Jika bunuh diri imbalannya pahala, mungkin aku yang akan melakukan itu pertama kali
Hufttt...
DEAR READER

pixel skylines
KIROKAZE

@theartofmadeline
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
sheepfilms

Kaledo Art

oozey mess

No title available
No title available

No title available
Cosimo Galluzzi

⁂
will byers stan first human second
🩵 avery cochrane 🩵
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price

PR's Tumblrdome
Misplaced Lens Cap
Keni
seen from Morocco
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Jordan
seen from Brazil
seen from Panama
seen from Germany
seen from Nigeria
@monokromworld
Jika bunuh diri imbalannya pahala, mungkin aku yang akan melakukan itu pertama kali
Hufttt...
Menjadi jahat itu pilihan??!
* 1 Juni 2020
Lanjut besok kalo dah mulai ada yg jahat,ntah diri ini sendiri yang jahat atau.. orang lain hiahiaa biar semakin menggebu-gebu gituloo :)
Visi Misi Hidup
Perlukah?!!
"Perbincangan panas hari ini"
Menurutmu perempuan perlu gg sih mempunyai visi missi dalam hidupnya? sedangkan tohh kelak dia akan jadi istri yg apa-apa harus nurut suami :)
"PERLU"
Itu tantangan kita
Ketika kita sebagai perempuan mempunyai visi missi dalam hidup,pastinya kita akan mendapatkan pasangan yg berkualitas yg mempunyai visi missi hidup pula meskipun berbeda visi missi hidup yg saling berbeda.
Yang menjadikan PR/tugas kita dalam menyelesaikan perbedaan visi dan missi adalah...
contoh :
Ketika kamu mempunyai cita" / keinginan, dirimu berkeinginan mempunyai angka 3 dan pasanganmu berkeinginan mempunyai angka 5 sangat berbeda bukan?
Bagaimana penyelesaiiannya? :/
Penyelesaiannya Bukan dengan cara milih salah satu angka itu,Bukan sekali lagi,tetapi dengan cara menyatukan kedua angka tersebut menjadi angka 8 (3+5) dengan itu,visi missi kita berdua tercapai :)
Nahh.. masalahnya bagaimana aku bisa mendapatkan pasangan yg seperti itu?
"Cari seseorang yg tidak hanya mempunyai visi missi hidup saja,karna semua orang mempunyai visi missi hidup dan tergantung visi missi nya dia besar atau kecil"
Eitss bentar.. kalo dinilai besar atau kecilnya pasti dalam segala hal angka itu bersifat relatif bukan? :)
Aku ubah yaa
"Cari seseorang yg mempunyai visi missi hidup yang berkualitas"
lanjut santap makanan yg sudah dipesan :)
Doa?
Cinta itu bahasa doa?
Andai aku bisa memilih kapan dan kepada siapa aku jatuh cinta: aku akan memilih untuk jatuh cinta setelah menikah —kepada jodohku saja.
Namun dalam fase ini aku dihadirkan beberapa orang untuk menguji atas semua pertanyaanku selama ini
Sebagai manusia aku menerka-nerka, mencari jawabannya. Aku tidak pernah tahu siapa yang datang untuk menguji dan siapa yang datang untuk menjadi jawaban.
Tetapi kali ini Tuhan memerintahkan kita untuk terus bersabar, dan tentu dengan ikhtiar yang benar, bukan ikhtiar yang melanggar.
Menunggu?
Hmm...
Aku tak tau
tak tau tentang siapa yang mesti aku tunggu.
Aku pun tak tau tentang siapa yang aku perjuangkan.
Aku mengosongkan diri pada rasa yang tak seharusnya tumbuh saat ini.
Aku mengosongkan hati pada harapan yang mungkin akan segera aku temui.
intinya "mbuh jek bingung"
Balik Arah?!
Dirimu sudah jauh melangkah
Jangan! jangan sampai balik arah
karna sudah ada seseorang didepan menantimu
Semarang ,29 Mei 2020
“Bukan aku tak ingin membersamai, tapi kesibukan masing-masing kita membuat rentang yang begitu renggang. Aku tidak menyalahkanmu, aku tidak menyesalkan keadaan, aku juga tidak mengutuk perpisahan kita, karena memang, seperti inilah cara Tuhan meberikan kita jalan.”
@badutcerdas — 26 Mei 2019
Surat Yang Tak Utuh
Tentang ketakutan dan kecemasan yang selama ini mengikutimu, ya itu urusanmu, sepintar-pintarnya saja kamu mengatasinya.
