Me: Inget gak, dulu kamu bilang, aku tuh elegan. Sekarang gimana?
You: Sekarang elephant. (Nyengir)
Me: Uhm... Asem! (Speechless)
ojovivo
The Bowery Presents
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Mike Driver
Cosimo Galluzzi
EXPECTATIONS
Keni
hello vonnie
Monterey Bay Aquarium
occasionally subtle

oozey mess
cherry valley forever
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

blake kathryn
we're not kids anymore.
d e v o n
YOU ARE THE REASON
Today's Document
No title available
macklin celebrini has autism
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Colombia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
@melysa-rh
Me: Inget gak, dulu kamu bilang, aku tuh elegan. Sekarang gimana?
You: Sekarang elephant. (Nyengir)
Me: Uhm... Asem! (Speechless)
Kekonsistenanku untuk ga pernah pacaran akhirnya berujung manis. Setelah SAH, the very first thing yang terlintas di pikiran adalah "Ternyata beneran jodoh!!", baru kemudian "Alhamdulillah..." (Maafkan hamba Yaa Allah)
Aku yang selalu berpikir, "Belum tentu jadi lah. Cuma Allah yang tahu. Bahkan lagi detik-detik ijab qabul aja bisa batal." (Not pessimistic tho, just being realistic)
Kebanyakan dengerin curhatan temen sih ini, jadi ga percaya sm yang namanya cinta-cintaan. Buang2 waktu, punya sejarah mantan, dan jadi korban sakitnya patah hati. Ugh.
2010 when he asked me to be his gf and I said no I can't, responnya beda, "Yaudah gapapa, temenan aja :)" Well, dia beda.
Aku dulu yakin banget, dia suatu saat pasti bakal pergi setelah ketemu cewe-cewe di sana temen kuliahnya. Pasti adaaa aja yang nyangkut. Tapi ternyata salah. Ya walau pasti ada crush-crush dikit lah... But he stayed.
Dia ga lari, ga ngejauh walau dijauhin, ga pergi walau dicuekin. Gilaaaa. Ni orang kekeuh juga. He stayyy, dia beda. (Sorry for comparing, it's my way to survive)
Akhirnya aku nyerah. Lama-lama berasa periiihh udah jahat banget ke dia kan ya (and I've hurt myself by hurting youu🎶). Sampe aku berani bilang, "Sorry, I have someone waiting for me," ke temen-temen lain yang lagi -ehem- deket.
Lalu kita beneran temenan. Bener-bener temenan. Walau makin ke sini makin TTM-an. Dan serius. Dan halal.
Jadi setiap temen-temen yang penasaran pada nanya "Sejak kapan sih?", kita bener-bener gatau harus jawab apa. Ga ada tanggalannya gimana dong (kita cuma temenan! haha!!), dijawab jujur ya ga percaya. Ga dijawab ya salah juga. Mesti banget diceritain dari A-Z.
p.s. Thank you for being very very kind and gentle. Thank you for the love and patience. Thank you for staying with me and making me feel so special, my crz. 💕 (Dah bisa pake "my" segala ih)
p.p.s. Masyaallah, teenlit bgt ga sikkkk. Sorry not sorry for bragging.
Nak tahu quote paling deep pernah aku baca? “Get up when you listen to the azaan, just like when you hear your phone ringing.”
(via lensanadia)
Belum Selesai
Q: coba sini ku tanya. baju kejujuran! kira-kira kenapa kamu sering kepikiran tugas?
A: karena belum dikerjain.
Q: kenapa kamu sering kepikiran kuis dan ujian-ujian?
A: karena belum belajar.
Q: kesimpulannya, kenapa kamu sering kepikiran banyak hal ini itu, pikiran ini itu, perasaan ini itu?
A: karena--belum selesai.
Q: jadi...?
A: lakukan.
Q: lalu...?
A: selesaikan.
Q: kalau masih kepikiran, tandanya?
A: masih ada yang belum selesai.
end.
