Arsip Duniaku
YOU ARE THE REASON
RMH
Interview Vampire Daily
sheepfilms
★

blake kathryn
macklin celebrini has autism
Cosimo Galluzzi
ojovivo
noise dept.
NASA
taylor price
🪼
Not today Justin
cherry valley forever
No title available
Jules of Nature

roma★
EXPECTATIONS
I'd rather be in outer space 🛸

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Belarus

seen from United Kingdom

seen from Colombia
seen from Uzbekistan
seen from Argentina
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from United Kingdom

seen from Argentina
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from Bangladesh
seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@mezamashitoki
Arsip Duniaku
The Pitiks feat. Sarishinohara: Tik Tok
—
Original song by 2PM feat Yoon Eun Hye.
The Pitiks feat. Sarishinohara
Tik Tok
—
Original song by 2PM feat. Yoon Eun Hye
The Pitiks: I Can't
(original song by: 2PM)
Kanglim x Hari: Love Goodbye
Original song by: Jun.K (2PM)
Nichiyoubi no Himitsu
(Rahasia Hari Minggu)
By:
Shafeea Rino Adriana
Valerio Xylon
—
Original song: Nichiyoubi no Himitsu by HoneyWork
The Pitiks: I'll Give You My Life (with Akira ver)
Charles, Juno, Mahesa: I'll give you my life
Special for Akira's birthday 🎂
The Pitiks: Tik Tok
(Original song by 2PM)
The Pitiks: Ok or Not
Original song by: 2PM
The Pitiks: 356
Original song by: 2PM
The Pitiks: Electricity
Original Song by: 2PM
Fazwan Kawiswara Karunanidhi
Arti Fazwan: Tumbuh tinggi seperti bintang Kawiswara: Yang mulia Karunanidhi: Lelaki baik hati
-------
Tanggal lahir: 2 Februari 1993
Usia: 30 tahun
Kampung halaman: Semarang, jawa tengah
Riwayat pendidikan: S1: Universitas Kyoto (ilmu hukum) S2: Universitas Yonsei (pascasarjana hukum) S3: Universitas Hongkong (doktor kriminologi)
Lulus S3 usia 29 tahun, langsung jadi dosen UI jurusan kriminologi. Aseeek.
Orangnya cerdas, pake banget. Lulus S1, langsung S2, begitu sampe S3.
Tapi....
Yh kalo lurus lurus aja mah gak seru ya? Jadi si mamas dosen enih punya rahasia kelam NGAHAHAHAHAHA.
Di depan semua, dia terkenal sebagai orang yang jenius, cerdas, yang penelitiannya bisa tembus ke jurnal mana mana(?)
Tapi di belakang, beuhhh...
Diam diam, dia yang jadi 'bekingan' sindikat perdagangan orang AHAHAHAHAHAHA. Hal itu bermula, waktu dia masih kuliah di Kyodai. Nggak sengaja ketemu mafia yang suka sama kecerdasannya. Intinya ya, kan dia ini di nihon ga punya duid, jadi nyari kerja sambilan gitu. Uang beasiswa cuma buat cover biaya kuliah aja, uang makan ya harus arubaito. Eh, pas arubaito, ketemu ketua geng yakuza, trus kayak dikasih kerjaan kriminal sampe sekarang. Bahkan bos bos kriminal tuh kek pada takut sama dia.
Dosen kriminologi, tapi punya background kriminal. Mantul gak tuh? :)))
Charles Draft
Suatu hari, saat aku masih duduk di kelas 1 SMA.
"Oh, Charles udah pulang? Mana Jo?" sapa ibuku, saat aku baru saja membuka pintu saat pulang sekolah.
"Ada kerja kelompok sama temennya Ma," jawabku sambil melepas sepatu.
Ibuku hanya mengangguk, lantas menyimpan majalah yang tengah dibacanya. "Kamu dapet paket tuh."
"Paket?" tanyaku tak mengerti, karena seingatku, aku belum check out apapun karena lagi miskin.
"Iya," ibuku menjawab sambil menujuk sebuah kotak di atas meja, sebelum akhirnya bangkit menuju dapur. "Sana ganti baju, abis itu makan."
Aku hanya mengangguk, lantas membawa paket tersebut ke kamar.
Terheran-heran, aku mulai unboxing paket tersebut setelah mengganti seragamku dengan baju rumah. Dan betapa terkejutnya aku, mengetahui isi dari paket tersebut.
Kotak paket itu berisi sampah botol plastik, dan juga beberapa catatan yang cukup membuatku shock.
Hei anak pungut! Gak usah sok deh!! Cuma numpang tinggal aja belagu!!! Beban lo!!!!
Gak usah sok nempel sama Lucas, dasar anak pungut beban!!!!
