Lentera Kehidupan ‘Cerminan Diri‘
09 Januari 2015. Apa yang istemewa dari hari ini?. Sepertinya tidak ada. Tapi, hari ini suatu pelajaran yang berharga telah aku dapati. Bahkan karena kejadian hari ini, aku dapat menghasilkan sebuah tulisan lagi, hitung-hitung buat ngisi blog yang masih sepi. Oke, ceritanya kita mulai. 9 Januari 2015, Alhamdulillah sepertinya cuaca hari ini begitu cerah. Ada harapan untuk hari ini, semoga urusan hari ini berjalan dengan lancar. Berhubung karena malam nya, nginep di kosan temen, jadi berangkatnya bareng temen. 09.10 berangkatlah ke kampus. Sampai di kampus masing-masing dari kami menyelesaikan urusan masing-masing. Ceritanya karena pada beda prodi jadi ya tempat yang di kunjungi nya pada beda-beda. Tapi sebenernya tujuan kita semua sama yaitu Cuma mau ngurus pendaftaran TA. Nah, berhubung dosen yang bersangkutan lagi rapat di pusat, jadi lagi dan lagi harus bersabar, berharap senin nanti bisa bertemu.
Posisi saat ini lagi di akademik, lagi nunggu temennya temen. Jadi disini lah awal mula nya, kenapa ini tulisan muncul. Hahaha. Untuk sesaat, aku bertanya pada seorang temen, apakah sebaiknya yang lain juga diberitahu bahwa pendaftaran TA terakhir tanggal 12. Mereka pun menyarankan sebaiknya yang lain juga di kasih tau, karena ga enak kalau kita hanya tahu sendiri. ( ya walaupun sebenernya hari ini ada 6 orang yang sibuk di kampus ngurus TA, dan semua senior juga melakukan hal yang sama ). Jadi, aku pun mulai sibuk mencari pengumuman tersebut di tempel dimana, karena sebelum nya aku hanya mengetahui nya dari teman, tanpa melihat bukti nya langsung. Dan, temen yang satu nya lagi menunjukkan pengumuman tersebut, dan ternyata di tempel tepat di depan akademik. Padahal sebelumnya, cukup lama juga aku berdiri di depan papan pengumuman, dan ga sama sekali melihat itu tulisan. hahaha malu sama diri sendiri. Dan ga tahu nya itu pengumuman tulisannya kecil banget untuk sebuah pengumuman yang bersifat ‘urgent’. Sepertinya minus mata ini makin nambah kali yak, sampai-sampai itu tulisan ga kelihatan.
Oke, setelah semua bukti pengumuman didapat, akhirnya di share lah di grup. Daaaannnnnnn, hal yang pertama di dapat sepertinya sangat tidak mengenakkan hati. Menulisnya disini pun sepertinya sudah malas, untuk mengingat kembali apa yang mereka katakan. Jangan kan ucapan terima kasih yang di dapat, mala kata-kata yang tidak mengenakkan di telinga yang di dapat. Ah sudah lah, menyesali nya juga tidak berguna apa-apa. Yang terpenting, niat kita awalnya juga baik. Sisa nya cukup Allah yang tahu. Ya semoga, dengan kejadian ini, tidak membuat diri ini lelah untuk berbuat kebaikan.
