ada semangat yang harus tetap menyala, karena ada penyemangat yang harus dibuat bahagia.

blake kathryn

No title available

Janaina Medeiros
sheepfilms

oozey mess
No title available
No title available
Sweet Seals For You, Always

Product Placement
Xuebing Du

izzy's playlists!
noise dept.

ellievsbear
occasionally subtle
Peter Solarz
No title available

Discoholic 🪩
$LAYYYTER

JBB: An Artblog!
h

seen from United States

seen from Germany
seen from Sri Lanka

seen from Malaysia
seen from Japan

seen from Netherlands
seen from T1

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from Netherlands

seen from France
seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Saudi Arabia

seen from France

seen from Sweden

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
@nathasyastella
ada semangat yang harus tetap menyala, karena ada penyemangat yang harus dibuat bahagia.
Aku suka belajar tentang apa saja, meskipun sering menghadapi momen-momen frustrasi, bahkan menangis karena sulit memahami sesuatu. Pernah juga aku mengalami ujian dengan soal-soal yang sama sekali tidak bisa aku kerjakan. Tapi, tetap saja ada rasa puas ketika wawasanku bertambah dan relasi pun semakin berkembang.
Hal yang paling menarik adalah saat bisa mengobrol dengan orang-orang yang berpengetahuan luas namun tetap rendah hati. Itu selalu memberiku kebahagiaan tersendiri. Aku juga menikmati mendengarkan orang lain mempresentasikan ide-ide mereka, karena pola pikir manusia selalu punya daya tarik tersendiri.
Dulu, seseorang pernah berkata kepadaku, "Diskusi dengan orang lain itu, secara tidak langsung, bisa meng-upgrade diri kita sendiri."
Sejak saat itu, aku mulai menyadari bahwa pengalaman yang aku dapatkan terus bertambah, meskipun terkadang hasilnya tidak terasa signifikan. Yang penting, pikiranku tidak stagnan di tempat yang sama.
“kalo jalannya berat, biasanya punya ending yg indah"
Halo, Desember! Bulan favoritku, bulan penutup tahun yang membawa kesempatan untuk aku merenung dan bersyukur. Moment yg baik untuk memberikan ruang merefleksikan perjalanan yg udh ku ditempuh.
Tahun 2024 dimulai dengan langkah besar yang penuh tantangan. Hari-hari dipenuhi kesibukan menyelesaikan tesis dan mempersiapkan sidang S2, sebuah proses yang paling menguras energi dan emosi. Memasuki pertengahan tahun diberi ruang untuk fokus kembali dengan pekerjaan. Meskipun tidak ada yang terlalu istimewa dalam bulan2 ini, tetap ada rasa syukur atas semua kejadian. Menjelang akhir tahun, ada kejadian yg membuat hatiku patah tp malah membuat rasa syukur ku semakin terasa. Melihat mama yang bahagia dan sehat menjadi anugerah terbesar.
Ending untuk tahun ini aku belajar: hidup memang tentang sekumpulan kejadian, dan tahun ini aku dapat versiku yg paling sakit dan membuat luka terhebatku. Namun aku ingin terus tumbuh dan kuat untuk segala hal yg pernah membuat ku patah. Aku percaya rencana Tuhan akan lebih indah dari semua rencana yg sudah ku susun.
Tetap semangat, tetap sehat untuk sisa 30 hari kedepan. Dan tetap upgrade diri menjadi versi terbaik diri kita di 2025! Terima kasih, sehat selalu untuk yg berkenan mampir di blog aku:)
Benar kata logika, jangan mudah percaya pada bisikan hati di malam hari. Pikiran yang lebih jernih di pagi hari belum tentu setuju.
"Mari Bertemu Hal Baik di Bulan November"
Ngomongin tentang November jadi inget sesuatu hahaha. Tepat pertengahan bulan ini, setahun lalu, awalnya hanyalah hari biasa yang kulalui tanpa ekspektasi apa pun. Tapi, di tengah kesederhanaan itu, ada seseorang yg tanpa sengaja ku perhatikan, pria tinggi berkaos polo warna navy dan celana jeans, begitu pas dengan gaya kasualnya dan terkesan rapih. Dengan tenang, dia memperkenalkan diri dan menjabat tanganku. “Pria yang ramah,” batinku saat itu.
Sejujurnya, setelah itu aku tidak terlalu memperhatikannya karena dia duduk di baris bangku belakangku. Aku memperhatikannya saat sesekali dia memberi masukan di kelas, “Pria yang pintar, aku suka pemikirannya” pikirku lagi. Entah mengapa, aku tertegun sejenak, ingin sekali berbincang dan mengenalnya. Sialnya, aku mulai mengaguminya dari cara berpikirnya yang tajam dan penuh percaya diri. Sederhana sekali caraku mengagumi seseorang kali ini hahaha.
Ingin rasanya mengulang hari itu, kembali ke saat-saat itu. Melihatmu dari sudut kelas yang sama. Rasa penasaran ini terus menggoda pikiranku: Apakah kita bisa bertemu kembali? Apakah ada kesempatan untuk menjadikan kenangan itu lebih dari sekadar fragmen masa lalu?