Will be on repeat
Fai_Ryy
$LAYYYTER
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
KIROKAZE
đȘŒ

#extradirty
RMH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
ojovivo
Game of Thrones Daily
Show & Tell

Kiana Khansmith

gracie abrams
tumblr dot com

titsay

Discoholic đȘ©

No title available

blake kathryn
No title available

seen from Russia

seen from Australia
seen from Brazil

seen from Argentina
seen from Italy
seen from United States

seen from Argentina
seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from Iraq

seen from Canada

seen from Singapore
seen from Mexico
seen from United States
seen from Malaysia
@metautamiesol
Will be on repeat
Percakapan sore itu dan hari ini terdengar sangat tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Berusahalah lagi lebih baik. Dasar cewek introvert!
Salah Suka
Tertarik sama orang yang berbeda dan jelas jauh dari jangkauan itu, merepotkan. . .Â
Terus? Mau gimana? Ya, dinikmatin aja rasa yang ada, ga usah ngoyo karena hasilnya udah jelas, temenan aja emang udah paling bener
Tas Raket
Hari ini judulnya nemenin Ibuk buat beli tas raket tenis buat Bapak. Romantis banget kan Ibuk, ehehehe, . .Iya, tasnya mungkin tidak seberapa, tapi melihat Ibuk yang begitu antusian untuk beli rasanya ikut maknyes dihati.Â
Sesampainya di rumah, sambil menunggu Bapak pulang dari tenis, aku dan Ibuk menghabiskan waktu gabut di hari libur dengan makan cimol dan lekker yang kami beli.Â
Yey, Bapak pulang juga. Saatnya, menunjukkan tas raket ke Bapak. Ibuk bilang âItu untuk sementara aja, daripada berangkat tenis pakai tas yang sudah jebol. Nanti kalau ke Semarang atau Surabaya beli lagi yang lebih bagus.â Bapak âNda usah, ini udah bagus kok. Terima kasih lho ya.âÂ
Astaga, aku menulis inipun rasanya pingin nangis. Semakin aku semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan membangun rumah tangga seperti Bapak dan Ibuk. Mungkin tidak sama persis, tapi banyak sekali yang aku pelajari dairi kehidupan rumah tangga Bapak dan Ibuk.Â
Entangled
Hai! I don't know if it is right to say this. But I'd like to say thank you very much for all of your support so I can finish my story properly and with all of my pride, I'm really proud that finally the last chapter meets its end.
It's been some years that I was get stuck and couldn't finish it properly. I add some scenes wishing that the story would have a happy ending. Indeed, it has happy ending since I put my courage to "just write" what it is supposed to be written.
Well, first time I put Tangled as its title, but Entangled is the most perfect title now. Don't you think? I know that most of you expect the fairytale liked ending, hahaha. . Sorry but I can't. Terlalu dipaksa kalau endingnya seperti itu. You follow my story since you decided to get along with the circle I've made. Either you follow from the beginning or just skip some parts. I'm OK, and I appreciate every little thing you did. I'm so grateful to have all of you.
My mind and heart actually start being in a very good relationship since few months before I decide to write the ending. Yet, I'm a reckless and stubborn at the same time. Aku tahu kalian juga mungkin gemes dengan jalan ceritanya selama ini. Gaes, aku berpikir berkali-kali untuk menentukan endingnya. Maju mundur buat lanjut nulis atau dibiarkan aja sampe semuanya jelas dengan sendirinya. Feels like I wasted too much times. Indeed, I did, I realized that. Jadi, dengan segala keberanian dan keyakinan, aku mencoba menghadapi realitanya dulu dan menghancurkan asumsi-asumsi yang aku tumbuhkan dalam pikiran. This is the las chance, whatever the answer is, whatever your statement, make it as an end.
