yaa Allah, aku sudah tidak mau ikut campur lagi atas urusan diriku yang bukan menjadi urusanku. karena itu adalah urusan-Mu. urus sama semuanya, aku terima beres saja.
TVSTRANGERTHINGS
Mike Driver
$LAYYYTER
d e v o n

titsay
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Today's Document
YOU ARE THE REASON

Kiana Khansmith

#extradirty

Discoholic 🪩
I'd rather be in outer space 🛸

izzy's playlists!

tannertan36

❣ Chile in a Photography ❣
todays bird
No title available

Product Placement
Claire Keane
No title available

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Australia
seen from Greece

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from T1

seen from Bangladesh

seen from T1
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from T1
seen from United States
@makarimanaily
yaa Allah, aku sudah tidak mau ikut campur lagi atas urusan diriku yang bukan menjadi urusanku. karena itu adalah urusan-Mu. urus sama semuanya, aku terima beres saja.
beberapa waktu terakhir, rasanya campur aduk. capek, sedih, kecewa, takut, khawatir, marah dan perasaan negatif-negatif lain. hidup seperti kuntilanak, tidak napak ke bumi.
semuanya spti udah datar aja saking capekkkkk dan muakkkk bangettttt😞
kayak, yaudah yaaAllah monggo mau digimanain hidup ini terserah Engkau. aku jalani aja. karena mau protes pun nggak akan merubah keadaan kecuali hati ini yaaAllah.
yang punya hati Engkau, yang punya semua Engkau. anak, suami, harta, kedudukan, dan hal-hal berbau duniawi lainnya. aku serahkan semuanya pada-Mu.
geletar petir
aku tinggal di atasmu. luas terbentang tak bertiang. kadang orang-orang menyebutku biru, kadang juga putih. jika turun hujan, aku gelap. bagi sebagian orang, aku adalah ruang tak berhingga, yang menampung atas bertriliun benda-benda angkasa. meski berlapis tujuh, ketahuilah— sejatinya Semesta tak memiliki batas dan tepi. namai aku, langit.
aku mempunyai matahari yang kau jadikan sumber energi utama bagimu—menyinari dan menyambut pagimu. aku juga mempunyai awan bertindih-tindih untuk melindungimu dari terik tengah hari.
aku mempunyai bulan purnama, bulan sabit, juga bulan setengah untuk memperindah pesona malammu. aku juga mempunyai gemintang untuk menghiasi dan memperindahmu—yang selalu kita hitung dan kita amati bersama setiap malam.
aku memang mempunyai air hujan untuk membasahi tanah keringmu agar menjadi subur kembali. akupun mempunyai lengkung pelangi yang indah dan selalu berhasil membuatmu mengguratkan senyum manis.
hei, aku juga memiliki galaksi-galaksi yang mengikat segala aktifitas planet dalam rotasi dan evolusi supaya tidak keluar dari orbitnya. menakjubkan, bukan?
aku memiliki banyaaak sekali hal memukau yang bisa kapan saja kuberikan kepadamu. aku selalu ada untukmu. tapi yang perlu kamu ikat erat pada kepala dan hatimu, bahwa aku juga mempunyai gelegar petir dan kilat-kilat yang akan mengingatkan dan menyadarkanmu ketika kamu terlena menikmati indahnya semua yang kumiliki.
maksudnya, kamu jangan terlalu larut dengan pesona seluruh kebaikanku. setiap hal memiliki kekurangan juga. kamu jangan dengan mudah menggantungkan dirimu kepadaku. seperti halnya remora kepada ikan hiu.
bumi, mengerti maksudku, kan?
kalian nih bertahan di tumblr sampe sekarang alesannya apa ya? tumblr kan udah makin sepi aja yaaa perasaan😭
kalian bertahan alasannya apa?
patokannya gini ya, kalau kamu sudah mulai merasa paling benar, biasanya kamu yang salah.
🦊: Sawit's paradise
Kimi ni todoke : From Sawit to you
kimi no sawit. kwkwkwkw.