Tapi jika kamu mencari seseorang yang bersedia menampung keluhan cerita dan kejenuhanmu, aku hanya ingin mengatakan; Sayang, akulah orang yang selama ini kamu cari, aku, ada di depanmu.
Aku mungkin tak lebih dari sepasang telinga yang hanya mampu mendengar, tanpa diikutinya mata yang saling langsung menatap, tanpa dibersamainya tangan yang saling menggenggam.
Tapi setidaknya, hati ini punya kapasitas lebih menerima keluh kesah dan kecemasanmu. Menjadi sabar tanpa harus ada tengkar, menjadi setia tanpa ada saling curiga.
Tentang hari-hari yang pernah dan mungkin akan terasa membosankan, maafkanlah, lalu pahamilah, untuk sekarang, tak ada temu yang mampu saling menebas rindu, tak ada rengkuh sebagai pembuat luluh, hanya ada kabar dan kalimat sabar yang tetap mampu menahanku, untuk selalu menyayangimu.
@badutcerdas — 12 September, 2019
Dulu mengira berbagi bahagia dengan ia yang sama hobinya dengan kita adalah hal paling menyenangkan di dunia. Seolah tidak ada kata yang bisa menandingi kata syukur itu sendiri. Hingga pada suatu ketika diri ini justru dihancurkan oleh tingginya ekspektasi, tidak ada yang mampu diucapkan selain suara tangis di malam-malam setelah kepergiannya.
Menyembuhkan luka di hati adalah perjuangan yang tak ada hentinya. Setiap hari diputarkan apa saja yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah dilewati di belakang. Melupanya menjadi begitu sulit untuk dilakukan.
Rupanya manusia tidak pernah diminta untuk melupa. Kita hanya diminta untuk melepaskan, mengikhlaskan yang sudah tidak bisa kita genggam. Hingga pada titik yang tidak pernah disadari ada yang datang menyembuhkan.
Takut-takut kita berkenalan. Takut-takut kita memberi kesempatan. Selalu menampik setiap gejolak yang hadir di dada hanya karena tidak mau sakit hati lagi. Tapi apa enaknya? Nyatanya semakin disingkirkan, semakin besar kemauan untuk membuka kesempatan.
Yang datang bukan yang diinginkan. Tapi rasanya senang. Yang datang tidak pernah masuk dalam daftar permintaan. Tapi rasanya nyaman. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan diri tapi memilih untuk tetap tinggal dan tidak mau pergi. Jika ditanya kenapa? Tidak tahu, ya hanya mau saja. Jika sudah begitu, kriteria bukan lagi segalanya.
Sebab pada akhirnya yang berjanji ini itu akan tergantikan dengan yang membuktikan dan tidak seharipun berusaha meninggalkan. Sebab yang diinginkan belum tentu menjadi yang dibutuhkan.
Ego diri jika dituruti agaknya hanya akan menimbulkan sakit hati.
Untuk yang tidak pernah dimintakan, terima kasih telah datang. Mari berkompromi dengan banyak perbedaan yang ada. Mari merangkai cerita dengan apa yang kita punya. Mari bertumbuh sama-sama hingga raga tak lagi ada di dunia.
Ada Dia Di Tulisanku
Saya percaya semua manusia punya masalalu dan masalahnya masing-masing di dalamnya, saya juga percaya setiap manusia mempunyai kriteria seseorang yang akan dijadikan teman hidupnya masing-masing, simpelnya, dengan orang yang mampu mengerti kita di setiap keadaan, itu benar-benar bisa membuat kesedihan kita menjadi perlahan memudar, tapi susahnya adalah, menemukan orang yang sebenar-benarnya kita butuhkan, tak semudah kita mencoba pdkt sama sembarang orang, lalu tukeran nomor whatsapp, gombal-gombalan, lalu berakhir di ketidak-jelasan.
"Yang dikejar lari, yang dicari hilang, yang ditunggu, pergi."
— NKCTHI The Series
Susah memang buat dapetin feel cerita sama orang yang dia tidak pernah ngerasain apa yang kita rasakan sebenarnya, untungnya satu orang ini telah bisa menjadi wadah yang benar-benar mampu menampung segala cerita saya, simpelnya, enak buat tukeran cerita, langsung nyambung, sat set gitu, nyaman banget.