Dea....tadi aku lihat videonya Dedy Corbuzier sama ustadz Wijayanto yang ngomongin kafir. Well kalo denger jawabannya bapak ustadz, diplomatis banget sih. Aku pengen dapet penjelasan dari kamu. Soalnya kamu biasanya bisa jelasin dengan gamblang banget dengan bahasa yang enak. Kalau misal agamaku katholik, kamu nyebut aku kafir apa ahli kitab? Sebenernya pengen tanya via japri. Tapi lebih suka via tumblr biar kamu jawabnya bisa panjang hoho. Happy ramadhan btw 😊 Awal juli aku di Sby. Ayok ngopi
Haloo mas anon yang tidak anon ~XD sorry baru sempet jawab pertanyaan ini. Sampe diingetin via WA :p
Jawaban pertanyaan ini panjang kali lebar. Saya butuh suasana tenang biar ga keliru.
Jadi begini mas……
yang pertama, mas harus tau bahwa istilah kafir itu ada bukan untuk blasphemy atau bullying. Tapi karena sekarang banyak orang yang menggunakan istilah tersebut untuk kepentingan masing-masing, kata kafir itu jadinya berasosiasi dengan kebencian dan makian.
Jadi kalau kita bahas istilah kafir di tulisan ini, mas harus ngerubah persepsi terlebih dahulu untuk menempatkan istilah ini di posisi yang netral.
Yang kedua, kalo mas baca terjemahan Al Qur’an dan menemukan ayat-ayat yang menyuruh kami memerangi kafir, mas perlu tahu kalo ayat itu turun berkenaan dengan kafir yang memerangi ummat Islam. Jadi nggak semua kafir harus diperangi. Perkara ini, saya bahas lagi di paragraf selanjutnya.
Nah….kafir dari segi bahasa artinya tertutup. Kalau secara istilah artinya adalah orang yang hati dan akalnya tertutup sehingga tidak bisa menerima kebenaran Islam. Dalam islam itu ada konsep rukun Islam dan rukun iman. Kalau salah satu rukun islam tidak kami tunaikan, Islam kami tidak sempurna tapi kami tidak masuk golongan kafir. Kalo salah satu rukun iman tidak dipenuhi, kami bisa langsung masuk golongan kafir. Simpelnya seperti itu.
Rukun islam pertama itu syahadat yang mempersaksikan bahwa Allah itu Tuhan kami dan Muhammad itu Rasulullah. Kalau kami bersyahadat, otomatis kami sudah memenuhi dua rukun iman yaitu iman kepada Allah dan iman kepada Rasulullah. Konsekuensinya, kami harus menunaikan satu rukun iman lagi yaitu iman kepada Kitab Allah (Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an) dimana Al Qur’an mendefinisikan kafir seperti yang saya sebutkan di atas.
Salah satu ayatnya bisa di cek di sini QS 5:17
Itu yang mendefinisikan Al Qur’an, bukan saya. Jadi saya nggak bisa mengganti definisinya. Dan saya harus percaya definisi ini sebagai konsekuensi karena saya memilih Islam.
Memang dalam Al Qur’an ada banyak ayat yang bicara bahwa orang kafir masuk neraka. Dan lagi-lagi ini wilayah believe. Percaya atau tidak, kami yang muslim diwajibkan percaya. Yang non muslim, sama sekali nggak diikat dengan Al Qur’an. Jadi nggak perlu terprovokasi dengan ayat ini.
Di awal tadi, saya kan nyebut kalo kafir itu bukan dibuat untuk blasphemy atau bullying. Ini label yang digunakan untuk kepentingan yang lebih luas. Contohnya….negara Islam itu kenal konsep zakat dan jizyah. Zakat dibebankan kepada penduduk muslim, jizyah dibebankan kepada kafir (atau kalo mas belom nyaman dengan istilah ini, selanjutnya tak sebut non muslim). Dimana besaran zakat itu jauh lebih besar daripada jizyah.
Kami mengenal dua jenis non muslim. Yang pertama kafir harbi yaitu orang non muslim yang memerangi kami. Yang kedua adalah kafir dzimmi atau ahlu dzimmah, yaitu non muslim yang tidak memerangi islam.
Dalam hal berhubungan antar sesama manusia, hak ahlu dzimmah ini sama dengan sesama muslim. Mereka berhak dijenguk kalau sakit, berhak ditolong bila terjebak dalam kesulitan, berhak dijamin keamanannya saat beribadah, berhak dapat jaminan sosial kalau berada di negeri muslim dan seterusnya. Kecuali dalam hal warisan, pernikahan dan kepemimpinan negara. Kami tidak diizinkan menikah dengan non muslim. Non muslim juga tidak berhak dapat warisan dari orang muslim. Tapi dalam islam kan ada konsep hibah (pemberian), harta orang yang meninggal itu boleh dikasih ke orang lain maksimal 1/3 baru habis itu dibagi ke ahli waris. Nah orang non muslim, biasanya dapat jatah dari yang1/3 bagian tadi. Biar bisa sama-sama legowo.