kerap kita lebih sering menangisi takdir dan cerita hidup yang telah dibuat Allah untuk kita, alih-alih menangisi dosa-dosa kita sendiri.
padahal kan, takdir dan cerita hidup itu sudah disusun oleh Allah. sementara dosa kita?
tinggal iya-in aja udah
it's been seven years. sudah tujuh tahun kami menikah. sekarang kami ada di fase: kalau salah satu tiba-tiba ngeluh atau protes soal pasangannya, yang lain tinggal iya-in saja sembari diam-diam diperbaiki tanpa banyak drama.
kami mulai sama-sama tahu, kalau nurutin ego mah, nggak akan ada habisnya. dan terus terang, kami sudah capek untuk ribut panjang-panjang.
kami pun selalu belajar untuk fokus ke solusi tanpa banyak menyalahkan. menerima atau meminta maaf berarti menyadari bahwa kami sedang dalam mode hemat energi. energi kami rasa-rasanya sudah kami alokasikan buat ngasuh anak dan handle kerjaan.
pernah satu kali kami cek-cok soal satu hal. awalnya tegang. nada kami agak naik. kami kemudian sama-sama diam sebentar. ambil jarak, nunggu emosi masing-masing turun pelan-pelan.
lalu salah satu dari kami minta maaf. yang lain nerima. udah. habis itu suasana pelan-pelan normal lagi. kami berdua mencoba menghangatkan suasana yang semula dingin. sejauh ini, cara ini cukup bekerja buat kami.
dan alhamdulillah, syetan kalah. hehehe.
semoga kita yang berjuang berdua bersama pasangan melawan syaitan dalam rumah tangga, selalu dikuatkan imannya, ya. aamiin.
menuliskanmu
menuliskanmu itu seru. aku jadi bisa memanggil dan merasakan lagi berbagai tone warna perasaan yang pernah ada sejak pertama kita bertemu: deg-degan, terharu, happy, malu, meledak karena cinta, kesal juga, lalu bersyukur. semua campur aduk menjadi satu.
menuliskanmu juga selalu bikin cintaku ke kamu semakin menyala-nyala. kayak lampu kamar tidur yang cahayanya menghangatkan tapi tidak menyilaukan. bukankah lampu tidur tidak perlu dipamerin ke siapa-siapa? cukup untuk kita berdua saja yang menikmatinya.
menuliskanmu selalu menuntunku perlahan dalam mengingat cintaku padamu. bahwa aku pernah (dan masih) jatuh cinta kepadamu sebagai seorang perempuan seutuhnya tanpa embel-embel sebagai istri atau sebagai ibu.
menuliskanmu membuat aku senyum-senyum sendiri sembari menatap wajah tenangmu ketika tidur. sampai-sampai, aku baru menyadari bahwa ternyata kita sudah sejauh ini ya.
dulu, kamu itu cuma nama doang. tapi sekarang kamu menjelma menjadi rumah buat aku. menuliskanmu bikin aku sadar, bahwa cinta tidak perlu repot-repot mengikuti yang kita mau. yang penting kita menemani. cinta juga berarti tetap bertahan dengan hal-hal kecil yang kerap membosankan. tapi, bukankah kesabaran tumbuh dari situ?
hidup ini sudah keseringan ribut. suara-suara dari luar rasanya terlalu bising. jadi, menuliskanmu menjadi caraku untuk pulang sebentar.
tidak apa-apa dong, kalau sesekali aku sengaja ngobrol sama perasaan yang kadang nggak sempat aku urusin ini.
mungkin itu sebabnya aku terus menuliskanmu. aku ingin terus mengabadikanmu dengan cara menuliskanmu.
terima kasih sudah bersedia menjadi bagian dari tulisanku :)
resign
di usia 29 menginjak 30, ini pertama kalinya aku merasakan karyawan resign di perusahaan aku. bukan resign, ya, sebenarnya. karena kontrak selesai, dia-dia ini nggak dilanjutin lagi. parahnya, ada karyawan yang belum selesai kontrak, dia milih mundur di tengah jalan. padahal nanggung banget kontrak tinggal sedikiiiit lagi. tapi dia memilih untuk tidak profesional. sayang sekali, ya. dia nggak kasihan sama diri sendiri. ckck.
awalnya, respon aku: waduh, kok pada keluar ya.
