Tanpa bunuh diri pun, manusia pernah merasakan mati berkali-kali. Hanya saja raganya tetap hidup, harapannya perlahan meredup.

blake kathryn
One Nice Bug Per Day
YOU ARE THE REASON
wallacepolsom
he wasn't even looking at me and he found me
we're not kids anymore.
Three Goblin Art
occasionally subtle
Sade Olutola
Monterey Bay Aquarium

Andulka
Xuebing Du
i don't do bad sauce passes

tannertan36
No title available
AnasAbdin

@theartofmadeline

Love Begins

Janaina Medeiros
Mike Driver

seen from United States
seen from France

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from Türkiye

seen from Spain
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from France

seen from Bangladesh
seen from United Kingdom
seen from Albania
seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Spain
@mentarisore
Tanpa bunuh diri pun, manusia pernah merasakan mati berkali-kali. Hanya saja raganya tetap hidup, harapannya perlahan meredup.
Maafin aku ya.. Di banding dengan sebelumnya, kamu menjadi banyak traumanya bersamaku:)
sekarang, aku tak lagi repot-repot menyembuhkan luka ku sendiri walaupun bukan dia yang melukai. Semesta memang adil, bukan? Mengabulkan doa-doa ku. Walaupun tak secepat terbangnya kupu-kupu. Tapi hari-hari ku telah kembali berwarna, gembira dan merasakan tawa bahagia 🤍✨
Mencintai diri sendiri, bukan sekedar membeli barang lucu, makanan enak, mengunjungi tempat viral. Tapi meninggalkan orang yang tak menghargai kita, itu juga adalah bagian dari bentuk mencintai diri sendiri.
Sesekali tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu baik-baik saja? Jangan terburu berkata jahat, pada akhirnya kamu-lah yang paling jahat pada diri sendiri.
Berbicara bnyak hal pun aku sudah terlalu lelah, dan lebih baik aku berbicara seperlunya.
Soal gagal aku selalu menjadi yang paling sempurna ✨
Sialnya menjadi wanita yang tidak bisa di ajak diskusi hal yg serius, tidak bisa menjadi tempat ternyaman untuk bercerita. Siapa yang mau? Jika pun ada pada akhirnya dia akan lelah
Sedang hancur, sehancur-hancurnya.
Aku sangat menyayangkan orang sebaik itu jatuh cinta kepadaku, orang yg mempunyai emosi yang baik, jatuh cintaku kepadaku. Dia, nyaris sempurna.
Aku, hanya ingin meminta maaf kepada, mu.
Disini, aku yang penuh cacat tak terkendali, luka-luka yang sepenuhnya belum sembuh hanya akan membuatmu lelah. Sekali lagi, maafkan aku.
Aku berharap, aku bisa melewati fase sakit ini hingga menjadi hal yang biasa ku lihat tanpa ada rasa sakit sedikit pun. Aku tidak akan membalas rasa sakit ini. Karena, aku tau. Aku lah masalahnya.
Aku harap kamu selalu bahagia yah, maaf jika diri ini terlalu berisik, dan membuatmu tak nyaman. Lakukanlah hal yang kau sukai tanpa rasa sungkan, dan terkekang.
Dan yang terakhir, semoga kamu selalu di kelilingi orang2 baik.
Untuk, dirimu. Yang telah membuatku jatuh cinta.
Perlahan aku mulai tidak peduli, lebih baik diri ini terluka saja setiap saat sampai semua itu terasa hambar.
Sepertinya diriku lebih tenang untuk tidak menceritakan setiap rasa sakit yang ku rasa, dan lebih baik jika pura-pura tidak melihat dan mendengar.
Tiada hari tanpa terluka.. Jangan terlalu banyak harap kepada manusia.
Di malam ini aku hanya ingin mengatakan, aku sangat beruntung memilikinya. Lebih besar dari itu, hidupku, apapun itu akan ku pertaruhkan demi membahagiakannya.
Sebagai bentuk cinta, dan terimakasih. Sampai ku menutup mata.
Moment ketika; mental lu udah rusak di rumah Dan di hantam lagi dari luar rumah.
Ternyata udah ada di fase sakit hati yang hebat, mental yang hancur gak bisa seberisik orang lain, hanya bisa diam menyiksa diri sendiri secara perlahan.
Mengundang sebuah tanya, apakah aku tidak layak bahagia?
Sedang kembali lagi di fase "terlalu peka menangkap semua hal, sehingga isi pikiran terlalu riuh bahkan seperti badai yang tak terkendali".