Nah masalah kepemimpinan kenapa tidak diizinkan? Pemimpin itu harus mengerti seluruh hak dan kewajiban rakyatnya. Dalam islam itu agama bukan sekedar jadi tatacara ritual ibadah, dia juga mengatur kehidupan yang lebih luas. Dikhawatirkan kalau pemimpinnya non muslim, nanti hak dan kewajiban rakyat tidak terpenuhi dengan baik. Tapi non muslim tetap berhak dimintai pendapat dalam hal bernegara karena negara Islam itu mengayomi seluruh manusia, bukan yang muslim aja.
Trus gini, masalah kepemimpinan tadi itu berlaku di negeri yang udah menerapkan syariat Islam aja. Kami nggak diizinkan untuk memaksakan masalah pemimpin ini ke negeri yang tidak didasari syari’at Islam. Di Indonesia, orang non muslim berhak mencalonkan diri. Dan kami sebagai muslim berhak untuk tidak memilih dengan reason “tidak diizinkan oleh agama”, undang-undang nya dijamin pasal 29 UUD 1945.
Kalau sampai kejadian yang terpilih itu non muslim, tidak ada perintah dalam Alqur’an agar kami memerangi pemimpin tersebut. Karena yang terpenting adalah kami sudah berusaha menjalankan Islam semaksimal yang kami bisa.
Perlu mas tahu, Islam tidak menyuruh kami untuk berperang hanya karena agama yang berbeda. Kami hanya disuruh berperang bila ada kedzaliman yang ditebarkan. Itupun ada tahap-tahapnya. Hal ini bisa dibaca dibuku ustadz Salim A Fillah yang judulnya Lapis-lapis keberkahan dalam bab Atap Naungan Islam. Hanya saja, kebetulan ada banyak kisah tentang orang yang kafir sekaligus dzalim dan seringkali yang disorot cuma kafirnya doang. Bukan zalimnya. Tentang ini, coba baca kisah tentang Khosrou (Persia), Vlad Dracul (Turki Ottoman), atau Perang ‘Ain Jalut.
Pada prakteknya dalam kaitan hubungan politik muslim dan non muslim, di Dinasti Abbasiyah ada banyak ilmuwan dan politikus yang non muslim dan sangat dihormati. Mas juga bisa baca kisah tentang masjid Umar sebagai contoh toleransi yang diajarkan. I can’t write those stories here. It’s too long. Mending mas baca sendiri.
Kalau kafir harbi, memang harus diperangi untuk menghilangkan kerusakan yang lebih besar. Logikanya kan sama kayak Indonesia yang memerangi Belanda zaman penjajahan. Perang itu sesuatu yang kita benci namun dalam kondisi tertentu, kita memang harus berperang.
Dalam Al Baqoroh (lupa ayatnya), ada lafadz Laa ikraaha fid din. artinya tidak ada paksaan dalam beragama. It means kami tidak boleh memaksakan keyakinan kami ke orang lain. Kalau yang demikian saja nggak boleh, apalagi berperang tanpa sebab.
Jadi saya berharap phobia terhadap Islam bisa berkurang dengan penjelasan ini.
Apakah mas bisa saya sebut Ahli Kitab?
Sebelumnya kan saya bilang kalo salah satu rukun iman adalah beriman kepada kitab Allah. Kitab itu ada empat yaitu Taurat, Injil, Zabur, Al Qur’an. Dimana keempat-empatnya mengajarkan tauhid (beriman kepada Allah).
Injil yang kami imani berbeda dengan injil yang mas percayai. Taurat yang kami imani juga berbeda dengan taurat yang diimani orang Yahudi. Ahli kitab adalah orang-orang yang percaya dengan Injil dan Taurat kami yang artinya mereka juga percaya tentang kenabian Muhammad SAW, percaya bahwa Tuhan mereka adalah Allah. Bukan yang lain. Itu artinya, ketika Ahli kitab itu bertemu dengan Rasulullah, mereka otomatis akan berislam dan langsung menjadikan Al Qur’an sebagai panduan hidup mereka. Karena dalam kitab mereka, diberitahukan bahwa Muhammad adalah penyempurna risalah.
