Tips Menulis ala Bernard Batubara
Bernard Batubara adalah penulis muda berbakat yang berasal dari Pontianak. Setidaknya saat ini ia sudah menerbitkan 10 buku, 2 di antaranya sudah diangkat ke layar lebar yaitu Radio Galau FM dan Kata Hati. Gaya penulisan yang khas dan penuturan tentang konsep patah hati yang mengena, membuatnya disukai banyak pembaca.
Baru-baru ini Bernard Batubara membuat tips menulis novel yang ia bagikan di timeline twitternya, @benzbara. Sebanyak 150 twit sudah ditulis di sana. Keterbatasan karakter twitter yang hanya bisa memuat 140 karakter membuat tips menulis ini begitu panjang untuk dibaca. Supaya memudahkan Anda dalam mencernanya, maka saya rangkum semuanya ke dalam satu menu utuh.
Berikut tips yang ia sajian ala Bara :
Mulailah menulis hal-hal yang dekat dengan keseharianmu. Awali dengan hal yang sederhana terlebih dahulu, start small and simple. ide yang kecil bakal jadi cerita menarik kalau nulisnya bagus. Sedangkan ide yang besar atau kompleks butuh riset mendalam. Jangan malas mencari dan mengumpulkan data.
Jangan menulis sambil ngedit
Menulis tidak bisa selesai dalam satu kali kerja. Ada tahapan berikutnya seperti editing, revising, rewriting. Barulah di sini kesempatan ngedit. Jadi jangan berbarengan antara menulis dan mengedit. Siasati tulis-edit dengan membuat outline yang matang. Kalau mau rombak struktur saat masih outline, jangan draf.
Find your own favourite authors
Penulis favorit kita bakal jadi semangat yang memotivasi kita buat terus menulis. Baca buku yang kamu suka itu bagus, tapi baca jenis buku yang kamu belum pernah baca juga akan sangat berguna. Jadi, perluas referensi karena buku pertama mungkin jadi yang paling kamu kenang sebagai penulis. Bikin debut yang bagus.
Tapi bukan cuma dibaca, melainkan dipelajari. Bedah elemen tulisannya. Penulis best-seller sekalipun enggak semua bukunya laris. Penulis bisa dijadikan pekerjaan kalau bukunya lagi laku. Karena sebenarnya nerbitin buku tuh gampang. Yang susah adalah membuat konten yang menarik dan tepat sasaran.
Buang rasa tidak percaya diri
Rasa tidak percaya diri akan menghantuimu hari demi hari. Tapi nikmati aja dan jangan jadi alasan untuk berhenti menulis. Kalau kamu menulis sesuatu hari ini, lalu 5 tahun lagi kamu baca ulang tulisanmu, kamu bakal merasa “anjir tulisanku dulu jelek bener.” Menajamkan teknik menulis dan pendalaman atas kehidupan sama pentingnya. Ciri khas menulis itu penting, tapi gak perlu buru-buru nyari ciri khas. Karena karakter tulisan terbentuk melalui jam terbang.
Sebelum berambisi jadi penulis yang bagus, jadilah pembaca yang rakus
Sekarang kamu hidup di zaman internet yang menyediakan banyak sumber bacaan bagus, seperti cerita, puisi, wawancara. Lahap semuanya. Kritik orang buat karyamu menjadi hak dan milik mereka. Kamu boleh menerima atau menolak. Namun yang lebih penting adalah kritis pada diri sendiri.
Kelas-kelas menulis yang kamu ikuti memang enggak lantas bakal bikin kamu langsung jadi penulis hebat. Kamu mesti menempa diri sendiri. Begitupun membaca tips menulis, gak bakal bikin kamu langsung bisa menulis bagus. Tapi gunanya adalah memotivasi kamu buat belajar.
Gak ada alasan “gak ada waktu buat nulis”
Kalau memang kamu suka, kamu bakal nyediain waktu menulis meski cuma sebentar. Kalaupun kamu sungguh-sungguh gak punya waktu buat menulis, setidaknya kamu punya waktu kan buat mencatat sesuatu di ponsel? Biasakan mencatat. Gunakan ponselmu atau bloknot. Catat apapun: hal yg menarik hari ini, ide tulisan yg mendadak muncul, dll. Enggak semua hasil risetmu akan terpakai dalam tulisanmu. meski demikian, jangan berhenti meriset demi kekuatan landasan idemu.
Apakah kamu orang yang moody? Kalau iya, bikin jadwal menulis yang teratur dan disiplin. Kadang-kadang menulis juga bikin capek, kesal, dan bosan. Tapi beneran deh menulis itu menyenangkan. Kalau kamu enggak menemukan di mana letaknya kesenangan menulis, mungkin kamu memang lebih baik melakukan hal lain. Membacalah dengan sadar. Semakin bagus bacaanmu, semakin kamu merasa dirimu enggak layak jadi penulis. Sejak halaman pertama, baca beberapa paragraf awal dan nilai apakah paragraf tersebut kuat, dan seterusnya.
