatkan lagi. Bukan karena mencari aman, atau tak peduli. Hanya saja, karena sebelumnya pernah berusaha bergelut tentang banyak hal, tapi hanya berujung pada kedukaan yang panjang.
Tak ada penyelesaian yang berarti, yang ada hanya menghabiskan waktu untuk perkara yang sepertinya memang tak ada ujungnya.
Aku selesai dengan perdebatan panjang tentang rasa tak percaya diri, atau rasa kurang terhadap banyak hal. Sebab, aku pernah mengeluh keras, dan protes pada hidup tentang semua itu, tapi yang kudapat bukan jalan keluar, melainkan hanya terperangkap pada lingkar kebodohan yang tiada akhir.
Aku sudah berdamai, dan usahaku untuk sampai di titik ini tentu panjang lika likunya. Maka jika ada orang yang mengira hidupku terlalu gampang, sebab selalu terlihat baik-baik saja, disaat yang lain tengah frustasi. Aku tak akan menanggapi, sebab aku harus menjaga diriku.
Mereka yang tidak tahu perjalananku, biarlah berkata sesukanya. Tapi tak akan kutemani, aku perlu menjaga diriku untuk tetap sehat dan waras.
Iya, aku bilang juga apa? Jangan serakah! Mana bisa kau menjalin hubungan dengan semua orang yang kau kenal di dunia ini, dan berharap hubunganmu akan terus terjalin sama untuk jangka waktu yang lama.
Jangan serakah! Pasti ada yang nantinya terpinggirkan, kau abaikan. Niat baikmu untuk menjaga hubungan baik dengan semuanya, bisa jadi malah menyakiti. Jangan memaksa, mencoba menyenangkan hati banyak orang, padahal faktanya itu hanya upaya untuk memuaskan egomu saja.
Menyedihkan sekali. Sebagai salah satu orang yang berada di lingkaranmu, aku merasakan sendiri. Yang kau lakukan bukan menjaga, justru mencoba mematahkan realita, dengan mengungkit-ungkit semua cerita lamamu, justru kau sedang menyingkirkan orang-orang yang sedang berada di masa sekarangmu.
Ah sudah, aku sudah cukup mengingatkan. Tak semua orang bersedia bertahan dan memahami. Pada akhirnya, kita semua akan merasa lelah, dan memutuskan untuk berhenti peduli.
Maka sekiranya, sekarang aku merasa cukup. Berhenti memebersamaimu memang tak mudah, namun hasil yang dibayar cukup sepadan. Kita tumbuh lebih baik, saat masing-masing memilih jalan, tanpa perlu takut ada yang terusik, atau khawatir ada yang merasa tertinggal.
"Kamu tidak akan pernah benar-benar di rumah lagi, karena sebagian dari hatimu akan selalu berada di tempat lain. Itulah harga yang kamu bayar untuk kekayaan mencintai dan mengenal orang-orang di lebih dari satu tempat."
Manusia itu aneh aneh dengan versinya masing masing 😂