telah kugenggam petir dalam kepalanku, akan kuledakkan di wajahnya yang membuatmu meninggalkanku
untitled

Kiana Khansmith
𓃗

ellievsbear
The Bright Sessions
Cookie Run:Kingdom Official!
One Nice Bug Per Day

❣ Chile in a Photography ❣
d e v o n

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
macklin celebrini has autism

shark vs the universe
Sweet Seals For You, Always

pixel skylines

@theartofmadeline
Phantogram Three
Color Me Curious
sheepfilms
Mike Driver

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from India

seen from Côte d’Ivoire
seen from Türkiye

seen from Canada
seen from Venezuela

seen from Italy

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Poland
seen from Türkiye

seen from France
@nerakakecil
telah kugenggam petir dalam kepalanku, akan kuledakkan di wajahnya yang membuatmu meninggalkanku
aku bisa saja menghapus cemas dalam dadaku, tapi aku tak bisa melupakan manis bibirmu pada ciuman pertama masa remajaku
mana mungkin seribu tahun kau melupakanku, sementara rinduku hidup jutaan tahun sebelum manusia diciptaka
#NerakaKecil
hatiku bukan ranting tua lagi. hatiku kini rotan, kamu bisa melengkungkannya, tapi ia tak bisa kau patahkan
#NerakaKecil
Manis bibirnya hadir di bibirmu sejak kecupan pertama kita.
bisakah kau memutuskan dengan cepat, benar atau salah: kalau aku--lelaki ini--tidak bisa menolak jatuh bersama cinta dalam dua hati yang berbeda?
Kata Sederhana dan Kekuatan Tulisan
Ketika Ernest Hemingway dikritik oleh Faulkner untuk pilihan kata yang terbatas yang ia pakai, dengan entengnya Hemingway menjawab:
“Kasihan sekali si Faulkner. Apakah dia benar-benar berpikir emosi besar berasal dari kata-kata besar? Dia pikir aku tidak tahu banyak kata bagus. Aku tahu semua kata dengan baik. Tapi ada kata-kata yang lebih unik dan lebih sederhana, kata-kata itulah yang aku pakai!”
Salah satu kunci menulis terbaik adalah penggunaan kata sederhana. Kadang kita digoda untuk pamer pengetahuan dan kehebatan saat menulis. Kita terlena untuk memakai kata yang hebat, yang agung dan seringkali susah dipahami. Seorang penulis kerap ingin tampil sebagai seorang intelektual yang mempuni, seolah paham segalanya.
Ini adalah boomerang. Bisa saja kita menggunakan kalimat atau kata yang canggih jika itu dimaksudkan sebagai penguat sebuah gagasan. Tapi penggunaan yang berlebihan justru akan menjadikan tulisan menjadi rumit dan susah dipahami. Menulis bukanlah untuk memamerkan semua yang kita miliki. Menulis adalah perkara menyentuh, bagaimana kita mengajukan diri ke khalayak pembaca sebagai juru dongeng yang baik, ramah dan sederhana.
Jika itu sudah mampu dilakukan, maka pembaca akan datang bukan hanya dari kalangan intelektual semata. Tapi pembaca akan datang dari semua golongan. Dan mereka akan memberi pujian atas kehebatan itu.
Selamat mencoba
siapa yang berhak mewakili suaraku, jika kau pergi dan aku kehilangan kata-kata untuk mencegahmu?
siapa yang berhak mewakili suaraku, jika aku tak bisa lagi membisikkan nama manismu, di telingamu?
Mungkin Kau Lupa
Mungkin kau lupa, bagaimana hangat tanganku menggandeng tanganmu, dan bagaimana angin terasa berdesir dari dalam dadamu saat aku menyentuh lehermu, pertama kali.
Mungkin kau lupa. Bagimana kau mengharapkan pertemuan, meskipun sangat singkat itu, sekadar untuk melihat gelak tawaku. Atau sekadar memberimu cubitan kecil, sebelum berpelukan mengakhiri perjumpaan.