Beberapa kali menjalin hubungan, baru pertama kali dibersamai dengan seseorang yang benar-benar nyaman buat cerita, ngeluh, tanpa ada rasa khawatir jika ceritanya akan menyebar atau apa, tanpa perlu takut apakah dia paham atau tidak.
Tidak perlu neko-neko, tentang apa yang pernah dan sedang saya alami dan rasakan, dia benar-benar mampu membawaku ke dalam ketenangan, bukannya melebih-lebihkan suatu hal, hanya saja setiap orang pasti punya caranya sendiri-sendiri demi memuji dan mengungkapkan rasa syukur akan bahagianya tentang seseorang yang dia sayangi, dan ini cara saya menceritakan tentang sedikit dari banyaknya kebaikannya, kalian pasti juga punya caranya masing-masing meluapkan rasa cinta pada seseorang yang kalian anggap sangat istimewa.
Sebenarnya dulu, saya benar-benar orang yang sangat susah untuk sekedar dekat dengan seseorang, bahkan untuk menyapa dan larut dalam percakapan singkat, entah karena terlalu berhati-hati dan trauma akan masalah percintaan yang saya pikir itu-itu saja, atau akan kembali ke putaran yang sama pada akhirnya.
Dengan kata lain, Tuhan mungkin "tidak tega" melihat saya terus-terusan menghujami raga dan hati dengan kesendirian.
Untungnya, ada banyak sekali hikmah dari sebelum, saat, dan setelah pertemuan kita, bahkan sampai sekarangpun dia masih menjadi orang yang sama, tak sedikitpun berubah, dengan sifat dan senyum yang sama, dengan caranya menyapa dan mengingatkan tentang hal kecil yang sebelumnya tak pernah saya pikirkan. Yang saya pikir, setiap perempuan mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri demi menunjukan rasa nyamannya dengan seseorang, punya caranya sendiri demi mempertahankan laki-laki yang dia anggap pantas untuk dipertahankan, punya caranya sendiri demi memilih seseorang yang pantas untuk tak hanya berbagi kebahagiaan, tapi juga kesedihan dan tangisan.
Tak perlu malu memasukannya di setiap tulisanmu, tak perlu ragu menyebut namanya di setiap doamu, justru itu adalah caramu mengungkapkan perasaan yang tak semestinya terpendam sendiri.
Selayaknya kedua raga yang saling membutuhkan, perempuan butuh bahu untuk bersandar, laki-laki butuh tangan untuk merangkulnya. Cari seseorang yang tepat yang bisa seperti itu, bukan menemukan dengan asal-asalan, bukan waktunya lagi coba-coba, harus tegas, iya ya iya, tidak ya tidak.
Dia yang dengan mudah didapatkan, begitupun dia yang akan dengan mudah dilepaskan.
Saya rasa, juga tak sedikit perempuan yang tak mempermasalahkan fisik dan harta, asal yang pertama mereka merasa nyaman, hal-hal yang lain akan menyusul dengan sendirinya, percaya saja jika Tuhan masing-masing kita, sudah punya skenario dan cerita terbaik untuk memberhasilkan kita.
Jika saya berani memberi pesan pada laki-laki; Tak usahlah banyak gaya, tak usah mempermainkan perasaan perempuan, kalau beneran suka, ya serius, datengin, nyatain, pertahanin, jangan asal penasaran lalu ditinggalin, tak ada perempuan yang akan betah dengan ketidak-jelasan status.
Untuk perempuan; Tak apa jual mahal dan pilih-memilih menentukan seseorang yang tepat untuk hatimu, justru itu yang harus diperhatikan, itu hakmu mencari dia yang tepat untuk membahagiakanmu, itu caramu untuk tau mana yang benar-benar tulus, dan yang tak pernah serius, membuatmu benar-benar berada di rasa yang nyaman saat bersamanya, jangan asal terima, dan asal buang, cinta tidak sebercanda itu, ada yang namanya proses, dan proses ya tidak ada yang enak.
Kembali tentang "dia" yang seakan selalu menjadi nyawa dari ceritaku, terima kasih banyak, jangan pernah bosan menatap dan membersamai.
Aku mengadu, dan dia mendengarkan, sesederhana itu.
@badutcerdas — 9 November 2019, Kisah Nyata Dalam Mimpi
Anggap Aku, Pengingatmu
Kamu cuma perlu berani. Tak perlu ada tekanan, tak lagi ada rasa sakit, hatimu akan bahagia seutuhnya.
