Happy 8th anniversary.
YOU ARE THE REASON

izzy's playlists!
No title available

Andulka
he wasn't even looking at me and he found me
official daine visual archive

★
we're not kids anymore.
I'd rather be in outer space 🛸

bliss lane

No title available

Origami Around

oozey mess

blake kathryn
Xuebing Du
No title available
taylor price

#extradirty
Today's Document
EXPECTATIONS
seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Lithuania

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from Sweden

seen from Malaysia
@noerzeinhidayati
Happy 8th anniversary.
Gegara nungguin Dynamite Kiss yang lagi on going alhasil melipir ke Drama Jang Ki Yong, The Atypical Family. Salah satu yang paling berkesan adalah dialog Ina dan Do Da Hee...
Kurang lebih....
"Mungkin benar ya keluarga kita ini dikutuk!" Ina bertanya pada Do Da Hee
"Ya sepertinya benar keluarga kalian dikutuk, karena keluarga kalian tidak bersyukur sudah diberi kekuatan super oleh Tuhan!" Jawab Do Da Hee
Aku dulu sempat ada di pemikiran, apa bener ya, perkataan orang bahwa jadi pinter itu gak penting, yang penting pinter cari duit? Buat apa kan pinter kalau gak punya duit?
Dari situ aku sadar menengok ke belakang ternyata selama ini aku kufur nikmat. Seperti keluarga Bok yang punya kekuatan super, tapi mereka gak bahagia dan tersiksa dg kekuatannya. Daripada memanfaatkan kekuatannya mereka malah depresi krn tersiksa dg kelebihan yg mrk miliki.
Aku pun merasa, kepintaranku sia-sia krn tidak membawa ku pada kesejahteraan finansial. Aku tidak bersyukur sudah dititipkan Allah kecerdasan yang baik. Aku menghakimi kecerdasanku karena kepayahannya dalam menghasilkan uang.
Kadang suka sebal dengan kemauan dan kenyamanan badan yang senang mengajar, "udah tahu jadi guru di konoha itu gak ada harganya, masih aja gak kapok jadi guru!" Pernah aku membuat proposal bantuan dengan banyak materai hanya untuk uang 250rb/bulan. Proposal itu benar-benar melukai harga diriku. Kesejahteraan seperti angan yang jauh dicapai sehingga meminta bantuan pemerintah daerah. Guru tak ubahnya warga kurang mampu. Padahal kami orang berpendidikan.
Tp walau begitu hal yang paling menarik dari dalam diriku yang kusyukuri adalah, walau masih diupayakan tapi aku tak merasa miskin. Aku percaya diri dan merasa tidak lbih rendah dr mereka yg punya uang banyak. Aku ternyata memang tidak memandang uang sehebat itu. Uang hanyalah alat. Yang kita sayang krn membantu kita berbuat baik. Menjalani hidup. Berbagi. Melayani dst. Kita manusia ttp berada di atas uang.
Sejak resign kemarin aku belajar... Aku mulai mencintai kecerdasanku. Aku meminta maaf atas semua penghakiman yg tak memberdayakan. Kecerdasan ini berharga. Kesombonganku merasa telah memilikinya mungkin yg menjadi teguran dari Allah untuk kembali. Bahwa semuanya mudah Allah ambil kapan saja. Allah hanya menitipkannya. Alhamdulillah. Terimakasih atas semua karunia dalam hidup ini.
Tak mudah menceritakan kegundahan hati ini ke khalayak, karena aku takut akan isi kepala orang yang akan berpikir....
Ini dan itu.
Cukup memalukan bagiku di antara kakak2 yg sejahtera dan bergengsi karirnya, atas sawah yg luas, rumah yg besar. Ada aku yang masih banyak khawatirnya.
Tapi aku tak menilai lagi ini semua keburukan. Ini hanya bagian dari proses. Aku beruntung potensi2ku yang tak keluar jadi terasah dg baik. Aku tidak mati kreativitas. Aku terus tumbuh dan berkembang.
Yang kurasakan sekarang. Setelah cerita ini. Badan terasa panas. Leher menjadi kaku. Dada berdegub kencang. Kepala sedikit sakit.
