setelah jadi ibu kok aku banyak maunya yaaa 😁😁😁
RMH
KIROKAZE

PR's Tumblrdome
The Stonewall Inn

No title available
trying on a metaphor
Cosimo Galluzzi

pixel skylines
tumblr dot com
ojovivo
Lint Roller? I Barely Know Her
One Nice Bug Per Day
Keni
Today's Document

titsay
taylor price
untitled
Stranger Things
Game of Thrones Daily
I'd rather be in outer space 🛸
seen from Italy

seen from Türkiye

seen from Sweden
seen from Romania
seen from Pakistan
seen from Pakistan

seen from Indonesia

seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Bangladesh
seen from Italy

seen from Zambia

seen from Malaysia
seen from Indonesia

seen from Türkiye

seen from Saudi Arabia
seen from Netherlands

seen from Jordan
@wesgowes
setelah jadi ibu kok aku banyak maunya yaaa 😁😁😁
Fractures:
Depression: Broken bone portion pressed inward; skull fractures.
Comminuted: Bone breaks into many fragments; common in the elderly.
Simple/Closed: Clean break, bone doesn’t penetrate skin.
Compression: Crushed bone; spinal fractures.
Compound/Open: Bone penetrates skin.
Greenstick: Bone breaks incompletely; common in children.
Impacted: Broken bone ends forced into each other; results of blocking a fall.
Pathological: Results of disease and degeneration of bone tissue.
Spiral: Ragged break as a result of twisting forces; common sports injury.
seseorang yang menyayangimu
kalau seseorang yang kamu sayangi melakukan sesuatu yang tidak menyenangkanmu atau tidak melakukan sesuatu yang menyenangkanmu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. mungkin, caranya menyayangimu memang begitu.
kalau seseorang yang kamu sayangi tidak bisa menikmati karya-karyamu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. mungkin, karyamu memang bukan seleranya, tetapi dia tetap menyayangimu apa adanya.
kalau seseorang yang kamu sayangi mendahulukan membalas pesan tentang urusan-urusannya yang lain, alih-alih membalas pesanmu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. seseorang itu percaya bahwa kamu pasti mengerti. dan kamu tetap yang utama.
kalau seseorang yang kamu sayangi menyampaikan hal-hal tentangmu yang membuatnya tak nyaman, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. seseorang itu sedang merawat kamu dan dirinya.
kalau seseorang yang kamu sayangi seakan memintamu untuk menjadi ini itu, berbuat ini itu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu apa adanya. seseorang itu, mungkin ingin bertumbuh bersamamu.
ada banyak sekali cara menyayangi. ada banyak sekali pula cara menerima rasa sayang itu. merasalah disayang, sebab bagaimana kita menerima sebuah perasaan seringkali menjadi bagaimana perasaan itu sejatinya diberikan.
Kenapa rasanya selalu tidak tenang hiks,,, pdhal bentar lg looo
kenapa selalu ingin melangkah
Hati ini selalu ingin berhenti tp ujung2nya jalan lagi,,,, semoga ini terbaik
Setelah Kita Mati
Kebanyakan kita—terutama saya memandang alam kubur, padang mahsyar, dan akhirat hanya sebatas alam dan tahapan yang harus dipercaya semata.
Kita gagal membayangkan dan memandang ketiganya sebagai realita yang harus kita hadapi dan jalani sebagaimana membayangkan hidup kita saat nanti sudah berusia 40 tahun, 50 tahun, atau 60 tahun.
Bayangkan bagaimana nanti di usia 40 tahun, barangkali kita sudah punya rumah yang cukup besar, anak-anak sudah mulai besar, sebagiannya akan masuk kuliah, kita beraktivitas ini dan itu.
Seperti itulah semestinya bagaimana kita membayangkan alam kubur dan hari penghakiman kelak. Bahwa itu tidak hanya benar-benar terjadi, tapi juga benar-benar dapat dirasakan oleh segenap panca indera di tubuh kita seperti saat ini.
