Huion Community
Ngetes hahaha
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

#extradirty
h

PR's Tumblrdome
d e v o n
sheepfilms
todays bird

No title available
Game of Thrones Daily
NASA
Not today Justin

No title available

祝日 / Permanent Vacation

Love Begins
will byers stan first human second

Janaina Medeiros
Stranger Things
dirt enthusiast

Kaledo Art
TVSTRANGERTHINGS

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Taiwan

seen from China
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from France
seen from Lithuania

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from Israel
seen from Vietnam

seen from Malaysia

seen from Malaysia
@mengcuap
Huion Community
Ngetes hahaha
A Trip #3
Sebuah ringkasan: 2023 (1)
Gak ada yang menyangka bahwa 2023 berlalu begitu cepat, utamanya bagi gue. Adanya timeskip yang secara visual terpampang nyata di beranda tumblr -penanggalan disetiap tulisan gue sebelumnya- menjadi bukti nyata bahwa satu tahun yang terasa sulit ternyata bisa berlalu, dan kabar baiknya, gue masih hidup. Sekilas gue teringat potongan-potongan masa lalu, gue yang terlahir sebagai peniru ulung ini, akhirnya punya waktu sendiri untuk menyelami jatidirinya, tepat di 2023.
Source pict: here Sejak kecil hingga dewasa, perjalanan gue gak pernah jauh dari meniru orang lain, utamanya orang terdekat. Ketika dekat dengan yang punya habit baik, jadi ikutan baik. Ketika dekat dengan yang pintar nan cerdas, jadi ikutan kerasa pinter, gak cuma kerasa aja sih, pada masa nya terbukti dengan nilai yang juga secara angka bisa gue banggakan. Ketika dekat dengan yang iman nya manteup dan akhlaknya MasyaAllah, jadi ikut belajar menguatkan iman dan memperbaiki akhlak. Ketika dekat dengan yang selera pakaiannya oke, gue ikutan belajar juga untuk memperbaiki penampilan, walaupun gue tau bahwa itu sangat jauh dari setingan pabrik gue yang cuek, bodoamat, pakai baju lecek-lusuh tetep gasin ke alfamart, tetapi di saat gue harus berpakaian rapi nan anggunly, gue baru terasa kalau gue bego aja dan gak ada usaha untuk memperbaiki penampilan, utamanya di pakaian. Kehadiran orang-orang ini sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas diri gue, walaupun tanpa sadar bahwa dampaknya ada bagian dalam diri gue yang merasa tersesat. Balik lagi, karena bawaan gue yang peniru ulung, menyerap aja kayak kanebo kering kehausan. Jadi semua plek-ketiplek gue tiru, tanpa menimbang lebih lanjut apakah semua itu fine aja kalau langsung gue tambahin menjadi atribut dalam diri gue. Kalau dilihat, gak ada yang salah dengan itu, semuanya ilmu-ilmu yang baik. Tapi tanpa berkaca pada diri sendiri, melihat situasi, pada akhirnya akan ada suatu titik dimana hal-hal yang gue tiru tanpa saringan itu menjadi boomerang. Kok bisa? Karena tanpa sadar, semua itu akan melekat dalam diri gue, kemudian nampak dipermukaan, sampai menjadi label dikehidupan bersosial. Dan ketika gue bukan lagi orang yang sama, semua itu jadi terasa menyebalkan.
Nilai-nilai yang dianut seseorang akan selalu dinamis, karena setiap orang punya rail masing-masing. Menyadari hal tersebut cukup untuk membuat rasa toleransi gue selalu ada ketika menghadapi fenomena yang mungkin bersebrangan dengan nilai yang gue punya. Sekarang gue selalu punya alasan untuk gak nge-judge sesuatu/seseorang, mungkin istilah kerennya kalo kata orang-orang mah, si paling open-minded. Gue yakin setiap orang dalam perjalanan menuju versi terbaik dari dirinya, termasuk gue. Ada yang bisa ngebut, ada yang sukanya pelan-pelan.
Jauh dari sosok-sosok yang bisa gue jadikan 'panutan', awalnya bikin gue jadi makhluk kosong. Go with the flow, don't know where to go. Walaupun sekarang mudah aja nyari panutan online, tapi menurut gue, panutan online kurang terasa genuine, karena dia gak hadir disebelah gue. Tapi ternyata, kondisi tanpa panutan, mungkin lebih tepatnya 'jauh dari pengaruh orang lain', menjadi saat yang tepat buat gue untuk mengenal diri gue lebih dalam. Satu hal yang gue sadari, gue termasuk manusia yang pertumbuhan emosionalnya lambat. Gue baru betul-betul belajar di late-twenty, dan gue berusaha menerimanya terkait kenyataan bahwa gue lambat. Tentu ada faktor penyebab kenapa gue lambat, bukan bermaksud mau menyalahkan hal yang diluar kendali, tetapi jika suatu hari gue menjadi bagian dari 'faktor yang berada di luar kendali', setidaknya gue punya harapan semoga gue gak andil dalam kesalahan yang berdampak negatif pada perkembangan emosional seseorang, terutama kelak kalau gue dikasih kesempatan untuk menjadi orangtua.
