Keril adalah sesosokwanita penuh ketidakpuasan, ia memiliki pacar yang kerap kali menjadi simbolkepuasan hati nya. Suatu pagi saat hujan lebat melanda, di ruang tengah rumah nya,ia kesal tambatan hati nya datang terlambat.
Dua puluh menit berselang, terdengar suara seseorang mematikan mesin motor, lalu berjalan perlahan, selaras dengan percakan air yang semakin mendekati pintu rumah nya. Ia membukakan pintu, tatapannya sangat tajam. plakkkkkk!!! Sebuah tamparan mendarat di paras tampan kekasihnya. “Datang dengan basah kuyup bikin kotor rumah aja, aku udah telat satu jam di hari perdana pembukaan kafe temanku, kamu ingkar janji, mana datang naik motor lagi!!.” Ujar wanita berketurunan asli batak. sang pria berdarah jawa hanya merunduk dan tersenyum.
Setelah kekasihnya membersihkan badan dan merapihkan apa yang di kenakan, mereka berdua pun berangkat ke kafe yang jaraknya jauh dari keramaian kota, dengan menggunakan mobil Keril.
Sesampainya disana, Keril menarik tangan pacarnya dengan keras, ia tak menggandeng, malah seperti menyeret, Sampai-sampai tamu undangan yang hadir disana sebagian besar tertawa kecil. Berakar dari perasaan tidak enak yang terus menghantui hatinya karna datang terlambat, dan ingin cepat-cepat memberikan selamat kepada sobat putih abu-abunya itu. “maaf ya datang telat say, ini nih si culun lama banget sampenya, mana pakaiannya ga banget yah ? udahlah hirauin aja deh, dia mah ibaratnya supir aku yang nemenin majikannya ke pesta. kita ngobrol di sana aja yuk!.” Tutur Keril yang saat itu mengenakan dress merah maroon meronah. Kekasihnya di tinggalkan begitu saja tanpa ada yang menemani, sampai acara berakhir dan mereka pun pulang berdua.
Mobil berhenti di dalam garasi rumahnya. Ia melihat ke arah jam yang ada di kendaraan kesayangannya itu telah menunjukan tengah malam. Ia tak merasa meyesal atau takut, justru riang membawanya keluar dan berjalan bersama menuju pintu rumahnya. “jangan ngomong yang macem-macem, kaya biasa aja oke!” tegasnya, sesaat sebelum pria perkasanya mengetuk pintu. Terdengar suara slot kunci terbuka, lalu... “kamu kemana aja Keril jam segini baru pulang, anak gadis pulangnya harus tau batas, jangan kaya kelelawar betina!” ucap ayahnya gusar. “ini nih yah Keril diminta nganterin dia ke acara ulang tahun temennya tadi, Keril udah bilang ayo kita pulang duluan, tapi dianya gamau, makanya kemaleman yah, maaf.” Jelas Keril sedikit merengek. “ah kamu lagi kamu lagi, bosan saya lihat muka kamu yang cuma memanfaatkan anak saya saja, datang kesini naik motor tapi pergi naik mobil saya, udahlah mulai sekarang kalian berdua tidak usah ketemu lagi dan jauhin anak saya, benalu kau!.” Tegasnya sambil menarik Keril dan langsung menutup pintu dengan membanting. Lagi-lagi kekasihnya hanya merunduk dan tersenyum.
Keril yang telah menemukan pujaan hatinya yang baru, tak menghiraukan lagi hubungannya dengan kekasihnya itu yang masih menggantung. satu tahun lamanya mereka tidak berjumpa tanpa ada kejelasan status setelah kejadian malam itu.
Pagi itu, saat Keril tengah bergandengan tangan mesra dengan gebetan tanpa statusnya di sebuah pusat perbelanjaan ternama, smartphone-nya berbunyi. Ternyata pesan masuk, isinya “besok jam 7 pagi di tempat biasa - orang yang tak pernah marah dan membencimu”.
Mereka berdua pun berjumpa di suatu daerah yang hijau, pagi hari, setelah di basahi hujan ringan, tempat mereka berdua pertama kali bertemu. “apasih kamu masih berani ngajak aku ketemu ? kenapa selama ini kamu ga ada kabar setelah kejadian itu ? kenapa kamu ga bales pesan-pesan dariku ?” tanya Keril dengan penuh amarah.
Kekasihnya tak menjawab, hanya memegang tangannya, lalu menarik dengan lembut untuk membawanya ke suatu tempat yang sudah di rencanakan tidak jauh dari situ.
Sampailah mereka di sebuah taman yang di dalamnya terdapat rumah minimalis, kafe modern, distro, mobil sport, dan satu lagi, anjing pudel, lengkap dengan tali pengamannya.
“waaaaahhh keren, haceep binggo” ucap Keril
“ini bukti selama 4 tahun aku termotivasi atas perkataan dan sikapmu kepadaku. Aku memang diam-diam membuat ini semua, bisnis aksesoris motor, yang aku produksi sudah menembus pasar internasional. semua yang ada di tempat ini hasil kerja kerasmu untuk menguatkan aku. maafkan aku... sudah tidak bisa bersama denganmu lagi, terimakasih atas semua keiinginanmu yang telah membesarkanku, namun ini semua bukan untuk kita.” Pungkas mantan kekasihnya.