Kayaknya udah ribuan orang yang tahu kalau aku pengen banget punya kesempatan S2 di luar negeri. Dan buat ngejar cita2 ku ini, kayaknya aku udah kasih 100% usaha ku, mulai dari daftar kuliah, daftar beasiswa, berdoa, dan minta restu orang tua.
Pengen buktiin ke orang2 kalau dari keluarga kurang mampu itu bisa loh kuliah ambil magister. Nunda nikah salah satunya pengen S2 dulu, karena aku pikir, kalau udah nikah, pikiran untuk mencapai mimpi itu bisa ke distract, jadinya mending fokus cari kuliah S2.
Terus alasan paling silly kenapa pengen S2 utamanya di luar negeri , karena pengen megang salju. wahahahahah, bego ya? ya aku tahu, tapi ya gtu deh. Mimpi bocah kampung dan masih kebawa sampe sekarang.
Jadi, sesuai dengan yang udah aku bilang, daftar s2 ini udah aku coba berkali2, mulai dari WMU, MEL dan Tu Delft, semuanya alhamdulillah lolos. Cuma waktunya g tepat, karena kebijakan kantor nggak ngebolehin S2 waktu itu.
Belum lagi, buat daftar ke universitas itu, aku harus lulus IELTS, yang mana aku nggak bisa dan nggak jago bahasa inggris. Jadi inget banget waktu itu pernah masuk UGD karena stress nggak lulus IELTS di percobaan pertama (kurang 0,5 dari persyaratan). Dan akhirnya nyoba lagi buat test kedua. Di perjalanan buat test udah pasrah dan pas naik motor nangis. wahahahaah. Gimana g nangis, karena duit abis buat ikut test beginian, yang mana belum tentu lulus, padahal duitnya sebenarnya bisa buat yang lain, yang lebih dibutuhkan oleh keluargaku. Tapi aku mikirnya “kayaknya mimpi S2 ku ini terlalu besar buat disia-siakan”
BUSET, waktu dapat kabar kalau IELTS nya lulus, senengnya minta ampun. Gila sih, bisa selangkah lebih maju dan bisa mencapai target awal dengan kemampuan aku sendiri. PUAS BANGET!
Alhasil make hasil IELTS yang mahal itu buat daftar ke universitas, dan lolos, cuma sama kantor nggak ngebolehin. Disuruh pilih resign atau S2, hahahahaha. and I chose to stay of course.
Long story short, IELTS udah kadaluarsa karena udah lebih dari 2 tahun, tiba2 dapat kabar kalau ada program S2 dari Kementrian Perhubungan - Double degree di Surabaya dan Belanda (aku dari dulu pengen pindah ke surabaya), jadi ini kayak udah mimpi di siang bolong.
Aku tahu sih peluangnya kecil, karena aku denger yang keterima seluruh BUMN cuma 4 orang doang. Di test yang pertama, aku urutan ke 11 dari 20 orang yang lolos. Aku udah pesimis buat diterima, tapi ya udahlah ikutin dulu aja prosesnya.
Test S2 DD terus berlanjut dan sampailah pada test terakhir yaitu wawancara sama orang belanda dan ITS nya. I nailed that. Aku urutan wawancara nomor 4 yang mana ternyata ini menggambarkan posisi ranking kita terkahir setelah melalui semua test sebelum2nya. Dan setelah test wawancara, aku dapat kabar kalau orang belandanya suka sama aku, dia mark aku sebagai “the bright guy” dan ranking aku naik dari urutan 4 ke urutan 3. Lega dong aku, bahkan waktu aku denger ini aku udah mau nangis dan besok puasa (karena aku nadzar buat puasa 7 hari kalau aku lolos program ini).
Dapat telepon dari SDM kantor aku, bilang kalau aku lolos. Dan aku iseng-iseng nanya siapa aja yang lolos dari IPC, ternyata dari 4 orang IPC yang ikut wawancara, semuanya lolos. Aku bingung, katanya seluruh BUMN yang keterima cuma 4, kok semuanya IPC. Agak nggak mungkin dan agak aneh sih ini. Padahal sebelum wawancara, urutan 1 itu anak Pelindo 1, urutan 2 sampe 4 itu orang IPC. Jadi seharusnya orang IPC yang lolos at least 3 orang.
Aku dapat info macem2, ada yang bilang kalau jatah IPC di tambah, karena jatah dari institusi lain nggak terpenuhi. Terus dapat kabar terakhir, kalau di IPC cuma diambil 2 orang, jadi harus wawancara lagi sama Dirut dan Dirsum IPC.
Dari aturan semula yang diambil seluruh BUMN 4 orang (yang mana aku urutan 3), ternyata di ubah menjadi IPC diambil cuma 2 orang, sedangkan Pelindo 4 yang dia urutan ke 7 dinyatakan lolos, karena dia satu2nya yang lolos ke tahap wawancara sama orang belanda (ngerti nggak maksud aku? Intinya dianya urutannya dibawah, cuma karena dia satu2nya dari Pelindo 4, akhirnya dia dinyatakan lolos. Yang mana AKU YANG SEHARUSNYA DARI AWAL LOLOS , HARUS IKUT WAWANCARA SAMA DIRUT DAN DIRSUM IPC UNTUK MENENTUKAN AKU LOLOS ATAU KAGAK).
Sejujurnya aku udah capek sih sama semua mimpi aku ini, kayaknya emang ini bukan buat aku ya? Kata orang sih “kan ini belum berakhir Ron,lo masih berjuang di wawancara sama pak dirut nanti”. I know that, tapi kemungkinan aku diterima itu sangat kecil, masalahnya dari IPC ada 4 yang akan melakukan wawancara sama pak dirut dan pak dirsum, dan aku masih harus berjuang lagi, buat ngalahin yang lain, PADAHAL SEHARUSNYA AKU UDAH DARI AWAL DI NYATAKAN LOLOS!
Aku beneran nggak tahu maksud aku nulis ini apa, lagi suntuk, capek dan bingung, kenapa buat gapai cita-cita itu susah banget ya?