Mempelajari diri sendiri gak ada habisnya, setiap kejadian yang gue alami hampir selalu gue refleksikan. Kesendirian ini bikin gue jadi lebih peka, bahwa semua yang nampak di permukaan adalah bagian dari sebab-akibat yang biasanya melibatkan orang lain. Seseorang gak pernah murni menyebalkan, jika konteksnya dalam hal berpasangan, bisa jadi dia gak mendapatkan support yang dibutuhkan dari pasangannya, sehingga dia jadi menyebalkan. Gue rasa hal ini juga berlaku untuk hubungan orangtua dan anak.
Jadi ini ngomongin apa? Wkwkwk anjir, panjang ya. Lanjut part 2 biar kayak orang-orang. Somos libres siempre solamente por tu vas - SORE
--------- Purworejo, 26 Februari 2024
A Trip #2
Masih jalan ditempat
Sebentar lagi tahun udah mau ganti, biasanya orang-orang mulai bikin list yang mau dicapai untuk tahun baru yang bakal dijalanin berikutnya. Gue pribadi tahun lalu gak bikin list apa-apa kayaknya, seinget gue. Tahun lalu lempeng aja, perbedaan hanya pada timbangan yang naik secara signifikan, hahaha. Selain itu, gue punya banyak waktu buat mikirin apa aja yang mau gue lakuin, walau hari-hari seringkali masih didominasi dengan tidur siang.
Jadi, untuk tahun depan gimana? Gue udah memutuskan untuk belajar lagi terkait digital painting, dan yang terpenting mencoba bersabar di setiap prosesnya. Jadi hari ini gue uda mulai nyoba-nyoba, tapi tanpa reference, ternyata emang gak gampang ya. Otak rasanya bego aja, dimana letak light-shading, gimana pas nya gambar lipetan, dst. Iya, sumpah bego aja rasanya hahaha.
Yang kiri ceritanya gue mau bikin cone jalanan (namanya apaan si) versi orang, yang kanan tadinya mau bikin putri malu, tapi gue gatau tu jadinya malah apa wkwwk
Gue bisa bilang, untuk gambar yang kanan itu... boleh lah, nice try. Walaupun secara anatomi, tangannya awkward. Kalo soal shading, iya, gue gak bisa, lebih tepatnya gue belum menguasai. 404 not found.
.
Purworejo, 12 Desember 2022 12:11 AM Hari ini ditemenin CHOPSQUAD - GANG
A Trip #1
Bukan jalan-jalan, tapi perjalanan hidup
Bolak-balik kembali menulis, bolak-balik lupa apa userpass tumblr, tapi gue ngerasa memang lebih nyaman menyampah disini, muhuhahaha. Bisa dibilang platform ini adalah satu-satunya platform yang masih menyisakan masa lalu gue yang bisa gue tertawakan waktu kembali scrolling kebawah tentang apa aja yang udah gue lewatin dalam perjalanan hidup ini. Life was amazing, and it always be.
Jadi beberapa hari lalu gue mulai lagi untuk nyicil beres-beres kardus, iya, kardus itu udah cukup lama terbengkalai semenjak gue pindah balik ke rumah orangtua. Sebenarnya gue bingung juga, kalau ini kardus isinya ditumpah-tumpahin, nanti barangnya mau ditaruh dimana. Tapi kalau gak segera diberesin, kardusnya menuh-menuhin kamar banget.
Waktu beres-beres, gue nemuin beberapa gambar lama, seketika gue lupa perkara beres-beberes ini. Ketika gue balik lembar demi lembar, gue jadi inget masa-masa kecil gue. Dulu waktu masih kelas 6 SD, gue pertama kali kenal yang namanya cara belajar gambar ala manga Jepang. Kenal manga jelas udah lama, tapi gue gak pernah tau kalau ternyata menggambar manga itu ada caranya. Ada seorang temen yang ngajarin gue kala itu. Untuk ukuran kelas 6 SD, gue rasa goresan dia udah keren banget. Goresannya itu yaQin, ngerti gak maksudnya? Kadang kan kalau kita bikin gambar, kita cenderung bikin garis berulang-ulang di tempat yang sama, yang sebenarnya semakin menegaskan keraguan kita saat menggambar. Tapi dia beda. Dulu gue suka banget nontonin dia gambar, sat set sat set, terus jadi deh. Salah satu OC dia yang paling gue inget yaitu namanya Himino Shinya, cewek yang punya image super dingin, rambutnya blonde panjang se-kaki, terus pakaiannya selalu panjang. Ini sisa peninggalan dia yang masih gue simpen, hahaha.
