Jumat, 23 Januari 2026 @ 01.10
Belakangan aku memang banyak baca fiksi. Namun tidak ada yang benar-benar buat aku berhenti bernafas seperti Babel. Sudah lama aku tidak membaca fiksi seperti ini. Penulis Indonesia yang menulis fantasi menuliskannya dengan dangkal. Jikalaupun terasa luas dan dalam, setelah ditelisik ternyata tidak orinisinil. Ternyata mengambil ide dan bahkan gaya bahasa dari karya-karya yang sudah ada. Menurutku kekuatan paling pertama dari fantasi adalah world building. Sebab fantasi ingin menyentuh batas paling jauh dari imajinasi. Bukan seperti fiksi-fiksi yang lain yang barangkali hendak menggali lebih ke makna yang mendekam dalam diri. Saat kekuatan world building itu lantas berpadu dengan kedalaman makna, meski makna-makna itu sebenarnya sederhana saja, kekuatan karya tersebut jadi berkali-kali lipat dan memberi dampak yang luar biasa melalui bahasanya.
Pada tahun 2026 ini aku kembali memasang target 25 bacaan. Atau 24 lah. Setiap bulan dua. Dari dua bacaan itu aku mau satu fiksi, dan satu non fiksi. Aku juga mau segera menyelesaikan apa-apa yang tertunda. Bacaan-bacaan yang terputus. Aku mau menjadi pembaca serius.
Aku juga mau memaksimalkan apa yang sudah aku punya. Redmi Pad ini misalnya, yang sebenarnya sudah merupakan satu perpustakaan yang tak terbatas.
Pada intinya kalau kita sudah memutuskan mau membaca sesuatu, kita mesti bersikeras menyelesaikannya. Apapun yang terjadi. Itu yang menjadi pembeda orang-orang luar biasa dengan orang-orang biasa. Orang-orang luar biasa itu bersikeras. Mereka bersikeras membaca, mereka bersikeras menulis. Mereka bersikeras melakukan hal terbaik pada jalan yang sudah mereka pilih. Memang tidak mudah dan tidak akan pernah mudah. Namun sebagaimana yang selalu dinyatakan oleh para pemberi makna:
Hal-hal terbaik hanya dapat dicapai dengan usaha-usaha terbaik.












