sepi, dikerumunan omongan orang
kebayang punya mama/ ibu yang cuek sama sekali Kepdaย anaknya. tak tau siapa yang salah
semua merasa benar, semua tak ingin mengalah, semua egois, taktau sampai kapan, tak tau kapan berakhir.
dia memiliki ibu, ibu yang mengandungnya ibu yang melahirkannya. dia anak pertama, namun diapikir dia belum beruntung. ibunya cuek, dia tak percaya pada ibunya, ibunya seperti orang lain. sibuk mengomentarinya dibalik dinding tebal bertoa. sibuk mengumbar semua aib anaknya. tak tau tujuannya apa. dia berpikir pasti tak kan dapat surganya, surga dibawah telapak ibu.ย
dia diam dihadapan ibunya, ibunya pun begitu, diam di hadapannya.ย
ta ada kata terlontar. dia merasa tak perlu berbicara mengutarakan semua isi hati, jikalau ujung2 nya curahan hatinya pasti tersebar kesemua telinga orang lain.ย
dia hancur, ingin teriak tapi bingung kearah mana, tapi bingung harus kepada siapa. tak ada yang peduli.
semua mencibir. semua menghujat, semua menghukumi.
iri rasanya dia melihat sekelilingnya, sibuk berbenah hubungan dengan sang ibu ibu mereka. dia juga ingin mendapatkan hal yang sama. berbgi, canda tawa bersama ibu. entah kapan, semoga saja, atau bahkan harus dengan ibu yang lain.
huaa, pengen nangis sejadi jaadinya baca tulisanku di 4 tahun lalu. kok kayaknya masih relate dengan keadaan sekarang. kok juga iya bisa kepikiran coba buka app tumblr buat nulis2, kupikir masih ada skandal terblokir, ternyata sudah bisa kembali.
dari ocehan pak suami, (hehe iya a.k sudah punya suami), kapan- kapan ku jelaskan. celotehannya "kok kamu dah gak pernah nulis-nulis lagee'' batinku...iya yaa, dah lamaaaa bgt gak tau nulis2 kayak gini tu. lalu pernah juga ngeliat postingan bulek sundarihana ngepost tulisan tumblrnya di ig. sontak akupun ketrigger, lah emang udah bisa ya app. tumblr itu. dah lah sore tadi, ku coba iseng liat play store, dan ternyataaa wah bisaaaaaa... akghh bahagianyaaa.
kembali ke tulisanku diatas, itu ditahun 2019, perkara sedikit lagi menuju jenjang pernikahan. ya, masa2 itu memang lagi "diuji" banget. perkara hati pikiran, diidominasi pemikiran-pemikiran dari luar, jadilah semerawut seperti benang kusut.
mencocokkan pilihan-pilihan yang memang gak akan pernah sama. pemikiran- pemikiran yang susah buat distukan. beda usia apalagi, perang dingin hati ke hati. peran penting juga dirasakan ibu, yang akan membersamai anaknya yang akan di lepas.
pilihanku beda dengan pemikirannya, sangatlah butuh perjuangan untuk meluluhkan hatinya. agar bisa sejalan dengan pilihanku. disitulah masa-masa terberat, merasakan diabaikan, diremehkan,tidak seperti apa yang ku bayangkan dan yang ku inginkan.
tetapi segala puji bagi Alloh, semua berjalan dengan lancar, sesuai harapan dan doa- doaku, walaupun juga hati harus berusaha menahankeinginan2 yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinginnkan mereka. yang penting bisa sakral, yang penting bisa sah.
kenapa ku bilang postinganku diatas itu relate dengan keadaanku sekaarang? ya, saat ini ku dihadapkan lagi dengan problematika anak-ibu-anak , susah sekali menahan ego, apalagi dibumbui dengan masalah ini itu, masalah ekonomi.
itu hanya sebagian garis besar dari yang kuhadapi saat ini, selanjutnya kutuangkan ditulisan- tulisanku selanjutnya yaaa, inysaallah.












