Aku tak pernah berani menerka esok hari akan seperti apa, tapi semoga waktu berbaik hati untuk tidak menunda perjalanan bahagia menuju kita.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

Kiana Khansmith
𓃗
Sweet Seals For You, Always
Keni
Fai_Ryy

roma★

No title available
The Bright Sessions
Mike Driver
taylor price
art blog(derogatory)

blake kathryn
tumblr dot com
The Stonewall Inn
Cosimo Galluzzi
The Bowery Presents
h
noise dept.

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Russia
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Indonesia
seen from Portugal
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from Mexico

seen from Canada
seen from Ukraine

seen from Singapore
seen from Bulgaria
seen from Venezuela
seen from Brazil
seen from Pakistan
@namalengkapsaya
Aku tak pernah berani menerka esok hari akan seperti apa, tapi semoga waktu berbaik hati untuk tidak menunda perjalanan bahagia menuju kita.
Kadang aku merindukanmu sampai sesak. Kadang aku membencimu sampai pedih. Tapi, entah kenapa aku selalu kembali menyayangimu seolah kau tak pernah membuatku sesak dan pedih.
Fa
You're like a hard candy with surprise center.
Wangimu therapy-ku. Senyummu aspirinku. Bayangkan jika kau memeluku, betapa kau mampu membuatku lupa rasa sakit.
I wish life had traffic lights, it would tell us when to go for it, when to be careful, and when to just stop.
Segunung apapun diamku merenung, tak mungkin sampai pada pemahaman mengapa aku mencintaimu.
Apa kamu pernah berpikir, bahwa terkadang aku mengalah agar kamu tetap ada di sisiku. Apa kamu pernah berpikir, bahwa terkadang aku diam agar kamu tetap bercerita padaku. Ah, ya. Kamu pasti tidak sempat berpikir apa pun kecuali tentang dirimu sendiri. Tidak, ini bukan salahmu. Pun bukan salahku. Kita hanya tengah saling menyayangi, hingga begitu bingung harus bagaimana agar tak saling menyakiti.
Delusional
Aku merasa hampir sampai, lalu tersadar aku masih sangat jauh.
.
Aku merasa sudah pulang, lalu tersadar aku ada di tempat asing di mana aku bahkan tidak diundang.
.
Aku merasa nyaris memenangkan perjuangan, lalu tersadar ternyata perang masih baru dimulai.
.
Aku merasa bangga, sebelum kemudian tersadar ternyata aku mempermalukan diriku sendiri.
Fireworks
Kau itu menyebalkan. Sungguh! Amat! Sangat! Sekali! Aku itu mencintaimu. Sungguh! Amat! Sangat! Sekali! Dan kau belum begitu paham tentang aku yang mulai mudah terpengaruh dengan sifat menyebalkanmu itu. Kemudian luluh karena aku mencintaimu. Sering. Dalam sekejap kau merusak hariku, merusak rencana-rencanaku, merusak moodku, merusak harapanku, merusak rinduku untuk bertemu, merusak nafsu makanku, mengubah posisi tanganku yang sudah siap memelukmu menjadi ingin mengacak-acak wajah cantikmu itu. Tapi aku mencintaimu! Seandainya nyawamu itu lebih dari satu, ingin sesekali aku melemparmu ke jurang, menenggelamkanmu ke dasar laut, membuangmu ke kandang macan, atau menggelitikimu sampe kau mati kaku. Tapi aku mencintaimu! Sering. Sekejap juga kau membuat senyum di bibirku, tertawa bersamamu. Menggambar pelangi untuk hariku, melepas penat dan bosanku. Tapi kau menyebalkan! Kau memberiku semangat, memberiku nasehat, menuntun kepada banyak hal-hal baik. Mengingatkanku waktunya ibadah. Menjadi sandaran bahuku saat lelah. Menjadi teman berbagi paling indah. Tapi kau menyebalkan! Mungkin kau berpikir sama tentangku. Apa maumu? Apa mauku? Sayang, aku kangen!!!
Andai dicintai, dipercaya dan dimengerti adalah harta. Kau akan paham mengapa sejak bersama kamu, aku merasa begitu kaya.