Gue heran kenapa keluarga si Jovanka mau mungut elo. Padahal lo cuma jadi beban buat keluarga itu.
Deg!
Aku hanya terdiam membaca tulisan-tulisan itu. Sebenarnya masih ada banyak, namun aku tak berani membacanya.
Siapa yang sebenarnya mengirimkan ini padaku?
"Charles!!" suara ibuku sukses membuat kesadaranku akhirnya kembali. "Makan dulu nak!!"
"Iya Ma!!"
Aku berusaha mengatur mentalku, menarik napas panjang dan mengeluarkannya perlahan, sebelum keluar kamar untuk pergi makan.
—
Selesai makan, aku kembali ke kamarku dan merenungi paket yang baru saja kuterima itu. Berbagai pertanyaan pun muncul di kepalaku.
Siapa yang mengirim ini?
Kenapa dia tahu alamat rumahku? Apa dia kenalanku?
Dan, kenapa dia membawa nama Lucas?
Aku bingung, apa yang harus kulakukan?
Menanyakan pada Lucas? Nggak, aku nggak mau membuat Lucas khawatir dengan masalah ini. Walau ia terlihat cuek, tapi sebenarnya ia cukup care dan peka. Aku tahu hal itu karena dia sahabatku.
Berkonsultasi pada Jo? Ini sih, jelas nggak mungkin. Sudah lima tahun aku diadopsi di keluarganya dan menjadi adiknya. Sudah lima tahun pula aku tinggal satu rumah dengannya. Aku tahu betul sifatnya. Kakakku itu pasti akan langsung mengamuk, mengadukan pada orangtua kami, atau yang paling parah, memukuli oknum yang bersangkutan tanpa ampun.
"Arrghhh!!! Gue harus apaaa?!?!" aku mengacak-acak rambut, frustrasi akan langkah yang harus kuambil selanjutnya.
Namun aku jadi kepikiran.
Benarkah aku ini beban bagi keluarganya Jo?
—
Keesokan paginya, saat aku baru menginjakan kaki di kelas, seisi kelas pun berbisik-bisik sambil mencuri pandang ke arahku.
"Eh, Charles tuh anak pungut ya? Tapi kelakuannya kok gak kayak anak pungut."
"Kirain dia sepupu si Jo, soalnya tinggal bareng di rumah Jo. Ternyata cuma anak pungut?"
"Bahkan, katanya keluarga dia sama Jo tuh gak ada hubungan saudara. Literally dipungut."
Apa-apaan ini?
Aku dan Jo memang tidak merahasiakan kalau aku adalah anak adopsi, tapi kami juga tidak mengumbar sembarangan statusku sebagai anak adopsi. Jika ada yang bertanya, kami akan menjawab jujur. Tapi jika tidak ada yang tanya, untuk apa kami bilang?
Kepalaku seketika pusing. Aku segera berjalan menuju mejaku, lalu menengggelamkan kepalaku di meja. Berusaha menahan tangis yang akan meledak.
Mama, Papa, kenapa kalian pergi ke surga tanpa mengajakku?
—
Kupikir bisik-bisik itu akan hilang setelah seminggu. Namun sampai aku hampir lulus, bisik-bisik itu tak kunjung hilang.
Maka dari itu, dimanapun aku kuliah nanti, aku bertekad untuk keluar dari rumah itu.
Aku tahu, kedua orangtua angkatku serta Jo menyayangiku, layaknya aku ini anggota keluarga kandung mereka.
Namun, pikiran tentang aku ini si anak pungut beban keluarga tak juga hilang. Aku harus tahu diri, dengan hidup sendiri meninggalkan rumah itu. Puji syukur jika aku bisa menemukan kerja sambilan yang tak mengganggu jadwal kuliahku.
Seorang Charles Saputra memikirkan masa depan, ini adalah suatu hal yang langka. Namun demi berhenti menjadi beban keluarga, aku harus memikirkannya.
Dewi Fortuna pun berpihak padaku. Aku diterima di Universitas Indonesia, jurusan Sastra Cina. Dan sahabatku, Lucas, juga diterima di jurusan yang sama. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengajaknya untuk menyewa rumah kost bersama, dan ia pun setuju. Bahkan dia juga setuju untuk jadi roommate-ku.
Dan inilah kesempatanku untuk keluar dari rumah.
Walau rumahku di daerah Pasar Minggu, yang hanya berjarak beberapa stasiun dari UI, namun aku memilih untuk kost saja walau Jo tidak.
Semata agar aku tidak lagi menjadi si anak pungut beban keluarga. Aku harus bisa mandiri.
FLAME5 Juno - Floria
FLAME5 Juno - Tsuki no Uragawa
Original Song: Tomohisa Sako
Alex Vinne with Juno's song, Kimikoi Karendaa