tapi setelah dipikir-pikir dan sadar, kalau ada karyawan yang resign ya tinggal cari lagi. ngapain pusing-pusing? apanya yang dipusingin? wk.
kehidupan profesional itu simpel sebenarnya. asalkan seimbang antara logika dan perasaan, semuanya aman-aman saja. jadi jangan logis-logis banget, tapi ya jangan terlalu baper juga.
semoga Allah selalu menuntun dan memberi keberkahan di kantor kami. aamiin.
terdzalimi
kamu pernah bertanya enggak, kenapa doa orang yang terdzolimi itu banyak terkabulnya?
aku pernah membaca satu penjelasan yang menarik. secara psikologis, katanya kondisi orang yang terdzolimi itu mirip dengan keadaan high intentionality. otak masuk ke mode survival focus. distraksi berkurang sehingga perhatian pun mengerucut dan keinginan menjadi sangat spesifik. dalam istilah neurologi, prefrontal cortex—bagian otak yang bertugas mengambil keputusan, menjadi lebih aktif.
coba deh, bandingkan dengan orang-orang yang hidupnya sedang mulus-mulus aja. kalau diperhatikan, doanya suka setengah-setengah dan tidak fokus. akhirnya, campur-campur sama ego. kalau sudah bawa-bawa ego, barang pasti doa akan bercabang dengan banyak keinginan.
hampir semua dari kita pernah merasa terdzolimi. disakiti oleh seseorang--bahkan oleh hidup itu sendiri. rasa sakitnya bisa begitu dalam sampai berubah menjadi marah dan dendam. tak jarang kalau kita kemudian mengangkat senjata, "doa orang terdzolimi kan, makbul. doain saja orang itu!"
padahal, kita bisa loh memilih untuk mendoakan yang baik-baik--untuk kita sendiri. daripada doa tersebut kita sia-siakan untuk berharap buruk kepada orang yang mendzolimi kita, lebih baik doanya buat diri kita sendiri. yang baik-baik, yang detail.
memang kita berhak marah. tapi bukankah orang jahat itu selalu ada? dan bukankah hukumannya ada sendiri tanpa harus kita minta? maka, baiknya, doa saja untuk diri sendiri aja yang baik-baik.
kita tidak menambah keburukan di dunia. dan kita memberi kesempatan terbaik bagi diri kita sendiri untuk pulih dan bertumbuh :)
aku ingin merayakanmu setiap hari. merayakan kebaikanmu, merayakan ketangguhanmu, merayakan kesabaranmu, merayakan ketulusanmu. aku ingin merayakanmu bahkan di saat aku sedang kesal kepadamu.
aku ingin merayakanmu tanpa harus pakai hadiah dan kejutan. cukup dengan aku bangun setiap pagi dan menghujani dirimu dengan ciuman dan pelukan yang bermakna, “siap menjalani hari ini, sayang?”
aku ingin merayakanmu dengan menahan kata-kata yang bisa melukai meski pada kenyataannya aku sedang capek. bukankah itu yang kamu ajarkan kepadaku?
aku ingin merayakanmu dengan dialog-dialog tengah malam sembari menimpali setiap obrolan mimpi-mimpi di luar nalar kita. rasanya, ini perayaan yang cukup seru meski harus melewati banyak perdebatan.
aku ingin selalu merayakanmu. merayakan setiap simpul senyummu, setiap tangis harumu—yang bikin aku balik terharu. aku ingin selalu merayakan cintamu kepadaku.
terima kasih sudah menjadi manusia biasa yang kadang bikin bucin, kadang juga bikin geregetan💖
namanya
namanya muhamad sholahudin al-ayubi. huruf m di kata muhamad kurang satu. harusnya dua, jadi muhammad. dari awal sebenarnya aku agak risih pengin nambahin. tapi ya mau gimana lagi. yang ngasih nama neneknya, yang bikin akta mungkin ayahnya. jadilah, dari akta sampai ijazah s1, m-nya satu terus.
to be honest (again), sampai sekarang aku masih agak keganggu. apalagi sebagai editor. rasanya kayak tiap lihat namanya tuh, ada typo yang nggak bisa diperbaiki. tapi sudah tujuh tahun sih, ya. aku capek sendiri. akhirnya pasrah dan belajar berdamai.
