Dulu, ketika banyak pelajar yang tidak menyukai pelajaran matematika, aku justru sangat menyukainya. Dan jika mayoritas anak IPS suka sosiologi, aku hanya menyukai gurunya tapi tidak dengan pelajarannya. Ya, karena aku anak IPS yang membenci hafalan. I’m quite bad at it.
Ada lagi ilmu yang aku suka sama halnya aku menyukai matematika, “Teori Kreativitas”. Aku ingat pernah membaca buku kreativitas sambil tertawa karena sangat menarik. Tapi aku bukan ingin membahas tentang ilmu-ilmu barusan. Aku ingin bercerita tentang orang kreatif yang saat ini sedang merasa bosan.
Aku mengenalnya cukup baik, entah dengan yang lain. Menurutku, dia cukup sulit untuk dibaca. Kadang ekspresi dan kata-katanya terkesan ambigu. Tapi aku sangat menyukai ekspresi datarnya. Seperti hal itu dapat menarikku tanpa sadar. Untuk lebih mudahnya, seperti keadaan dimana kita tidak bisa tidur karenanya. Semakin sulit, justru semakin menarik. Dalam kondisiku lebih sering sebuah buku. Aku sangat mengantuk tapi tidak bisa tidur karena penasaran dan akhirnya aku membacanya sampai subuh. Kadang karena ada seseorang yang sulit untuk kubaca.
Kembali cerita tentang dia, aku sering melihatnya melakukan hal-hal yang kalau kata orang tidak umum. Dia punya sifat yang dorky, dalam artian yang menyenangkan. Ketika hanya diam saja dia mengeluarkan aura dingin. Kebanyakan orang yang belum pernah berbicara dengannya akan punya kesan kalau dia orang yang jutek dan cuek. Padahal dia orang yang menyenangkan untuk diajak ngobrol. Ya, aku bisa menjamin kalian tidak akan bosan karena dia punya banyak bahan obrolan. Tapi tidak aku sarankan untuk mengajakya bicara saat dia sedang lapar ataupun saat dia kepanasan. Bukannya apa-apa, soalnya dia akan bicara hal-hal yang tidak jelas dan melakukan hal-hal aneh. Meskipun menurutku, itu pertunjukan yang cukup menarik.
Selain kesan dinginnya, beberapa orang memiliki pandangan bahwa dia orang yang periang. Dia cukup sering tertawa dan enerjik. Ya, kalau menurutku dia hanya ingin orang lain punya pemikiran seperti itu tentangnya. Berbeda dari yang ditunjukkan, dia tidak mau orang lain melihat lukanya. Dia bukannya tidak bisa berbagi, hanya tidak ingin, karena terbiasa. Sebenarnya, orang-orang seperti dia cukup tahu bagaimana menilai situasi dan mengatasi masalahnya. Cukup mandiri dan bekerja keras sampai-sampai tidak merasakan kalau mereka sudah terlalu lelah untuk berjalan. Mereka sering lupa untuk berhenti sejenak dan mengatur nafas.
Orang seperti dia, seperti mempunyai pandangan berbeda tentang dunia. Menilai orang lain dengan cara yang berbeda pula. Misalnya jika orang lain biasanya tidak terus terang ketika tidak menyukai orang lain, orang seperti dia justru terang-terangan mengatakan tidak suka. Seperti saat itu, dia ditanya tentang seseorang yang tidak dia suka. kalian tahu apa yang dia bilang?
Dia bilang, “Aku tidak menyukainya. Aku punya alasan, tapi aku tidak berniat menceritakannya padamu. Sahabatku berteman dengannya, tapi itu tidak masalah. Aku tidak ingin dia ikut membencinya karena aku. Jadi aku bilang padanya untuk tidak mempedulikan persoalanku dengan orang itu. Lagipula, meski aku tidak suka aku tetap akan menanggapinya jika dia mengajakku berbicara atau meminta bantuanku.”
Dia kelihatan tangguh dan hidup tanpa beban. Padahal bukan seperti itu. Orang-orang pada umumnya sering salah paham tentang dia. Dia tidak sekuat yang terlihat. Dia tidak hidup dengan mudah. Justru karena menyimpan semuanya seorang diri, dia sebenarnya sangat terluka dan kesepian. Sebelumnya aku bilang kalau bukan karena tidak bisa tapi karena tidak mau. Dia tidak mau menceritakannya karena merasa semua itu percuma. Orang lain tidak mengerti dia. Orang lain tidak mengenalnya, bahkan keluarganya. Mereka tidak benar-benar ingin. Mereka tidak benar-benar memberikan hatinya. Dia orang yang cukup peka, karena itu semakin menyakitkan. Ya, melihat apa yang orang lain coba sembunyikan. Dia tidak perlu berusaha untuk bisa mengetahuinya, karena baginya hal itu seperti pemandangan umum.
∞ Aku biasanya menyelesaikan tulisanku untuk satu judul cerita, tapi untuk yang satu ini pengecualian. Menurutku, masih banyak hal menarik yang perlu dibahas darinya. Jadi aku akan melanjutkannya nanti.