Baiklah, kita tinggal kan cerita yang menyakitkan tadi. Uda males juga nanggepinnya. Jleb banget soalnya. Haha wong sampe bisa menghasilkan tulisan ini cobalah, berarti itu orang sudah cukup berjasa buat aku. Soalnya, kan buat aku jadi makin kreatif nulis, dan ga susah-susah harus milih topik apa yang akan di tulis. Setelah urusan kampus selesai, bukan selesai juga sih, kan ga nemu sama dosen yang bersangkutan, jadinya lanjut buat ngurus yang lainnya. Sekalian nemenin temen yang mau bayaran semesteran di LC. Oh iya lupa, mau bayar buat pendaftaran toefl juga sih. Nah habis urusan bayaran selesai, next ke gedung A buat daftar toefl. Karena hari ini hari jumat, jadi sudah jam nya istirahat, dan kami putuskan untuk makan siang, sekalian nunggu temen yang mau jumatan dulu. Jam 13.00 balik lagi ke gedung A, Alhamdulillah sudah buka, jadi bisa langsung daftar. Dan ngambil jadwal ujian tanggal 20, itung-itung seminggu buat persiapan ujian, jadi belajar dulu biar pas ujian ga bego-bego amat. Habis daftar, ke LC lagi nemenin temen yang mau bayaran lagi. Haha maklum karena perginya rame-rame jadi urusannya makin banyak. Habis itu, lanjut ke sisfo. Lupa itu gedung apa. Nemenin temen lagi cerita, karena beda prodi lagi-lagi beda urusan. Oke habis dari sisfo ke gedung P, ceritanya Cuma mau minta tandatangan kebagian keuangan, buat syarat TA. Dan sungguh luar biasa antriannya. Maklum juga sih, mahasiswa nya ribuan, dan punya urusan yang sama. Alhamdulillah Urusan keuangan selesai. Dan kemudian dosen wali juga ngasi tau, kalo ksm uda di acc, dan lagi-lagi Alhamdulillah semua dilancarkan sama Allah. Gedung selanjutnya yang didatengi yaitu gedung L, ke bagian kemahasiswaan buat ngurus transkip TAK. Salah satu syarat juga. Seperti biasa ngantri kayak ngantri BLT aja pokoknya. Dan lagi-lagi Allah memudahkan urusan hari ini. Tidakkah kita sebagai manusia sudah sepatutnya selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan. Sehingga Allah akan selalu memberikan bantuan kepada makhluknya yang selalu mengingat-Nya.
Jam 16.00 an mungkin semua urusan hari ini berakhir (belum sepenuhnya berakhir). Dan, tiba-tiba badan pun mulai mengeluh karna lelah nya hanya mengurus pandaftaran TA doang. Semua gedung di kampus ini hampir di jelajahin dalam hitungan jam. Jika, kaki dapat berbicara, mungkin ia akan mengatakan ‘aku lelah’. Tapi ada satu hal yang aku lupakan pada saat itu, bukan kah orang tua kita di sana lebih lelah hanya untuk mencari rezeki untuk menjadikan kita menjadi orang-orang yang berilmu?. Tidak lah sepantasnya, jika aku membandingkan rasa lelah ini dangan rasa lelah yang dirasakan kedua orang tua kita. Bismillah aja, semoga Allah selalu memberikan kekuatan lebih lagi. Teruntuk diri ini, dan khusus nya teruntuk ke dua orangtua ku.
Dan akhir dari urusan hari ini, kembali lagi ke gedung Fakultas. Masih tetap berusaha nemuin dosen yang dicari, dan memang mungkin belum rezeki hari ini. Ternyata beliau sudah pulang ke rumah. Ya sudah lah, kita lanjut hari senin 12 Januari 2015. Berharap semua syarat dapat di selesaikan dalam hari itu, berhubung pendaftaran terakhir hari itu juga. 17.00 an balik ke kosan temen. Terimah kasih untuk hari ini, karena setidaknya usaha nya masih membuahkan hasil. Dan sepertinya sistem i-gracias nya juga lagi bermurah hati karna hari ini lagi kondisi nya baik hehe. Pukul 20.00 an balik ke kosan, seperti biasa badan ini sudah sangat merindukan empuknya kasur.
Ada beberapa hal yang hari ini, menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga terkhusus untuk diri ini yang terlalu biasa. Ada beberapa pernyataan temen yg isi nya :
- Kamu enak banget ya, ga ada masalah sama sekali soal nilai.
- Kenapa baru diumumin sekarang? kalo uda di ambil lama…kasian doong yang pada pulang rumah nya jauh terus harus ambil formulir itu ? kenapa ga dari kemarin ngasi tau nya ? Kalo yang ga pulang atau stay di bandung mah enak. Ini mepet banget loh mi. itu tgl 12 di suruh kumpulinnya.
*salah satu balasan pertama atas info yang tadi, dan mungkin mereka menyalahkan ku karena baru memberi tahu kan nya sekarang. Kalau kata temen aku, uda syukur di kasih tau. Haha. Lah gimana ga baru ngasi tau sekarang, kan baru hari ini ke kampusnya nyari itu bukti pengumuman. Dah aku mah apa atuh. T.T
Tidakkah kalian semua tahu, ada harga yang harus di bayar dari semua ini ?. Jika saat ini, kalian bisa menikmati liburan, baik itu berkumpul dengan keluarga kalian atau teman kalian, apakah kalian tahu, bahwa aku harus mengorbankan semua itu ?. Lagi-lagi liburan kali ini harus membatalkan kepulangan hanya karena mengurus semua urusan tersebut. 2 tahun tidak bertemu keluarga siapa yang tidak kangen. Hmmmm, sudah lah, aku bukan iri terhadap kalian. Hanya saja, coba sedikit berpikir dahulu sebelum mengeluarkan kata-kata yang barang kali itu dapat menyinggung perasaan orang lain. Yang aku tahu, ada mama dan papa disana yang selalu menitipkan doa nya, untuk anak perempuannya yang satu ini. Aku hanya berusaha berbuat yang terbaik di sini, barang kali ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan untuk mereka.
