Kadang merasa Allah sebaik itu ya..
Satu Minggu yang lalu, baru saja bicara kepada suami kalo aku pengin nyobain jadi MC. Entah bagaimana, aku berfikir terlalu rumit dan sempet berfikir. Muncul sekelibat kalimat di dalam hati "apakah bisa? Ah siapa aku, sudahlah" dengan rasa memelas. Mulailah aku lupakan saja keinginan itu
Beberapa hari setelah itu, aku merasa bosan bermain Instagram. Jenuh kalo klik aplikasi Instagram. Entah sulit menjelaskan alasannya. Atau hanya kegelisahan yang belum selesai dengan diri sendiri. Seperti ada yang mengganjal dan ingin sesuatu, tapi benar-benar tidak tahu. Suami hanya bisa memberi support dan terus mengingatkan tentang bersyukur
Ohya, aku cerita ke salah satu teman dekat (sahabat) "sepertinya aku kambuh" , kenapa? Jawab temanku. Intinya aku jelaskan kalo aku mulai seperti tahun-tahun lalu, malas buka Instagram dan mau hapus aplikasi lagi. Fiks. Kataku
Sahabatku tahu pasti gelagat aku seperti itu memang lagi ada yang di bingungkan dengan ku. Sudah lah tidak panjang melow
Sudah tiga hari, aku benar-benar off Instagram. Belum seberapa, dulu satu tahun off Instagram karena gelisah salah niat haha astaghfirullah
Kali ini alasannya beda, benar-benar beda. Dan memang bergulat dengan keimanan ku
Qodarullah, pagi-pagi sekali di hari Jumat. Temen remaja masjidku menanyakan kabar dan meminta kepadaku untuk menjadi moderator di diskusi online salah satu komunitas Islam. Ga nanggung-nanggung.. live di Instagram jam 19.30 , dimana paketan internetku memang sudah miris sekali dijam-jam segitu.
Kenapa ya? Tanpa pikir panjang. Aku langsung meng-iyakan dengan edited.. sudah panjang lebar bahas nanti teknik nya seperti apa prosesnya seperti apa -
Tiba-tiba suami bertanya, Alhamdulillah buka Instagram lagi berarti yaa?? Aku langsung kaget dan berfikir.. "iya ya? Mana live Instagram nya malam pas kuota pasti lagi miris ini.. aduh aku harus modal beli kuota internet dulu ni bi"
Lantas suami tersenyum ga nyangka, katanya Allah langsung yang mengarahkan dan memberikan kesempatan. Suami sempet mengingat kan Instagram kadangkala banyak manfaatnya terutama kalo benar-benar mampu menanamkan benih-benih pahala. Akunya saja yang kekeh dengan pemikiran itu
Alhamdulillah bini'matihi tatimmus sholihat.. Allah kasih kesempatan aku untuk menjadi moderator online untuk pertama kalinya via Instagram,yang jelas-jelas sedang aku jauhi saat itu. Ma syaa Allah. Barakallah
Allah memang sebaik-baiknya pemberi arahan dan keputusan. Hikmahnya , memang semua yang aku pikirkan dan takutkan belum tentu semuanya terjadi dengan seburuk itu. Allah yang lebih tau, harus sering-sering libatkan Allah. Dengan aku menjelekkan suatu hal, justru bisa menjadi batu loncatan. Maka jangan mudah langsung mengambil keputusan, tetep libatkan Allah dan dengarkan hasil diskusi suami . Hehe