Bersamanya, seseorang yang sekarang membuatmu merasa benar-benar sudah paling nyaman, utuh kurangnya dia dalam hubungan, adalah sebagaimana kamu melengkapinya.
Bersamanya, seseorang yang sangat keras kepala mempertahankan argumennya, dan lagi-lagi kamu luluh pada caranya menyiratkan senyum di bibirnya.
Bersamanya, seseorang yang sangat sabar, membentuk dan meluruhkan gengsi demi menghindari salah arti, agar kamu tetap mengabari, seseorang yang selalu berusaha tak pernah membiarkanmu kesepian dan menahan rindu sendirian.
Kamu tau dia lelah, kamu tau dia tak pernah main-main saat sudah singgah, kamu tau, dia butuh kamu sekarang. Sebagaimanapun sifatnya, tak usah malu mengakui, jika kamu, memang benar-benar sangat membutuhkannya.
Percayalah, mau setidak penting apapun ceritamu, dia akan dengan senang hati melihatmu bercerita, sesederhana itu.
Kamu tak bisa terus merasa sendiri, kamu butuh dia, untuk membagi cerita bahagiamu, dan melengkapi mimpimu.
Marah, nangis, sedih, tak apa, masih banyak tawa dan bahagia yang sempat pernah kalian rasakan. Masih ada mimpi-mimpi yang belum kalian capai bersama. Tak usah kekanak-kanakan mencaci dan memperpanjang gengsi, memberi semangat lebih baik dari pada saling tengkar.
Tak ada yang melarangmu mengekang, itu hakmu memilikinya, dan tak usah risih dengan tingkahnya memintamu, itu caranya memastikan bahwa kamu sedang dan akan tetap baik-baik saja.
Kamu tau, dia sangat menyayangimu, karena kamu, manusia paling serius yang pernah ada di depan tatapannya.
Jadi, sudah jelas kan, bertahan, atau merelakan?
@badutcerdas — 12 Desember, 2019
Menunggu
Beberapa waktu lalu, saya sempat menanyakan hal sederhana ini dengan beberapa teman saya, tentang, apa hal yang paling berkesan dari menunggu?
Dan kebanyakan dari mereka menjawab akan hal yang sama, bahkan saya hanya menemukan sedikit sekali perbedaan diantara jawaban-jawaban mereka, yang salah satunya berkata;
"Berkesan? tidak ada yang berkesan dari kata menunggu, saya tidak suka, yang saya tau, menunggu itu membosankan."
Dan kemarin, saya mencoba menanyakan hal yang sama dengan seseorang, yang entah datang darimana saya bisa sebegitu percaya, jika dia, mampu menjelaskan sisi lain dari menunggu. Yang saya tau, dia memiliki pola pikir yang lebih luas dari sekedar kata "membosankan".
Dia bilang;
"Menunggu itu keikhlasan. Tidak semua orang bisa, menunggu itu bukti jika seseorang sayang sama kita. Menunggu juga bukan hanya untuk orang-orang yang berstatus pacaran, LDR, dan lainnya. Banyak kan definisinya. Kaya misal, menunggu cinta seseorang yang orang itu tidak tau lagi ditunggu, asal kitanya ikhlas dan yang ditunggu itu pasti, tidak ada yang membosankan dari menunggu".
Dari jawabannya itulah, saya merasa jika segala sisi buruk di dunia ini, adalah sisi baik yang belum sempat, dan sangat sulit kita temukan, pola pikir dengan sumbu yang sangat pendek, hanya akan meletakkanmu pada jawaban yang sama di setiap pertanyaan.
Dan menunggu kan bukan cuma soal cinta-cintaan, sekali lagi, banyak definisi dari menunggu, menunggu antrian, menunggu jam pulang, nunggu dapat panggilan kerja, dan lainnya.
Dan disini, saya juga beranggapan jika menunggu itu benar-benar ngelatih sudah seberapa tinggi tingkat kesabaran dari masing-masing orang.
Disisi lain, menunggu juga bisa dijadikan patokan, buat nyeleksi mana seseorang yang beneran dewasa, dan mana seseorang yang sekedar memaksa memperlihatkan kedewasaan, tapi yang terlihat justru sisi kekanak-kanakannya.
Dengan contoh, saat kamu sedang menunggu panggilan kerja, kamu akan jadi senang, dan sering banget meminta do'a ke orang-orang terdekatmu, agar segera mendapat panggilan kerja, atau saat kamu menunggu seseorang, kamu akan menjadi gemar sekali menengadahkan tanganmu selepas sholat, meminta pada pemilik semesta, untuk selalu menjaganya, melindunginya.