I love you, I really do!
Aku Terhadapmu
Sebut saja aku egois, karena tidak ingin kau dicintai siapa-siapa selain aku dan Tuhan. Sebut saja aku pecundang, karena selalu takut kau hilang ditelan perpisahan. Sebut saja aku pembohong, sebab aku terlalu lugu menertawai ingkar dan dusta dalam permainan kata "aku baik-baik saja". Sayang, Ini, tentang aku terhadapmu, mungkin kau menyepelekannya. Terserah saja. Kedua mata ini selalu memperhatikan gerak-gerikmu bahkan lebih tajam dari guratan waktu. Kedua telinga ini selalu lebih setia menjadi pendengar daripada mereka yang seolah menjadi yang peduli atas keluh kesahmu. Kedua tangan ini selalu mengenggammu lebih erat agar kau aman ketika ayah dan ibumu mulai menanak cemas. Kedua kaki ini selalu tak segan duduk bersila di atas sejadah dan melangkah agar tubuhmu tiba dengan selamat pada tujuanmu. Dada ini jauh lebih hangat dari mantel mahal yang bahkan nyalinya terlalu takut tergores udara dingin. Satu bibir ini bahkan lebih semangat dari jarum jam yang melaju menentukan arah takdir yang kapan saja mengancammu, sebab ia tak kenal lelah merapal doa untuk senyum termanismu, dan melahirkan tenang di atas keningmu. Dan, air mata ini selalu menjadi wali semua amin untuk angan dan ingin yang kau harapkan terwujud. Sayang, Jika ada orang yang mencintaimu tanpa memedulikan kehendak semesta dan dirinya sendiri, kau boleh menyebut namaku! Aku ingin mencintaimu, melewati batas yang telah ditetapkan waktu.
Terima kasih telah membuat hatiku hidup lagi setelah mengalami mati suri yang panjang, sebab bila bukan karenamu, aku masihlah seorang pengecut yang tak pernah berani menciptakan bahagiaku sendiri. Terima kasih juga untuk kesediaanmu untuk ada untukku, karena aku selalu berangan dapat menghentikan waktu saat menggenggam tanganmu. Terima kasih terakhir kalinya, karena berkatmu aku belajar dengan baik menjadi aku.
Aku selalu suka berbagi cerita dan ide-ide menua bersama kamu.
Kita adalah halaman yang luas tak berisi, hingga akhirnya hati membawa benih cinta untuk sama-sama kita semaikan.
Ia menghubungimu hanya karena nanti malam ranjangnya kosong, dan entahlah, kau terlihat berbunga-bunga. Kau punya perasaan terhadapnya, namun tak ada kesiapan memilikinya. Mungkin begitu sebenarnya. Jika ia memperlakukanmu dengan buruk dan kau tetap tak bisa lepas darinya, mungkin kau hanya mencanduinya, bukan mencintainya.
Keseluruhanmu telah disentuhnya. Seakan takut kehilangannya adalah cinta, padahal kau hanya sedang terperangkap pada sesuatu yang terlanjur. Terlanjur basah, terlanjur luka. Apa kau sedang berada di dalam keadaan menuju mati perlahan-lahan?
Diperbudak oleh sepi, dipermainkan rasa bosan, dan tunduk pada kebaikan yang mengecoh, sampai yang benar menjadi tidak nampak. Kau jauh mencari-cari, tak pernah kau gali di dalam diri.
Entahlah, Mungkin pada akhirnya nanti; Semakin kau sayang, semakin besar kepalanya. Dan oleh tipu-tipunya, kau berlangganan. Ia meremehkan maaf-maaf yang kau berikan.
Dan dari tiap airmata yang menetes basahi pipimu, Ia terhibur. Kau tidak tahu, ia menahan tawa setengah mati, saat kepadamu ia memohon akan kesempatan. Melihatmu menangis adalah kenikmatan.
Dirindukanmu, ia merasa bosan. Ia mencoba membuatmu menikmati rasa kecewa. Supaya itu akan menjadi candu. Jika ia tidak menyakitimu, kau akan lebih menderita. Bila sehari saja kau tanpa luka, kau akan mempertanyakan dirimu sendiri.
Dan karenanya, kau tidak mengenal dirimu lagi. Selamat!