Jadi ini awalnya gambar gue pake pensil, terus sama dia ditebelin pake rapido. Notes: rapido dia tydac mbleber gais, sedangkan yang gue pake itu mbleber, kayaknya waktu itu gue pake boxy entah yang ukuran berapa. Dia pake apa? Rotring! Tydac mbleber walau termakan usia!
Waktu ngeliat gambar-gambar itu satu-persatu, rasanya kayak waw. Karena bisa dibilang cukup banyak, dan gue seneng ternyata semua ini masih tersimpan rapi, walaupun memang beberapa ada yang hilang juga. Gambar gue dulu jelek banget, sekarang juga masih jelek sih... awikwok, tapi gue salut juga karena dulu gue bener-bener keep going. Gue pengen punya semangat itu lagi di masa yang sekarang. Hal yang gue rasakan ketika lihat semua gambar ini, terutama gambar dia, entah kenapa seketika gue jadi inspired banget. Rasa yang sama- yang gue rasakan dulu ketika gue lihat-lihat semua gambar dan komik buatan dia. Kemarin gue kayak pengen banget nyari lagi gambar dia yang gue simpen, tapi sayangnya gue gak nemu.
Kalau kira-kira boleh ngulang masa lalu, mungkin gue pengen banget balik ke masa itu, masa ketika gue berteman sama dia, bikin banyak karya-karya absurd hahaha... Karena memang pertemuan kita ternyata cuma sebentar, mungkin 2 tahun aja. Waktu SD masih sering bareng, terus pindah ke SMP yang sama, tapi dia beda kelas, karena sejak itu rasanya kita cukup jauh, dan entah di tahun kedua kayaknya dia pindah sekolah. Gue gak begitu inget sejak itu. Gue baru sadar ternyata dia adalah influence terbesar gue untuk terus menggambar. Dulu sempet masih suka liat dia gambar, tapi sekarang dia lebih ke nulis cerita tema fantasi.
Terus gara-gara kejadian nemu harta karun itu, gue jadi bikin ini, walaupun sambil males-malesan hahaha
Low quality, wkekekek. Karena gue pikir daripada gue cuma simpen dikepala aja. Pensil nya juga ga dihapus lagi.
Kalo boleh jujur, udah lama banget gak betul-betul menggambar pake pensil dan drawing pen, udamah dulu gak ahli, sekarang jadi lupa cara pake nya hahaha. Belakangan selalu gambar langsung pake pentab, itu pun langsung untuk kerjaan. Sebenarnya gak nyangka juga bisa dapet kerjaan ini, karena hidup gue yang terus melompat-lompat dari bidang yang satu ke bidang lainnya, membuat gue jadi kurang ahli di bidang yang spesifik. Saat ini pun masih bertanya-tanya, apa ini yang gue mau? Kadang gue pengen ngetawain diri gue sendiri, disaat mungkin orang-orang seumuran gue udah pada settle di kehidupannya, gue masih terus lompat dan lompat lagi. Kadang juga kecebur got. Tapi ini perjalanan gue, jadi gak mungkin sama juga kan.
Gue masih semangat buat belajar dan belajar lagi, walaupun gue gak tau kemana hasil belajar ini akan mengantarkan gue nantinya.
Kenapa kertasnya bolong? Karena ada anu nya. Gue bikin sendiri lho, hehehe.
Gue penasaran, satu tahun kedepan bakalan gimana ya hidup gue? Apakah akan jadi satu tahun yang sia-sia (lagi)?
.
Purworejo, 11 Desember 2022 4:04 PM Masih gak tau mau dibawa kemana sambil dengerin たぶん - YOASOBI
Biar Lega #2
Belajar
Kalo nginget-nginget lagi beberapa kejadian yang uda lampau, banyak banget hal yang sepatutnya gue syukuri. Waktu kuliah entah kenapa gue lulus terlambat, kalo ada mesin waktu, gue pengen tanya deh sama diri gue di masa lalu tersebut. Gue uda pernah coba tanya sama diri gue sendiri setelah lulus, dan jawabannya hanyalah kumpulan excuse, hahaha. Bersyukurnya, gak lama setelah lulus, ada teman yang nawarin pekerjaan yang masih gue lakuin sampe hari ini. Alhamdulillah.