Aku terima semuanya. Apa adanya. Aku persilahkan semua penghakiman dan pemikiran yang hadir oleh diriku sendiri karena telah menceritakan ini. Mungkin terlihat sepele dan biasa saja. Tapi ini sedikit spt aib. Aku takut akan pkiran orang "dia tidak sehebat kelihatannya!" aku izinkan semuanyaaaa hadirrrr.... Saya terima dg cinta. Dan silahkan pergi dg cinta juga dan gantilah dg hal yg lbh memberdayakan. Alhamdulillah
A moment....
Today heartwarming dialog:
"Sachi, ini bunda Zein temannya Sachi, boleh Bunda Zein berteman sama Sachi?"
"Boleehh"
Ya Allah rasanya ingin menangis anak yang biasanya hanya diam diajak dialog, menjawab boleh. Terimakasih ya nakk, yuk berproses bareng. Sachi bisa hidup lebih baik. Itu mudah bagi Allah.
Sebuah momen
Thank you 2024
sebuah do'a
Terimakasih teman-teman kecil...
Selamat Hari Guru.
Terimakasih teman-teman kecil tanpa kalian aku tak disebut guru. 💜❤💚💙🧡
25-06-2024.
Ceritanya kemarin Prof. Anin telepon katanya habis beli pembungkus photocard dan promo khusus kalau beli bisa dapat bungkus dan stikernya. Terus Prof. Kampung beli, dan seperti biasa dipaketin ala-ala. Terus tadi pagi Prof. Kampung dapat WA dari abang Ekspedisi kalau ada paket, Prof. Kampung pikir paket dari Shopee atau Tik tok Shop karena memang lagi beli sesuatu di situ. eeehh ternyata dipaketin beneran donk wkkk. Prof. Anin belajar dagang dan ngantar paket walau hanya 1 kecamatan. Semoga kelak jadi pengusaha yang sukses ya adekkk... ❤❤❤ Momen divideo karena sangat berharga.
Dikumpulin kalau cari biar gampang hehe
Kumpulan Foto Diri Favoritku wkkk
❤❤❤
When I declined the calls from my deepest heart, I got nothing unless the disappointment, It's hard to control that our failures are not because we are not good enough, but simply it's not the time or it's not your place. Find your own.
24062024
Latar Belakang
Guruku Dr. Vivit Yun, M B.A. berpesan bahwa masalah apapun yang bikin kita jadi mumet itu karena energi spiritual kita lebih kecil dari masalah kita sehingga solusinya kita harus tingkatkan spiritual kita agar masalah apapun terasa jadi lebih kecil. Spiritualitas ini seringnya malah terasah karena hantaman-hantaman ujian yang datang. Tapi masak iya kita kudu babak belur dulu dapat hantaman ujian dari luar untuk meningkatkannya? Ternyata tidak. Kita bisa dengan "menyengsarakan" diri kita sendiri. Caranya yaitu riyadhoh dan tirakat. Misal kalau kita muslim bisa dengan banyak puasa, dzikir, istighfar, shadaqoh, shalawat, tirakat ridho, tirakat tidak maksiat, tirakat punya hati yang baik, dst. Semua laku itu tidak mudah dilakukan. Butuh tekad, niat, ketekunan dan kesungguhan dalam menjalaninya.
Sebagai manusia biasa yang pasti menanggung masalah juga yang kadang sampai sepertinya buntu dan rasanya ingin putus asa hehe lebay ya xixi, guruku berpesan lagi "tenangkan batinmu, muliakan dirimu." yang kalau dibaca berulang-ulang seperti memberikan energi besar untuk berlatih jadi lebih baik lagi dan mengatasi masalah dengan tidak menghinakan diri. Kita berjuang untuk tidak mencuri/korupsi misalnya itu artinya hati kita sudah selamat dan kita sudah memuliakan diri kita sendiri.
Kebiasaan baik tidak dibangun semalam. Butuh latihan yang tiada putus. Untuk itulah eksperimen yang menjadikan diri sebagai objek ini dilakukan. Aku percaya hal baik di depan itu dibangun dari hal baik yang kita lakukan hari ini. Bismillah. Sukses mulia ❤️❤️❤️
Objek penelitian: Noer Zein Hidayati
Goals:
- Mencapai diri ideal yang diinginkan
- bisa konsisten dan menjadi lebih baik terus-menerus (istiqomah daimun)
- mindfull
- sehat jasmani rohani
- tajam intuisi
- banyak duit 😁
Hipotesis: Noer Zein Hidayati mampu memananjemen waktu dengan baik serta lebih bisa mindfull dan tajam intuisinya 😁😁😁
Hambatan: distraksi karena sosmed dan nonton film 😁😁😁
Metode: Time Blocking Methode dan Ivy Lee Methode.
Day 0
#30days_selfchallenge