Sakitnya akan terasa sakit. Panasnya akan terasa panas. Dinginnya akan terasa dingin. Senangnya akan terasa senang. Dan sedihnya akan terasa sedih.
Saat dikatakan bahwa di alam kubur akan datang malaikat yang bertanya, atau akan datang seseorang yang jadi perwujudan amal-amal kita di dunia, itu literally benar-benar ada orang yang datang sebagaimana jika hari ini ada orang yang mendatangi kita.
Saat dikatakan bahwa kita akan dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar lalu kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita di dunia, itu literally benar-benar kita ngantree, digilir satu-satu, diinterogasi, diadili, didatangkan bukti-bukti, dan diputuskan ganjarannya surga atau neraka.
Saat dikatakan nanti penghuni neraka akan dibakar, dicabik-cabik, dan diberi minum nanah, itu literally benar-benar dibakar, dicabik-cabik, dan diberi minum nanah. Bayangkan saja bagaimana jika hari ini kamu dibakar dan diberi minum nanah. Nah seperti itulah rasanya. Begitu juga dengan surga.
Jujur saja, serinci-rincinya rencana hidup kebanyakan kita, paling hanya mentok sampai kita mati, mungkin seumur 60-an. Disini, tanpa sadar kita sudah gagal membayangkan dan menerima alam kubur dan akhirat sebagai sebuah realita.
Padahal, kalau kita berhasil membayangkan dan menerimanya sebagai realita, pastilah kita sekarang gak akan se-selaw ini. Itulah iman.
Apa rencanamu setelah mati?
Kalibata | Taufik Aulia
pengingat,,,, pengingat
When you have a newborn baby…
Sejak melahirkan Alya, kehidupan saya dan suami berubah 180 derajat. Lima hari pertama, kami masih menjalani masa ‘orientasi’ sebagai orang tua di rumah sakit. Kami memulai masa-masa merindukan waktu tidur sejak Alya lahir. Sampai hari ini saya menulis, bisa tidur setengah jam adalah sebuah kenikmatan Allah yang luar biasa. Lagi, sesuatu baru terasa nikmatnya setelah ia tak lagi dimiliki; waktu tidur yang panjang adalah salah satunya.
Kami juga akhirnya merindukan masa-masa bisa bersepeda berdua tanpa harus menyiapkan berbagai peralatan tempur (popok, tisu, gendongan, stroller dsb) saat keluar rumah, bahkan shalat jamaah berdua karena kami harus bergantian menggendong Alya (yang jarang sekali bisa ditaruh di tempat tidur, bahkan jika malam hari. Hiks.). Bukan, bukan kami tak bahagia. Tapi sungguh, ternyata menjadi orang tua (bahkan secara teknis pun..) bukanlah hal yang sederhana. (Apalagi soal mendidik anak…). Rasanya, setelah anak hadir, kita berupaya memohon agar Allah memampukan kami menjaganya sebaik-baiknya. Indeed, it takes a village to raise a children. :D
Menyusui
Tentang menyusui, saya baru menyadari betapa memberikan ASI adalah sebuah perjuangan. Dulu, saya pikir menyusui itu mudah. Semudah bayi yang saya ekspektasikan bisa dengan mudah meminum ASI dengan nalurinya. Ternyata bayangan indah itu tidak sepenuhnya terjadi seketika. Ketika diobservasi oleh dokter, Alya memiliki bentuk lidah tongue tie (perlekatan lidah yang menempel di dasar mulut). Efeknya, ia susah menempelkan mulutnya saat menyusu. Ketika dokter anak memberikan tawaran tindakan untuk pengguntingan perlekatan lidahnya, saya segera menyetujuinya.
Sore itu, untuk pertama kalinya ia bisa menyusu. Saya tak bisa mendeskripsikan rasa bahagia dan haru kala menatap wajah tanpa dosa yang kehausan dan Allah takdirkan melepaskan dahaganya lewat saya; ibunya.
Semenjak hati itu, perjalanan penuh tantangan menyusui dimulai. Pada tiga hari pertama di RS, saya terpaksa menyetujui saran dokter untuk memberikan susu formula padanya karena berat badan Alya turun hampir 10% dari berat saat lahir, sedangkan produksi ASI saya belum lancar.