Ahli kitab yang disebutkan dalam Al Qur’an itu sudah tidak ada hari ini. Mereka ada di era antara masa Nabi Isa AS sampai Nabi Muhammad SAW. Kalau mas pengen tau profilnya Ahli Kitab, mas bisa cari dengan keyword Waraqah bin Naufal. Beliau masih family dengan Khadijah isteri Rasulullah.
Di penjelasan ini nggak ada yang ditutupi, dan saya berusaha ngasih gambaran utuh sejauh yang saya tau. Dan saya ngejawab, Insya Allah bukan buat nyenengin kamu hehe. Kalau memang ada yang terlewat, mungkin saya yang khilaf.
Endingnya, saya harus nyebut mas apa? Kriterianya Insya Allah sudah sangat gamblang untuk disimpulkan sendiri. Mustahil ada orang yang muslim sekaligus kafir. Tapi manner yang diajarkan Al Qur’an terhadap orang kafir itu tidak seseram yang kamu bayangkan meskipun juga tidak seindah yang kamu harapkan.
Banyak yang berharap kami mengganti kriteria dalam memilih pemimpin. Tapi lagi-lagi, Al qur’an ada untuk kami jalankan. Tidak ada tawar menawar dalam hal ini.
Happy dapat THR, happy cuti bersama :p
Joss, harus dibaca banyak orang. Tengkyu Bu Dosen..
*Btw Laaaaaa ikraaha fid diin Al Baqarah ayat 256, bagian awalan Al Masurat.
Terwakili sekali dengan jawaban ini.
Semoga memberi penjelasan kepada rekan-rekan non muslim. Tuhan kita gak nyuruh kita untuk membenci kepada yang gak membenci kok. Kita malah disuruh saling menghormati dan menyayangi satu sama lain.
Dan semoga memberi penjelasan kepada rekan-rekan muslim, tentang bagaimana menjelaskan kata “kafir” itu sendiri. Siapa tau nanti ada yang nanya juga.
Baca jawabannya, bu @deamahfudz , membuat saya merasa masih kurang ilmunya. Hap hap, terima kasih bu sudah membuat semangat lagi dalam mencari ilmu. Nambahin, Laaaaa ikraha fid diin (Tiada paksaan dalam beragama) itu Al-Baqarah ayat 256, setelah Ayat Kursi.
Rindu...
… masa itu. … saat waktu yang ada hanya untuk beribadah. … saat yang dipikirkan hanya tentang ibadah. … saat kepentingan akhirat di atas segalanya. … saat kepentingan dunia tidak ada nilainya. ... waktu-waktu penuh untuk-Nya, kemudian keluarga. … tenang, tenteram dan damai yang tiada duanya.
Allah…
Aku bersyukur atas apa yang telah aku lalui. Pun bersyukur atas apa yang aku jalani.
Kerjaan di kantor sekarang bener-bener menguras waktu, tenaga dan pikiran. Aku bersyukur. Aku hampir selalu bisa nikmatin apapun yang sedang dihadapin, insyaallah. Kalaupun lagi ngeyel, alhamdulillah biasanya sih cepet disadarkan.
Saat kerjaan masih santai, nikmatin bisa pergi agak siang, pulang teng go, sampe kosan rileks tanpa beban pikiran. Karena aku tahu suatu saat kerjaan bakal se-hectic ini. Sekarang, aku juga nikmatin serunya kesibukan nonstop di kantor, yang bahkan berlanjut sampe weekend, remote kerja dari kosan. Karena besok-besok bukan nggak mungkin aku cuma jadi pengangguran yang mendep di rumah.
Seneng, ngerasa berguna buat yang lain. Sungguh-sungguh dengan tanggung jawab yang sekarang. Sebelum nanti ganti jadi tanggung jawab terhadap hal lain, berguna buat hal lain.
Tapi… semoga ibadah ramadan tahun ini tetap terjaga dan bisa meningkat jadi lebih baik. Bisa dihitung pake jari nih tarawihan di masjid berapa kali. Itu sih yang disesalin.
May 20, 2017 First time being an archer. Exciting. I look cool and I know it. We look awesome and I admit it.