dulu aku kira panggilannya ayub. ternyata bukan. panggilannya sholah. dan jujur lagi, pertama kali kenal, pertama kali juga aku dengar nama panggilan "sholah" biasanya kan, sholeh.
eh tapi aku agak sebel kalau ada yang salah manggil jadi sholeh. artinya sama sih, tapi bunyinya bikin nggak sreg. sholeh di kepalaku langsung nyasar ke mana-mana. ke odading mang oleh, hahaha. padahal nggak nyambung sama sekali. ya ampun.
sholah.
percaya atau nggak, aku jatuh cinta sama dia pertama kali justru karena namanya--nama lengkapnya. waktu itu ceritanya aku sedang keranjingan baca buku-buku sejarah Islam. nama-nama tokoh, kisah penaklukan, strategi, etika kepemimpinan. yah, semacam itulah. sampai akhirnya aku bertemu satu nama yang sejak awal emang bikin aku kagum. sholahudin al-ayubi. seorang tokoh besar. tegas. penuh dengan belas kasih.
dan wow.... tak lama setelah itu, aku justru berkenalan dengan seseorang yang membawa nama yang sama di zaman yang sangat berbeda. rasanya kayak, semesta iseng. atau bercanda? atau emang sengaja? we dont know. haha.
rasanya kayak, lah kok bisa pas banget sih? nama yang dulu cuma aku temuin di buku, tiba-tiba ada di depan mata. hidup. ngobrol. ketawa.
and i dunno why, dari situ aku mulai jatuh cinta.
ingin cerita banyak tapi sudah kelewat keinginan dalam diri untuk cerita. saking banyaknya cerita yang menumpuk, sampai bingung bagaimana ini menyusun dan mengeluarkannya dengan baik dan benar tanpa menyinggung siapapun.
ah, yaaAllah, Engkau tahu semua isi hatiku. maka, tambah kekuatanku, mudahkan semua niat baikku. mudahkan seluruh niat baik kami. aamiin.
pencapaian
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah bertahan, tetap bangun setiap hari, tetap melakukan hal-hal yang adalah kewajibanmu, tetap menunaikan tugasmu, kamu hebat.
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah melepaskan sesuatu yang memang bukan untukmu atau bukan milikmu, kamu hebat.
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah memutuskan memaafkan orang-orang yang tidak pernah meminta maaf kepadamu, kamu hebat.
kalau tahun ini pencapaian terbesarmu adalah mengakui kesalahan dirimu dan bertaubat atasnya, kamu hebat.
kalau tahun ini kamu tidak menunggu tahun berganti untuk memulai kebiasaan baru yang baik, kamu hebat.
percayalah, kamu hebat.
tidak perlu menunjukkan mekarnya bungamu kepada yang lain. asal akarmu semakin kokoh ke bawah, bukankah kamu akan tetap kuat?
salah satu mekanisme koping yang ternyata seru adalah… momen.
pernah nggak, di satu waktu kamu sengaja mengingat dan membayangkan kembali masa kecilmu? padahal kalau dipikir-pikir, momen-momen itu yaaa, biasa saja.
misalnya, waktu SMP kamu bersepeda lima kilometer sendirian menuju sekolah. sampai sekolah ngos-ngosan, tapi tetap semangat. atau saat di kelas kamu deg-degan karena belum mengerjakan tugas. hari Senin lupa bawa topi, lalu buru-buru minjem ke teman. dulu semua itu terasa berat, tapi ketika dikenang sekarang rasanya hangat dan justru dirindukan. soalnya waktu itu belum ada tanggung jawab orang dewasa yang benar-benar menekan. hidup ya cuma belajar, sekolah, les, ngaji.
dan ternyata, mengingat-ingat masa kecil saat lagi capek atau bad mood bisa jadi mekanisme koping yang menyenangkan. seolah kita bisa istirahat sebentar dari jadi orang dewasa.
pelarianku bukan shopping, masak, tidur, makan, atau kerja. dimana semuanya butuh tenaga dan modal. kalau cuma mengingat momen kan, cukup modal otak saja buat nostalgia.