Seiring berjalannya waktu, uda sewajarnya ada perasaan macam ‘sepertinya gak cocok, begini, begitu, bla-bla’, walaupun kadang mengeluh dalam hati, tapi untungnya kepala masih bisa berpikir jernih. Ketika gue pengen iseng cari-cari dan lamar pekerjaan baru, gue suka cari review dulu via google, nah biasanya curhatan tentang kerjaan gini banyaknya muncul di KasKus. Dari semua pengalaman orang lain yang pernah gue baca, ternyata yah, semua pekerjaan itu sama. Ketika ada seseorang yang mengeluh dan resign dari pekerjaannya yang sekarang karena gak suka sama A, ditempat kerja yang selanjutnya belum tentu juga dia gak bakal ketemu modelan A lagi, atau bahkan lebih parah. Membaca pengalaman-pengalaman orang lain bikin diri jadi bersyukur, dan gue banyak terbantu untuk bikin plan buat diri gue sendiri kedepannya, setting up my plan for future resign, lha... hahaha...
Tetep harus berbekal dari sekarang, karena gak tau kedepannya bakalan gimana. Ayo bersiaapp~
.
Jakarta, 3 Maret 2021 4:55 AM With Tigapapagi: Alang-alang
Biar Lega #1
Persinggahan
Hari kedua setelah pindah kosan, gue baru kali ini ngerasain banget betapa nikmatnya setelah lelah bekerja, terus balik ke kosan yang ber-AC gini. Norak ya? Ahahahaha... Tapi beneran Ya Allah nikmat beneerrr, entah gimana kayaknya pulang kerja jadi ngerasa capeknya tuh ilang aja, wkwk... Selama ini selalu tinggal di kosan yang paling pol kipas angin, dari yang ukuranya kecil sampe besar, dari yang lempeng sampe yang kepalanya bisa nengok kanan-kiri. Walaupun begitu, gue tetep betah. Tapi jujur aja, ternyata kosan yang ber-AC gini ya emang nikmat banget, dan sekarang gue malah khawatir jika setelah ini gue jadi ketergantungan sama yang namanya AC, bakalan repot juga ya nantinya. Selama masih bisa dinikmati, gue rasa bersyukur bisa jadi sikap yang paling tepat buat dilakuin.
Gimanapun nikmatnya ini, gue masih berada pada kenyataan yang sama bahwa gue merantau sendirian, jauh dari keluarga, pulang gak ada siapa-siapa, harus bisa apa-apa sendiri. Dulu, beli pembalut ke warung aja pasti minta tolong adek, segitu malesnya gue ketemu orang sampe hal-hal sepele kadang gue males ngelakuin sendiri. Sekarang gue dihadapkan pada kenyataan harus bisa berbaur sama siapapun, berapapun beda usianya, gimanapun sikapnya, kadang gue ngerasa lelah banget menghadapi semua ini. Rasanya capek aja gitu harus ketemu banyak orang, ngurusin ini-itu, dan lain-lain. Tapi alhamdulillah, ternyata gue bisa melalui itu semua walaupun masih banyak kurangnya. Gue sedikit gak menyangka sih, ternyata gue bisa juga pura-pura berbaur, jiahahahha... Gue inget pepatah, “Fake it until you make it”, itu benar adanya ya.
Kadang gue seneng, kadang gue sedih juga hidup begini. Pernah ngerasa pengen pulang dan menyerah? Pernah, banget! Ketika teman-teman gue setelah merantau kuliah, dan di masa kerja nya mereka bisa balik lagi kerumah ortu, ngerasain kehidupan keluarga dirumah tempat mereka bertumbuh, bisa menghemat gaji buat ditabung (ehehehe), disitu terkadang saya merasa... Ahsudahlah, wkwkwk... Yang jelas gue berharap semoga semua ini bisa jadi pelajaran berharga untuk kehidupan gue. Gue pengen lagi deh ngerasain rasanya rebutan otak-otak goreng sama abang dan adek gue, pas magrib-magrib, sambil nonton kartun (lha bukannya solat wkwkwk), didepan kipas angin butut merk Nasional yang uda gak ada tutup depannya... Ah, siapa sih yang bisa lupa.
.
Jakarta, 2 Maret 2021 12:36 AM Bersama kenyamanan sementara
Kalo lagi ngedenger lagu-lagu jadul jaman abg dulu, jadi inget masa-masa cinta monyet, entah kenapa itu selalu terasa manis walaupun seringkali bertepuk sebelah tangan, hahaha
Keberadaan yang tiba-tiba menghilang itu ibarat jerawat: sudah pergi, tapi masih sisa bekasnya, hiya hiya...
