Bagaimana bisa?
Keheningan yang terasa terlalu nyaman untuk dua orang asing. Seakan telah lama mengenal.
Seakan mengerti jika begitulah dirinya.
Istimewa nya, dia berbeda dari rata rata lainnya.
Dari kebiasaan kecil nya yang positif.
Diam adalah sifatnya.
Karakter dingin namun hangat.
Dan itu justru menarik.
Bukan diam yang terasa canggung,tapi nyaman.
Type diam yang menenangkan.
Tak butuh sebuah kalimat untuk percakapan.
Meluangkan waktu tidak selalu dengan kata
Hanya agar menghilangkan sang sepi.
Keheningan itu justru jeda yang menarik.
Cukup dengan bersebelahan dan diam.
Entah saling menatap tayangan layar televisi..
Atau sekedar bertukar iris mata, Lalu tertawa.
Seakan pelukannya adalah tempat pulang.
Apakah memang dia? Atau semua hanya semu?
Dalam sebuah jarak kilometer.. rindu itu hadir.
Kenangan yang lalu.. rasanya cukup indah.
Padahal mungkin, untuk orang lain hal biasa.
Kenangan singkat itu..Menjadi sebuah harapan.
Jika waktu kembali menghapus kilometernya,
Mungkin bisa sedikit menahan laju detik.
Hanya untuk sekedar lebih lama bersamanya.
Entah sekadar menikmati senja diujung hari,
Ataupun hanya sekadar jalan melewati hari,
Ke tempat bersejarah atau alam kesukaannya..
Ke pantai ataupun air terjun kesukaanku..
Ke salah satu kota impian ku..
Atau Kemanapun spot nya, asal bersamanya.
Semua terdengar indah. Menjelajahi tempat.
Dan melukis sejarah dari kisah kita berdua.
Semoga, kita yang bertarung dengan waktu..
Bisa berakhir dengan kemenangan kisah kita.
//Jawa Timur, 06 Juni 2026. Kisah dibalik jarak.
