Jangan gunakan kalimat rumit
Kalau bisa pakai kalimat lebih sederhana untuk menyampaikan maksud yang sama. Karena tulisan yang kompleks dan yang rumit adalah dua hal berbeda. Strive for complexity, not complication. Ide yang klise menjadi enggak klise saat kamu menuliskannya dengan sudut pandang yang unik. Jadi supaya bisa membuat tulisan yang menarik, perluas sudut pandang berpikirmu.
Nilai-nilai kualitas yang mesti kamu kembangkan sebagai penulis sebenarnya adalah yang mesti kamu kembangkan sebagai manusia.
Pelajari teknik menulis dari buku-buku penulis favoritmu yang kamu baca. Bangun kebiasaan berkontemplasi. Tengah malam pas mau istirahat, sediakan waktu sebentar untuk merenungi hal-hal di hidupmu. Serta biasakan mengobservasi. di mana pun kamu berada, amati hal-hal di sekelilingmu. Biasanya dapat inspirasi.
Pertama, baca dengan kesadaran untuk mempelajari buku tersebut. Kedua, pahami elemen dasar penulisan kreatif. Saat menyukai sebuah buku, buat rincian pertanyaan, seperti apa yg kamu suka dari buku itu?, gimana cara menulis seperti di buku itu?, dan seterusnya. Membaca demi kenikmatan membaca memang berbeda dengan membaca untuk mempelajari teknik menulis. Jadi lakukan keduanya.
Setelah terbiasa membaca untuk mempelajari teknik menulis, kamu akan sulit menikmati bacaanmu. Gak apa-apa, ini harga yang mesti dibayar. Suatu saat kamu tetap akan menemukan buku yang membuatmu hanyut dan tenggelam tanpa bisa mempelajarinya.
Until then, try to read critically and learn some writing techniques, writing do’s & dont’s from your favourite books. Reading for pleasure & critical reading are two different things, do both.
Cara membaca dengan kritis atau buat belajar
Selalu sediakan catatan tiap baca buku. Catat bagian-bagian yang menurutmu penting. Nah, sebelum atau sesudah nangis, ambil bloknot atau buka notes di hape, catat hal-hal yang bisa jadi ide tulisan. Tidak perlu menulis “memejamkan mata”, cukup tulis “memejam” karena pejam sudah tentang mata. Begitupun frasa-frasa lain. Hindari kalimat sia-sia seperti redundansi (pengulangan) makna (naik ke atas, menggelengkan kepala). Rajin-rajin buka kamus. Kalau ada kata atau frasa yang kamu gak yakin apakah baku atau tidak, cek KBBI.
Karakter cerita dan waktu menulis
Dalam cerita fiksi, karakter yang kuat adalah sosok yang relatable sekaligus melakukan hal yang tidak umum dilakukan. Jangan menulis sesuatu yang rumit hanya karena kamu tidak mampu menyampaikannya dengan cara yang lebih sederhana. Sediakan waktu khusus yang benar-benar kamu pakai buat menulis. Enggak perlu lama, cukup 1-2 jam, tapi efektif. Memasang target menulis harian memudahkan kamu untuk mengukur durasi dan cara kerja (saya sering dipakai oleh Bernard Batubara adalah target 500 kata per hari) . Tentunya ada banyak cara menulis, tapi hanya satu cara yang cocok bagi setiap penulis termasuk dirimu. Temukan cara & metode menulismu sendiri.
Sementara menemukan metode menulis yang pas buatmu, kamu bisa mencoba metode menulis dari penulis-penulis yang kamu suka
Banyak pembaca yang bilang, “aku pengin jadi penulis kayak Bara.” Tapi Bernard Batubara berkata, “jangan jadi penulis kayak saya, jadilah lebih baik.” Komentar lain lagi dari pembaca, “aku pengin bikin buku kayak buku Bara.”
Tapi Bernard Batubara juga berkata, “jangan bikin buku kayak buku saya, bikinlah yg lebih bagus. Saya tidak menulis dengan cepat, saya hanya rajin menyediakan waktu untuk menulis dan menulis dengan cara yang efektif.” Kalau kamu jenis yang tidak bisa mengontrol diri dari buka-buka youtube, browsing, atau twitteran, jangan menulis sambil internetan.
Buat rencana kerja, rajin baca
Menulis cerpen dan novel sama-sama menulis, tapi kamu tidak bisa merampungkan 100 halaman novel dalam sehari. Kalau belum punya stamina yang panjang untuk menulis novel, mulai dengan yang pendek-pendek saja. Baru pelan-pelan coba yang lebih panjang. Sekali lagi perluas referensi. Baca buku-buku dari penulis lokal juga luar negeri. Baca buku dari beragam genre. Cukup banyak penulis rajin berbagi daftar bacaannya. Kamu bisa membuat daftar bacaanmu sendiri dari mengambil daftar mereka.