Gue uda lama ga buka Tumblr, datang-datang eh ngegalauu aaahh~ Gue bersyukur sekarang Tumblr ga perlu VPN lagi buat aksesnya. Dan yah, kembali menulis sekedar untuk healing, dan mengisi kekosongan, hiya hiya~ Welcome back, diriku~
Share My World! #41
Mari kita mulai (lagi)
Sumpah, udah lama banget gue gak nulis, semuanya jadi terasa aneh. Walaupun begitu, gue memutuskan untuk memulai rutinitas ini kembali. Pertama karena gue mau tetep aktif ngetik, sambil belajar jadi the real sepuluh jari typers, karena honestly gue masih jadi penganut sebelas jari, walaupun udah lumayan hafal letak-letak tombol huruf, tapi gue ngerasa ketikan gue ini belum efektif, yaiyalah... Gue rasa akan sangat baik kalo bisa nge-type pake sepuluh jari, I feel complete if I can do that. BTW tulisan gue kok kayak anak gahol Jak-Sel banget si, wkwk...
Gimanapun kacaunya bentuk tulisan ini, yang sama sekali gak mematuhi kaidah keindahan pilihan diksi, gue gak peduli, asal semuanya bisa tercurahkan dan mewakili isi hati. Sejak gak nulis, gue merasa keresahan gue jadi tertumpuk gitu aja, dan pada akhirnya gue rasa jadi berpengaruh banget sama kinerja otak gue, and suddenly I feel so wrong but I don’t know why and how. Saat ini, saat gue mengetik kalimat-kalimat absurd ini, badan gue kerasa aneh. Gue kerasa ngambang, entah karena efek kurang tidur, kurang makan. Jantung kerasa dag dig dug, tangan gue gemeter, agak sesak nafas, dan kerasa hawa kok dingin, I just feel weird about myself. Emang beberapa hari terakhir jam tidur gue kacau, makan juga gak teratur, jadilah gue agak mood-swing banget, kerjaan gue gak kunjung beres padahal udah ditagih sana-sini, dan pada akhirnya gue sadar kalo gue harus mengatur semuanya dari awal, dari nol kalo kata mas-mas pertamina mah.
Jadi belakangan ini gue memutuskan untuk mempelajari lebih dalam terkait diri gue, dan segala faktor-faktor yang berkaitan. Beberapa artikel ini cukup membantu gue buat lebih sadar bahwa semuanya perlu pengetahuan, pemahaman, dan aksi tentunya. Bisa dibilang, semua udah ada caranya, tinggal gimana nerapinnya sesuai dengan pribadi kita, dan jelas untuk menemukan semua itu perlu banyak trial serta asupan ‘jangan mudah puas dan putus asa’ secara sadar.
Beberapa artikel yang gue baca akhir-akhir ini:
https://www.daniel-wong.com/2015/08/17/study-smart/
https://medium.com/leadership-motivation-and-impact/what-i-learned-from-thinking-fast-and-slow-a4a47cf8b5d5
Dan sebenarnya gue juga lagi mantengin beberapa channel youtube, kayak V-sauce, crashcourse, asapSCIENCE, Bright Insight, dan lain sejenisnya. Menurut gue channel mereka bagus banget buat nambah pengetahuan dengan lebih simple dan santai, bisa disantap bareng selagi makan. Sebagai makhluk seperapat abad, gue jadi makin punya alasan buat belajar lebih baik dan lebih efektif, setidaknya kalo dibandingin dengan gue di masa lalu. Although don’t really fu**ing know what to do now, but sure knowledge will bring us somewhere.
Seriusan, gue baru sadar kalo gue bodoh gak karuan.
.
.
.
Kamar perantauan, 7 Oktober 2018
People think it’s the mind that drives us. It is the heart. The mind is a slave to the heart. So check the condition of the heart.
Yasmin Mogahed (via islamic-art-and-quotes)
You fall to make you realize how much you needed Him all along.
Yasmin Mogahed (via islamic-art-and-quotes)
Berdialog #4
“Kenapa sih Tumblr harus diblokir di negara kita?”
“Lah? Kan banyak tu beritanya di mana-mana, belom baca emang?”
“Maksud gue bukan itu, itumah gue juga udah baca keleus...”
“Terus maksud lo apa?”
“Duuuhh... Ini ceritanya gue lagi ngedumel, kampret”
“Lah, santai lah, jangan nge-gas!”
“Hahahaha... Ampun juragan...”
“Kan Tumblr masih bisa diakses pake jalur IP luar negeri, pake virtual apa tuh, VPN... Udah nyoba belom?”
“Udah si, cuma kan kalo buat gue pribadi, ngaksesnya tuh jadi ribet banget gitu loh... Sedangkan kebutuhan gue untuk curcol seringnya datang tiba-tiba...”
