“Mungkin akhirnya tak jadi satu, namun bersorai pernah bertemu”
Semakin dewasa semakin menerima makna pertemuan dan perpisahan. Dua hal yang sangat berbeda tapi selalu saling mengikuti. Temu yang kita jumpai selalu dibatasi waktu. Memang begitu yang namanya hidup. Kita nikmati saja, ya. Di depan nanti kita akan bertemu orang-orang baru dan berpisah dengan mereka di suatu waktu, lalu bertemu lagi orang-orang yang lain, begitu seterusnya. Sekali lagi, mari dinikmati. Selagi Allah memberi kesempatan, semoga kita semua bisa menjadi manusia yang selalu mau bersyukur di setiap fase kehidupan yang terus berubah. Dan tentunya tetap mengingat orang-orang yang berjasa mengantar langkah kita hingga sejauh apapun nanti.
Pun harus diingat; ketika raga tidak mampu menjawab rindu, maka biarlah doa yang menjadi titik temu.