Yeap. . . I decided how I will end this story, properly. No more doubt, just keep it as a it's supposed to be. You did your best. After a long time, you write this story in a neat-messed up way, now it's the time for you to write the ending. I did. YES, I DID. This chapter, once again, meets its end.
I'm ready to write a new story, new chapter, new beginning. If you still find some familiar characters on my new story, don't worry, the story won't be the same anymore.
Hwaaaa... lega banget ceritanya bisa kelar ditulis dengan baik. Puk puk buat diri sendiri. Sekali lagi terima kasih pembaca setia keabsurdan, kebucinan,ketololan dan keseriusan pada chapter ini. Kalian emang terbaeeeqq. Nothing can describe how I feel right now.
Listrik Mati dan Bakso
Setelah hujan deres mengguyur daerah tempat tinggalku cukup lama, terbitlah listrik mati. Bahkan sampai detik aku menulis ini.
Selepas shalat Ashar aku pergi untuk membeli bakso sekalian jalan-jalan muterin kota nan mungil ini. Wooo...beberapa tempat yang kulewati listriknya sudah nyala. Selesai beli bakso, tanpa mampir-mampir lagi aku bergegas balik ke rumah. Kecewa. Listrik tempat aku belum juga nyala. Bodo amat. Aku tetap ingin menikmati bakso diantara remang cahaya lilin.
Bapak : Makan kok gelap-gelap sih?
Me : Keburu dingin Pak, ntar ga nikmat lagi.
Beberapa menit kemudian, Ibuk juga ikut menikmti baksonya.
Ibu : Kok Bapak gak makan? Nunggu listrik nyala, yaa nanti Isya', keburu dingin baksonya.
Bapak cuma terdiam. Tak sampai lima menit, Bapak membuka bungkusan baksonya.
Bapak : Waah, kok wis adem baksone.
Tapi tetap sambil menikmati baksonya, ditambah sambel yang muncrat sampai ke bajunya Ibuk.
------
Sehat-sehat terus Pak dan Buk
My Random Conversation w/ Dad
Dad : Kayanya kamu kemarin habis beli tawar gandum deh
Me : He em, Bapak mau?
Dad : Iya, boleh. Itu dimakan sama apa?
Me : Selai dong pak
Dad : Coklat?
Me : Iya, coklat kacang.
Dad : Ya udah bawain sini
---
Dad : (ngoles selai di roti) Ini ga ada meses ya?
Mom : Bapak, kan itu sudah coklat, ngapa pake meses dah
Dad : (tetep ngoles selai di roti)
---
Dan Bapak sudah menghabiskan dua lembar roti tawar gandum dengan selai coklat kacang.
.
Percakapan aslinya pake bahasa jawa ya, campur-campur juga ding
2022
Udah 2022 nih, punya resolusi apa?
Resolusi? Ga ada
Kok ga ada?
Resolusi atau apapun itu, sebenernya bukankah tiap orang hampir sama. Mereka cenderung mengulang resolusi tahum sebelumnya yang belum tercapai
Yaa...ada benarnya juga sih. Tapi beneran kamu ga ada resolusi? Apa kek gitu
Uhm, apa ya. Cuman minta dikasih sehat dan panjang umur buat bapak dan ibuk, dan aku bisa jadi anak yang selalu bisa menjalani hidup lebih baik tiap harinya. Itu sih yang penting.
Cuma itu aja? Ga pingin kaya? Nikah? Atau apa gitu yang kek orang-orang
Hahaha. . . Kalau itu, Tuhan sudah ngatur, tinggal kita minta aja untuk diberikan hati yang lapang, pikiran yang luas dan diri yang penuh syukur. Jangan lupa sembari berusaha lebih giat lagi.
Widiiih, new year new me ga ada nih?
New year new me? Bukankah kita ini selalu sama? Yang berubah setiap tahun selain umur dan fisik adalah pola pikir kita, pembawaan diri kita dalam segala situasi. Percuma new year new me, tapi kelakuan tetep sama.
Iyaa juga sih. Keren juga lu