“Hahaha... Elo sih, curhat di medsos, curhat sama Allah gitu lah”
“Yaaaa gue juga sering keleus curhat sama Allah, tapi ini lain ceritanya cuy...”
“Lain gimana? Ah, curhat mah dimana-mana ujungnya sama”
“Hadeeh... Ya gimana ya, namanya gue juga manusia...”
“Jadi bisa jelasin ke gue gak kenapa lo masih butuh Tumblr?”
“Hm... Gimana ya, gue tuh rasanya kalau baca tulisan-tulisan gw di Tumblr, gw jadi tau gitu, apa-apa aja yang pernah gue alamin di masa lalu, karena semuanya gue tulis disana. Dan terkadang gue malah kayak ngerasa belajar gitu dari diri gue di masa lalu, seakan-akan dia ngasih nasehat ke gue di masa sekarang. Kadang gue juga berpikir, ternyata gue yang dulu begitu dewasa ya dalam menghadapi dan menjalani hidup yang gak selalu mulus ini, dan seringkali itu membuat gue ngerasa lebih tenang dan bersyukur. Gue ngerasa, mungkin ini juga salah satu cara Allah ngingetin gue. Inilah yang bikin gue jadi gak mau berhenti nulis disini, bisa dibilang, ini jadi salah satu tempat terbaik gue untuk merefleksikan kehidupan gue sendiri, lo tau kan gue jarang curhat ke orang”
“Hahaha... Sumpah, gue gak tau sedalam itu perasaan lo sama Tumblr... Yah, I feel sorry about that”
“Ya gitu deh, makanya gue ngerasa sedih banget... Padahal ya gak ada tuh orang-orang yang pake Tumblr buat ngalay kayak aplikasi sebelah yang baru diblokir itu. Semua orang yang muncul di media karena Tumblr pasti dikenal berkat karyanya di Tumblr, gak ada yang lain-lain, apalagi yang negatif”
“Iya juga ya, gue kok jadi merasa lelah ya dengan kenyataan ini, hahaha... Miris aja si, karena perkataan lo bener”
“Ya begitulah, tadinya si gue udah move on, eh gara-gara berita aplikasi anu diblokir, jadi gagal move on gue karena keinget Tumblr yang diblokir”
“Kita doain aja ya semoga blokiran Tumblr segera dicabut, supaya lo gak sedih lagi, hahaha...”
“Si kampret, apaan si...”
“Lah tadi katanya lo sedih... Ini gue doain malah gue dikatain kampret, gue jitak lo...”
“Hahaha... Kabuuur...”
Jakarta, 10 Juli 2018
Ditengah 'semedi', saya sering kepikiran macam², entah itu ide buat menulis atau buat menggambar sebagai bentuk pelega keresahan² dikepala . Semua orang bisa merasa resah, tapi gak semua orang tau bagaimana cara mengobati keresahannya masing² . Tadi saya coba duduk sebentar buat mikir, dan sadar bahwa keresahan itu hanya ada dikepala, bukan dimana², artinya keresahan hanya sebuah 'permainan' yang harus dimenangkan oleh pikiran yang lebih positif . Jangan lupa bersyukur, maka kita akan bahagia Bukan: 'jangan lupa bahagia', karena itu bisa berarti kebahagiaan kita tak bersebab, dan bahagia yang seperti itu hanya didapat dari kepura²an semata Jadi berhentilah berpura² bahagia, tanpa ada sebabnya Maka berbahagialah, sebab kita bersyukur . . Saatnya bergerak lagi . . . selewat
Share My World! #40
Ketika terjatuh dan lama bangkit
Alay agaknya, tapi hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk saya. Saat diri merasa nyaman dengan keadaan yang dipaksakan, menyakitkan tapi pura-pura senang, seakan semua baik saja. Beberapa waktu lalu ada rekan saya yang mengingatkan, katanya: Jujurlah pada diri sendiri, jangan merusak otakmu dengan kebahagiaan yang palsu, kebahagiaan yang dibuat-buat, kebahagiaan yang bukan dari hati. Waktu itu saya hanya mengangguk, dan baru mulai kepikiran sekarang.