Tapi alhamdulillaah, sejak hari ke-4 saya selalu memberikan ASI padanya setelah berat badannya terpantau naik. Catatan ini sengaja saya tulis, untuk memotivasi para Ibu yang akan berjuang memberikan ASI untuk anaknya yang mungkin merasakan sedih atau khawatir jika seorang bayi telah (terpaksa) mengonsumsi sufor, tidak bisa move on ke ASI lagi. Smangat, Bu. :’)
Tiga minggu pertama, saya lewati dengan menyusuinya tiap 2/3 jam sekali, kemudian memompa ASI setelahnya untuk meningkatkan produksi ASI. Alhamdulillah pada minggu keempat, saya sudah tidak wajib memompa ASI. Tapi, menurut saya pribadi, menyediakan stok ASIP (ASI perah) bisa sangat membantu apabila sewaktu-waktu diperlukan. Misal, ketika Ibu sakit.
Selama dua bulan ini, saya menyadari ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan menyusui; asupan gizi, kecukupan istirahat dan kondisi psikologis sang ibu. Nyatanya, ketiga faktor tersebut sulit dicapai dengan usaha sang ibu sendiri, apalagi pada minggu-minggu awal pasca melahirkan Ia membutuhkan pihak lain yang mendukungnya. Dalam hal ini, keluarga, terutama sang ayah (bayi) pada kasus saya yang jauh dari keluarga, tentunya berperan besar membantu saya sebagai Ibu baru.
Beruntung, sistem kesehatan di Belanda menyediakan jasa pelayanan dari perawat yang membantu membereskan rumah, mencuci, dan tentunya mengajarkan kami berdua mengurus bayi mulai dari mandi, mengganti popok, memantau tumbuh kembang bayi, stimulasi bayi. Tentang stimulasi bayi, ternyata perawat memberikan stimulasi tummy time (seperti yang Andien dan dibully netijen haha) lakukan bayi mungil yang baru berusia beberapa hari itu dan . Saya hanya bisa nurut ‘apa kata perawat’ saja. Perawat tersebut juga mengajari saya untuk menyusui dengan berbagai posisi; terutama posisi sambil tidur agar saya tidak lelah. It helps mommy a lot!
Dapur
Lelah, barangkali adalah sebuah keniscayaan yang hadir menyertai proses pengasuhan bayi. Ditambah, kami berdua juga harus mengurus diri kami sendiri agar tetap fit, dan tentu saja mengurus rumah dengan segala perintilannya; terutama urusan dapur.
Kegiatan di dapur alias memasak adalah sesuatu yang harus tetap berjalan walaupun raga sudah remuk karena tidak ada opsi beli di warung. Tentunya karena mahal, dan lidah kami terlalu Indonesia, haha. Jadilah suami saya yang hampir setiap hari memasak (tentunya atas supervisi saya :p). Pola makan kami rasanya hampir tak berubah. Masih makan rendang kalio, siomay, dan pada hari Idul Adha kemarin, ia menyulap daging kambing menjadi tongseng yang sungguh nikmat. :p Alhamdulillaah.
How about Alya?
Selama dua bulan ini, Alya termasuk tidak (terlalu) rewel. Dalam artian, kami masih bisa menebak keinginannya; tidur, minum, ganti diaper, atau bermain (duduk di bouncer).
Sebulan pertama, ia sering mengajak kami berdua bangun sepanjang malam karena ia hampir tidak pernah bisa tidur kecuali di pangkuan saya. Menginjak bulan kedua, ia perlahan bisa tidur tanpa dipangku kalau malam hari. Kalau siang, haha, saya hampir selalu menggendongnya jika ia ingin tidur. Jadilah kami bergantian menggendongnya, mulai dari menggunakan gendongan model kangguru, ergo baby, dan baru mau coba model gendongan kaos. Kami sedang mencari dengan model gendongan seperti apa, Alya bisa tidur (paling) nyenyak, haha. Oh ya, sampai hari ini (usia 2 bulan), ia masih terbangun tiap 2 atau 3 jam sekali untuk minum dan diganti popoknya.
Alhamdulillah, ia sudah bisa diajak berinteraksi setelah 1 bulan, sehingga kami bisa memberikan beberapa stimulasi, membacakan buku, dan tentunya mengajak ngobrol (kalau ini sih sepertinya hampir setiap saat. Lucu aja ngeliat responnya yang seolah mengerti apa yang kami maksud. Ia sering mengangguk, bergumam, senyum, tertawa, teriak, dan tentunya merengek-rengek minta digendong jika terlalu lama digodain :p).