Belakangan sering banget ngeluh. Sering banget ngomel, ngedumel, sentimen, egoisme meningkat, dan yang lebih parahnya, mengumpat. Entah berapa banyak dosa makin tertimbun. Semoga diampuni Allah. aamiin Belakangan ngerasa sensitif banget. Mungkin karena pressure kerjaan, stress! Jadwal haid sampe hampir seminggu telat. Hal-hal yang berjalan dan berakhir gak sesuai dengan keinginan, bikin marah! Bikin kesel, bikin ngamuk! Semuanya salah. Mereka salah! Cuma aku yang bener! Ini bahaya. Keluhan gak berenti-berentinya ngalir. Baik yang keluar melalui lisan, tersalurkan melalui tindakan, atau bahkan yang hanya dipendam dalam hati. Ini gak sehat. Beneran deh. Belakangan ngerasa sangat-sangat kurang bersyukur. Mana ikhlasnya? Mana hamdallah-nya? Mana sabar dan istighfar-nya?
Saat hati berkata ingin, namun Allah berkata tunggu. Kita merancang, Allah juga merancang. Tetapi perancangan Allah lebih baik.
Unknown.
لَاْ حَوْلَ وَلَاْ قُوََّةَ إِلَّاْ بِاْلله
Husnudzon sama Allah itu bener-bener membawa ketenangan.
Percaya aja. Percayakan aja. Rencana Allah yang terbaik.
Sesungguhnya aku cemburu ketika melihatmu mendekat dengan yang lain. Tapi aku bahagia ketika kau mendekat dengan Tuhanmu.
Setidaknya, aku mengagumimu karena imanmu.
Ya Allah, semoga aku dijodohkan dengan dia. Jika pun tidak, semoga dia dijodohkan denganku.
(via choqi-isyraqi)
Burung pergi pagi mencari makan, pulang sore dengan membawa rezeki/nafkah untuk keluarganya.
Burung pulang sore. Bukan jam 12 malam.
Tidak lembur. Tenang. Kenyang. Bawa rezeki.
Bukan tentang kuantitas berapa lama kita bekerja.
Ini tentang kualitas iman dan taqwa kita.
Ini tentang ikhtiar.
Lembur sampai lupa ngaji, lupa belajar dan lupa ibadah. Nggak berkah!
168 jam/pekan. Gak punya waktu 2 jam untuk belajar agama??
Nabi Muhammad SAW. Rasul. Umatnya banyak. Kepala negara. Pemegang kunci baitul mal (Menteri Keuangan). Panglima perang. Masih sempat belajar dengan Malaikat Jibril.
Kita. Presiden. Menteri. Panglima TNI. Nggak sempat belajar agama.
Semakin diperbudak dunia, semakin sengsara.
Can't believe I had to beg for my very own pride.
Ngais-ngais harga diri tsk.
Once upon a night...
You: Tapi mau kan jadi istri aku?
Me: Mau!! Hahaha gampangan banget.
You: Ayoklah kalau mau. Kawinin, Paaakk...
Me: Kita gak ada propose ala-ala pilem nih. Langsung blak-blakan aja.
You: Gak ah. Udah mau kan kamunya.
Me: Hahaha asem.
You: Gak romantis banget.
Me: Gapapa. Romantis dengan cara sendiri.
You: Terima aja.
Me: Terima banget. Eh kok aku yang nerima, kamu lah yang ijab kabul.
You: Lain lagi itu.
Me: Apatu?
You: Kalau itu ijab kabul terima lahir batin.
Me: Kalau ini?
You: Kalau ini batin dulu. Lahirnya belum boleh.
Me: Hahahahaha pacak!!
Topik obrolan yang gak pernah basi sejak entah tahun kapan. Makin ke sini makin hot aja. Will I marry my best friend? Only God knows.
If only I knew you would be so special to me.
I’d like to recall those lost memories.
Salat dapat menghapus keinginan kita untuk berbuat keburukan. Jika tidak, maka keburukanlah yang dapat menghapus keinginan kita untuk salat.
(via choqi-isyraqi)
Selamat pagi, Pagi!
Me: Pagi cinta!
You: Pagi canti
Me: Pagi cintak!
You: Pagi kantic
Errghhh Hahahaha
I don’t envy anyone. I don’t envy anyone, unless they believe and do righteous deeds. I envy no one but those who believe and do righteous deeds.
Sungguh beruntung mereka yang beriman dan beramal saleh. O Allah…