Apaan, ga ada keren-kerennya deh. Semakin kesini, semakin sadar ga sih, kalau kita ini, manusia, seringkali melewatkan banyak hal kecil tanpa kita sadari. Makanya, setiap kali ganti tahun, seharusnya kita bisa bertumbuh menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang bksa bersyukur dan menghargai tiap detail pada hidup kita.
Yaaa...kamu ada benernya juga. Kita bisa kan seperti itu?
Bisa :)
Happy new year 2022
âPada suatu sore hari, temanku bertanya, âApakah kamu masih menyukai dia? Walaupun sudah lama sekali semenjak kalian putus.â Aku hanya bisa tersenyum pahit. Lalu aku membalas dengan bertanya, âApakah kamu berhenti menyukai sebuah buku setelah kamu selesai membacanya?ââ
â
Just because it is over, it doesnât mean you stop loving that person. You still love that person. Even though, you shouldnât. // A. W.
11 Oktober 2017.
(via surat-pendek)
Bahkan sampai detik ini, aku masih saja memikirkanmu. Apa aku ini benar-benar bodoh?
Sudden Tears at Train Station
Pernah ga sih, kalian tuh tiba-tiba nangis?
Hati rasanya kadang nyesek, tapi juga mak nyes sembari mengucap syukur
Aku? Pernah dong
Tempat dimana mata air ini sering menetes atau mata tiba-tiba berair adalah di stasiun. Kok stasiun? Iya stasiun.
Stasiun adalah tempat orang datang dan pergi. Datang dari rantau menuju kampung halaman, atau pergi ke tempat tertentu dimana orang-orang mencari dan menjalani mimpi mereka.
Tempat orang bertemu dan berpisah. Tapi, tahukah kalian, hal apa yang paling membuat trenyuh? PORTER.
Jika kalian adalah orang-orang yang senang travelling pakai kereta, pasti tidak asing dengan sosok porter. Mereka yang senantiasa mencurahkan keringatnya untuk membantu para penumpang membawa barang-barangnya. Mungkin tidak banyak yang mereka terima. Mereka juga mungkin harus berbagi tugas dengan porter lainnya. Lima ribu, tidak, bahkan saat mendengar pria separuh baya berkata "seikhlasnya" pada seorang penumpang yang menggunakan jasanya, hati ini rasanya langsung sesak. Melirik sosok bapak porter tersebut, bisa aku terka usianya sudah lebih dari 55 tahun.
Sial! Bahkan saat menulis inipun, mataku sudah berkaca-kaca.
Mungkin saja pihak stasiun sekarang sudah memiliki kebijakan untuk para porter. Mereka, mereka pantas mendapatkan apresiasi lebih atas kerja kerasnya. Mereka bisa jadi adalah suami, ayah atau bahkan kakek, tulang punggung keluarganya.
Buat kalian para pengguna kereta api sebagai moda perjalanan dan kebetulan barang bawaan berat, pertolongan porter pasti akan sangat membantu kalian. Apresiasi mereka dengan baik pula ya đ.
Oke folks, saya rasa sekian dulu tulisannya. Seharusnya aku menuliskan ini di situs sebelah, tapi ya sudahlah, tidak apa đ
I'm missing you like. . . Like a lot, a lot . . .
But I'm barely to ask "how's your day?" Or "how have you been lately?". Huuufftt. . .
Why?
I thought that I already forget you and I'll be fine. But then, I am getting anxious and worry about you.
Damn!
Why does it have to be you among the men I've ever knew? Why does it have to be you?
Iya sih, chatmu selalu paling atas. Tapi, hanya pada jam-jam tertentu, karena setelah itu chatmu tenggelam oleh yang lain.
pribadi
Tali Kolor
Sebuah analogi yang menurutku sebenarnya aneh, tapi yaa. . sudah lah yaa.. namanya juga beropini.Â