Seringkali saya tergoda oleh menunda-nunda, menunda sesuatu yang (seharusnya) diprioritaskan, mengubah yang (seharusnya) jadi prioritas utama menjadi yang paling terakhir atau malah dilupakan, mengutamakan hanya apa-apa yang disukai. Emang gampang ya ngelakuin hal-hal yang menurut kita paling kita sukai, yang menurut kita paling pas buat mengisi hidup, gimanapun subjektifnya hal itu, gimanapun betapa sangat egoisnya sisi itu. Disisi lain saya merasa sangat puas dengan apa-apa yang bisa saya lakukan berkat mewujudkan ‘kesenangan-kesenangan’ itu, mewujudkan hal-hal yang saya sukai menjadi gaya hidup dan rutinitas. Namun betapapun asiknya dunia itu, selalu ada pengorbanan dibaliknya, mengesampingkan yang lain dimana pada saat yang bersamaan sisi lain itulah yang sebenarnya menjadi banyak harapan orang-orang terdekat yang saya cintai. Dan sisi yang saya sukai, pada kenyataannya lebih didominasi oleh rasa kecewa akibat harapan orang-orang terdekat yang tak sesuai dengan ekspektasi mereka, mengecap saya gagal dalam hidup hanya karena sebuah episode yang saya dinilai gagal memerankannya. Adil atau tidak? Ya begitulah hidup, selera setiap orang tak selalu sama, namun soal prioritas dan keegoisan tentu yang harus saya akui disinilah saya banyak bersalah. Seringkali menutup mata dan pura-pura lupa.
Hari ini saya merasa kepala saya begitu riuh, berbagai ketakutan muncul bertubi-tubi, berselingan, bahkan sesekali bersamaan. Hal bodoh yang saya iyakan: kadang kita terlalu takut menghadapi kenyataan akibat beberapa perihal abstraksi yang kita ciptakan sendiri di dalam kepala kita, padahal hal itu belum tentu bakal terjadi, dan kalaupun memang bakal terjadi semua pasti akan menjadi angin lalu pada waktunya. Saya tahu betul hal itu, namun selalu ada saat dimana rasanya sulit sekali meyakinkan diri sendiri untuk terus bangkit dan berjuang bagaimanapun sadar akan pahitnya menghadapi kenyataan. Bagaimanapun hal itu menjadi hal yang kurang begitu saya sukai, tidak terlepas dari elemen-elemennya, pengaruh luar yang saya tahu seharusnya saya abaikan. Hari ini saya merasakan betul betapa gak enaknya punya mental pecundang, karena ternyata mental itu bisa mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan saya, dan sebaiknya kamu yang belum ngerasain ini jangan pernah coba-coba. Tetaplah jaga pikiran-pikiran positif, tenangkan hati, dan mulai berjalan lagi seperti biasa, tetap maju dan jangan diam ditempat kecuali kamu pengen istirahat (sejenak).
Yah, sepertinya saya harus bangkit sesegera mungkin, sebelum semuanya terlambat dan jadi penyesalan. Tolong doakan ya, supaya saya tetap istiqomah dalam berjuang, menghadapi dan meresapi segala kepahitan dengan penuh keikhlasan demi menjaga hati orang-orang yang terkasih.
Tetap semangat! HAH! Kudu kuat!
.
.
.
Asrama, hari ke limaratuslimapuluhdua 5 Desember 2017
Tuntutah Ilmu sampai ke negeri Cina, itulah salah satu pesan Nabi Muhammad SAW. dalam salah satu a...
Perubahan diri (menjadi lebih baik) emang penting banget, terutama terkait prinsip, pandangan hidup, dan etos kerja, ini koreksi besar buat gue. Dari diri, untuk Indonesia, gitu kira-kira yah harusnya. Jujur kadang gue lupa banget kalau keberadaan yang setitik ini punya pengaruh yang besar, entah bakal jadi sampah atau berlian, ya dua-duanya sama-sama berkontribusi, bedanya mau menyusut atau berkembang, males atau berjuang.
Berdialog #3
“Kamu sayang gak sama mama kamu?”
“Ya sayang lah”
“Terus apa yang kamu lakuin buat nunjukkin kalo kamu sayang?”
“Banyak, satu contoh kecil ya bantu-bantu beberes dirumah”
“Mama kamu seneng gitu dibantu?”
“Entahlah, sekalipun aku anaknya, kadang ada hal-hal yang gak aku paham, jadi yah gitu, sesuai dengan apa yang aku paham soal sayang: bikin seneng dan ngeringanin beban”
“Subjektif banget ya”
“Ya abis mau gimana”
“Kamu taukan, tiap orang pengen disayangi sesuai dengan cara yang mereka pengenin?”
“Tau lah”
“Terus kamu gak coba tanya?”
“Duh, kamu abis kesandung apa sih”
“Maksud kamu?”
“Kan kamu tau kalau mama aku jadi bisu sejak kejadian itu”
“...Astaga...”
“Konsen dikit napa”
“...”
“Jadi sebenarnya kamu mau tanya apa sih?”
“...”
“Udah sana buruan gih pulang, selagi masih bisa nemu jawaban”
“Hahaha... Oke”
“Bersyukur atuh kamu”
“Iyaaa...”