How to manage..
1. Menjaga keseimbangan diri
Kami sadar sepenuhnya, menjadi orangtua adalah peran penuh komitmen, resiko dan tanggungjawab. Kami harus menjaga amanah Allah sebaik-baiknya. Maka untuk menjalankan misi tersebut, kami tentu harus menjaga keseimbangan diri kami; akal, raga, dan tentu saja jiwa. Contoh praktisnya, harus diakui ketika memiliki newborn, rutinitas ibadah harus mengalami penyesuaian. Menjalankan amalan sunnah menjadi suatu hal yang sangat diusahakan. Kami harus bergantian shalat dhuha/tahajud karena Alya hampir ngga pernah bisa tidur kalau ditaruh. Kami juga harus menaruh perhatian pada gizi kami sendiri. Karena kalau salah satu saja dari kami sakit, beuh, tak terbayang bagaimana jadinya, haha.
2. Menjaga ekspektasi
Memiliki newborn berarti siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Bayi bisa tidur selama tiga jam dengan anteng di kasur sendiri, atau bahkan sebaliknya; harus digendong. Menyiapkan gendongan yang nyaman, barangkali menjadi salah satu solusi. Sebenarnya ada beberapa trik menidurkan bayi di kasur, tapi kami memilih menggendongnya jika siang hari. Alhamdulillah ia bisa tidur di kasur saat malam hari. Tentu saja satu kasur dengan kami. Kami sadar, tiga bulan ini tidak hanya penyesuaian untuk kami sebagai orang tua, tetapi juga untuknya. Tentu berat baginya lepas dari lingkungan sehangat perut Ibunya. Hiks.
3. Saling membantu
Poin yang krusial dalam menjalani hari-hari baru sebagai orang tua, apalagi ndak ada ‘tim sukses’ alias bertiga saja. Prinsipnya benar-benar fastabiqul khoirot dan tepo seliro Gan!
Contoh praktis, saya dan suami sering bergantian tidur untuk menggendong Alya. Percayalah, tidur setengah jam itu menambah tenaga untuk beraktivitas. Indeed, tidur panjang adalah sesuatu yang baru kami sadari untuk disyukuri. Tidurlah selagi bisa tidur kawan. Nanti kalau sudah memiliki anak, nikmat tidur digantikan oleh nikmat melihat anak kita tertawa, hehe. :p
Contoh lain, ketika berurusan dengan dapur, saya yang mengeksekusi bahan makanan, maka suami yang akan menjaga Alya kemudian membereskan cucian di dapur setelahnya.
4. Menjaga kewarasan
Serupa dengan poin pertama. Akan tetapi, saya menekankan pada keharusan kita memiliki aktivitas lain, terutama seorang Ibu (yang kini ditempelin terus sama bayinya) agar hidupnya tak (seolah) melulu soal menyusui anaknya. Jujur, bagi saya (yang mengaku zat radikal bebas di alam sebelum menikah), memiliki anak ternyata berhasil mengubah hidup saya bagai kaki di kepala dan kepala di kaki :p
Perasaan saya campur aduk; senang, sedih, haru, lelah, dalam bungkus badan yang letih tak karuan. Dalam kondisi seperti itu, diperlukan kesadaran untuk menjaga kewarasan sang Ibu dengan memiliki kegiatan selain yang berkaitan dengan anaknya. Sesederhana cuci piring (serius! :D), baca buku atau curhat di tumblr, haha. Biasanya, suami saya berinisiatif menjaga Alya ketika saya sudah terlihat lesu, apalagi kalau Alya sudah menendang luka bekas operasi. Rasanya ingin menangis seketika, haha :p
Ngobrol dengan suami dan juga Ibu-Ibu lain adalah penting dalam menjaga kewarasan saya sebagai seorang Ibu baru.
Ah ya. Hal yang paling sederhana untuk mengembalikan kewarasan adalah dengan memperbanyak istigfar. Hiks. Se-ngaruh itu loh. Apalagi sambil melihat mata bening Alya yang seringkali diiringi senyuman atau gelak tawanya (yang masih tanpa sebab itu). Lalu saya usap kepala Alya seraya memanjatkan doa,“Robbi habli minash shalihiin…”
Seketika sadar. Men, Allah baik banget udah ngasih kesempatan makhluk fakir ilmu ini untuk belajar jadi seorang Ibu. Masih susah untuk bersyukur?
