Halo tumblr, bagaimana kehidupan disini? apa masih seramai dulu?
Sudah lama aku tidak bercerita. Hidupku terlalu sibuk akhir-akhir ini hingga aku tidak punya banyak kesempatan untuk berkunjung kesini. Tapi malam ini, aku ingin bercerita tentang kehidupan yang aku jalani selama ketidakhadiranku disini.
Aku sudah menikah. Jangan kaget hehe. Belum lama kok, baru sekitar 2 bulan. Aku berhasil menikahi lelaki yang selama ini ku inginkan dalam kehidupanku. Dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Sungguh.
Berita selanjutnya, aku juga sementara hamil anak pertama kami. Rasanya luar biasa, campur aduk hingga aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Aku senang melihat perubahan dalam kehidupanku jika aku kembali melihat kebelakang. Rasanya aku telah banyak berubah dan berkembang.
Kabar selanjutnya, aku juga sudah punya pekerjaan seperti yang selalu aku impikan, menjadi ASN dan menggunakan seragam kebanggaan dari kebanyakan orang-orang. Rasanya hidupku nyaris sempurna. Hanya saja dibalik semua pencapaian, selalu ada hal yang biasanya harus kita korbankan.
Jarak. Iya, betul. Dibalik semua pencapaian dalam hidupku akhir-akhir ini, aku juga harus rela berjauhan dengan suamiku dan keluargaku. Jarak kami jauh, kami beda pulau. Dan aku hampir ingin menyerah. Tapi aku takut, takut menyesal dikemudian hari jika aku mengambil keputusan yang salah. Tapi, aku rindu keluargaku terutama suamiku. Aku sendirian di kota orang dalam keadaan hamil. Jujur saja, rasanya menyedihkan. Aku hanya bisa bergantung pada diri sendiri, kesana kemari sendiri. Tidak ada bahu suami untuk bersandar, tidak ada pelukan hangat menjelang tidur, tidak ada ciuman selamat pagi saat bangun tidur. Tidak ada yang membantu merapikan rumah, tidak ada yang menemanu kesana kemari. Semuanya tidak sama seperti yang selalu aku bayangkan semasa kecil. Semuanya serba sendiri, Makan sendirian, tidur sendirian, juga menangis sendirian. Aku lelah jauh dari suamiku. Aku ingin berada disampingnya setiap hari. Aku rindu suamiku. Aku ingin pulang ke dekapan suamiku 🥺
Aku tidak sekuat yang kelihatan. Aku juga takut sendiri disini. Aku kadang membayangkan hal buruk terjadi padaku, dan aku tidak pernah cerita kepada siapa pun akan ketakutanku ini bahkan kepada suamiku karena aku tidak ingin membuat mereka khawatir.
Sekian cerita dariku. Aku masih dipenuhi rasa bimbang, jika suamiku tidak bisa mutasi ke sini bersamaku haruskah aku menyerah pada mimpiku? karena berat sekali membayangkan hidup sendiri di kota orang dan membesarkan anakku tanpa di dampingi suami dan keluargaku 🥺
Samarinda, 9 Desember 2025