Berubah
Menulis lagi di platform ini setelah sekian lama tertelan tanggung jawab baru yg tiada henti.
Hi tumblr! How is it going?
Kemarin dikunjungi 2 orang adik yang baru beberapa tahun ke belakang mulai akrab. Bersyukur karena pada akhirnya kembali hidup dan bersosialisasi secara nyata dengan teman-teman satu frekuensi. Apalagi di umur-umur sekarang dimana status pertemanan mulai terkikis dan sudah terlihat jelas, siapa yg masih memasukkan kita dalam circle mereka. Dan bersyukur lagi, mereka memilih aku!
Keapikan dari sekumpulan wanita yg udah bertemu itu, apalagi kalau bukan curhat dan cerita banyak hal. Update kehidupan. Meski seringkali bingung memilih yg mana yg perlu diutarakan, obrolan mana yg masih mengkoneksi kita satu sama lain. Dan kami memilih bahas hal simpel aja, yg ujungnya berakhir jadi obrolan panjang hehe.
Kenapa akhirnya perlu kutuliskan disini?
Karena obrolan kemarin bermakna sekali buatku, sehingga perlu kuabadikan dengan sebaik-baiknya hehe. Mereka yg mengenalku tau betul, tumblr ini memang sudah jadi platform ternyaman kalau aku ingin ngarol ngidul sejak SMA dulu.
"Kak, cerita dong abis ini Kak Nita mau ngapain? Impian yg mau diraih Kak."
"Apa ya? Aku pengen jadi ibu yg baik hehe."
Kalau kuingat-ingat, aku ingin ketawa dengar apa yg kukatakan kemarin. Aku sadar betul, aku ini dulu adalah orang yg ambisius dengan gemerlap pendidikan dan karir yg akan menunjangku secara profesional. Tapi, sekarang semua itu sudah berubah 360⁰.
Menghadapi kondisiku sekarang, aku berefleksi. Melihat bocah kecilku dengan segala tingkah lucunya, emosiku campur aduk. Apalagi menyaksikan langsung milestone tumbuh kembangnya, duh! Bimbinglah Nita untuk bisa menjaga fitrahnya, Yaa Allaah. Aamiin
"Tapi aku sadar sih Kak. Aku banyak belajar dari Kak Nita dan teman-temanku sekarang. Aku ingin ngejalanin apa yg membuat aku nyaman. Di satu sisi, aku jg sadar sm tanggung jawabku sebagai perempuan. Akhirnya aku mulai fokus lagi sm apa yg dulu pernah aku tinggalkan karena kesibukanku sekarang."
"Betul. Karena pada akhirnya, apapun impian dan kesibukan kita di luar, ga akan melepaskan fitrah kita sebagai perempuan, yaitu jadi istri dan ibu. Jadi, sesuaikan dan adaptasi dgn hal itu."
Lalu, di akhir sesi pertemuan, lagi-lagi kubilang, kalimat yg sering kuucapkan kepada teman-temanku yg belum menggenap,
"Cari pasangan yg memang sesuai dgn kriteria kamu."
Betul, kan?
Bukannya denial dengan istilah "ngga ada manusia yg sempurna". Tapi pada akhirnya, hal itu membawa kita pada kenyamanan rumah tangga yg akan kita jalani seumur hidup, insya Allah.