Sebenarnya fungsi tali kolor itu pada celana itu apa? BIar pas dan nyaman dipake kan? Wait, konteks ini celana kolor ya, kalau kalian ngomongin celana jeans yaa tanggung sendirilah emosi kalian wkekeke. . .Back to tali kolor. Gak cuman di celana, di kerudung juga kadang ada yang bertali kolor kan? Biar bisa pas di kepala gitu, gak mrosot-mrosot  nek bahasa jawane tuh. Terus lagi tali kolor pada pouch atau kantong koin. Nah, kali ini konteksnya bakal aku persempit di kolor celana ya.Â
Bisa banyangin gak, kalau tali kolor celana kalian terlalu kendor atau terlalu kencang. Nyaman gak kalian dalam bercelana? Endak kan? Terus, biar kalian berasa nyaman, tali kolornya kalian apakan? Kalau longgar ya dikencangkan, kalau terlalu kencang ya dilonggarkan sampai kalian berasa nyaman dalam bercelana. Hal ini sama seperti membina sebuah hubungan.Â
Kalian punya pacar atau crush. Nah kalian nih pingin biar hubungan kalian itu âadem ayemâ , âlancar jayaâ walaupun pada dasarnya itu semua adalah bullshit. Gak mungkin sebuah hubungan itu akan selalu adem ayem dan lancar jaya, selalu bahagia. Hubungan itu ya seperti celana kolor (hal ini merujuk pada salah âkasusâ yang pernah aku dengar. Thatâs why I have this kind of analogy). Seperti membeli celana kolor yang baru, udah pas dan nyaman di pake kemana-mana. Tiba-tiba kok semakin lama tali kolornya longgar, tapi kalian masih nyaman dengan celananya. Apa yang terjadi kalau kalian tidak segera mengencangkan tali kolornya? Ya celana kalian bakal lepas lah. Gak pake celana dong kalian? wkekeke. .Â
Lalu, suatu waktu masih dengan celana kolor yang sama, kalian mengencangkan tali kolornya biar celana kalian ndak mbrojol . Tapi rasanya kok ya begah kalau terlalu kencang. Tapi kalian berusaha untuk tetap nyaman. Padahal pas kalian lagi makan ya gak nyaman, jalan juga berasa kudu nahan nafas, sesak dan begah. Ngerti ngono kok ya isih di nggo, mbok yo di loske sitik. Tapi kalian terlalu takut, ketika melonggarkannya, justru akan lepas lagi seperti waktu itu.Â
Esensi tulisanmu ki opo to Met? Hahaha. . Intinya adalah, hubungan yang kalian jalin, baik dengan pasangan atau teman satu sirkel itu kaya tali kolor. Kalian tidak bisa terlalu longgar atau terlalu kencang. Tugas kalian adalah, bagaimana kalian masih tetap nyaman dengan celana kolor tersebut? Kalau sekiranya celana kolor itu membuatmu semakin tidak nyaman, bahkan setelah kalian mencoba melonggarkan atau mengencangkan, it is easy THAT CELANA KOLOR DOESNâT FIT YOU. Jelas kan sampai sini? Aku harap jelas ya. Kalian berhak untuk membuat diri kalian ânyamanâ tanpa memperdulikan apa yang orang lain katakan. Dan yang aku bilang âhampir wajibâ adalah buatlah diri kalian nyaman dengan DIRI SENDIRI.Â
Well, analogi kolornya sampai sini dulu ya~~~ Sampai jumpa di tulisan cablak selanjutnya. Jangan lupa, cek blog aku di https://adaapanyaapaadanya.wordpress.com/ untuk tulisan-tulisan yang âsedikitâ lebih bermutu dan berfaedah.Â
Untitled
Tiap pagi dan sesekali waktu sore, bapak dan ibuk selalu duduk bersama sembari ngeteh dan ngemil gorengan hangat yang dibuat ibuk.
Gak jarang, aku kadang suka ikut nimbrung, sambil nyuci piring atau beberes dapur. Nyimak bapak dan ibuk lagi ngobrol tuh kaya ngliatin dua sahabat yang lagi asyik cerita. Saling mendengarkan dengan seksama jika salah satu bercerita. Aku gak pernah "mudeng" apa yang mereka bicarakan, topiknya selalu random dan acak. Satu hal yang aku tahu, suasana yang mereka ciptakan terlihat nyaman. Sesekali ibuk tertawa dengan joke bapak yang receh (aku juga tanpa sadar tertawa), atau ibuk yang tahu-tahu jadi sensitif dan ngambek.