Indeed, tak hanya Ibu yang perlu stabil kondisi jiwanya, hehe. Alhamdulillah, sumbu kesabaran suami saya lebih panjang daripada saya, haha. Jadi, ia yang sering mengingatkan saya untuk selalu sabar dalam belajar menjadi orang tua. “Tarik napas dulu. Ibu minum air putih dulu..”, rasanya jadi template petuahnya, haha :p
Sekian dulu tulisan random tak berstruktur ini. Saya yakin sekali, masa-masa ini kelak akan saya dan suami rindukan kalau Alya sudah besar. Hiks. Dan saya menuliskan ini, sebagai kenang-kenangan. Barangkali kelak Alya baca. We love you that much, Sayang! Terimakasih sudah belajar bersama Ayah dan Ibu :)
Terakhir, semoga Allah selalu lapangkan hati kita untuk mudah bersyukur. Rasanya hidup ayem tentrem sakinah kalo inget nikmat Allah banyak sekali. :)
Delft, 11 September 2017
Ditulis lewat handphone, sambil menggendong Alya (yang malam ini sulit tidur di kasur, haha :p)
(Siapa sih yang ngga ikut senyum kalau ada bayi senyum kaya gini?)
Buat bekal 😂
Apa Sebab?
Apa sebab orang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati? Padahal engkau tidak cantik seperti yang lain, bukankah itu perasaanmu? Kamu merasa tidak juga lebih pintar, lebih baik, bahkan lebih salehah. Tapi mengapa ada yang bisa menyukaimu? Bahkan rela jauh-jauh datang ke rumahmu, rela bekerja lebih keras untuk mempersiapkan hari-hari baik kemudian hari denganmu.
Apa sebab orang bisa menyukaimu? Sekalipun menurutmu, dirimu begini dan begitu?
Apa hendak dikata. Bukankah berulang kali kamu dengar bahwa cantik itu relatif, berdasarkan perasaan. Bukan berdasarkan standar iklan di televisi. Bahkan, sejauh mana ukuran kebaikan seseorang itu juga relatif. Baginya, kamu itu baik, dan itu lebih dari cukup untuk mengalahkan pikiranmu tentang dirimu sendiri yang merasa kamu belum cukup baik.
Apa sebab orang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati? Barangkali itulah sisi yang tidak bisa kamu lihat. Ada orang yang bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kamu lihat dari dirimu sendiri. Dan memang, kita tidak bisa menilai diri sendiri dengan baik.
Boleh jadi, masa lalumu amat buruk, tapi baginya itu tidak berarti. Boleh jadi, kulit wajahmu kusam dan gelap, tapi baginya itu tidak berarti. Boleh jadi kepandaianmu tidak seberapa, tapi baginya itu tidak berarti.
Lalu kira-kira apa yang berarti darimu baginya? Barangkali kamu akan menemukan jawaban itu nanti di tatapan matanya, juga bagaimana setiap kata-kata yang keluar darinya, juga bagaimana ia memperlakukanmu. Barangkali juga kamu tidak akan menemukan jawaban itu segera. Butuh bertahun-tahun untuk mengerti dan memahami, mengapa ada orang yang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati.
Yogyakarta, 5 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi
Wiqiqiqi dashyattt. Okeoke aku masak enak hari ini! XD #terGR2017
mungkin ini pengingat
The Sea Women of South Korea
photographs by Hyung S. Kim
“For hundreds of years, women in the South Korean island province of Jeju have made their living harvesting seafood by hand from the ocean floor. Known as haenyeo, or sea women, they use no breathing equipment, although a typical dive might last around two minutes and take them as deep as ten metres underwater. Wearing old-fashioned headlight-shaped scuba masks, most dive with lead weights strapped around their waists to help them sink faster. A round flotation device called a tewak, about the size of a basketball, sits at the surface of the water with a net hanging beneath it to collect the harvest. Some use a sharp tool to dig conch, abalone, and other creatures from the crevices on the seafloor. … “For me, the photos of the haenyeo reflect and overlap with the images I have of my mother and grandmother,” Kim says. “They are shown exactly as they are, tired and breathless. But, at the same time, they embody incredible mental and physical stamina, as the work itself is so dangerous; every day they cross the fine line between life and death. I wanted to capture this extreme duality of the women: their utmost strength combined with human fragility.” ”