Ernest Hemingway bilang draf pertama adaalah sampah. Ini memang benar. Itu kenapa gak perlu repot-repot ngedit di tahap pertama. Baca buku-buku yang menang penghargaan, dalam maupun luar negeri. Memang penghargaan buku sering politis, tapi tetap baca aja. Rajin-rajin mandi. Penulis yang baik adalah penulis yang rajin mandi.
Pahami elemen dasar menulis kreatif
Yaitu merumuskan ide dasar, membuat karakter, merancang plot, narasi, dialog, dan sudut pandang. Teori tentang elemen-elemen dasar menulis kreatif udah banyak banget tersebar di internet. Google aja. Catat yg paling mudah dipahami. Menulis memang bukan pekerjaan mudah, apalagi menulis yang bagus. Terus belajar dan meningkatkan kemampuan, jangan berhenti. Hidupmu mungkin enggak semenarik itu buat jadi bahan tulisan, tapi menarik atau gak menarik hanya perkara cara memandang.
Kamu bisa bergabung dengan komunitas, ikut kelas-kelas penulisan kreatif, datang ke festival, tapi menulis akhirnya adalah bekerja sendirian. Lawan terberatmu sebagai penulis bukanlah penulis-penulis lain, tapi dirimu sendiri. Musuhmu sebagai penulis adalah ego, rasa malas, dan sifat-sifat kontraproduktif lainnya. Belajarlah mengendalikan ini.
Jangan ragu untuk menyebut dirimu penulis
Setelah itu kamu harus mewujudkan klaim tersebut dengan cara menulis. Enggak usah repot-repot mendebat orang yang bertanya, “penulis apa pengetik?” hanya karena sekarang orang-orang menulis pakai laptop. Teknologi ada untuk memudahkanmu bekerja dan memberi manfaat positif. Gunakan sarana yang ada buat mengembangkan kemampuanmu menulis. Ada banyak ending cerita selain “happy” atau “sad” ending. Gak perlu repot mikirin itu dulu, tulis aja pelan-pelan jalan ceritanya. Dalam cerita ada opening dan ada ending, tapi seringkali yang terjadi di antaranya lebih penting dari pembuka maupun penutup.
Menentukan judul tulisan memang pekerjaan sulit bahkan bagi penulis berpengalaman sekalipun
Ketika baru mulai menulis, tentukan judul sementara sekadar nama atau penanda tulisan. Nanti seiring menulis akan dapat ide yang lebih bagus. Menulis gak perlu menunggu ide dasarmu solid. Tulis apapun yang kamu pikir ingin kamu tulis. Dari sana baru bentuk idenya jadi lebih kokoh. Tulisan yang jernih adalah hasil berpikir yang jernih. Kalau merasa tulisanmu masih berantakan, silakan cek dan koreksi cara berpikirmu.
Jangan menulis untuk memuaskan semua orang
Mulailah menulis dengan motivasi yang sederhana dan kuat, karena kamu suka melakukannya. Dengarkan saran dari orang-orang yang kamu percayai selera bacaan maupun tulisannya. Sama seperti menulis, sediakan waktu khusus untuk membaca. Juga sama seperti menulis, gak perlu lama yang penting fokus dan efektif. Ide yang baru datang dicatat aja dulu. Balik fokus kerjakan tulisan yang on progress. Belajar menyelesaikan sesuatu. Kalau melenceng sedikit, ikutin aja dulu. Kalau terlalu jauh, pindahin ke file baru. Lanjutkan lagi naskah awal.
Expand your reading references and skills
Cerita sama dengan makhluk hidup. Kadang kamu sebagai penulis merasa dirimu yang memegang kendali, tapi kadang ceritamu yang memegang kendali. Belajar menulis enggak cuma dari baca buku, tapi juga seni yang lain, seperti nonton film, dengerin musik, ngeliat lukisan, dan nonton teater. Kalau selama ini cuma baca novel, coba mulai baca buku-buku nonfiksi. Berlaku sebaliknya.
Teknik menulis bisa diajarkan, tapi kemampuan mengobservasi, berempati, pendalaman atas kehidupan harus kamu pupuk sendiri. Rajin-rajin brainstorming dengan teman yang punya cara berpikir menarik serta bacaan dan wawasan yang luas. Kalau mau bikin buku page turner, baca dan pelajari buku-buku page turner yang pernah kamu baca. Sekali lagi, bedah bukunya.