What comes to my mind is "I wish I can be like them, at least. Having a spouse that encourages me and suppports me." Taking all of the positives side from them and put a side the negatives dari setiap tingkah laku bapak dan ibuk. No one is perfect, but both of them grew from the imperfection.
Kebayang saat mereka sudah benar-benar tua nanti, pasti mirip banget sama eyang kakung dan eyang putri. Gak semuanya keluarga itu sempurna, ada hal-hal yang bisa aku pelajari dari mereka. Kenapa aku mulai "berani" when I was on my late 27? Kenapa gak dari dulu aku bisa "bersuara" di depan bapak dan ibuk? Stigma anak pertama yang sudah dicapkan padaku saat aku masih kecil yang membuatku "terlambat" sadar. Gak ada orang tua yang sempurna, tapi mereka selalu berusaha untuk menjadikan anaknya sempurna. Hanya saja, beberapa dengan cara yang kurang tepat. Namun, sekarang aku sadar, I am the one who can change myself. Tell my mom and dad, they'll understand.
Bapak dan ibuk ga lepas juga dari umbrusan seputar "kapan anakku nikah?" "Kapan aku bisa menimang cucu?". Siapa bilang kehidupan setelah menikah itu indah? Fortunately, they understand me. Sembari menunggu orang yang tepat dari Tuhan, aku masih diberi kesempatan untuk banyak "belaja" sebelum menikah. Salah satunya, bercermin pada kehidupan bapak dan ibuk selama ini. Kadang aku dan adikku suka iseng menggoda ibuk, bagaimana bisa ibuk menikah dengan bapak? Dan sebaliknya. Alasan yang mereka berikan tentu saja bikin terpingkal.
Sekarang, coba liat kedua orangtuamu, belajarlah dari mereka. Terlepas dari keluargamu adalah keluarga yang utuh atau tidak, cobalah lihat mereka lebih dekat dan ubah sedikit cara pandangmu. Banyak hal baik dan buruk yang mereka "berikan" padamu. Kemudian pisahkan antara hal positif apa yg bisa kamu ambil dan terapkan, hal negatif apa yang kamu sadari dan kemudian kamu pelajari sehingga kamu tidak akan mengulang kesalahan yang sama di masa depan.
Rumah
RUANG TAMU - 08012021 - 8:29
Sama (?)
Somehow, aku ngerasa kalau kadang punya beberapa persamaan. Hanya saja kamu bisa melakukannya kapanpun yang kamu mau, kamu lebih berjiwa bebas daripada aku. Sedangkan aku, tidak semuanya bisa seenaknya aku lakukan.
Kita memiliki beberapa tempat yang sama sebagai pelarian saat diri sedang kalut dan sedikit berantakan. Tempat yang membawa ketenangan, kesejukan dan kedamaian bagi diri ini.
Satu hal yang membuatku heran hingga sekarang. Mengapa kita tidak pernah bisa untuk menikmati ketenangan itu berdua saja? Mengapa harus sendiri-sendiri? Aku hanya bisa berasumsi, itu disebabkan karena ketenangan itu bisa kita dapatkan saat kita tidak bersama.
New Man
Counting the day until this year ends. Getting through a lot of things, tough things are what makes us now. The year 2021 will be different. Everything will be "new".
On 2021, I am looking forward to meet new man. Wait? Are you...? Hahaha. . . Nah. I jist wonder how he looks like. We have never meet before, so I just get the information from his friend. They said that we have similar smile and hobby. Hahaha. . .
Somehow, it makes my heart pounding so fast. Uhm. . . Too exagerate, isn't it?
I really want to leave everything behind. Everything? I mean the thing that I have been through in 2020, especially my realtionship. I feel like, I have had enough. I want to put it inside the box, seal it and put it on the corner of my heart. I don't want to open it.
I hope, next year, that man will suit me. Ahahaha. . . Nah, I should remember this "What is meant for you will be yours. No matter how hard it is, it will get to you"