read more at the New Yorker
setiap keegoisan pasti memiliki karma, maka nikmatilah sekarang
Biarkan lah hal-hal receh ini mengabadi
soalnya tiap diajakin ngobrol serius ku langsung palpitasi hahahaha
Sehat
Memang nikmat yang paling besar adalah sehat. Pusing sedikit aja semua kerjaan bs ancur, aktivitas berkurang, mood menurun, ngeluh mulu dan bla bla bla. Makanya bersyukurlah bagi yg saat ini sedang sehat, dilindungi olehNya
Karena sakit walaupun cmn setitik rasanya ga enak banget
(edisi bingung minum antibiotik atau engga)
Superb Articles : "Setahun Bersama Superb Mother" (04 Januari 2013-04 Januari 2014)
Dalam rangka milad Superb Mother yang pertama, Mom merangkum seluruh artikel (tidak termasuk quotes dan gambar) yang telah di post oleh admin-admin kami, baik di akun Tumblr (superbmother.tumblr.com) , Twitter (@SuperbMother), ataupun Facebook (Superb Mother) selama 1 tahun kebelakang. Selain untuk memudahkan Superb sekalian dalam membaca, ini juga sebagai sebuah hadiah milad kecil-kecilan, bentuk terima kasih kepada para followers yang telah mendukung keberlangsungan Superb Mother hingga saat ini dan (semoga) seterusnya. Total keseluruhan ada 78 judul artikel yang dikategorikan menjadi 5 kelompok besar.
Selamat Membaca, Dear. Semoga bermanfaat :)
Pernikahan dan Kehidupan Rumah Tangga
Mitos dan Fakta Seputar Pernikahan
Stres Menjelang Pernikahan
Menikah? Yes! Depresi? No!
Kedudukan Mahar dalam Akad Nikah
Tentang Nikah ( http://chirpstory.com/li/180684 )
Peran Istri dalam Keluarga
What A Wife Should Do?
Peaceful Mom, Peaceful World
Berdustanya Suami Kepada Istri
Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis
Akhlak Bertetangga
3 Cara Menjadi “Bocah” di Depan Istri
Menciptakan Hubungan Komunikasi yang Baik dengan Pasangan
Manfaat Menikah ( http://chirpstory.com/li/46588 )
Kenali Bahasa Cinta-mu :) (http://chirpstory.com/li/180806)
Persiapan (Teknis) Menuju Nikah (http://chirpstory.com/li/180761)
3 Hal Penting dalam Berumah Tangga (http://chirpstory.com/li/180770)
Indikator Kebahagiaan dalam Hidup (http://chirpstory.com/li/180777)
Persiapan (Teknis) Menuju Nikah (http://chirpstory.com/li/180761)
Suami Siaga Saat Istri Hamil dan Melahirkan (http://chirpstory.com/li/180773)
Mendidik dan Merawat Anak
Rumah Seperti Neraka?
Pendidikan Rumah
Jika Anak Bertanya Tentang Allah
Mengurus Anak (1)
Mengurus Anak (2)
Mengurus Anak (3)
Mendidik Anak dengan Sabar, Senyum, dan Sentuh (3S)
Anak Gaul : Cara Ridwan Kamil Mendidik Anaknya
Qaulan Sadiidaa untuk Anak Kita
Empat Momen Spesial
Hipnosis Untuk Si Buah Hati
Empat Tipe Pengasuhan Anak
Tentang Anak (http://chirpstory.com/li/180781)
Mengajarkan Disiplin pada Anak ( http://chirpstory.com/li/180557)
Pola Interaksi dengan Anak (http://chirpstory.com/li/180808)
Working Parents (http://chirpstory.com/li/47249 )
Makna Tangisan Anak (http://chirpstory.com/li/180613 )
Part-Time Mother (http://chirpstory.com/li/180790)
Peran Ibu, Seberapa Pentingkah? (http://chirpstory.com/li/180785)
Perbedaan Anak Laki-Laki & Perempuan (http://chirpstory.com/li/180814)
Menjadi Pendengar yang Baik Untuk Anak (http://chirpstory.com/li/47550 )
Anak Pendiam dan Anak Emosional (http://chirpstory.com/li/180696 )
Kekuatan Doa dalam Pengasuhan Anak (http://chirpstory.com/li/180792)