Jadi, apakah kamu masih berpikir jika menunggu itu sekedar membosankan?
Tidak sesederhana itu kok. Menunggu, adalah hal yang paling bisa membuatmu sadar, jika sekecil apapun bentuk do'a, benar-benar sangat kamu butuhkan, benar-benar berharga, demi menenangkan segala bentuk tanya yang entah apa dan kapan jawabannya. Sabar, Allah akan kasih jalan kok.
Jadi, menurutmu, menunggu itu apa?
@badutcerdas — 14 Desember, 2019
Peka.
Kita sepakat menjadi sepasang yang serupa. Tanpa harus sama, tanpa harus menekan dan memaksa. Membebaskan diri dari keluhan. Selamat saling menahan diri, selamat saling menewaskan ego yang kerap memaki.
Kita sudah sangat jauh dari jejak pertama, tak usah mengkhawatirkan hujan akan lekas-lekas menghapusnya, tetap jaga langkahmu, topang tubuhmu, teruslah menggenggam pada tangan yang sama. Tak usah menoleh, tak usah berbalik, tak ada siapa-siapa, hanya manusia ini yang ada di sampingmu.
Tenang, kita tak menjauhi masa lalu, kita hanya sedang mendekat pada kenangan yang baru. Siapkan senyum bahagia dan tawamu, siapkan perasaanmu di hal-hal lucu.
Tak perlu tergesa-gesa, tujuan kita sama. Setidaknya kita saling mengupayakan, tak ada lagi rasa sakit, tak ada lagi kecewa, tak ada lagi salah arah. Tuhan tau, kamu pantas bahagia, bersamaku.
@badutcerdas — 17 Januari, 2020
Utarakan
Jika dipendam membuat menyiksa batin
Kita harus menyiapkan mental untuk mengutarakan apa yg sebenarnya terjadi di hati kita
Mulailah Bicara
Tangan Rahasia
Ada 2 tipe tangan rahasia
lanjut besok..
Sekarang 1 Juni 2020
Duhh kok sedikit lupa ya tentang tangan rahasia itu
Hmm bentar..
3 . . .
2 . .
1 .
Okee sedikit ingat..
2 Tipe tangan rahasia?!! bagaimana?
Pertama : "Mereka" orang yang selalu mendukungmu dibalik layar tanpa sepengetahuan dirimu,tanpa meminta timbal balik atas usahanya untuk menjadikan dirimu bermakna.
Kedua : "Mereka/Dia?" orang yang diam-diam akan mendorongmu terjatuh tanpa harus menyentuh.
Sampai sini paham?
Bakat Tersembunyi
Ntah kenapa..
Aku bangga dengan bakatku
bakat yang bisa dikatakan sedikit condong ke arah yang tidak baik
Yupss!!
Bakatku adalah berbohong
Sering kali berbohong dengan keadaan,waktu,bahkan seseorang.
Ketika ditanya
"Kamu nggapapa kan kalo aku blablabla..."
"nggapapa kok :)"
"benerankan?aku jadi gg enak sama kamu"
"sante aja"
"Maaf ya kemarin ngga jadi,soalnya aku blabla..."
"huum ndapapa"
Dengan membongi seseorang,dan membohongi diri sendiri???Tak apa,jika itu menghadirkan perdamaian semata untuk mereka,Tetapi bukan untukku.
Aku bangga mempunyai bakat terpendam
dan aku menikmati itu semua.
RitUal | MaLam Ini
Ritual?! Apa itu?
Seperti banyak yg dikatakan Ritual adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terutama untuk tujuan 'simbolis'
Bukan!!bukan pemuja setan Hadehhh :/
Setiap Malam diri ini selalu mempunyai ritual terutama untuk tujuan khusus yaitu
Memaafkan Orang Lain dan Memaafkan Diri Sendiri
Dengan cara "Merenung dan Menangis" ditempat yg gelap dan nyaman tepatnya dikamar hmm...Begitulah cara ritualku :)
Begitulah setiap malamnya. Agar ketika membuka mata tak membawa dendam iri dan dengki dari diri sendiri juga dari diri oranglain
Tapi ada juga tuhh ritual yg lain tanpa harus pagi² membuka mata yg sembab :)
Dengan cara terjaga dimalam hari sampai tubuh lelah tanpa membawa beban untuk dibawa ketika tidur nyenyak
Selamat mencoba!