Makan sambil telling myself ‘love yourself’ di tiap suapan.. karena sesulit itu cinta sama diri sendiri 😙😙😙
dirt enthusiast
Alisa U Zemlji Chuda
will byers stan first human second
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price
Xuebing Du
Show & Tell

pixel skylines
No title available
Sade Olutola
Not today Justin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Sweet Seals For You, Always
DEAR READER
YOU ARE THE REASON
Mike Driver

Love Begins

Janaina Medeiros

tannertan36
Three Goblin Art
seen from Germany

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Canada
@ndilalala
Makan sambil telling myself ‘love yourself’ di tiap suapan.. karena sesulit itu cinta sama diri sendiri 😙😙😙
Allah Maha Baik..
Saya yakin Allah senantiasa baik kepada hambaNya.. tapi alhamdulillah berasa sekali curahan nikmatNya akhir-akhir ini..
Semoga kita selalu dalam ketaatan dan limpahan rahmat Allah..
Aamiin..
Drama perplastikan duniawi.
Begini rasanya jadi orang dewasa yang mengurus urusan rumah tangga.
Welcoming mamak bapak from hajj.
Insya Allah mabrur ❤️🌸❤️🌸
Pagi ini, si bayi kecil sepertinya tidak sadar kalau dia sudah tidak di dalam rahim ibunya. Dia lupa bernafas, mungkin malah memang absen waktu kelas belajar bernafas. 🥲
Alhamdulillah, setelah kursus singkat bersama ambu bag & oksigen, bayi kecil mulai tahu cara mengisi paru-parunya sendiri, walaupun belum cukup kuat untuk menangis.
Welcome to the world, bayi kecil. Semoga tetap kuat, sehat & tumbuh jadi anak shaleh kebanggaan keluarga, serta bisa membawa manfaat untuk sekitarmu.
Terima kasih refresh skill resusitasi neonatusnya, lumayan greget pagi2 bagging2. 🌻
Saya menyadari bahwa saya pulang ke tumblr setiap saya patah hati.
Tidak ada yang bisa memeluk diriku lebih erat dibanding diriku sendiri.
Mari menulis segala hal, dengan bahagia.
“Mungkin memang sudah saatnya kau pergi. Tak usah khawatir, aku akan tetap mengingat yang baik-baik tentangmu. Sebagai yang pernah baik mencintaiku, sebagai yang pernah sabar dengan sifat dan sikapku. Baik-baik dan bahagialah. Ada atau tidak dirimu, doaku untukmu akan selalu sama; Semoga kau bahagia.”
—
Saya kira saya bakalan menangis.
Ternyata saya malah merasa tenang dan bahagia.
See you when I see you.
kemarin cerah sekali, hari ini hujan deras sekali..
cuaca hatiku~
kenangan menjelma dupa, harumnya merasuk ke mana-mana..
Selalu Muda - Payung Teduh
jaga - sedih - nangis - pasien masuk ke ruangan - hapus air mata - pasang senyum sambil periksa pasien - ngantar pasien ke apotik - balik ke ruangan - kembali sedih..
hahaa.. what a life!
Patient is patient
patient (adjective): able to remain calm and not become annoyed when waiting for a long time or when dealing with problems or difficult people
patient (noun): an individual awaiting or under medical care and treatment
Sejak terkena COVID19 di bulan Mei 2020, saya mulai menyadari adanya keluhan nyeri perut kanan atas. Awalnya saya kira nyeri perut ini merupakan salah satu gejala COVID19. Saya konfirmasi ke teman spesialis penyakit dalam, dan dia menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati dan USG. Namun, berhubung saya menjalani isolasi mandiri di hotel, hal itu sulit dilakukan hingga saya tidak melakukan pemeriksaan tersebut. Kata teman yang sama, beberapa pasien yang dia rawat dengan COVID19 mempunyai keluhan yang sama. Hal itu meyakinkan saya bahwa nyeri perut ini merupakan gejala COVID19 .
Berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif COVID19, saya menyadari nyeri perut yang saya rasakan ternyata menetap. Nyeri terus menerus yang terutama saya rasakan jika perut kanan saya tertekan. Saya masih mikir ini gejala long COVID19, jadi saya tidak menghiraukan, apalagi nyerinya tidak terlalu mengganggu.
Juli kemarin, saya kesakitan sampai tidak bisa bangun. Saya yakin ini mulai serius. Saya melakukan pemeriksaan laboriatorium terkait ganguan fungsi hati dan USG perut karena saya pikir ada masalah di hati atau empedu. Hasilnya normal, Alhamdulillah.
Saya pikir mungkin cuma gangguan psikosomatis. Dan kembali saya abaikan. Sampai saya kesakitan kembali, dan jadi yakin ini bukan psikosomatis. Saya memperhatikan bahwa nyeri terutama terasa berat saat saya akan mens. Diagnosis terkait organ reproduksi mulai bermunculan di kepala. Hahaa..
Kemudian saya konsul ke beberapa teman spesialis kandungan yang kemudian menyarankan untuk mulai minum obat. Kemarin, saya memulai terapinya. Ada kekhawatiran khusus mengingat saya belum menikah. Saya berharap dengan saya memulai terapi agak dini, komplikasi-komplikasi buruk bisa dihindari.
Tapi sesungguhnya saya percaya bahwa jalan yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk hambaNya. Semoga lewat penyakit ini, dosa-dosa saya yang banyak bisa berguguran. Semoga saya selalu diberkahi kesabaran menjalani pengobatan.
tidak tau di tempat lain, tapi klo di Makassar, utamanya daerah rumah saya, sejak 3 tahun terakhir saya nyimak..
