Seringkali kita mendengarkan pertanyaan ini baik dari orang lain , keluarga, ataupun dari diri kita sendiri.
Lantas apakah kita telah menemukan jawabannya?
Ada yang menjadi Guru karena berasal dari Jurusan Kuliah pendidikan.
Ada yang menjadi Guru karena kata orang "bila siswa libur, guru juga libur".
Ada yang menjadi Guru karena senang mengajarkan pelajaran yang disukai.
Ada yang menjadi Guru karena kedua orang tuanya adalah Guru.
Ada juga yang menjadi Guru karena senang dengan Anak-anak.
Dan masih banyak lagi alasan dan motivasi orang menjadi Guru.
Namun, sebelum kita menjawab mengapa kita jadi Guru.
mari kita tarik dari akar permasalahan nya, yaitu "Apa itu Guru"
Apakah guru adalah pekerjaan?
Ataukah guru adalah sebuah profesi?
Bila kita mendefinisikan Guru sebagai sebuah "Pekerjaan" maka itu hanya akan menghantarkan kita pada sebuah rutinitas "kerja" yang tidak ada hentinya. Dan hanya akan mendapatkan hadiah "Gaji".
Tetapi, jika kita mendefinisikan Guru sebagai "Profesi" maka kita akan menuju kepada sebuah proses belajar tidak berhenti untuk menjadi seorang yang "Profesional" di kelas nya, di hadapan murid-murid nya, di antara Guru-Guru lainnya.
Menjadikan orang tua murid menempatkan kita pada posisi seorang "Profesional" yang bisa membantu mereka mengajar anaknya.
Serta akan menghantarkan kita pada sebuah perjalanan belajar-mengajar-berkarya yang tidak akan ada ujungnya.
Dan hadiahnya adalah "Keberkahan" , "Kepuasan" dan "Kebahagiaan" saat seorang guru melihat tumbuh kembang siswa nya.
Lalu, mengapa kita memilih menjadi Guru?
Mungkin diluar sana banyak konten yang beredar mengatakan bahwa menjadi Guru tidak bisa hanya berdasarkan "Keikhlasan", namun rasanya kurang sepakat dengan pernyataan ini,
Sejatinya, sebagai seorang yang beriman, semua hal yang kita lakukan dari bangun pagi hingga tidur lagi dimalam hari adalah sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah subhanahu wa Ta'ala.
Termasuk berangkat ke sekolah, pergi mengajar, memberikan pengajaran, membuat perangkat belajar, membuat soal ujian, bahkan menegur mereka ketika salah, melatih mereka dari tidak bisa menjadi bisa, dan masih banyak lagi hal yang kita lakukan sebagai Guru,
Yang semua itu juga adalah bagian dari "Ibadah"
dan dalam melaksanakan ibadah kita harus menghadirkan keikhlasan kepada Allah.
Kita jadikan semua itu, adalah "persembahan" terbaik kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
sudah sejatinya itu hadir dengan keikhlasan.
Maka, menjadi Guru adalah bentuk keikhlasan persembahan ibadah kita kepada Allah subhanahu wa Ta'ala.
Dengan keikhlasan kita, persembahan terbaik kita, Allah yang akan menggantikan setiap lelah yang dirasa dengan keberkahan dan kebaikan yang berlimpah.
Apakah bentuknya itu?
Kemampuan yang bertambah mahir
Kepedulian yang bertambah tajam
Ketaatan yang bertambah baik
Serta, Allah jaga keluarga kita, saudara kita, anak kita, sama seperti kita menjaga anak orang lain dari hal yang buruk, sama seperti kita mendidik anak orang lain.
Lantas bagaimana dengan teman-teman, mengapa menjadi "Guru"?