I don't feel heavy anymore.
Yang akhirnya gue sadari, we parted ways for good. Maybe I will never know the answers & I will never get the closure. But it's ok.
I wish you well.

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always
Cosimo Galluzzi

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
d e v o n

★
Stranger Things

No title available

ellievsbear

shark vs the universe

Origami Around
tumblr dot com
ojovivo

blake kathryn
Show & Tell

oozey mess
we're not kids anymore.

No title available
he wasn't even looking at me and he found me

seen from T1

seen from New Zealand

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from France
seen from Japan

seen from India

seen from Malaysia
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from Poland

seen from Türkiye
seen from New Zealand

seen from United Kingdom

seen from France

seen from United States

seen from Singapore

seen from Italy
@nadyasheila
I don't feel heavy anymore.
Yang akhirnya gue sadari, we parted ways for good. Maybe I will never know the answers & I will never get the closure. But it's ok.
I wish you well.
“and We created you..”
Hi, been a long time since I posted about my thesis journey. I finally got nerves to write down this one. Semoga cerita ini ga kayak other love story yang biasa lo baca di novel-novel because this one is real and this one is mine. ☺
Back in college, gue dan orang ini temenan karena satu kelas di tahun pertama kuliah. Gue, dengan sotoynya, asik-asik aja dan namanya juga lagi punya misi starting new life jadi sebisa mungkin open sama semua orang, including this guy. Gue sapa aja karena kita punya kacamata yang mirip hahaha dan sisanya sering ngobrol karena kegiatan kelas. Ini juga yang ngebuat kita akhirnya temenan di satu circle yang sama.
In my perspective, kita sempet deket di awal tahun kuliah tapi tiba-tiba dia ilang karena sibuk kegiatan BEM dan gue ga anggep serius juga jadi we went separate ways.
Gue jadi jarang ikut kumpul sama anak-anak dan hal itu nge-trigger dia buat ga mau sama sekali ngasih contekan ke gue. Di saat anak-anak dikasih contekan voluntarily sama dia, cuma gue doang yang ngga. Another thing, dulu gue suka bales chat orang lamaaa banget sampe di block sama dia. Hal-hal yang kayak gitu deh yang bikin gue tiap ketemu dia pasti berantem hahaha.
Sampai akhirnya, di akhir tahun kuliah deket lagi karena gue dan dia sama-sama internship di kantor yang sama (yet different branch). We were sharing stories almost everyday after office. Isinya sambat, ledek-ledekan dan yakin banget kalo salah satu dari kita ada yang cuma disuruh bikin kopi hahaha.
Yes, one thing leads to another. Semenjak itu jadi chatan tiap hari. We both have similar life experience, how we see things juga banyak banget yang mirip and I respect him cause I see him as a very mature individual. That’s the story about how we ended up together in 2018.
Despite of every similarity we have, tahun 2020, bener-bener tahun paling roller coaster buat kita berdua. Cliche, tapi problem itu beneran bikin pondasi kita berdua jadi lebih kuat. Karena mau berapa lama pun kita kenal sama orang, pasti ada aja sisi orang tersebut yang kita sebenernya ga tau.
Long story short, we decided to take the next step.
Untungnya, di tengah situasi pandemic yang serba ga pasti ini, tetep bisa ngadain lamaran tuh bener-bener alhamdulillah banget (walaupun tanggal lamaran sempet mundur tapi it’s okay yang penting niat baiknya udah tersampaikan).
Just like Oh Wonder said:
“And I got love falling like the rain I never could've asked for more”
Cheers! ☺
2.12 AM
Jam-jam segini jadi waktu paling pas buat refleksi diri karena udah ga ada yang diajak ngobrol, kerjaan udah kelar, and of course karena udah malem. Menurut gue, waktu diatas jam 12 malem tuh punya spell tersendiri yang bikin pikiran lo lebih terbuka, intimate, and also deep. Makanya dulu gue suka banget ngajakin orang buat late night deep talk session, buat cari tau sisi lain dari isi kepala orang itu. Sekarang udah susah cari waktunya, biasanya yang masih bangun jam segini tuh lagi pada lembur haha.
Malem ini gue ngerasa pengen back in time dan melontarkan pertanyaan “why? what went wrong?” untuk segala kejadian yang fail di history hidup gue. Gue menyayangkan sikap gue pada masa-masa dimana gue terlalu coward dan gaenakan buat nanyain pertanyaan tersebut, endingnya gue ga dapet closure. Yang bikin sedihnya juga, ya itu selesai gitu aja. Padahal gue seneng banget kalo bisa keep in touch sama orang-orang yang udah ga sejalan sama gue. Just because, in my opinion, gue bisa belajar banyak untuk hal-hal tertentu dari mereka.
Tapi gapapa, selalu ada sisi baik. “Sometimes Allah removes people from your life for your own good”. Good night.
“tenang tenang yang tak kunjung datang”
“and though you might be gone and the world may not know. still I see you, celestial.”
“ketika itu ku lihat syahdu, lihat hati mata yang tak akan jatuh” 🥀
Malang
Berawal dari 4 tahun yang lalu. Mahasiswi baru di kota perantauan. 852 kilometer dari rumah. Clearly, Malang bukan option pertama gue buat melanjutkan studi. Tapi setelah berbagai pertimbangan akhirnya gue dan ortu memutuskan kalo Malang adalah pilihan terbaik.