sepanas apapun bulan Ramadhan, 10 hari terakhir pasti ada hujannya.. mau hujan gerimis, atau hujan deras seperti hari ini..
suasana hujan tengah malam di masjid itu ngangenin.. sejak kemarin, saya sudah nunggu2 kapan hujan turun.. tadi malam malah mimpi tentang hujan.. alhamdulillah siang ini, betulan hujan..
mungkin tampak seperti cocoklogi.. tapi klo tahun depan umur panjang, dan ketemu Ramadhan lagi, mari kita liat betulan ada hujan lagi nda di 10 hari terakhir..
Baper sebaper2nya baca ini.
Tidak ada di antara 100 orang ini yang saya kenal secara personal. But it breaks my heart. 💔
Karena masyarakat cuma sedikit yang peduli. Pemerintah lebih tidak peduli.
Ini punya saya..
Sebelum nonton AADC2, saya sudah lama rindu Jogja.
Tahun lalu akhirnya kesampaian keliling Jogja.
Kalau liat video jalan-jalan saya di instagram, pasti ngeh sama lagu Float-Pulang yang jadi backsong video. Lagu ini saya dengar suatu kali lewat radio ketika saya nyetir di Makassar, tidak berapa lama setelah balik dari Jogja. Ketika nyimak foto-foto di Jogja, entah kenapa lagu ini berasa cocok dengan Jogja dan suasana hati saya waktu itu yang sedang patah hati. Rindu tapi pahit. Hahaa...
Terus, sebulanan terakhir ngefollow akun fanbase Nicholas Saputras. Yes, I am fangirl of him. Dan diingatkan oleh akun tersebut mengenai film Nicsap yang belum sempat saya nonton. Film lama yang dibanned karena katanya banyak adegan hotnya. Yap, 3 Hari Untuk Selamanya. Begitu nemu link buat nonton, saya cus dong nonton. Kemudian saya dibuat terkejut terheran-heran sama opening song filmnya. Ternyata Pulang nya Float, dan lebih terkejut terheran-heran lagi menyadari perjalanan yang dimaksud selama 3 hari dalam film itu adalah perjalanan ke Jogja. Tiba-tiba, saya berasa jodoh sama Nicsap.. 😆
Ini punya Nicsap..
I remember a thing...
Let me write this, not because I hate my condition, but because I need to remember this.
Waktu SMP, sempat kena bully oleh teman-teman cowo dari kelas lain. Sebenarnya saya nda sadar tentang hal ini, tapi saya ingat satu kejadian yang bikin saya yakin mereka mencoba membully saya. Tapi karena saya punya sahabat-sahabat yang hebat, juga saya tidak bodoh-bodoh amat di kelas, makanya saya tidak down walau kena bully.
Akar permasalahannya adalah rok saya, seragam SMP kami saat itu masih rok pendek. Di kelas 3, rok yang saya pakai entah sudah berapa lama tidak diganti. Idealnya minimal diganti saat kenaikan kelas. Saya menyadari kondisi keuangan orang tua (baca: ibu) saya, membuat saya merasa berat untuk meminta dibelikan rok baru. Jadilah saya pakai rok yang kependekan. Kalau saya tidak salah ingat, rok itu tepat di atas lutut, yang seharusnya di bawah lutut.
Saya sadar menjadi bahan bully ketika suatu waktu saya pulang sekolah sendirian, kelas saya terletak paling ujung, jadi harus melewati kelas-kelas lain. Tiba-tiba saat melewati kumpulan teman-teman cowo dari kelas lain, mereka malah menyoraki. Saya sadar diri, saya tidak termasuk golongan cantik, jadi mereka bukan mengganggu saya dengan alasan tertarik. Mereka membully saya. Saya ingat salah seorang teman yang saya kenal dengan baik, kami pernah satu kelas, mendekati saya dan menyindir mengenai rok saya. Di situ saya sadar, oh ini penyebabnya. Tapi waktu itu, alhamdulillah saya masih sombong. Hahaa.. Buat saya, mereka golongan orang bodoh (dalam artian sebenarnya, waktu itu saya merasa diri saya pintar) kurang kerjaan. Saya sempat berpikir untuk minta dibelikan rok baru. Tapi saya bertahan dengan rok kependekan itu karena saya pikir sebentar lagi akan lulus. Lagipula, guru-guru juga tidak pernah menegur.
Yang saya sadari hari ini bahwa hal ini menyedihkan adalah karena I blame it on my mom. I wish she more care about my looks that time. But I realize, she had to much to do and she had her own problem (baca: bapak).
And once again, I write it not because I hate my condition, or I hate her. I know how hard to be parents. I write it for myself. I have learned a lot from my parents, and I don’t want do same negative things to my children later (if I have).
sebelum kena covid19, saya orang yang nda betah di rumah. nganggur dikit, cari klinik yang butuh dokter jaga pengganti.
mungkin full recovery jadi lama karena sel2 tubuh pada protes minta dicukupkan deh jaganya.
selesai isolasi, jadi mikir2 kalau ditawarin jaga ganti. lebih sayang sama diri sendiri sekarang. kasian sama sel2 tubuh yang selama ini dipaksa, tapi sayanya nda sadar.
Quarantine Day 51
Semingguan terakhir disuruh baca doa nabi Yunus ketika terjebak di perut paus.
Setiap gelisah tengah malam sulit tidur, saya membaca doa tersebut sambil mengkhayal, mungkin persis seluas kamar ini perut ikan paus.
Setelah selasa lalu swab kontrol ke-8, hari ini alhamdulillah hasil swab keluar dan negatif.
Saatnya keluar dari perut paus.
Terima kasih badan dan hati yang selalu bersabar. ❤️