“Iya apa?”
“Ya bersyukur”
“Caranya?”
“...cepet pulang gak pake nunda-nunda”
“Nah gitu pinter”
“Rese ih”
“Hahaha... Sana hus hus!”
Berdialog #2
“Ada temen aku yang curhat”
“Terus?”
“Dia tanya sama aku, kenapa si laki-laki itu suka banget ngegodain cewek, ngegombalin cewek”
“Kenapa dia nanyanya gitu?”
“Ya itu, katanya calonnya dia masih suka godain cewek gitu, di medsos lagi”
“Apa? Masih?”
“Eh tadi aku bilang masih ya?”
“Iya”
“Ya itu yang dia bilang ke aku sih, tapi aku bingung si mau nanggepin apa”
“Terus kamu diem aja gitu ditanya?”
“Ya aku mencoba positif thinking aja sih, mungkin itu emang cara cowoknya bergaul sama temen cewek”
“Hah? Kamu bego apa?”
“Bego apanya?”
“Ya itu, dengkul kamu”
“Sarkas ih”
“Mikir coba, kalo kamu yang jadi temen kamu gimana?”
“Ya marah atuh”
“Kenapa?”
“Ya masa’ udah jadi calon aja masih begitu, gimana nanti kalo udah jadi pasangan hidup”
“Bisa mikir juga yah dengkul kamu”
“Serah”
“Hahaha...”
“Ketawa lagi”
“Kita bisa berharap sama orang lain, berharap dia bisa berubah, tapi ya itulah yang cuma bisa kita lakuin, berharap, dan seringkali itu gak mengubah apapaun”
“...”
“Kalau kamu jadi temenmu, kamu tetep mau cowok kamu jadi teman hidup kamu? Walaupun dia kayak gitu?”
“...hm... setiap orang pasti diciptakan sempurna, dalam artian lengkap bersama kekurangan dan kelebihannya, kayak istilah perfectly-imperfect gitu deh”
“Artinya kamu tetep mau?”
“Aku ngomong gitu bukan berarti aku mau juga si”
“Terus?”
“Bingung aku, andaikata ternyata banyak yang bisa aku pelajari dari dia, keilmuannya, pengetahuannya, kenapa aku harus mengutuki satu dari sekian keburukannya?”
“Boleh juga, tapi kamu gak mesti jadi istrinya kalau cuma pengen kayak gitu”
“Iya juga sih...”
“Kalo aku jadi kamu, aku gak bakalan mau menikah sama dia”
“Kenapa?”
“Hahaha... Sederhana aja, kalau soal cinta, siapa sih yang mau diduain? Kalau tuhan yang jadi cinta pertamanya ya aku gak masalah”
“Apa hubungannya ngeduain sama ngegodain temen cewek lain?”
“Emang kamu mau kalau gombalan calon kamu, gombalan suami kamu, ternyata gak cuma kamu yang kesengsem gara-gara itu? Emang kamu mau gak jadi yang pertama dan terakhir yang terhibur sama gombalan-gombalan itu? Akusih ogah”
“Sepele banget sih ya”
“Ya gak sepele lah, dalam kehidupan rumah tangga, percikan kecil bisa jadi kebakaran besar yang menghanguskan segalanya”
“Edan, kamu pengalaman banget ya”
“Ya kamu taulah gimana ayah ibu aku”
“...”
“...”
“BTW... Kenapa jadi kita yang ribet si sama urusan orang”
“Gara-gara kamu sih, kan jadi terbawa suasana”
“Hahaha dasar lemah”
“Yah seenggaknya kita jadi bisa belajar”
“Belajar untuk?”
“Menghargai setiap pilihan kita, termasuk pasangan hidup”
“Menghargai?”
“Iya, kalau kamu sudah memilih dan memutuskan, ya konsistenlah dengan hal itu, termasuk memperbaiki sikap-sikap yang sepele, itung-itung latian menuju genap. Ya kalau udah yakin, ngapan sih godain temen cewek lain, aku rasa itu sikap yang kurang dewasa, walaupun sepele”
“Hahaha... Kamu emosian banget ya kalau soal kayak ginian”
“Oh ya? Hahaha sorry... Sensitif banget pembahasannya, jadi inget luka lama”
“Hahaha... Udahlah, move on dong”
“Yah, ini juga lagi usaha... Emang ya, bangkit dari keterpurukan itu butuh effort yang gede banget”
“Hm... Jadi ada yang butuh bantuan nih?”
“Hahaha kebiasaan kamu, jadi cewek itu jangan suka kebanyakan gombal, nanti ada yang nyangkut aja repot”
“Siapa gitu??”
“Sebut saja abang somay”