(3/3) SECARIK SURAT UNTUKMU . Hai kamu, apa kabar hatimu hari ini? Baik kah? Pesanku hanya 1, lakukan segalanya dengan hati, maka kamu akan tahu bagaimana mencintai apa yang sedang kamu kerjakan . Bicara tentang hati, aku tak lagi ingin menanyakan perbedaan atau persamaan seperti surat pertama dan keduaku, tapi kali ini aku ingin menceritakan bagaimana sejatinya hati perempuan itu bekerja . Baiklah akan ku ceritakan sesuatu, hai kamu, tetaplah disitu . Ada 1 tempat dimana perempuan menyimpan segala rasa, Hati. Kalau kamu bilang perempuan itu hanya mengandalkan perasaan, maka kamu salah! Ia juga menggunakan logikanya yang berlapis untuk menentukan apakah kamu pantas mendapatkan hatinya atau tidak. Hatinya akan tersentuh ketika ada seseorang yang memberinya harapan, yang berarti ia telah lolos dari berlapis gerbang logikanya . Apakah salah jika pada akhirnya ia jatuh pada sebuah pengharapan? . Hingga akhirnya aku sadar akan 1 hal, Jangan menaruh harapan kepada yang belum pasti, nanti akan sakit sendiri, dan jangan memberi harapan kepada yang belum pasti,karena kelak akan ada hati yang tersakiti . aku, perempuan yang mengagumimu, kali ini aku berhenti berharap kepada yang belum pasti, bukankah pada akhirnya merasakan luka sendiri? . Tuan, jika memang tak ada kepastian, maka berhentilah memberi harap, bukan hanya padaku tapi untuk semua perempuan. Karena sekali kau membuka pintunya, kau akan terus meninggalkan jejak didalamnya. Jika kau masih mengharapkan, berilah kepastian walau hanya sebuah kata "bersabarlah" pun jika tidak, tegaslah jika memang tak ada yang lebih . Hai kamu, mungkin ini akan menjadi surat terakhir. tenanglah aku sudah berdamai dengan hatiku, belajar melepas dengan segala ihklas. Karna aku sadar hal yang bukan milikku tak akan pernah jadi milikku, pun sebaliknya . Tertanda Aku, yang sering bingung mau posting gambar apa di IG, jadinya gambar sama caption kadang gak nyambung #30haribercerita #PMsukaMenulis #PenaNurani #30HBC1804 (at Lake Toba - North Sumatra - Indonesia)