Sepertinya hari ini emang sangat luar biasa, haha sampai-sampai aku juga bisa membuat beberapa quote untuk hari ini :
“ belajar peduli dengan lingkungan, supaya lingkungan peduli dengan kita”
Kalau kata papa “ dia tidak tahu, apa yang ia tak tahu “
“Orang bodoh ialah orang yang jika ia tidak tahu, ia tidak mau/malu bertanya”
“jangan selalu menjadi orang yang tangan nya dibawah, sebaiknya sesekali jadilah orang yang tangan nya berada di atas. Karena pada dasarnya tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah”
Dan menghasilkan beberapa poin pelajaran yang yang dapat menjadikan hari ini sebagai pelajaran di masa selanjutnya. Dan lagi-lagi terima kasih teruntuk teman-teman yang luar biasa untuk di grup tsb. Maaf, kalau bantuan atau informasi yang aku bagikan tidak lah yang kalian butuhkan, sehingga kalian bisa berkata demikian. Aku kira untuk selanjut nya, kalian bisa bertanya atau meminta pertolongan kepada orang yang menurut kalian pantas menolong kalian saja. Aku tahu, diri ini tidak cukup baik untuk itu semua. Aku juga manusia biasa, yang masih bisa berbuat kesalahan. Sukses untuk kita semua ya. Semoga bisa lulus bareng-bareng. Tanggal 12 yah, hmmm hari terakhir buat ngurus semuanya. Semoga Allah masih memberikan kemudahan untuk setiap urusan senin nanti. Teruntuk keluarga ku, terima kasih kalian selalu menjadi alasan supaya diri ini tetap kuat menghadapi kesulitan di sini. Doakan tahun ini kelulusan aku dapatkan, supaya aku bisa pulang. Insya allah :)
“ sebaik-baik kamu adalah orang yang bermanfat bagi orang lain “
Manusia tidak dapat hidup sendiri, saling bergantung satu sama lain, karenanya manusia disebut sebagai makhluk sosial. Banyak nya manusia atau orang yang bersikap apatis atau cuek, tidak peduli dengan kesusahan orang lain pada era saat ini bukan hanya di latar belakangi oleh faktor ekonomi, namun juga sebagai imbas dari sikap manusia itu sendiri, dalam hal ini manusia yang ditolong atau yang telah dibantu. Sehingga wajar pada zaman sekarang ada orang yang berujar “ zaman sekarang mending bohong, dari pada kita juga yang susah”. Bahkan sebagian orang dizaman sekarang ini sanggup mengatakan : “zaman sekarang harus sampe hati, kalau tidak mau makan hati“ artinya kalau ada orang yang membutuhkan bantuan, kita harus menutup mata, pura-pura tidak tahu. Lalu, bagaimana kita menyikapi tipe orang yang tidak tahu berterima kasih ini ?
Kebaikan apapun yang kita lakukan pada orang lain hendaknya dimulai dengan niat ikhlas, karena Allah. Malah, bila kita berharap lebih, seperti berharap orang yang kita bantu akan membantu kita pada waktu yang lain, tetapi harapan berbeda dengan kenyataan, maka akan sangat menyakitkan bagi diri kita sendiri. Sebagian orang yang tidak berharap lebih, cukup dengan akhlak yang baik dan tetap menjaga silaturahmi, itupun tidak terealisasi. Tak heran jika muncul istilah “ orang yang tidak tahu di untung atau tidak tahu diri”. Ada juga orang yang dibantu pada awalnya bukan siapa-siapa, ketika ia telah dibantu, dan telah menjadi ‘orang’ ia lupa asal muasal, ibarat pepatah, “kacang lupa pada kulitnya”. Ada juga kebaikan orang dibalas dengan keburukan seperti memfitnah orang yang pernah menolongnya, ini di sebut “ air susu dibalas dengan air tuba”. Sikap-sikap inilah yang menjadi sebagian sebab mengapa orang sudah sedikit sekali yang mempunyai rasa empati atau belas kasih sekarang ini.