“Labelling”, Apa Itu? (http://chirpstory.com/li/180772)
5 Tipe Kepribadian Bayi ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=363423663771487&set=a.329164667197387.79720.329143150532872&type=1&theater )
Stimulasi Dini pada Bayi (http://chirpstory.com/li/55356 )
Children Learn What They Live ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=336739863106534&set=a.329164667197387.79720.329143150532872&type=1&theater )
Hasil Riset
ASI Mampu Sembuhkan Gagap pada Anak
Anak Doyan Minuman Soda Cenderung Lebih Agresif
Menjadi Ibu Rumah Tangga Ternyata Lebih Bahagia
ASI Eksklusif Tingkatkan Status Sosial
Percaya Diri Kunci Kecantikan Alami
Persahabatan Para Bayi
Sudah Tau Melahirkan Itu Sakit, Tapi Kok Ibu Tetap Mau?
Kecerdasan Anak Berasal Dari Orang Tua
Feromon, Dari Hidung Turun Ke Hati (http://chirpstory.com/li/53032)
Pengaruh Dongeng Sebelum Tidur (http://chirpstory.com/li/52520)
Budaya Hamil di Jepang (http://chirpstory.com/li/180809)
Mengapa Kita Perlu Menangis (http://chirpstory.com/li/180795)
Keterampilan
15 Tips Mendesain Kamar Tidur
Resep Mini Beef Fajita Rollups
Memanage Rumah? Siapa Takut?
Tips Menentukan Prioritas ( http://chirpstory.com/li/180559
Resep : Es Melon Jeruk Nipis Ala SuperbMother (http://chirpstory.com/li/180801)
10 Langkah Awet Muda (http://chirpstory.com/li/180800)
Resep : Tom Yam Ala Superb Mother (http://chirpstory.com/li/180798)
Hikmah
WANITA
Menangis : Pertanda Lemah atau Masih Punya Rasa?
Track Record
MencariRidho Orangtua
3 Hakikat Perempuan
Reminder for You, Superb Mother (Wanna Be) (http://chirpstory.com/li/180675 )
KOMITMEN ( http://chirpstory.com/li/180560 )
Fitrah Pria & Wanita ( http://chirpstory.com/li/180710 )
Filosofi Angsa (http://chirpstory.com/li/180802)
Hati & Diri (http://chirpstory.com/li/180797)
Kemampuan Menangkap Hikmah (http://chirpstory.com/li/180794)
Metafora Ikatan Kimia dan Alveolus dalam Relationship (http://chirpstory.com/li/180767)
By the way, Yang manakah favoritmu ? :)
Yaaaay, monggo monggo, yang butuh
wowwww,,,,kok nemu beginian, bikin berbinar hahahah
“Beberapa keraguan membuat saya enggan melangkah. Tapi lebih banyak hati baik yang mendoakan agar saya tidak mengubah arah.”
— Suatu pagi, menunggu 26 pagi lagi.
quote nya cucok tp bedanya sedang tidak menunggu 26 pagi lagi,,,, entah berapa pagi lagi, ga berani ngitung 😁
Pembohong
Seperti membohongi diri sendiri, iya rasa ini seperti membohongi diri sendiri, rasa khawatir yang tak hilang-hilang, rasa resah yang tak seperti ada ujungnya baru kali ini ada rasa seperti ini. Menanti hal yang tak pasti dan membuat resah
lelah seolah semuanya baik-baik saja padahal rasa khawatir ini seperti gunung es yang semakin dipukirkan semakin sakit rasanya semakin lelah hati ini semakin tidak ingin ngapa2in. Padahal yang diinginkan banyak tapi entahlah apa yang ingin dikejar
memang pembohong yang paling unggul adalah diri sendiri. Berusaha meyakinkan diri tidak ada apa2 tapi nyatanya menjadi khawatie yang luar biasa
Black girls deserve to learn free from bias and stereotypes.
Most black girls experience this hatred at schools. And classmates are not the only problem, there is no support from teachers, too. That’s why they get so affected by their school experiences. Black kids deserve to be treated just like everybody else, they want to study, they want to learn something ,too. However due to prejudice they are 5 times more likely to be suspended than their white peers and it can ruin their lives forever. National Women’s Law Center created this video to change the situation. Join the movement to help black girls feel normal and get the same opportunities everybody else has.
Source
Finally something focusing on black girls!