Organisme Hidup : Kebiasaan Makan
Mengutip istilah yang digunakan ustadz Cahyadi dalam buku wonderful family yang kubaca hari ini, beliau menggambarkan keluarga sebagai organisme hidup. Bukan benda mati yang wujud hari ini persis sama dengan hari selanjutnya. Keluarga adalah organisme hidup yang bisa tumbuh dan berkembang.
Begitu juga dalam keluarga kami, dalam pernikahan yang baru seumur jagung aku menyadari bagaimana keluarga kami "hidup", "tumbuh" dan "berkembang". Contoh yang ingin kuceritakan sederhana sebenarnya, belum sampai pada tahap menjadikan kami sosok yang berdampak luas dan berperan dalam kehidupan masyarakat.
Dulu aku masuk dalam kategori manusia suka jajan. Benar-benar jajan dalam definisi sebenarnya. Tinggal di Bandung-Sumedang dengan beragam cemilan per-aci-annya tentu membuatku tumbuh menjadi anak yang menjadikanan jajan sebagai healing saat jenuh atau stres hehe.
Lihat pedagang cilok, ku beli.
Lihat pedagang seblak, ku beli.
Lihat pedagang batagor, ku juga beli.
Tapi siapa sangka, Allah Maha Baik menjodohkanku dengan laki-laki turunan Aceh warga Medan. Laki-laki yang terheran-heran dan mungkin tak habis pikir dengan aku, perempuan yang suka jajan. Ia terbiasa makan sehat dan cukup, saat perutnya sudah diisi nasi ia tak tergoda dengan cemilan yang baginya tak jelas manfaatnya bagi tubuh.
Awal menikah ia masih memberiku ruang menikmati jajanan ini itu, dan sedikit banyak ia juga ikut terpengaruh menikmati jajananku. Masa kehamilan juga aku masih begitu, menjadikan jajan sebagai penghilang kesedihan (lebay deh ini haha).
Tapi seiring berjalannya waktu, aku jadi tersadar.
"Masa aku jajan aja, terus dia engga?"
Perlahan frekuensi jajanku berkurang dan mulai bergeser. Jika ada makanan yang lebih sehat dan jelas manfaatnya, sedikit banyak akupun jadi ikut terbawa untuk memilih makanan yang kumakan.
Intinya, aku menulis ini karena terkesima bagaimana kami sebagai organisme hidup ternyata saling mempengaruhi dan bisa berubah, termasuk dalam hal kebiasaan makan & mengambil keputusan.
Yaaaa itu saja yang kali ini ingin kuceritakan, semoga ada waktu & niat untuk ku mengabadikan warna-warni rumah tangga kami dalam tulisan.
Untukmu yang belum menikah, ternyata kebiasaan yang terlihat kecil dari calon pasanganmu berdampak besar untuk hidupmu, hidup kalian.