So I decided to give myself a fresh start. Jujur gue setengah hati buat kuliah di Malang karena satu dan lain hal. 2015 adalah transisi perjalanan gue dari SMA ke kuliah dan siapa yang bakal nyangka sih kalo gue akan beradaptasi dengan baik hahaha. Gue kenalan dengan banyak orang dan diantaranya malah ngasih gue pelajaran hidup yang unexpected. Proker pertama gue. Organisasi pertama yang gue ikutin. Pensi dadakan pertama yang gue datengin. Petikan gitar pertama gue. Trip ke Bromo dan beberapa pantai di Malang. Camping di Ranu Kumbolo. Kalo diinget lagi semuanya bener-bener indah dan worth it.
But there are days when I walked by myself around campus and just wondering about my life. I remember staring at the sky while sitting on Lapangan Rektor after having a night class. Sitting and hoping someone would show up and find me yet that’s never happened. Kalo lagi mau nenangin pikiran biasanya gue randomly jalan aja kemana gitu entah ke toko buku, grocery shopping, atau sekedar nongkrong di cafe sendirian sambil lanjutin draft tulisan gue.
Malang adalah kota dimana gue dapetin jawaban atas pencarian gue beberapa tahun sebelumnya. Kota dimana gue belajar untuk meninggalkan dan menemukan diri gue lagi. Kota yang mengajarkan gue untuk melepaskan semua hal yang hilang dan tidak bisa digenggam tapi juga menjadi kota yang kembali memberikan gue harapan. Kota yang bikin gue mikir I never knew why I needed to be placed in this city at the first place. Malang–kota dengan sejuta kenangan dan terlalu indah untuk sekedar dilewati bagi tiap jiwa yang pernah menetap.
It’s a long road but it’s all worth it. Thank you. It’s been a pleasure, Malang.
[1] ulang tahun pertama di Malang bareng sambazkom (full team!).
[2] cabut sama Ai & Key, temen satu kos di Fazle Mawla.
[3] tugas ospek kewirausahaan bareng Dicky, Jojo & Vani.
[4] first meeting sama team Ruang Sinau.
[5] pertama kali ke Paralayang, Batu.
[6] wisuda!
[7] menghadiri sidang sobat dwiwarna yang baik budi.
“be my mistake then turn out the light; save all the jokes you’re gonna make while i see how much drink i can take; then be my mistake”
It is incredible how stubborn the mind can be when you want it to forget a memory.
Noor Shirazie (via noorshirazie)
“we could be meeting with more than minds; we could be woven and intertwined”
could we?
how can you deal with someone else when you can’t even deal with yourself?
Taqaballahu minna waminkum. Happy Eid Al-Fitr 1440 H from my family to yours!💫
“s(he) is the sweetest thing that i know
you should see the way s(he) holds me when the lights go low
..took my heart upon a one way trip
guess s(he) went wandering off with it
unlike most wo(men) i know
this one will bring it back whole”
💙
sometimes we're lying to ourselves more often than lying to others.
Tumblr (2009-2019)
orang-orang di sini, masih sama seperti sejak pertama kali saya datang sepuluh tahun yang lalu. tidak kenal nama, tak tahu rupa, tapi tahu semua cerita. membiarkan siapapun mengenal kita melalui hidup yang kita lalui, melalui jalan pikiran kita, melalui emosi kita, melalui luapan kebahagiaan dan kesepian. kemarahan yang tak memicu kemarahan. tidak ada yang tahu kamu anak pejabat atau orang biasa. tidak ada yang peduli kamu orang kaya atau bukan. tidak ada yang peduli juga kamu kuliah di kampus terbaik atau pinggiran. di sini, kita tahu kalau manusia, ketika melepaskan semua identitas dirinya itu sama saja. sama-sama bermasalah dengan hidupnya di luar sana.
kurniawangunadi
mari menyuarakan hal-hal yg tidak pernah berhasil disampaikan lewat lisan.
22 April 2019
Ini cerita perjalanan gue menuju ujian komprehensif (sidang skripsi). Butuh 7 bulan, dari pertengahan september sampe akhir april. Gue bahkan ga milih Pak Nasikin sebagai pembimbing gue karena beliau ahli audit sedangkan topik gue tentang pajak. God knows what’s best, jadilah gue dibimbing sama beliau.
Sebenernya dibimbing sama beliau itu gampang-gampang susah. Beliau akan acc selama kita kuasain apa yang kita tulis. Gue butuh beberapa kali maju supaya bisa acc judul dan bab 2, sisanya langsung acc. Untuk penelitiannya, gue baru dapet izin dari KPP setelah 2 bulan ngajuin izin. Iya, lumayan makan waktu sampe akhirnya gue bisa nyebar kuesioner. Tapi selesai juga (shoutout to mas seto & mama yg udah bantu sebar!). Singkat cerita, gue daftar sidang untuk tgl 15 tapi karena bentrok sm pemilu akhirnya diundur jadi tgl 22.
Jadi gue punya waktu 2 minggu untuk persiapan sidang. 2 minggu itu gue bolak balik baca skripsi, buat ppt, baca skripsi, benerin ppt, latihan presentasi & repeat. Gue demam panggung setelah tau dosen pengujinya siapa. Sampe akhirnya, H-1 dan hari H paginya gue masih nangis sangking takutnya hahaha. Pas masuk ruang sidang, gue pasrah. Gue udah usaha semaksimal gue, gue tahajud, hajat, dhuha, berdoa. Dalam doa gue, gue minta “ya Allah semoga mereka mengerti apa yang aku sampaikan, tolong lancarkanlah perkataan ku dalam menjawab pertanyaan mereka & tolong lembutkan hati mereka”.
Sidang lancar. Ga berasa ternyata gue sejam di ruang sidang, tiba-tiba udah disuruh keluar aja karena dosen penguji & pembimbing mau ngerundingin nilai. Alhamdulillaah banget gue bisa ngelewatin drama skripsi ini. Cita-cita gue buat sidang sebelum papa pensiun akhirnya kesampean. Masih ga nyangka kalo gue bisa ngelewatin ini. Alhamdulillaah, cheers to more adventures to come!☺️