Selain ikhlas, sikap memaafkan dan lapang dada juga dapat diterapkan dalam hati ini dalam menghadapi orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. Jangan membuat kita cepat kapok untuk berbuat kebaikan, karena tidak semua orang sama, apalagi mengingat bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (QS.5:13). Bila ingin melakukan kebaikan , lakukan lah dengan ikhlas , lalu lupakan lah.
“Barang siapa yang tidak tahu berterima kasih atas yang sedikit maka ia tidak akan tahu berterima kasih atas yang banyak, dan barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti ia tidak bersyukur kepada Allah. Memperbincangkan nikmat Allah itu termasuk syukur dan tidak memperbincangkannya termasuk kufur. Jemaah itu adalah rahmat dan bercerai-berai itu adalah azab”. (HR. Abdullah bin Ahmad )
Menjadi Pribadi yang Peka
Sebenarnya, dalam hidup ini banyak sekali pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Dan kita selalu saja mengabaikan apa yang sedang atau telah terjadi. Seandainya kita bisa memetik pelajaran dari segala sesuatu, kita bisa menjadi orang Arif dan bijaksana. Hal itu tentu saja hanya bagi orang yang mau merenungi arti hidup dan apa yang ada dalam hidup. Maka dari itulah kita harus menjadi orang yang peka terhadap segala sesuatu. Karena akan sayang sekali jika kita melewatkan sedikit saja pelajaran yang ada dalam kampus kehidupan.
Ada orang yang bilang, melihat berbeda dengan memerhatikan. Begitu juga halnya dengan hidup kita. Jika kita hanya ‘melihat’ kehidupan dan tanpa memerhatikannya, akan banyak sekali rahasia dalam hidup yang kita lewatkan. Jika kita hanya hidup dalam arus monoton dan hanya begitu-begitu saja, artinya kita telah rugi. Hal inilah yang ingin saya sampaikan di tulisan ini, menjadi orang yang peka dengan kehidupan.
Pernahkah Anda memerhatikan bahwa sebenarnya apa yang terjadi dalam kehidupan kita atau seseorang pasti merupakan dampak? Dampak dari apa? Ya dari hidup itu sendiri. Hukum alam dan keadilan terus berjalan di kehidupan kita. Jika kita melakukan sesuatu, kita juga yang akan menuainya, pasti. Jika kita berleha-leha, dampaknya juga akan berpengaruh pada diri kita sendiri. Sayangnya banyak sekali yang mengetahui hal ini tapi tidak mengetahuinya. Kenapa? Karena kita kurang peka dalam memahami sesuatu. Kita kurang memperdulikan apa yang sedang terjadi dalam hidup, bahkan hidup kita sendiri. Apabila kita mau untuk merenungi sedikit saja dalam hidup kita, misalnya hari ini saja, kita akan mendapatkan sesuatu. Yaitu pelajaran dan bahkan pemahaman.
Dan menjadi pribadi yang peka itu akan membuat kita lebih bisa memaknai hidup. Apa reaksi Anda jika Anda melihat ada sampah kecil di kamar anda? Apa tindakan Anda jika Anda melihat banyak debu di kamar Anda? Jika Anda melihat pengemis, sudahkah Anda turut merasa bersedih dan kasihan padanya? Atau hanya lewat saja? Jika terjadi sesuatu pada kita, apakah kita merenungkan apa yang sebenarnya terjadi? Itulah peka. Menjadi orang yang peka artinya kita menjadi orang yang kritis juga dalam segala hal.
Apabila kita merasakan kekosongan dalam hidup, artinya kita kurang peka dalam menanggapi suatu hal. Tidak ada yang tetap di dunia ini, kecuali perubahan dan Yang Maha Tetap sendiri. Walaupun Anda menjalani rutinitas sehari-hari, tapi jika Anda adalah pribadi yang peka Anda akan menyadari bahwa segala sesuatu terus berubah. Selalu ada hal baru dalam hidup. Anda akan merasakan bahwa setiap hari adalah sesuatu yang baru.
Mulailah pada awal hari dengan bertanya “Apa yang baru hari ini?” dan renungkan segala sesuatu. Akan banyak sekali hal menarik dalam kehidupan kita setiap saat. Asalkan kita mau memerhatikan, dan merenungkan, kita akan memperoleh pemahaman. Hidup Memang Penuh Dengan Kejutan.
Sumber :
http://zulfikrikhakim.wordpress.com
www.dianovaanwar.blogspot.com