Mungkin kau lupa itu. Tapi aku tidak mungkin menjadi sepertimu.
Mungkin kau lupa bagaimana tanganmu melambai dalam gerimis itu, sebelum punggungku hilang dibawa waktu menjauh darimu. Dan kau terpaku sambil berharap waktu mundur dan berhenti tiga menit saja, saat aku mengusap lenganmu.
Mungkin kau lupa. Mungkin kau menghapus beberapa catatan pertemuan kita. Dulu itu. Mungkin kau menyobek catatanmu. Tapi aku tahu, beberapa kisah terselip di sisa lembaran itu. Suatu saat akan kau pandangi sendiri. Sendiri. Sambil mencoba mengingat, senyuku, hangat tubuhku, yang tak mungkin kau lihat dan rasakan lagi. Sebab. Aku tak bisa lagi kembali menggenggam tanganmu. Nanti.
Kau bisa mencoba sekuat kamu bisa. Tapi kalau ujung-ujungnya gagal. Coba lagi gagal lagi. Ya sudah, memang begitu adanya
Neraka Kecil
Harper Lee. Salah seorang penulis terbaik dunia. Bukunya Too Kill Mockingbird disebut buku terbaik sepanjang masa. Buku barunya Go Set a Watchman baru saja terbit beberapa bulan lalu. Ia baru saja meninggal dunia, meninggalkan semua yang ia punya. Kita bisa apa?
Writing Tresno Jalaran Seko Kulino
di balik kertas-kertas berdebu ini telah kutulis segala rahasia tentangmu tentangku kuabadikan selamanya meski tak seorang pun selain kamu kelak membacanya aku, matahari redup di ambang batas zaman. hanya padamu kutuliskan semua yang mampu kucatat dan kenangkan bacalah, bacalah dapatkan semua kesedihanku kehilangan jejak kehidupanmu
Kematian selalu jadi misteri. Begitulah adanya dari dulu. Maka setiap yang kamu lakukan hari ini, pertimbangkanlah dengan matang. Selesaikan segera. Siapa tahu Si Penjemput segera tiba sebelum semuanya tuntas kamu selesaikan. Jangan sampai jadi beban bagi yang kamu tinggalkan. Biarkan yang kamu tinggalkan hanya tersenyum dan mengenangmu.
#NerakaKecil
Neraka Keci #11
Aku marah dan berubah jadi pendendam ketika ia berkata itu padaku. Kalimat yang tidak aku suka dan pikirkan akan bisa keluar dari mulutnya. Mendadak semua kebencian muncul, wajahnya tak seindah dulu lagi, ia jadi tak sebaik sedia kala. Aku mengingat semua kejahatan yang pernah ia lakukan padaku.
“Kau tak akan pernah jadi apa-apa. Kau bodoh, miskin dan tak tahu diri! Aku tidak pernah mencintaimu.”
Kata-kata itu terus terngiang, seolah datang dari dasar telingaku. Seolah mulutnya adalah bagian dari penghasil bunyi di dalam indera pendengaranku ini.
Aku tahu. Memang aku payah dalam semua hal. Tapi biasanya dia tidak pernah begitu. Ia memang sering marah dan menjengkelkan. Tapi tak pernah sekasar ini.
Ketika ia membanting pintu. Aku ingin mengejar dan menamparnya.
**
Dan di sinilah aku sekarang. Di dalam kamar pengap yang terbakar dendam. Aku tidak bisa menguasai diriku. Semua yang sudah kubangun seolah rubuh seketika. Neraka kecil datang lagi padaku. Kuisapkan pembalasan terkejam yang bisa aku lakukan, meski mungkin sebelumnya sama sekali tak bisa aku pikirkan. Kau akan mati segera.
Kementerian Komunikasi dan Informatika coba meredam kegusaran para netizen yang kecewa dengan rencana pemblokiran Tumblr melalui lima poin penjelasan. Apa saja?
Yaaah, kita tetap bisa mesum-mesuman dan porno-pornoan dong. Kita bisa jatuh dalam dunia yang nisata dong. Kan dosa! Pak mentri nggak jadi daftar jadi nabi baru ya buat kami yang jahiliyah dan tak punya otak ini?
Tapi ya memang enak jadi menteri ya. Kalau salah dan menui protes tinggal dibatalkan aja. Dan kebodohan ini tetap nanti akan dianggap sebagai prestasi. Prestasi Ndasmu!