Hal yang paling penting saat menulis novel adalah mengatur energi
Meski merasa masih banyak yang mau ditulis, jangan diforsir dalam sehari. Haruki Murakami bilang menulis novel sama dengan lari marathon. Jangan cepat di awal nanti kecapean. Jangan lambat juga nanti gak sampe-sampe. Menulis novel yang penting steady. Kecepatan stabil. Dalam sehari gak perlu banyak yang penting rutin. Agama saya mengajarkan untuk melakukan hal kecil, sedikit, tetapi rutin. Prinsip ini saya aplikasikan ketika menulis.
Rajin-rajin mengirim tulisanmu ke media cetak maupun daring
Terutama ke media yang kamu percayai standar kurasinya. Naskahmu yang enggak tembus media atau pun penerbit gak berarti naskahmu jelek. Bisa jadi karena gak cocok aja. Atau karena memang naskahmu jelek. Tapi tenang, tulisan jelek itu wajar sekali. Bahkan, kamu perlu bisa bikin tulisan jelek dulu baru bagus. Kalau bikin tulisan jelek aja gak bisa, gimana mau bikin tulisan bagus.
Ada penulis yang bikin tulisannya pakai outline, ada yang gak
Gak usah repot berdebat apakah outline beneran penting atau gak. For the second time today, kamu akan menemukan metode menulis terbaik buatmu sendiri. Kamu enggak akan bisa melenyapkan gap antara selera bacaan dan kemampuanmu menulis. Ini menyakitkan, tapi terimalah saja. Bacaan bagus enggak lantas membuatmu jadi penulis yang bagus. Tapi cukup memberimu arah untuk mengembangkan kemampuan menulis.
Until then, try different approaches to writing.
Bagaimanapun, membaca dan menulis adalah dua keterampilan yang berbeda meskipun beriringan
For the third or fourth time today, perluas bacaanmu. Baca karya-karya klasik, novel-novel yang ditulis abad ke-18 dan ke-19. Seringkali pekerjaan menulis yang butuh energi paling besar adalah fase sebelum mulai menulis (merumuskan ide, menyiapkan bahan riset). Kalau naskahmu ditolak, bukumu gak laku, diejek, dijual harga obral, dan lain-lainnya– jangan sedih. Lanjut menulis aja. Sumber inspirasi terbesar menulis adalah kehidupan itu sendiri. Pay attention to your surrounding, observe, and learn something from life.
Terbuka pada saran dari orang lain, tapi tetap kritis dan temukan suara serta pemikiranmu sendiri
Write relatable things. Write out your negative emotions. Write out your darkest secrets and biggest fears. Write your heart out. Don’t pretend to be what you’re not. Tiap penulis punya gaya dan visinya sendiri. Jujurlah pada tema tulisan yang kamu suka.
Memaksa itu konotasinya negatif, tapi kalau kamu merasa dirimu orang pemalas kadang perlu memaksa diri untuk mulai rajin menulis
Kalau kamu sudah menulis banyak di suatu hari tapi belum merasa tulisanmu cukup bagus, barulah jangan memaksakan diri. Istirahat dulu. Hidup penulis isinya bukan Cuma menulis. Miliki hobi lain yang kamu senangi dan bisa membuat hatimu gembira. Bertemu dengan banyak orang dan terlibat dalam percakapan bergizi bakal ngasih kamu banyak inspirasi buat menulis.
Menulis itu gampang, tapi juga susah, tapi juga gampang, tapi juga susah– susah dan gampang dalam pengertiannya masing-masing
Bertemu dengan banyak orang dan terlibat dalam percakapan bergizi bakal ngasih kamu banyak inspirasi buat menulis. Mulai tulisanmu dengan sesuatu yang membuat orang penasaran dan ingin melanjutkan membaca. Ada banyak sekali buku di dunia ini, tapi dengan terus menambah bacaan setidaknya kamu bisa memperkecil kemungkinan menulis hal yang klise. Ide atau gagasan yang klise sekalipun bisa menjadi cerita menarik jika kamu menyampaikannya dengan sudut pandang dan gaya yang khas.
Kalau sudah mulai punya pembaca, perlu juga membangun komunikasi yang baik dengan mereka
Itu bisa menyemangatimu menulis lagi. Penulis eksis di dunia maya bukanlah sebuah dosa. Jadi jangan ragu buat bikin akun twitter, instagram, blog, ataupun goodreads. Have a blog, really. Belajar menulis menggunakan deadline. Kalau belum punya ikatan kerjasama resmi dengan penerbit, buat deadline tulisan untuk dirimu sendiri. Latihan menulis terjadwal.
Menulis adalah pekerjaan yang sepi
Cepat atau lambat kamu akan menyadari ini. Gak ada cara lain jadi penulis selain menulis. Sebanyak apapun kamu baca buku dan tips nulis atau ikut kelas, kamu tetap harus mulai menulis. Memulai menulis adalah bagian terberat. Biasanya kalau sudah berhasil mulai, seterusnya akan lebih mudah mengalir.